Berita Utama

Beranda Berita Utama Halaman 9
Berita Utama

Jalin Sinergitas Wilayah, Dandim 0112/Sabang Silaturahmi dengan Kepala Kantor Bea Cukai

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Komandan Kodim (Dandim) 0112/Sabang Letkol Arm Moh. Zaenal Arifin, S.Sos., melaksanakan kunjungan silaturahmi dan pertemuan koordinasi dengan Kepala Kantor Bea Cukai Sabang, Kiagus Nurzaman Muhammad, di Kantor Bea Cukai setempat, Kamis (10/9) pukul 12.30 WIB. Kegiatan ini berlangsung hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan di Gampong Kuta Ateuh, Kecamatan Sukakarya.

Pertemuan ini bertujuan mempererat hubungan antarinstansi, membuka ruang komunikasi yang transparan, serta memperkuat sinergitas dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Sabang. Hadir pula mendampingi di antaranya Kepala Seksi Penindakan dan Penyelidikan Bintang J Purba serta Kepala Bagian Umum Rahmad.

Dalam suasana diskusi yang lepas dan konstruktif, kedua pimpinan saling bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi terkini di Sabang. Ditekankan bahwa koordinasi yang cepat dan padu menjadi kunci utama dalam mengantisipasi potensi gangguan serta menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan bersama.

Dandim menegaskan komitmen TNI untuk terus hadir bermitra dengan seluruh elemen penting pemerintahan dan pelayanan publik, termasuk Bea Cukai, demi pelayanan masyarakat yang aman dan lancar. Sementara itu, Kepala Bea Cukai menyambut baik kedatangan dan gagasan kerja sama tersebut, berharap jalinan yang sudah terjalin makin kokoh ke depannya.

Diharapkan kebersamaan ini menjadi fondasi kuat penyelesaian masalah dan kesiapan setiap instansi merespons dinamika wilayah secara tepat sasaran, profesional, dan saling menguatkan.

Kedekatan hubungan lembaga militer dan instansi pemerintahan lainnya di Sabang terasa nyata dan menguntungkan seluruh warga serta pelayanan umum di wilayah perbatasan tersebut.(man)

Penegasan Panpel Mulai Musim ini, “Laga Home Persiraja Dipastikan tanpa Asap Rokok”

0

MEDIANAD.COM:BANDA ACEH: Panitia Pelaksana (Panpel) Persiraja Banda Aceh kembali mengingatkan seluruh penonton untuk tidak merokok selama berada di Stadion H. Dimurthala (SHD) Banda Aceh.

Larangan tersebut wajib diindahkan seluruh penonton saat menyaksikan pertandingan home (kandang) Persiraja di SHD serta langsung berlaku pada laga perdana Liga2 Championship Indonesia 2026/2027 saat Muharir,cs menjamu Semen Padang FC di SHD, Minggu (13/9/2026) pukul 20.30 WIB.

Siaran Pers MO tim, Kamis (10/09) sore. Ketua Panpel Syarwani Sulaiman alias ‘Jer Ami’ mengatakan. Larangan merokok berlaku di seluruh area tribun stadion dan Panpel meminta penonton mematuhi aturan demi kenyamanan bersama.

“Kami sudah imbau jauh-jauh hari bahwa dilarang merokok di seluruh tribun stadion, setiap musim kami selalu imbau tentang perkara merokok diareal SHD”.

Selain tentang merokok, penonton juga dilarang membawa botol air mineral ke dalam stadion. Aturan tersebut merupakan ketentuan yang kembali diberlakukan seperti pada musim-musim sebelumnya.

Jer Ami meminta para penonton ikut menjaga ketertiban selama pertandingan berlangsung. Jika menemukan penonton yang merokok di tribun, ia mengimbau agar saling mengingatkan.

“Jadi kami minta agar saling menjaga. Kalau ada yang merokok, silakan ditegur saja. Nanti setiap tribun kami juga tempatkan steward yang akan menjaga penonton,” ujarnya.

Di sisi lain, Jer Ami menjelaskan adanya perubahan sistem pemeriksaan tiket pada musim ini. Penonton tidak lagi harus menukarkan barcode tiket dengan gelang seperti yang diterapkan pada musim sebelumnya.

Pada musim ini, penonton cukup menunjukkan barcode tiket kepada petugas di pintu masuk stadion untuk dilakukan pemeriksaan.

“Tahun ini lebih mudah. Kalau tahun lalu harus ganti barcode dengan gelang, kalau tahun ini tinggal menunjukkan barcode saja, tidak perlu ganti dengan gelang lagi,” jelasnya.

Untuk itu, Panpel berharap seluruh penonton dapat mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan sehingga pertandingan Persiraja kontra Semen Padang dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh suporter. (**)

Nuri Farisal Ikuti Lomba Masak Serba Ikan, Dorong Peningkatan Konsumsi Ikan Masyarakat.

0

MEDIANAD.CSM, SABANG,- Ikan leubim atau ikan kambing-kambing disulap menjadi sajian lasagna dalam kreasi Kota Sabang pada Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi Aceh TMEDIANAD.COSabangui menu “Acehnese Potato Fish Lasagna”, Ketua Forikan Kota Sabang, Nuri Farisal, bersama tim menghadirkan olahan ikan lokal dengan sentuhan kreatif yang tetap membawa identitas masyarakat pesisir Sabang.

Lomba yang berlangsung di Aula Anjong Monmata, Banda Aceh tersebut turut dihadiri Ibu Wakil Wali Kota Sabang, Erwani Meutia Suradji, sebagai bentuk dukungan terhadap keikutsertaan Kota Sabang dalam ajang yang mengangkat kreativitas pengolahan ikan dan semangat Gemarikan.

Kegiatan ini mengusung tema “Kreasi Masakan Serba Ikan, Wujudkan Generasi Sehat dan Berkualitas Menuju Aceh Carong”. Ajang ini menjadi ruang bagi perwakilan kabupaten/kota se-Aceh untuk berkreasi mengolah ikan menjadi sajian yang menarik, bergizi dan mudah diterapkan dalam menu keluarga.

Dalam kompetisi tersebut, Kota Sabang mengusung “Acehnese Potato Fish Lasagna” sebagai menu utama berbahan ikan leubim. Sajian ini dilengkapi kentang yang dibentuk menyerupai perahu sebagai simbol kehidupan masyarakat pesisir Sabang, sementara ikan melambangkan hasil laut yang menjadi sumber penghidupan nelayan. Selain menu utama, Sabang juga menyuguhkan sejumlah menu olahan ikan lainnya dengan memanfaatkan bahan pangan lokal.

“Lomba ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga bagaimana kita menunjukkan bahwa ikan lokal bisa diolah menjadi menu yang kreatif, lezat dan bergizi. Kita ingin memperkenalkan lebih banyak cara mengolah ikan, sehingga masyarakat punya pilihan menu yang beragam sekaligus mendorong semangat Gemarikan di keluarga,” kata Nuri, Kamis (10/9).

Menurut Nuri, keberagaman olahan ikan diharapkan dapat membuat konsumsi ikan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan keluarga. Selain mendukung pemenuhan gizi, kreativitas mengolah hasil perikanan juga dapat membuka ruang bagi pengembangan kuliner berbasis bahan pangan lokal.

“Harapannya, kreasi seperti ini tidak berhenti di perlombaan. Bisa diterapkan di rumah, membuat keluarga semakin gemar makan ikan, sekaligus menjadi inspirasi untuk mengembangkan usaha kuliner berbahan hasil perikanan lokal,” lanjutnya.

Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2026 mempertandingkan tiga kategori, yakni menu keluarga, menu balita usia 3-5 tahun, serta menu kudapan. Penggunaan ikan lokal dan bahan pangan daerah menjadi bagian penting dalam perlombaan, sekaligus mendorong inovasi kuliner dan pengenalan beragam cara mengolah ikan kepada masyarakat.

Melalui keikutsertaan ini, Kota Sabang tidak hanya membawa kreasi kuliner, tetapi juga memperkenalkan potensi hasil laut dan pangan lokal melalui sajian yang kreatif. Semangat tersebut diharapkan turut memperkuat Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), sekaligus mendorong pemanfaatan hasil perikanan lokal sebagai bagian dari gizi keluarga dan peluang ekonomi masyarakat.(man).

SPPG Bireuen Peusangan Minta Wacana Kantin MBG Dikaji Matang: Standardisasi dan Pengawasan Jadi Kunci

0

BIREUEN, MEDIANAD.COM : Wacana pelibatan kantin sekolah dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat perhatian dari pelaksana program di daerah. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bireuen Peusangan Keude Matang Glumpang Dua menilai rencana tersebut perlu dikaji secara komprehensif agar tidak mengurangi standar mutu, keamanan pangan, serta akuntabilitas pelayanan kepada penerima manfaat.

SPPG Bireuen Peusangan Keude Matang Glumpang Dua menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak inovasi maupun evaluasi terhadap pelaksanaan MBG. Namun, perubahan pola layanan harus dilakukan secara hati-hati dengan memastikan seluruh mekanisme baru mampu menjaga standar yang sama dalam aspek produksi, distribusi, pengawasan, dan pertanggungjawaban.

“Yang kami khawatirkan bukan istilah kantin MBG-nya, tetapi bagaimana standar yang sama dapat dijaga ketika titik pengolahan makanan menjadi lebih banyak. Jika sistem baru ingin diterapkan, indikatornya harus jelas: apakah lebih aman, lebih terkontrol, lebih transparan, dan tetap mampu memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat,” ujar Kepala SPPG Bireuen Peusangan Keude Matang Glumpang Dua, Dian Saputra.

Menurut Dian, keberadaan kantin yang lebih dekat dengan peserta didik memang memiliki keunggulan dari sisi distribusi. Namun, kedekatan lokasi tidak serta-merta menjamin terpenuhinya aspek penting dalam penyelenggaraan makanan, seperti kapasitas produksi, kelayakan sanitasi, penyimpanan bahan baku, kebersihan peralatan, kompetensi penjamah makanan, hingga pengendalian risiko keamanan pangan.
N
“Apabila satu sekolah memiliki kantin yang sangat siap sementara sekolah lain belum memenuhi standar, jangan sampai kualitas makanan yang diterima anak-anak menjadi berbeda. Program nasional harus tetap memiliki standar nasional, meskipun implementasinya menyesuaikan kondisi masing-masing daerah,” tambahnya.

Fragmentasi Pengawasan Menjadi Tantangan
PIC SPPG Keude Matang Glumpang Dua, Ir. T. Irfan Fajri, S.Kom., M.M.S.I, menilai salah satu aspek yang perlu menjadi perhatian dalam wacana kantin MBG adalah meningkatnya kompleksitas pengawasan apabila pengelolaan makanan tersebar di banyak titik.

Menurutnya, semakin banyak unit yang terlibat dalam penyediaan makanan, maka semakin besar pula tantangan dalam mengawasi proses pembelian bahan, kualitas pemasok, jumlah porsi, pencatatan penerima manfaat, penggunaan anggaran, hingga kepatuhan terhadap prosedur operasional.

“Sebuah kebijakan tidak cukup hanya terlihat praktis di atas kertas. Harus jelas siapa yang melakukan pengawasan, bagaimana mekanisme pelaporan, siapa yang bertanggung jawab apabila standar tidak terpenuhi, dan bagaimana proses audit dilakukan. Semakin banyak titik pelayanan, semakin kuat pula sistem kontrol yang harus disiapkan,” jelas T. Irfan.

Ia menambahkan bahwa tata kelola yang baik bukan berarti seluruh layanan harus selalu tersentralisasi tanpa evaluasi. Namun, apabila desentralisasi pelayanan dilakukan melalui keterlibatan kantin sekolah, pemerintah perlu menetapkan persyaratan yang objektif, terukur, dan wajib dipenuhi oleh setiap unit.

Standardisasi MBG Harus Menjadi Prioritas
Perhatian terhadap pentingnya standardisasi juga dinilai sejalan dengan langkah Badan Gizi Nasional (BGN) dalam memperkuat tata kelola MBG. Menurut SPPG Keude Matang Glumpang Dua, penguatan SOP, kepatuhan administrasi, sanitasi, serta pengawasan merupakan pekerjaan utama yang harus terus diperbaiki.

“Kalau standardisasi pada dapur yang sudah berada dalam struktur SPPG saja masih terus diperkuat secara nasional, maka pembukaan banyak titik baru tentu harus dihitung secara matang. Jangan sampai persoalan pengawasan justru berpindah dan menjadi lebih luas,” ujar T. Irfan.

SPPG Keude Matang Glumpang Dua menilai keterlibatan kantin sekolah tetap dapat menjadi bagian dari ekosistem MBG, tetapi tidak serta-merta menggantikan peran SPPG. Salah satu pendekatan yang dinilai lebih realistis adalah menjadikan kantin sebagai mitra pendukung, pusat edukasi gizi, atau bagian tertentu dari layanan MBG setelah melalui proses verifikasi fasilitas dan sumber daya manusia.

“Kami terbuka terhadap inovasi. Jika ada kantin yang benar-benar memenuhi standar, tentu dapat diuji dan diverifikasi. Namun jangan sampai sistemnya diubah terlebih dahulu, sementara standar baru dikejar setelahnya,” kata Dian Saputra.

Perubahan Kebijakan Harus Berbasis Bukti,
Dian dan T. Irfan menegaskan bahwa sikap kritis terhadap wacana kantin MBG bukan merupakan bentuk penolakan terhadap evaluasi pemerintah. Sebaliknya, evaluasi diperlukan untuk memastikan setiap unit pelayanan mampu memenuhi ketentuan dan melakukan perbaikan secara cepat.

Menurut mereka, setiap perubahan model layanan harus diukur berdasarkan indikator yang jelas, seperti kualitas gizi makanan, keamanan pangan, efisiensi biaya, efektivitas distribusi, tingkat kepatuhan terhadap standar, kemudahan pengawasan, serta kepuasan penerima manfaat.

“Kalau ada sistem yang lebih baik, tentu kita semua harus mendukung. Tetapi perubahan harus berdasarkan bukti. Jangan sampai tujuan efisiensi justru menghasilkan variasi standar yang semakin lebar dan pengawasan menjadi lebih sulit,” pungkas T. Irfan.

Pada akhirnya, SPPG Bireuen Peusangan Keude Matang Glumpang Dua menilai bahwa perdebatan mengenai SPPG atau kantin MBG tidak seharusnya hanya berfokus pada pilihan model kelembagaan. Hal paling utama adalah memastikan anak-anak mendapatkan makanan yang aman, bergizi, layak, sesuai porsi, serta diberikan melalui sistem yang transparan dan dapat diawasi.

SPPG Keude Matang Glumpang Dua mendorong pemerintah dan Badan Gizi Nasional untuk terus memperkuat sistem yang telah berjalan, memperbaiki unit yang belum memenuhi standar, serta melakukan uji coba setiap alternatif baru melalui pilot project dan evaluasi terukur sebelum diterapkan secara luas. (Kal/Win)

Adriadi, SE: Perubahan MBG Harus Dikaji, Jangan Sampai Timbulkan Masalah Baru

0

Tokoh masyarakat Sungai Liput sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Aceh Tamiang, Adriadi, SE, Kamis (10/9), menilai rencana pengalihan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke kantin sekolah perlu dikaji secara matang.

Menurut Adriadi, perpindahan sistem tersebut belum tentu membuat pengelolaan MBG menjadi lebih efisien dan efektif. Bahkan, jika tidak dipersiapkan dengan baik, perubahan itu berpotensi menimbulkan persoalan baru di masyarakat.

“Peralihan ke kantin sekolah belum tentu otomatis membuat program lebih efisien. Jangan sampai niatnya memperbaiki tata kelola, tetapi justru muncul masalah baru dalam pengawasan, biaya, tenaga kerja dan pelaksanaan di lapangan,” ujar Adriadi.

Ia juga mengingatkan agar pemenuhan gizi anak tetap menjadi prioritas utama. Menurutnya, apabila MBG dikelola melalui kantin sekolah, harus ada sistem pengawasan yang kuat terhadap
menu, kandungan gizi, porsi, kualitas dan kebersihan makanan.

“Jangan hanya memastikan anak mendapatkan makanan. Yang lebih penting, apakah makanan itu benar-benar memenuhi kebutuhan gizinya. Kalau pengawasan menjadi lebih sulit, kita khawatir tujuan utama program MBG justru tidak tercapai,” jelasnya.

Di sisi lain, Adriadi menyoroti dampak pengalihan tersebut terhadap lapangan kerja. Selama ini, program MBG turut membuka pekerjaan bagi masyarakat, mulai dari penyedia bahan makanan,
memasak, pengemasan hingga distribusi.

“Kalau semua dipusatkan di kantin sekolah, harus dihitung juga berapa tenaga kerja yang nantinya masih bisa diserap. Jangan sampai masyarakat yang sebelumnya memperoleh penghasilan dari MBG justru kehilangan pekerjaan dan kembali menjadi pengangguran,”
katanya.

Adriadi menegaskan bahwa tidak ada sistem yang sempurna. Karena itu, jika terdapat kekurangan dalam pelaksanaan MBG saat ini, yang perlu dilakukan adalah evaluasi dan
perbaikan.

“Tidak ada sistem yang sempurna. Tetapi sistem yang baik adalah sistem yang terus dievaluasi dan diperbaiki, bukan menggantikan semua sistem yang ada. Kalau ada kekurangan, kita perbaiki. Kalau pengawasan lemah, kita perkuat. Kalau distribusi bermasalah, kita benahi,” tegasnya.

Ia berharap setiap perubahan MBG didasarkan pada kajian yang jelas, termasuk menghitung biaya, kualitas gizi, sistem pengawasan dan dampaknya terhadap tenaga kerja masyarakat.

“Yang kita inginkan bukan sekadar mengganti sistem, tetapi memastikan MBG benar-benar lebih baik. Anak-anak mendapatkan gizi yang cukup, pengawasan berjalan, anggaran efisien, dan
masyarakat tetap memperoleh manfaat ekonomi,” pungkas Adriadi.(*)

Hadapi Tim eks Liga1 SPFC di Laga Perdana, Manager Persiraja Berharap Fans Fulkan SHD

0

Manager Persiraja Ridha Mafhdhul Gidong dan pemain Persiraja Banda Aceh merayakan gol perdana saat pertandingan ujicoba dengan RANS Nusantara FC, Minggu (6/9) malam di Stadion Harapan Bangsa (SHB) Lhoong Raya, Banda Aceh. (foto/MO Persiraja)

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Persiraja Banda ceh dipastikan menghadapi laga penting dan tim tangguh _eks_ Liga1 2025/26 Semen Padang FootBall Club (FC) pada laga perdana Liga2 Pengadaian Championship 2026/27, Minggu (13/9) malam di Stadion H. Dimurthala (SHD) Banda Aceh.

Serta pertandingan sarat gengsi dua tim asal pulau Sumatra ini diprediksi akan berlangsung sengit dan ketat, mengingat kedua tim sama-sama memiliki ambisi besar untuk meraih hasil maksimal di tarung perdana.

Menghadapi pertandingan tersebut, Persiraja berharap dukungan penuh dari Fans setia tim yang berjulukan Laskar Rencong ini, serta masyarakat Aceh dan para pendukung lainnya secara umum untuk memenuhi SHD dan memberikan energi positif kepada tim sepanjang pertandingan melawan Semen Padang, Minggu malam Senin nanti.

Dukungan suporter dinilai menjadi salah satu kekuatan penting bagi Persiraja, terlebih ketika tim harus menjalani pertandingan dengan tekanan dan tuntutan untuk meraih kemenangan, harap Manager Persiraja, Ridha Mafdhul Gidong.

Sebagaimana dilansir lewat MO tim, Kamis (10/09/2026) siang.

Manager tim yang akrap disapa Gidong ini juga mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada para pemain yang akan berjuang di lapangan.

“Kami berharap dukungan penuh dari masyarakat Aceh dan seluruh suporter Persiraja. Kehadiran dan dukungan dari tribun tentu menjadi motivasi besar bagi pemain untuk memberikan penampilan terbaik dan berjuang maksimal,” ujar Ridha Mafdhul Gidong.

Menurut Gidong, pertandingan menghadapi Semen Padang bukan sekadar pertandingan biasa. Atmosfer pertandingan dan dukungan dari tribun diharapkan mampu menjadi tambahan semangat bagi skuad Persiraja.

Ia juga meminta para pemain untuk tetap fokus, bekerja keras, dan menjalankan instruksi tim demi mendapatkan hasil terbaik.

“Kami meminta pemain untuk tetap fokus dan bekerja keras. Pertandingan ini penting, sehingga kami harus memberikan yang terbaik sejak menit pertama hingga pertandingan selesai,” katanya.

Persiraja pun berharap laga kali ini dapat menjadi momentum untuk mempererat kembali hubungan antara tim, suporter, dan masyarakat Aceh. Semangat yang hadir dari tribun diharapkan dapat menjadi kekuatan tambahan bagi Laskar Rencong dalam menghadapi Semen Padang (non/**)

Babinsa Kuta Timu Tanamkan Wawasan Kebangsaan Sejak Dini di Lingkungan Sekolah

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Babinsa 06 Gampong Kuta Timu, Koramil 02/Sukakarya, Kodim 0112/Sabang, Pelda Sutrisno, hadir memberikan wawasan kebangsaan kepada para siswa‑siswi SDN 3 Sabang yang bertempat di Gampong Kuta Timu, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Kamis (10/9).

Kegiatan pembekalan materi ini disampaikan secara sederhana namun berkesan agar mudah dipahami oleh peserta didik. Penanaman nilai‑nilai kebangsaan sejak usia dini dianggap sangat strategis untuk membentuk karakter dan jiwa patriotisme generasi penerus bangsa.

Melalui pendekatan yang akrab di lingkungan sekolah, Babinsa mengajak para murid untuk tumbuh sebagai generasi yang bangga akan identitas, mencintai tanah air serta menjaga persatuan dan keutuhan wilayah Indonesia di masa mendatang.

Upaya ini juga menjadi bukti peran aktif satuan teritorial dalam mendukung pendidikan karakter di wilayah binaan. Kehadiran Babinsa turut menguatkan hubungan harmonis antara institusi TNI dengan dunia pendidikan di tengah masyarakat.

Diharapkan pesan‑pesan positif yang disampaikan dapat tertanam kuat dalam diri setiap siswa. Hal ini menjadi pondasi awal yang kokoh bagi mereka untuk tumbuh menjadi warga negara yang cinta damai, bertanggung jawab dan berjiwa nasionalisme tinggi.(man)

Manfaatkan Lahan Kosong, Babinsa dan Perangkat Desa Balohan Panen Bayam

0

MEDIANAD. COM, SABANG – Babinsa 04 Gampong Balohan, Koramil 01/Sukajaya, Kodim 0112/Sabang, Sertu Taufiq, bersama perangkat desa melaksanakan panen sayur bayam di halaman Kantor Keuchik Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Kamis (10/9).

Kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dan lokal. Lahan yang sebelumnya tidak terpakai di lingkungan kantor desa berhasil diubah menjadi lahan produktif yang menanam tanaman bernilai gizi tinggi.

Selain menghasilkan hasil panen yang bermanfaat, kebun percontohan ini juga bertujuan sebagai sarana edukasi bagi warga sekitar. Masyarakat diajak melihat langsung bagaimana lahan terbatas maupun perkarangan rumah tetap bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Babinsa dan perangkat desa berharap contoh ini dapat memicu semangat warga untuk meniru langkah serupa. Pemanfaatan pekarangan sendiri dinilai efektif menambah pasokan pangan sekaligus mendatangkan nilai ekonomi tambahan bagi keluarga.

Sinergi antara unsur teritorial dan pemerintahan gampang terjalin sangat baik dalam praktik nyata. Hal ini membuktikan kebersamaan mampu memberikan dampak positif dan inspiratif bagi kemajuan wilayah binaan bersama.

Hasil panen bayam yang segar dan melimpah menjadi bukti keberhasilan pengelolaan lahan sederhana namun terencana dengan baik di tengah pemukiman warga.(man)

Dukung Mata Pencaharian Nelayan, Babinsa dan Keuchik Pantau Pembuatan Perahu Baru

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Babinsa 08 Gampong Paya, Koramil 01/Sukajaya, Kodim 0112/Sabang, Sertu Junaidi, bersama Keuchik Gampong Paya, Muhammaddiah, turun langsung memantau proses pembuatan perahu baru di wilayahnya, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang, Kamis (10/9).

Langkah ini merupakan wujud perhatian nyata terhadap kesejahteraan dan kebutuhan alat kerja para nelayan setempat. Pembuatan perahu ini dibiayai melalui Pendapatan Asli Gampong (PAG), yang dialokasikan khusus guna mendukung kegiatan ekonomi warga pesisir.

Pemantauan dilakukan guna memastikan proses pembuatan berjalan baik, berkualitas dan sesuai peruntukan. Sinergitas antara Babinsa dan pemimpin desa memastikan penggunaan anggaran berjalan transparan, tepat sasaran dan bermanfaat maksimal.

Perahu baru ini kelak akan diserahkan bagi nelayan di Gampong Paya sebagai sarana penunjang utama melaut. Keberadaannya diharapkan dapat meningkatkan rasa aman dan produktivitas hasil tangkapan warga secara berkelanjutan.

Keterlibatan aktif unsur teritorial turut mengawal pembangunan serta pengelolaan dana di wilayah paling dasar. Hal ini mempererat hubungan kemitraan dan kepercayaan yang harmonis antara institusi TNI dengan pemerintahan dan masyarakat pesisir.(man)

Babinsa dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Jalan, Pererat Kebersamaan di Ie Meulee

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Babinsa 01 Gampong Ie Meulee, Koramil 01/Sukajaya, Kodim 0112/Sabang, Peltu Donny Saputra, terjun langsung berbaur bersama warga binaan dalam kegiatan gotong royong membersihkan kanan‑kiri jalan utama di Jurong Pante Jaya, Gampong Ie Meulee, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Kamis (10/9).

Suasana berjalan penuh semangat dan kekeluargaan saat seluruh peserta bahu‑membahu merapikan lingkungan agar bersih, rapi, indah dan nyaman dilalui. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kedekatan serta kepedulian aparat teritorial terhadap kebersihan dan kenyamanan wilayah tempat tinggal warganya.

Di sela‑sela bekerja bersama, Babinsa juga menyampaikan pesan penting agar seluruh warga yang terlibat senantiasa waspada serta mengutamakan aspek keselamatan kerja di lapangan. Hal ini menunjukkan perhatian menyeluruh terhadap kesejahteraan setiap warga yang ikut berpartisipasi aktif.

Semangat kebersamaan yang terjalin erat memperkuat kemanunggalan TNI yang selalu hadir dan menyatu di tengah kehidupan masyarakat sehari‑hari, bukan hanya dalam tugas keamanan, tetapi juga membangun lingkungan yang lebih baik bersama.

Warga pun merasa senang dan dihargai atas kehadiran serta arahan Babinsa yang turun tangan langsung bekerja sama. Hasilnya, akses jalan menjadi bersih, lingkungan lebih sehat dan hubungan silaturahmi antarwarga semakin hangat dan harmonis.(man)

Popular Posts

My Favorites

Babinsa Koramil 01/Sukajaya Bantu Petani Rawat Kangkung, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI...

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat, Babinsa 10 Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang, Serka Muliyono, turun langsung membantu...