Berita Utama

Beranda Berita Utama Halaman 104
Berita Utama

Dukung Program Pemerintah, Babinsa Monitoring Pendistribusian MBG Sekolah di Wilayah Binaan

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Babinsa 04 Gampong Balohan Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang, Sertu Taufiq, melaksanakan monitoring pendistribusian Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Dasar Negeri 22 yang berlokasi di Jurong Lamkuta, Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, pada Jumat (06/02/2026) pagi.

Kehadiran Babinsa di sekolah tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa proses distribusi makanan bergizi dari pemerintah berjalan dengan tertib, aman, serta tepat sasaran. Sejak awal pendistribusian, Sertu Taufiq turut memantau langsung jumlah makanan yang diterima pihak sekolah agar sesuai dengan data siswa yang ada.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa juga berinteraksi dengan pihak sekolah dan petugas pendistribusi guna memastikan makanan yang disalurkan layak konsumsi serta memenuhi standar kebersihan dan gizi. Menurutnya, kualitas makanan menjadi hal penting agar tujuan program pemerintah dalam meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak dapat tercapai secara maksimal.

Sertu Taufiq menyampaikan bahwa monitoring ini merupakan bagian dari tugas Babinsa sebagai aparat teritorial yang selalu hadir di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa pengawasan dilakukan agar bantuan Makanan Bergizi Gratis benar-benar diterima oleh siswa sesuai ketentuan dan dapat dimanfaatkan dengan baik.

Pihak sekolah menyambut baik pendampingan yang dilakukan oleh Babinsa. Dengan adanya monitoring langsung di lapangan, proses pendistribusian MBG berjalan lebih tertib dan lancar, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi guru maupun para siswa penerima manfaat.

Melalui kegiatan ini, Babinsa berharap program Makanan Bergizi Gratis dapat terus berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak-anak di wilayah binaan. Sinergi antara TNI, pihak sekolah, dan pemerintah diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.(man)

Pelabuhan Penyebrangan Balohan Sabang Sepi, Ekonomi Masyarakat Lemah

0

MEDIANAD.COM, SABANG,— Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Balohan, Sabang, tampak lengang dan sepi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini menjadi cerminan nyata melemahnya ekonomi masyarakat yang semakin terpuruk, daya beli masyarakat melemah, seiring tekanan ekonomi yang kian dirasakan warga.

Pantauan media ini di lapangan menunjukkan minimnya penumpang yang melakukan perjalanan keluar-masuk Sabang. Area pelabuhan yang biasanya ramai kini terlihat sepi, dengan antrean kendaraan dan penumpang yang jauh berkurang.

Erwin, salah seorang warga Kota Sabang, mengungkapkan bahwa keterbatasan ekonomi menjadi faktor utama menurunnya mobilitas masyarakat.

“Bukan karena masyarakat tidak ingin bepergian, tapi karena kondisi keuangan yang semakin sulit. Orang harus berpikir secara serius untuk keluar kota, semuanya disesuaikan dengan isi dompet,” ujar Erwin seorang tokoh politik kota Sabang kepada wartawan di Pelabuhan penyebrangan Balohan Sabang, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, situasi ini telah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung terhadap aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat. Banyak warga memilih menahan perjalanan non-mendesak karena biaya transportasi dinilai semakin memberatkan.
“Selama ini ekonomi masyarakat benar-benar terpuruk. Pelabuhan yang sepi ini jadi bukti nyata bahwa daya beli warga sedang tidak baik-baik saja,” tambahnya.

Kondisi sepinya pelabuhan juga dikhawatirkan berdampak lanjutan terhadap sektor jasa, pariwisata, hingga pelaku usaha kecil yang bergantung pada arus penumpang dan distribusi barang.

Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk mendorong pemulihan ekonomi Sabang, termasuk kebijakan yang mampu meringankan biaya transportasi dan menghidupkan kembali perputaran ekonomi lokal dengan tersedianya lapangan kerja untuk masyarakat.

Pelabuhan Balohan sebagai pintu utama konektivitas Sabang diharapkan tidak hanya menjadi simpul transportasi, tetapi juga indikator kebangkitan ekonomi masyarakat di ujung barat Indonesia yang masa kini tampak ya semakin lesu, masyarakat harapkan pihak pemerintah termasuk BPKS untuk lebih giat membuat terobosan inovatif dalam mengerjakan ekonomi masyarakat dengan tersedianya lapangan kerja.

Megang tinggal menghitung hari, masyarakat butuh uang untuk rayakan hari megang untuk membeli daging sambut puasa sebagai hari yang sakral dan Suci bagi umat Islam, namun uang tidak dimiliki akibat tidak ada lapangan kerja, tutupnya. (man).

Kadin Aceh Minta Pembangunan Huntap untuk Korban Banjir dari Pemerintah di Tinjau Ulang

0

Ketua KADIN Aceh, Ikbal Piyeung dan Anggota DPR Aceh, Khalid minta pembangunan Huntap dari Pemerintah Pusat, di wilayah bencana dapat ditinjau ulang. (foto/istimewa)

MEDIANAD.COM: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh menolak dengan tegas terhadap pembangunan Rumah Hunian Tetap (Huntap) dari pemerintah pusat, yang dibangun di lokasi bencana pasca banjir, “mengingat rumah bantuan tersebut bantuan pabrikasi dan ini tidak ada manfaatnya untuk peningkatan ekonomi masyarakat Aceh dan kususnya korban bencana”.

Jadi Kadin Aceh menekankan kepada pemerintah pusat perlu adanya evaluasi dan meninjau ulang, kata ketua Kadin Aceh, Ikbal Pinyeung kepada awak media, Rabu (4 /2) 2026 di Banda Aceh.

Sembari menambahkan, pembangunan Huntap itu harus dibangun dengan kayu bekas sisa dan hanyut saat bencana, “maka bisa dimanfaatkan untuk pembangunan rumah warga yang terdampak banjir dan longsor yang terjadi, 26 November 2025 lalu”.

Disisi lain, jika pembangunan Huntap berasal dari kayu pabrikasi, justru tidak ada manfaatnya bagi Aceh, dibandingkan produk lokal, mengi- gat tidak ada perputaran uang di Aceh, jika konstruksi kayu didatangkan dari pulau jawa, “sekaligus pengusaha lokal akan jadi penonton, atau secuali pengusaha lokal yang berperan arau terpakai, itupun antara dibayar atau tidak? Pintanya.

Yang juga mengatakan, ‘untuk pembangunan Huntap, Kadin Aceh akan membangun sendiri”, dimana untuk tahap awal akan dibangun sebanyak 5 unit di kabupaten Pidie Jaya, bahkan Kamis (05/02) akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah warga korban bencana banjir, dengan nilai Rp 98 juta / unit, jelas Ikbal Pinyeung.

Sementara itu, anggota DPRA dari Fraksi Partai Golkar, Khalid SPdi,,sangat mendukung apa yang disampaikan oleh ketua Kadin Aceh terkait peninjauan kembali huntap yang dibangun pemerintah pusat, “kita sepakat untuk meninjau ulang pembangunan huntap yang dinilai tidak berpihak kerakyat dan pengusaha lokal di Aceh”, pinta anggota DPR Aceh asal Dapil II dimaksud, yang juga menambahkan bahwa.

Saat ini nyaris seluruh pengusaha lokal tidak bisa kerja, dengan kondisi bencana yang melanda Aceh akhir tahun lalu, kedepan dan bagai- manapun pengusaha lokal Aceh harus mendapatkan peluang utama terhadap pekerjaan dan tidak ada dimonopoli dari pusat, tukasnya singkat. (*/ml)

Babinsa Koramil 02/Sukakarya Dampingi Posyandu, Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Babinsa Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat di wilayah binaan. Pada Kamis (5/2/2026), Babinsa 07 Gampong Kuta Barat, Sertu Darwis, melaksanakan pendampingan dan monitoring kegiatan Posyandu yang berlangsung di Kantor Keuchik Jurong Babul Iman, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan TNI terhadap pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat, khususnya ibu hamil dan balita. Kehadiran Babinsa di lokasi Posyandu turut memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Dalam pendampingan tersebut, Sertu Darwis turut memantau proses pelayanan kesehatan, mulai dari penimbangan balita, pengukuran tinggi badan, hingga pendataan perkembangan kesehatan anak. Fokus utama kegiatan ini adalah pemantauan data anak-anak yang berisiko stunting sebagai langkah awal pencegahan sejak dini.

Babinsa juga berkoordinasi langsung dengan bidan desa dan para kader PKK yang terlibat aktif dalam pelaksanaan Posyandu. Sinergi ini dinilai sangat penting guna memperoleh data kesehatan yang akurat serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Sertu Darwis, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan Posyandu merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam menurunkan angka stunting. Dengan pemantauan rutin dan kerja sama lintas sektor, diharapkan tumbuh kembang anak di wilayah binaan dapat terpantau secara optimal.

Melalui kegiatan pendampingan Posyandu ini, Koramil 02/Sukakarya berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam bidang keamanan, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan warga di wilayah Kota Sabang.(man)

Peduli Lingkungan, Babinsa Krueng Raya Bantu Petugas Kebersihan

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kembali ditunjukkan Babinsa Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang. Pada Kamis, 5 Februari 2026, Babinsa 04 Gampong Krueng Raya, Sertu Hendra, turut membantu petugas kebersihan dalam kegiatan pengangkutan sampah di Jurong Mustika Kolam Bermata, Gampong Krueng Raya, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai wujud nyata peran Babinsa dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan nyaman bagi masyarakat. Sertu Hendra tampak aktif membantu mengangkat dan membersihkan sampah di sejumlah titik yang menjadi lokasi kegiatan.

Menurut Sertu Hendra, kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan. Dengan turun langsung ke lapangan, Babinsa berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Kehadiran Babinsa di tengah kegiatan kebersihan ini juga menjadi bentuk motivasi bagi para petugas kebersihan yang selama ini berperan penting menjaga keindahan dan kesehatan lingkungan. Sinergi antara Babinsa dan petugas kebersihan diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan sehat.

Warga setempat menyambut positif keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut. Mereka menilai kehadiran aparat TNI di tengah aktivitas sosial kemasyarakatan mampu memberikan contoh nyata serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Koramil 02/Sukakarya menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial di wilayah binaan. Tidak hanya menjaga keamanan wilayah, Babinsa juga turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat Kota Sabang.(man)

Kemanunggalan TNI–Rakyat, Babinsa Keuneukai Ikut Rawat Tanaman Kebun

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Babinsa Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang kembali menunjukkan perannya sebagai penggerak ketahanan pangan di wilayah binaan. Pada Kamis (5/2/2026), Babinsa 07 Gampong Keuneukai, Serma Mahsun, turun langsung ke kebun warga di Jurong Kulam, Gampong Keuneukai, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang.

Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pertanian warga tersebut bukan sekadar kunjungan, namun diwujudkan dengan keterlibatan langsung dalam perawatan tanaman kebun. Serma Mahsun tampak ikut membantu membersihkan area kebun serta merawat tanaman palawija yang sedang dikembangkan oleh masyarakat setempat.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, khususnya dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat. Babinsa hadir untuk memberikan semangat sekaligus contoh bahwa pengelolaan lahan kebun dapat dilakukan secara berkelanjutan dan produktif.

Menurut Serma Mahsun, pemanfaatan lahan kosong sangat penting untuk meningkatkan hasil pertanian warga. Dengan menanam palawija dan tanaman produktif lainnya, masyarakat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus menambah penghasilan.

Warga Gampong Keuneukai menyambut baik kehadiran Babinsa di kebun mereka. Dukungan dan motivasi yang diberikan dinilai mampu menumbuhkan semangat kerja para petani dalam mengelola lahan, sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah binaan.

Melalui kegiatan seperti ini, Koramil 01/Sukajaya terus berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional. Peran aktif Babinsa di lapangan diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dan mandiri dalam memanfaatkan potensi pertanian di lingkungannya.(man)

Guna Tampil Konstisten di Putaran Ketiga, Manajemen Persiraja Patenkan Pelatih Anyar Sarat Pengalaman*

0

Presiden Persiraja, Nazaruddin Dek Gam dan Pelatih anyar Jaya Hartono. (foto/ig pribadi)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: “COACH Jaya Hartono yang juga mantan pemain Timnas dan sudah sarat pengalaman diharapkan menjadi juru taktik tim Persiraja secara memadai, serta bisa tampil konstisten dalam 9 laga sisa, putaran ketiga Liga2 Pengadaian Championship 2025/ 2026”.

Yang juga Jaya Hartino, pelatih berlisensi A AFC dan sudah sangat senior mentas di sepak bola nasional serta menukangi club-club besar. Dimana disatu era kepelatihannya menjadi yang terdepan dan dicatat dalam dokumen sepakbol tanah air, usai berhasil mengantarkan Persik kediri kepedium Juara Liga Indonesia musim 2002/03.

Membawa Persib Bandung finis di peringkat ketiga Indonesia Super League (ISL) 2008/09, sekaligus mencatatkan rekor tak terkalahkan hingga 17 pertandingan pada musim tersebut.

Harapan Manajemen dan fans Persiraja. “Dimana kehadiran Coach Jaya Hartono mampu membawa dampak positif bagi performa tim pada putaran akhir kompetisi. Mengingat Persiraja membutuhkan sosok pelatih yang matang secara pengalaman dan mampu mengelola tekanan pada fase penentuan, ujar Presiden tim Nazaruddin Dek Gam.

Sembari mengatakan, “putaran ketiga adalah fase paling krusial. Kita berharap coach Jaya bisa membawa Persiraja tampil lebih solid dan konsisten,” jelas DEK GAM kepada awak media, selasa (03/02) 2026.

Ditempat terpisah, arsitek anyar Persiraja, Jaya Hartono menyatakan. Kesiapannya untuk mengemban amanah sebagai pelatih kepala Persiraja. Ia menegaskan akan segera beradaptasi dengan kondisi tim serta memaksimalkan persiapan menjelang laga perdana putaran ketiga.

Persiraja sendiri akan memulai putaran ketiga Championship 2025/26 dengan laga kandang menghadapi PSPS Pekanbaru di Stadion H. Dimurthala, Lampineung pada, Tanggal 14 Februari mendatang. Kehadiran Jaya Hartono diharapkan dapat memberikan energi baru bagi Laskar Rencong.(zm/**)

Kajari Sabang Laksanakan Kampanye Anti Korupsi Tahun 2026

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Bahwa Kejaksaan Negeri Sabang melaksanakan Kampanye Anti Korupsi Tahun 2026 dengan membagikan stiker serta himbauan bertema pencegahan korupsi kepada sejumlah lokasi di Wilayah Kecamatan Sukakarya Kota Sabang. Kegiatan ini juga merupakan wujud nyata Kejaksaan Negeri Sabang dalam meningkatkan kesadaran serta menanamkan nilai-nilai integritas dan kejujuran di lingkungan pemerintahan, layanan pendidikan dan pelayanan publik.

Bahwa melalui pembagian stiker anti korupsi, Kejaksaan Negeri Sabang berharap pesan-pesan moral terkait bahaya korupsi serta pentingnya budaya anti korupsi dapat tersampaikan secara sederhana, mudah dipahami, dan berkelanjutan.

.Bahwa Kepala Kejaksaan Negeri Sabang Elvin Arjuna Candra, S.H., M.H., melalui Kasi Intel Mohamad Rizky, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. “Pencegahan korupsi tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui edukasi dan kampanye kepada masyarakat”.

Bahwa dengan adanya kampanye ini, diharapkan seluruh instansi dan masyarakat di Kecamatan Sukakarya dapat berperan aktif dalam menolak segala bentuk praktik korupsi serta mendukung terwujudnya Kota Sabang yang bersih dari korupsi.

Bahwa Kejaksaan Negeri Sabang berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan Kampanye Anti Korupsi secara berkelanjutan sebagai wujud nyata dukungan terhadap program nasional pemberantasan dan pencegahan tindak pidana korupsi.(man)

“Kinerja Pengurus MAA Provinsi dan Fasilitas di Sekretariat”

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH:
Sangat disayangkan, sekelas lembaga keistimewaan Aceh, sekaligus pemangku adat, para pengurus dari tenaga profesional Majelis Adat Aceh (MAA) Provinsi Aceh tak tersedia ruang kerja dan fasilitas untuk menunjang tugas-tugas ketua, wakil ketua serta anggota MAA.

“Sebagaimana penelusuran reporter online Penanews.co.id, selasa (02/02) 2026″, serta menurunkan dalam delapan alinia berita” dan ditegaskan. Tugas pokok Majelis Adat Aceh (MAA) adalah melestarikan, membina, mengkaji, dan mengembangkan adat serta istiadat, seni, dan budaya Aceh yang berlandaskan syariat Islam.

MAA juga berfungsi sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat penerapan nilai-nilai adat dalam kehidupan masyarakat dan memberikan pertimbangan terkait hukum adat.

Dijelaskan lagi, MAA serta pemangku adat di Aceh lahir sebagai amanah dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA): Pasal 98-100 UUPA, menegaskan. “Pengakuan terhadap adat dan lembaga adat di Aceh, serta memerintahkan pembentukan lembaga adat (MAA)”.

Secara ringkas ditambahkan, MAA berperan sebagai lembaga keistimewaan Aceh yang memastikan adat istiadat tidak bertentangan dengan syariat Islam, seperti pepatah; Adat Bak po Teumeureuhom dah Hukom Bak Syiahkuala.

Sedangkan kelancaran pelaksanaan tugas tersebut, Pemerintah Aceh menyediakan anggaran bagi Majelis Adat Aceh terutama untuk honorarium (gaji tiap bulan), “namun sangat disayangkan”, dalam menunjang tugas-tugas pengurus MAA Provinsi ruang kerja saja untuk anggota pemangku Adat tak ada?

“Sangat disayangkan, mengingat hanya tersedia ruang kerja Ketua Pemangku Adat, namun tidak tertata rapi, bahkan hanya ada satu meja dan kursi kerja Ketua Pemangku adat serta set sofa tamu.

Meskipun demikian, pemangku adat, ketua dan pengurus, “dilihat dari daftar absensi selama ini, hampir seluruh pengurus pemangku MAA hadir, meskipun pemangku Adat dan Pengurus Majelis Adat Aceh periode ini, tidak semuanya bertempat tinnggal di Banda Aceh dan Aceh Besar, “namun absensi hadir selalu terisi atau terparaf”.

Belum lagi pemangku adat atau pengurus MAA sebagaimana periode-periode lalu, tidak semuanya terisi dari tenaga profesional alias non ASN, PNS, Dosen dan Akademisi aktif. “Jika hal demikian adanya, dipastikan pengurus MAA tetap tidak bisa berkerja secara maksimal sebagai pengurus MAA, serta tak mungkin dapat masuk kerja disekretariat MAA secara penuh, meskipun daftar absensi terisi penuh atau terparaf”.

Hal yang lumrah pengurus MAA tak perlu ketersediaan kursi, meja dan ruangan kerja di Sekretariat MAA Provinsi, semoga ada pembenahan kedepan. (**)

Popular Posts

My Favorites

Polres Sabang Gencar Patroli Antisipasi Guantibmas dan Balap Liar di Kota...

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Polres Sabang terus tingkatkan kegiatan patroli rangka antisipasi Guantibmas serta mencegah aksi balap liar di wilayah hukum Polres Sabang, yang dipimpin...