Berita Utama

Beranda Berita Utama Halaman 94
Berita Utama

Regenerasi Prajurit, Kodim 0112/Sabang Gelar Korps Raport Pindah Satuan

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai pelaksanaan upacara korps raport pindah satuan yang digelar oleh jajaran Kodim 0112/Sabang. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada salah satu prajurit terbaiknya, Serda Muhammad Sofyan, yang akan melanjutkan pengabdian di satuan baru, (26/2/2026).

Upacara korps raport ini digelar secara khidmat dengan diikuti oleh para perwira, bintara, tamtama serta Persit. Momentum ini menjadi simbol resmi pelepasan personel yang telah menyelesaikan pendidikan Cabang Reguler (Cabareg) dan siap mengemban amanah baru di Kodim 0117/Aceh Tamiang.

Komandan Kodim 0112/Sabang, Letkol Kav Edi Purwanto, S.I.P, dalam amanatnya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas dedikasi serta loyalitas yang telah ditunjukkan Muhammad Sofyan selama berdinas. Keberhasilan menyelesaikan pendidikan Cabareg menjadi bukti komitmen dalam meningkatkan profesionalisme sebagai prajurit TNI AD.

“Pindah satuan merupakan bagian dari dinamika pembinaan karier prajurit. Ini adalah kehormatan sekaligus tantangan baru. Jadikan pengalaman selama berdinas di Kodim 0112/Sabang sebagai bekal berharga untuk terus berprestasi di satuan yang baru,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa mutasi dan pindah satuan bukanlah perpisahan, melainkan wujud regenerasi serta penyegaran organisasi demi optimalisasi pelaksanaan tugas pokok satuan teritorial.

Sementara itu, Serda Muhammad Sofyan menyampaikan rasa terima kasih atas bimbingan, kebersamaan, serta dukungan dari seluruh keluarga besar Kodim 0112/Sabang. Ia berkomitmen untuk terus menjaga nama baik satuan dan memberikan pengabdian terbaik di tempat tugas yang baru.

Upacara korps raport ditutup dengan pemberian ucapan selamat dan sesi foto bersama sebagai bentuk solidaritas dan kebersamaan yang telah terjalin selama ini.

Dengan semangat baru, Serda Muhammad Sofyan kini siap melangkah ke medan tugas berikutnya di Kodim 0117/Aceh Tamiang, membawa pengalaman, loyalitas, dan dedikasi yang telah ditempa selama berdinas di Kota Sabang.(man)

Wujud Kepedulian TNI, Babinsa Koramil 02/Sukakarya Dampingi Petani, Dorong Pemanfaatan Lahan untuk Produktivitas

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat binaan, Babinsa 03 Gampong Paya Seunara Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang, Serka Basuki melaksanakan pendampingan kepada petani kacang panjang, Syahril, di Jurong Kampong Dalam, Gampong Paya Seunara, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang, Rabu (25/02/2026).

Kegiatan pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian serta peran aktif Babinsa dalam membantu warga binaan, khususnya para petani, agar lebih optimal dalam memanfaatkan lahan pertanian yang tersedia.

Dalam kesempatan tersebut, Serka Basuki turut memberikan motivasi dan semangat kepada petani agar terus giat menanam berbagai jenis sayuran yang bernilai ekonomis guna menunjang kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, pemanfaatan lahan secara maksimal dengan menanam komoditas seperti kacang panjang dan sayuran lainnya tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

“Kami sebagai aparat kewilayahan akan terus hadir di tengah masyarakat, memberikan pendampingan serta dorongan semangat agar para petani semakin produktif dan mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Syahril menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan Babinsa. Ia mengaku termotivasi untuk terus mengembangkan usaha pertaniannya demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara TNI dan masyarakat semakin kuat, serta mampu mendorong terciptanya ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayah binaan.(man)

Monitoring Harga Sembako, Babinsa Iboih Pastikan Harga Kebutuhan Warga Tetap Stabil

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Dalam upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah binaan, Babinsa 01 Gampong Iboih Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang, Serma Mawardi melaksanakan pengecekan harga sembako di salah satu kios warga, Rabu (25/02/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di kedai milik Fauziah yang berada di Jurong Gapang, Gampong Iboih, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang. Pengecekan dilakukan sebagai bentuk kepedulian aparat teritorial terhadap kondisi perekonomian masyarakat, khususnya terkait kebutuhan pokok sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, Serma Mawardi memantau langsung harga sejumlah bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, serta kebutuhan pokok lainnya. Dari hasil pengecekan, harga sembako terpantau masih dalam kondisi normal dan relatif stabil. Selain itu, stok barang di kios juga tersedia dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat sekitar.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial untuk mengetahui secara langsung perkembangan situasi di lapangan, termasuk kondisi ekonomi warga. Dengan turun langsung ke kios-kios masyarakat, Babinsa dapat memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan maupun kelangkaan bahan pokok.
“Kami ingin memastikan harga tetap stabil dan stok tersedia, sehingga masyarakat merasa tenang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Serma Mawardi di sela-sela kegiatan.

Melalui pemantauan rutin seperti ini, diharapkan situasi ketahanan pangan di wilayah binaan Koramil 02/Sukakarya tetap terjaga dengan baik. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga menjadi wujud nyata komitmen TNI AD dalam mendukung kesejahteraan dan stabilitas ekonomi warga.(man)

Wujud Kemanunggalan, Babinsa Koramil 01/Sukajaya Bantu Proses Pemuatan Barang Bekas Milik Warga

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Sebagai bentuk kepedulian dan kedekatan dengan warga binaan, Babinsa 10 Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang, Serka Muliyono, membantu proses pemuatan barang bekas (barang butut) ke dalam truk milik salah satu warga di Gampong Cot Abeuk, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Rabu (25/02/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan di lokasi usaha pengumpulan barang bekas milik warga. Serka Muliyono terlihat bersama pekerja lainnya mengangkat dan menyusun berbagai barang rongsokan seperti peralatan rumah tangga bekas dan material lainnya ke dalam bak truk untuk selanjutnya dijual lagi ke luar daerah.

Pendampingan dan bantuan yang dilakukan Babinsa ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap usaha kecil masyarakat di wilayah binaan. Selain membantu meringankan pekerjaan, kehadiran Babinsa juga menjadi bentuk dukungan moril agar para pelaku usaha semakin semangat dalam menjalankan usahanya.

Serka Muliyono mengatakan bahwa membantu warga dalam aktivitas usaha sehari-hari merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial guna mempererat hubungan silaturahmi dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

“Sebagai Babinsa, kami harus selalu hadir di tengah masyarakat dan siap membantu kesulitan warga, termasuk dalam mendukung usaha ekonomi mereka,” ujarnya.

Warga pemilik usaha pun menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan, karena sangat membantu mempercepat proses pemuatan barang.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan harmonis antara aparat kewilayahan dan masyarakat terus terjaga serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi warga di wilayah Gampong Cot Abeuk.(man)

“Acap Kali Dicurangi Wasit”, Perjuangan Persiraja Lolos ke BRI Super League Semakin Berliku

0

Pemain Persiraja, Connor Flynn dan kawan-kawan sudah berjuang maksimal tiap laga, “namun hasilnya sering dikhianati oleh kepemimpinan wasit yang buruk dan tatakelola Liga2 jauh dari jalur profesional”. (foto/ist)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: “Perjuangan Persiraja Banda Aceh promosi ke BRI Super League musim depan nampaknya semakin berliku, setelah acap kali dijegal secara terang-terangan oleh korop baju kuning/hitam (wasit)”, baik di laga home apalagi away/tandang.
Wajar Presiden klub yang berjulukan _Laskar Rencong_ tersebut, Nazaruddin Dek Gam sering kesal dan mencak-mencak terhadap kepemimpinan wasit di Pengadaian Championship 2025-2026.

Percuma menyiapkan anggaran puluhan milyar rupiah untuk tim Persiraja dan memasang target promosi ke Liga1, “ujung-ujungnya hasil pertandingan sudah ditentukan oleh mafia wasit dan perangkat perrandingan”, bahkan dengan menghalalkan segala cara, termasuk secara terang-terangan wasit mengkhianati tehnologi VAR untuk memenangkan tim tertentu, kesal Dek Gam, yang juga sudah berulang kali menyindir
kepemimpinan wasit, usai bertugas jauh dari aturan fair play (tidak adil/sportif) alias dalam mengambil keputusan sering merugikan tim Persiraja, baik saat menjamu tamunya di home apalagi bertanding dikandang lawan selama tiga putaran Pengadaian Championship 2025/26.

Teranyar dan murka kubu Persiraja terhadap kepemimpinan wasit yang penuh drama dan merugiikan Persiraja adalah, Agus Fauzan Arifin. Dimana Wasit yang sebelumnya bertugas di Liga1 dan turun pangkat ke Liga2 tersebut akibat tak becus memimpin sejumlah pertandingan. Memimpin laga tuan rumah FC Bekasi City versus Persiraja di Stadion Ptriot, Chandrabhaga, Minggu (22/02) malam.

Serta hasil akhir laga yang penuh kontroversial tersebut alias ulah kepemimpinan wasit “nakal”, Persiraja Banda Aceh harus pulang tanpa poin, usai takluk 1-0 dari tuan rumah Bekasi City.

Dalam laga yang berlangsung dengan tempo tinggi sejak kick off.

Kedua tim sama-sama tampil menyerang dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, laga tersebut diwarnai sejumlah keputusan wasit Agus Fauzan Arifin yang menuai sorotan publik dalam laga itu.

Pelatih Persiraja, Jaya Hartono, menilai pertandingan sebenarnya berjalan menarik dan enak ditonton. Akan tetapi, ia menyayangkan sejumlah keputusan wasit yang dinilainya merugikan timnya.

“Sebenarnya pertandingan tadi itu enak ditonton, dari babak pertama dan babak kedua, kita saling serang, mereka menyerang kita juga menyerang, peluang juga kita banyak. Tapi keputusan-keputusan wasit tidak ada yang adil. Sebelum gol terjadi itu sudah ada pelanggaran lebih dulu, bagaimana dia tidak melihat VAR, hanya mendengar-mendengar. Cek dulu VAR, karena kejadian gol itu cukup fatal buat kita,” ujar Jaya Hartono seusai pertandingan.

Menurutnya, sebelum proses gol terjadi, ada dugaan pelanggaran lebih dahulu yang luput dari perhatian perangkat pertandingan. “Kita tidak ada yang bergerak, karena sudah ada pelanggaran lebih dulu oleh Eze pakai tangan, bagaimana. Tidak ada VAR,” lanjutnya.

Legenda sepakbola Indonesia itu juga bahkan secara tegas menyebut keputusan-keputusan wasit tersebut telah merusak jalannya pertandingan.

“Makanya sepakbola kita itu rusak, gara-gara ini (wasit), yang tadinya enak ditonton, keputusan-keputusan wasit perlu dipertanyakan, ini merugikan sekali. Selamat buat Bekasi lah, sudah menang dengan kontroversial,” tegasnya.

Selain momen gol, Jaya juga menyoroti insiden pelanggaran di lini tengah yang menurutnya berpotensi membahayakan pemainnya dan menyelamatkan pemain FC Bekasi City dari kartu merah yang sudah mendapat kartu kuning pertama.

“Pelanggaran yang di tengah oleh Dias Angga itu berbahaya sekali, tidak ada kartu sama sekali, karena bila dia kasih kartu (kuning kedua) bisa jadi kartu merah,” katanya.

Di sisi lain, ia mengakui timnya sudah berusaha keras menekan pertahanan lawan sepanjang laga. Namun upaya tersebut tak membuahkan hasil.

“Kita sudah cukup berusaha menekan pertahanan lawan. Tapi ya begitulah, kita tidak bisa menembus, karena pemain Bekasi banyak membuang-buang waktu dengan pura-pura cedera, jatuh. Itu kan merugikan kami, dan menurunkan motivasi kita untuk menyerang lagi. Itu yang membuat kita gagal menembus pertahanan mereka,” ujarnya.

Senada dengan sang pelatih, pemain Persiraja, Ariel Kurung, menilai timnya sebenarnya tampil cukup baik, namun keputusan wasit memengaruhi konsentrasi pemain di lapangan.

“Kita bermain cukup bagus, yang bikin tidak enak, keputusan-keputusan wasit yang merugikan kita. Kebobolan itu juga karena kita kehilangan fokus akibat keputusan-keputusan referee,” pinta Ariel dalam nada kesal. (**)

Ketua PW-PII Aceh Apresiasi Langkah Cepat Polda Tangkap Pelaku Penista Agama

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Ketua Pengurus Wilayah (PW) Pelajar Islam Indonesia (PII) Provinsi Aceh, Muhammad Rendi Febriansyah mengapresiasi langkah cepat jajaran Polda Aceh dalam menangkap aktor terkait dugaan penistaan agama dan ujaran kebencian di media sosial Dedi Saputra.

Online beritaindatu.com, Senin kemarin merilis, Bahwa laporan yang ia buat bukan didasari sentimen pribadi, melainkan bentuk tanggung jawab moral sebagai warga negara dan pimpinan organisasi pelajar Islam di Aceh, terang ketua PII Aceh M Rendi.

Sembari menambahan, “kami sangat mengapresiasi langkah tegas Polda Aceh, menunjukkan bahwa hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu”.

Tentu patut di apresiasi kerja keras personil Polda Aceh, “serta Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah menunjukkan komandonya secara jitu dan konsisten dalam menjaga ketertiban dan stabilitas sosial di Tanah Rencong”.

“Kita sangat apresiasi apa yang telah dilakukan di bawah kepemimpinan Bapak Kapolda Marzuki Ali Basyah. Beliau terus menjaga dan menegakkan keadilan serta menciptakan kenyamanan bagi masyarakat Aceh,” katanya.

Rendi Febriansyah juga menyampaikan apresiasi khusus kepada jajaran Unit Siber Ditreskrimsus Polda Aceh yang telah bekerja profesional dalam menangani kasus tersebut.

“Kita mengapresiasi kepada Unit Siber Polda Aceh di bawah pimpinan Bang Adam yang telah bekerja cepat, terukur, dan profesional dalam menangani laporan ini,” ujar Rendi.

Ia menilai langkah yang dilakukan tim siber menunjukkan keseriusan aparat dalam menindak dugaan ujaran kebencian di ruang digital.

“Penanganan kasus ini membuktikan bahwa ruang media sosial tidak boleh dijadikan tempat menyebar kebencian. Aparat hadir dan bekerja nyata,” katanya.

Rendi menjelaskan, laporan terhadap Dedi Saputra terdaftar dengan Nomor: LP/B/357/XI/2025/SPKT/POLDA ACEH tertanggal 18 November 2025 tentang dugaan tindak pidana ujaran kebencian.

“Laporan itu kami buat pada 18 November 2025. Kami melihat adanya dugaan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Rendi, sebagai Ketua PII Aceh, ia merasa perlu mengambil langkah hukum agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik horizontal.

“Kami tidak ingin polemik di media sosial berkembang liar dan memancing emosi publik. Jalur hukum adalah jalan yang paling tepat dan bermartabat,” tegasnya.

Rendi mengatakan bahwa proses hukum harus dikawal bersama agar berjalan transparan dan adil.

“Kami percaya kepada aparat penegak hukum. Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses ini kepada pihak kepolisian,” ujarnya.

Ia menambahkan, PII Aceh mendukung langkah-langkah penegakan hukum yang berorientasi pada ketertiban dan persatuan.

“Harapan kami sederhana, agar Aceh tetap damai, masyarakat merasa aman, dan hukum benar-benar menjadi panglima,” pungkas Rendi.

Penangkapan Dedi Saputra sendiri menjadi perbincangan luas di media sosial pada Sabtu (21/2/2026). Warga Aceh ramai membahas kabar pemulangan paksa pria yang dikenal sebagai penginjil tersebut ke Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh, Joko Krisdiyanto, membenarkan penangkapan tersebut. Benar, yang bersangkutan ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/357/XI/2025/SPKT/POLDA ACEH tertanggal 18 November 2025 tentang dugaan tindak pidana ujaran kebencian,” kata Kombes Pol Joko Krisdiyanto. (**)

Kemenkuham Aceh Hadiri Raker Perdana PPA, Ini yang Ditekankan untuk Kader PPA

0

MEDIANAD.COM: Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Aceh, Dr. Drs. Meurah Budiman, SH, MH menghadiri Rapat Kerja (Raker) perdana Partai Perjuangan Aceh (PPA) yang digelar di Aula Universitas Ubudiyah, Lingke Banda Aceh, Senin (23/02/2026) pagi.

Raker yàng mengusung tema “Membangun Politik Berdaulat di Bumi Aceh: Soliditas Kader dan Keberpihakan pada Rakyat”, tersebut juga sebagai momentum konsolidasi awal bagi partai lokal yang tengah menata langkah dan arah perjuangannya di Aceh.

Online meugah.com beberapa saat yang lalu merilis. Dimana dalam sambutannya, Meurah Budiman mengapresiasi perjuangan Dewan Pembina Partai, Ketua Umum PPA, Prof. Marniati yang telah berjuang dari nol dalam mendirikan partai politik PPA, serta Ketua KIP Aceh Agusni AH selaku pemateri Dan Dr M Nur Rasyid SH Mhum pemateri serta seluruh jajaran pengurus dan kader yang hadir. Ia menilai kehadiran PPA sebagai partai politik lokal baru merupakan capaian penting dalam dinamika demokrasi Aceh yang memiliki kekhususan dalam sistem kepartaian.

Ia juga mengenang proses panjang yang dilalui partai politik lokal, mulai dari perumusan logo, lambang, hingga tahapan verifikasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Menurutnya, pembentukan partai bukanlah proses instan, melainkan hasil diskusi, kerja kolektif, dan komitmen bersama untuk menghadirkan wadah perjuangan yang sah secara hukum dan kuat secara organisasi.

Meurah Budiman menegaskan bahwa keberadaan partai politik lokal merupakan kekhususan yang hanya dimiliki Aceh. Karena itu, ia berharap PPA mampu melahirkan ide-ide segar dan gagasan konstruktif yang dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan serta menjawab berbagai tantangan, termasuk persoalan sosial dan dampak bencana yang masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.

Menutup pesannya, Meurah Budiman mengingatkan seluruh kader PPA agar senantiasa menjaga komunikasi dan kekompakan internal. Soliditas, menurutnya, adalah fondasi utama dalam membangun partai yang kuat dan dipercaya rakyat. Ia optimistis, melalui raker perdana ini, akan lahir sejumlah rekomendasi strategis demi kemajuan partai dan kesejahteraan masyarakat Aceh secara umum. (**)

Perkuat Kebersamaan, Babinsa Krueng Raya Laksanakan Komsos dengan Nelayan Gampong Binaan

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat kembali terlihat di wilayah pesisir Gampong Krueng Raya, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. Pada Selasa (24/02/2026), Babinsa 04 Gampong Krueng Raya Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang, Sertu Hendra, melaksanakan komunikasi sosial (komsos) bersama para nelayan Lhok Krueng Raya.

Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Pasi, Jurong Mustika Kolam Bermata, saat para nelayan tengah memperbaiki jaring atau pukat yang rusak akibat digunakan melaut beberapa hari sebelumnya. Suasana penuh keakraban terlihat ketika Babinsa duduk bersama para nelayan, berbincang santai sembari menyaksikan proses perbaikan jaring.

Dalam kesempatan itu, Sertu Hendra menyampaikan bahwa komsos merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial guna mempererat hubungan silaturahmi antara TNI dan masyarakat. Selain itu, melalui interaksi langsung, Babinsa dapat mengetahui situasi dan kondisi terkini yang dihadapi para nelayan, termasuk kendala saat melaut.
“Kehadiran kami di sini untuk menjalin kebersamaan sekaligus mendengar langsung aspirasi para nelayan, sehingga setiap permasalahan yang ada dapat dicarikan solusi bersama,” ujar Sertu Hendra.

Para nelayan pun menyambut baik kunjungan tersebut. Mereka merasa diperhatikan dan didukung, terutama dalam menjaga semangat bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Melalui kegiatan komsos di wilayah pesisir ini, diharapkan hubungan harmonis antara Babinsa dan masyarakat nelayan terus terjalin, sehingga tercipta rasa aman, kebersamaan, serta sinergi yang kuat dalam mendukung kesejahteraan warga di Gampong Krueng Raya.(man)

Libur Ramadhan dengan Keceriaan, Babinsa Keuneukai Ajak Anak-Anak Tetap Semangat Berpuasa dan Mengaji

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Suasana hangat dan penuh keceriaan terlihat di Gampong Keuneukai, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang, saat Babinsa 07 Gampong Keuneukai Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang, Serma Mahsun, menghabiskan waktu bersama anak-anak di wilayah binaannya, Selasa (24/02/2026).

Di tengah momen liburan sekolah pada bulan suci Ramadhan, Serma Mahsun hadir bukan hanya sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga sebagai sosok pembina dan penyemangat bagi generasi muda. Kebersamaan itu diisi dengan canda, tawa, serta permainan ringan yang membuat suasana semakin akrab.

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa berpesan kepada anak-anak agar tetap semangat menjalankan ibadah puasa meskipun sedang libur. Ia mengingatkan agar tidak mudah menyerah dengan rasa lapar dan haus di siang hari.

“Puasa tetap dijaga, walaupun sambil bermain. Siang hari jangan lupa tetap semangat, dan sore atau malamnya rajin mengaji di masjid,” pesan Serma Mahsun dengan penuh kehangatan.
Menurutnya, masa kanak-kanak adalah waktu yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap ibadah. Dengan pendekatan yang humanis dan penuh kekeluargaan, Babinsa berharap kehadirannya dapat memberikan motivasi positif bagi anak-anak di Gampong Keuneukai.

Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa peran Babinsa tidak hanya sebatas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga turut membina karakter generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang religius, tangguh, dan berakhlak baik di masa depan.(man)

Babinsa Koramil 02/Sukakarya Lakukan Pendampingan Petani Sayuran, Tingkatkan Ketahanan Pangan Warga

0

MEDIANAD COM, SABANG – Wujud kepedulian terhadap ketahanan pangan di wilayah binaan terus ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang. Pada Selasa (24/02/2026), Babinsa 05 Gampong Aneuk Laot, Serka Insarlin, turun langsung mendampingi warga binaan, Jalaluddin, membersihkan gulma di lahan sayuran miliknya yang berada di Jurong Putro Haloeh, Gampong Aneuk Laot, Kecamatan Sukakarya.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan mencabut rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman sayuran. Pembersihan gulma menjadi langkah penting dalam perawatan tanaman, karena rumput liar dapat menyerap unsur hara yang seharusnya dibutuhkan tanaman serta berpotensi menjadi sarang hama.

Serka Insarlin mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk dukungan nyata TNI AD terhadap para petani dan pekebun di wilayah. “Dengan perawatan yang baik, tanaman dapat tumbuh lebih subur dan hasil panen nantinya bisa maksimal,” ujarnya di sela kegiatan.

Sementara itu, Jalaluddin mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa di kebunnya. Menurutnya, dukungan dan motivasi yang diberikan tidak hanya meringankan pekerjaan, tetapi juga menambah semangat dalam mengelola lahan pertanian.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan sinergi antara Babinsa dan masyarakat terus terjalin erat, sehingga upaya meningkatkan kesejahteraan warga serta mendukung program ketahanan pangan dapat berjalan optimal di wilayah Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang.(man)

Popular Posts

My Favorites

Pemerintah Aceh Raih Opini WTP ke-11 Berturut-turut dari BPK RI

0
MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Pemerintah Aceh kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas Laporan Keuangan...