MEDIANAD.COM, SABANG – Kepedulian dan sikap tanggap Babinsa terasa nyata di tengah masyarakat. Babinsa 05 Gampong Jaboi, Koramil 01/Sukajaya, Kodim 0112/Sabang, Serda M. Imron, sigap memberikan bantuan teknis kepada warga yang mengalami kendala dengan kendaraannya di Jurong Menasyah Tuha, Gampong Jaboi, Kecamatan Sukajaya, Senin (14/9).
Kejadian berlangsung saat sepeda motor warga tiba‑tiba mengalami kerusakan mendadak dan tidak dapat berjalan lagi di tengah perjalanan. Melihat hal tersebut, Babinsa yang berada di lokasi segera mendekat dan menawarkan pertolongan dengan tulus tanpa ragu sedikitpun.
Dengan ketelatenan dan kesigapan, Babinsa berupaya memeriksa serta menangani bagian yang bermasalah agar kendaraan tersebut dapat berfungsi normal dan dikendarai kembali dengan aman. Bantuan sederhana namun tepat waktu ini sangat meringankan kesulitan warga yang terjebak dalam situasi yang tidak terduga.
Kejadian ini menjadi bukti nyata kedekatan emosional serta kemanunggalan TNI yang selalu hadir di mana pun rakyat membutuhkan, bukan hanya untuk keamanan, melainkan juga dalam hal‑hal kecil yang bermanfaat bagi kelancaran hidup warga sehari‑hari.
Warga pemilik kendaraan pun mengucapkan terima kasih yang mendalam atas perhatian dan bantuan cepat yang diberikan Babinsa. Kegiatan berjalan akrab dan lancar, menambah keharmonisan hubungan aparat dengan warga di wilayah binaan.(man)
MEDIANAD.COM, SABANG – Babinsa 04 Gampong Krueng Raya, Koramil 02/Sukakarya, Kodim 0112/Sabang, Sertu Hendra, hadir mendampingi pelaksanaan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT). Kegiatan berlangsung resmi di Kantor Keuchik, Jurong Lhok Drien, Gampong Krueng Raya, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Senin (14/9).
Kehadiran Babinsa bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama proses berlangsung. Ia juga memberikan pengawalan agar suasana tetap kondusif dan terjamin keamanannya dari awal hingga acara selesai.
Selain menjaga keamanan, Babinsa turut memberikan imbauan yang baik kepada masyarakat yang hadir. Warga diharapkan mengikuti prosedur dan antrean dengan tertib, serta saling menghargai sesama penerima bantuan yang hadir di lokasi kantor gampong.
Peran aparat di tengah‑tengah warga memberikan rasa aman dan ketenangan batin bagi para penerima bantuan. Hal ini membuat pelaksanaan pelayanan berjalan lancar, transparan dan teratur tanpa kendala yang mengganggu.
Pihak penyelenggara dari perangkat gampong bekerja dengan baik dan berkoordinasi erat dengan Babinsa. Sinergitas ini menjadi kunci keberhasilan kegiatan yang berjalan rapi, damai dan tertib sesuai harapan bersama.
Kegiatan berakhir dengan aman dan suasana yang bersahabat. Hal ini membuktikan kedekatan serta kepedulian aparat teritorial dalam mendukung program yang menyejahterakan rakyat di wilayah binaan.(man)
MEDIANAD.COM, SABANG – Babinsa 10 Koramil 01/Sukajaya, Kodim 0112/Sabang, Serka Muliyono, melaksanakan pemantauan langsung terkait harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat. Kegiatan dilakukan di Gampong Cot Abeuk, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Senin (14/9).
Pemantauan ini dilaksanakan secara rutin guna memperoleh gambaran perkembangan harga yang terjadi di pasar maupun lingkungan warga. Babinsa turun langsung ke wilayah binaan untuk memastikan situasi berjalan aman dan terpantau baik.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa stok berbagai kebutuhan pokok masih tersedia lengkap dan memadai guna memenuhi kebutuhan warga. Persediaan yang terjaga menjadi jaminan kelancaran pasokan bagi masyarakat sehari‑hari.
Selain ketersediaan, kondisi harga pun terpantau relatif stabil dan terkendali. Hal ini tentu memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah tersebut.
Kehadiran Babinsa diharapkan dapat menjadi mitra sekaligus pengawas dini jika terjadi perubahan yang kurang menguntungkan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian aparat terhadap kesejahteraan dan keamanan pangan rakyatnya.
Situasi ekonomi dan kebutuhan dasar di Gampong Cot Abeuk berjalan lancar serta kondusif. Hal ini turut menjaga keharmonisan dan ketenangan hidup masyarakat di wilayah binaan.(man)
MEDIANAD.COM, SABANG – Babinsa 01 Gampong Iboih, Koramil 02/Sukakarya, Kodim 0112/Sabang, Serma Mawardi, melaksanakan Komunikasi Sosial bersama warga binaan di Jurong Gapang, Gampong Iboih, Kecamatan Sukamakmue, Senin (14/9). Fokus utama kegiatan ini adalah menyampaikan himbauan penting terkait bahaya kebakaran di tengah cuaca panas.
Dalam suasana akrab bersama masyarakat, Babinsa mengingatkan agar warga tidak membuang dan membakar sampah sembarangan. Mengingat kondisi wilayah yang sedang memasuki musim kemarau dan udara yang cenderung kering, risiko kebakaran sangat mudah terjadi dan bisa merambat cepat ke lingkungan sekitar.
Peringatan ini disampaikan secara langsung dan santai agar mudah dipahami seluruh lapisan warga. Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran serta meningkatkan kewaspadaan bersama terhadap potensi bahaya kebakaran yang dapat terjadi di wilayah desa binaan.
Kehadiran Babinsa turut mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun kesadaran kolektif bahwa pencegahan lebih baik daripada penanggulangan. Masyarakat pun menyambut baik perhatian dan arahan yang diberikan demi keamanan dan keselamatan lingkungan tempat tinggal mereka.
Kegiatan berjalan lancar dan aman dengan pesan yang tersampaikan secara utuh kepada warga. Hal ini menjadi langkah nyata menjaga ketertiban umum dan keamanan lingkungan di tengah cuaca yang rawan bencana.(man)
MEDIANAD.COM, SABANG, – Ketua Dekranasda Kota Sabang Nuri Farisal didampingi Wakil Ketua Dekranasda Kota Sabang Erwani Meutia memperkenalkan beragam produk kriya unggulan Sabang, dalam Puncak Rakerda Dekranasda Kabupaten/Kota se-Aceh Tahun 2026 di Gedung Utama Dekranasda Aceh, Lampriet, Banda Aceh, Minggu (13/9).
Rakerda Dekranasda Aceh Tahun 2026 mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan Perajin Mendunia”. Forum ini menjadi ruang bagi Dekranasda se-Aceh untuk memperkuat sinergi dalam pembinaan perajin, pengembangan produk kriya, serta meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Dalam pameran tersebut, Dekranasda Kota Sabang menampilkan sejumlah produk yang merepresentasikan kekhasan dan potensi daerah, mulai dari wastra motif Bungong U, kerajinan kayu kelapa, ecoprint hasil binaan Dekranasda, hingga baju oleh-oleh khas Sabang.
Motif Bungong U menjadi salah satu produk yang ditonjolkan. Terinspirasi dari bunga kelapa yang lekat dengan karakter daerah kepulauan, motif tersebut diaplikasikan pada kain, syal, bordir hingga busana.
“Bungong U ini salah satu motif yang kita ingin terus kenalkan sebagai bagian dari identitas Sabang. Jadi bukan hanya motif, tetapi ada cerita daerah yang kita bawa melalui produk wastra,” kata Nuri.
Selain wastra, kerajinan berbahan kayu kelapa turut ditampilkan. Material kayu kelapa diolah menjadi berbagai produk fungsional dan suvenir, seperti tempat tisu, set cangkir, talam hingga tempat perhiasan.
“Kita punya banyak bahan lokal yang sebenarnya bisa dikembangkan. Kayu kelapa misalnya, bisa diolah menjadi kerajinan yang punya nilai seni sekaligus nilai ekonomi,” ujarnya.
Produk ecoprint binaan Dekranasda dari Gampong Ie Meulee juga menjadi bagian dari produk yang diperkenalkan. Menggunakan motif alami dari dedaunan, produk tersebut hadir dalam bentuk kain dan busana yang mengedepankan kreativitas perajin lokal sekaligus konsep ramah lingkungan.
“Ecoprint ini juga terus kita bina. Kita ingin perajin punya ruang untuk mengembangkan kreativitasnya, karena produk seperti ini punya pasar dan bisa terus dikembangkan sesuai tren,” jelas Nuri.
Tak hanya produk kriya, Dekranasda Kota Sabang turut membawa sejumlah produk UMKM dan olahan pangan khas daerah. Cokelat Sabang, Cokinol, Bakpia Sabang, aneka keripik, dodol, stik keju, serta berbagai produk UMKM lainnya ikut diperkenalkan dalam pameran tersebut.
“Harapannya tentu produk-produk ini semakin dikenal. Kita ingin perajin dan pelaku UMKM Sabang punya kesempatan untuk memperluas pasar, membangun jejaring, dan terus meningkatkan kualitas produknya,” tambahnya.
Keikutsertaan Sabang dalam Rakerda Dekranasda Aceh 2026 menjadi ruang promosi sekaligus kesempatan memperkenalkan karakter daerah melalui karya para perajin dan pelaku UMKM. Dari wastra, pemanfaatan bahan lokal, hingga olahan pangan, setiap produk membawa potensi Sabang untuk terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.(man).
MEDIANAD.COM, SABANG – Kapolres Sabang AKBP H. Ahmad Faisal Pasaribu, S.H, S.I.K, M.H, pimpin pencarian warga negara Malaysia, Ho Wee Han (49), yang hilang saat menyelam di perairan Shark Plateau/Pulau Seulako, kawasan wisata Gp. Iboih, Kec.Sukakarya Kota Sabang, Minggu (13/09/2026)
Korban dilaporkan hilang saat melakukan penyelaman bersama empat penyelam lainnya pada Jum’at (11/09/2026). Saat berada di bawah air, korban diketahui sudah tidak terlihat oleh teman – temannya.
Memasuki hari ketiga, Minggu (13/09/2026), pencarian terus dilakukan dengan memperluas area penyisiran. Operasi melibatkan personel jajaran Polres Sabang, TNI AL, Basarnas, Panglima Laot Iboih, masyarakat, diving operator, serta pihak keluarga korban.
Hingga saat ini korban masih belum ditemukan. Tim gabungan tetap melakukan penyisiran dengan memperluas wilayah pencarian dan meningkatkan koordinasi di lapangan.
Kapolres Sabang AKBP H. Ahmad Faisal Pasaribu menegaskan, pihaknya bersama seluruh unsur terkait terus mengoptimalkan pencarian hingga korban ditemukan.
“Kami terus melakukan pencarian secara maksimal bersama seluruh unsur yang terlibat. Area pencarian diperluas dan seluruh upaya akan kami lakukan untuk menemukan korban,” tegas Kapolres Sabang.(man).
BANDA ACEH,MEDIANAD.COM – Origon, grup musik lokal Aceh merilis lagu terbaru berjudul Meusare. Sama seperti single sebelumnya, nyawa dari lirik dan musik yang dibawakan band ini kental nilai budaya dan mengusung pesan-pesan dari indatu.
Hingga saat ini, band yang digawangi oleh Yogi di vokal, Sahar di gitar, Rian di bass, dan Robi di drum, telah meluncurkan dua single yang sarat akan nilai budaya.
April lalu, Origon meluncurkan lagu dengan judul Reusam, mengisahkan nilai adat dan aturan yang dikeluarkan oleh pemimpin masa kerajaan dulu.
Pada Agustus kemarin, band ini meluncurkan lagu kedua yang juga masih melekat dengan budaya Tanah Rencong berjudul Meusare. Dari liriknya, Meusare menggambarkan tentang keseharian masyarakat Aceh yang gemar melakukan sesuatu secara Bersama-sama atau atau bergotong royong.
Robi, drumer Origon, mengatakan lagu Meusare yang diciptakannya tersebut diperkenalkan kepada publik pada malam anugerah SMSI Aceh Award di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligo Gubernur Aceh di Banda Aceh, Sabtu, 5 September 2026 malam.
“Selain diperkenalkan pada malam anugerah SMSI Aceh Award, karya terbaru di bawah naungan label musik Langitbiru Kreatif ini juga sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital,” kata Robi di Banda Aceh, Minggu (13/9/2026).
Robi mengisahkan, sejak terbentuk pada 2022 silam, Origon fokus pada karya music yang mengedepankan nilai budaya. Hingga saat ini, Origon sudah melahirkan lima karya musik Aceh.
Selain Reusam dan Meusare, ada juga lagu Wasiat, Calitra Senja, dan Bungong. Namun, baru dua lagu yang telah diluncurkan untuk diperkenalkan ke ruang dengar masayarakat melalui berbagai platform digital.
Yogi, vokalis Origon, mengatakan lagu Meusare yang dalam bahasa Aceh berarti bersama-sama atau gotong royong, mengusung pesan mendalam tentang pentingnya kebersamaan, persatuan, dan rasa saling peduli di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern.
Melalui Meusare, ungkap Yogi, Origon memadukan keharmonisan aransemen musik pop-rock modern khas mereka dengan sentuhan lirik yang penuh makna.
Eksplorasi musik pada karya kali ini menunjukkan kematangan Origon dalam berkarya, tanpa kehilangan karakter dasar musik yang menjadi identitas mereka sejak awal berdiri.
“Proses pembuatan Meusare memberikan kesan tersendiri bagi kami. Lagu ini adalah pengingat bahwa sebesar apa pun tantangan yang dihadapi, semuanya terasa lebih ringan jika kita melangkah bersama-sama,” ungkap dia.
Origon memiliki kekuatan pada karakter vokal dan penyampaian pesan melalui lirik. Melalui lagu Meusare, Origon ingin membawa karya hebat ini ke jangkauan pendengar yang lebih luas.
Saat ini, single Meusare dan Reusam sudah bisa didengarkan melalui layanan streaming musik digital seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan platform lainnya.
“Video musik resmi lagu ini sudah tayang dalam kanal YouTube resmi Langit Biru Production,” kata Sahar, gitaris Origon.
Sementara Rian, bassis Origon, mengatakan keberadaan Origon ini bisa menjadi jati diri mereka sebagai putra Aceh untuk menjaga marwah budaya. “Kalau bukan kita yang peduli terhadap budaya kita sendiri, siapa lagi,” pungkasnya. ##
MEDIANAD.COM, SABANG – Dalam rangka menjaga kebugaran sekaligus mempererat kebersamaan dengan masyarakat, Babinsa 07 Gampong Kuta Barat Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang, Sertu Darwis bersama Bhabinkamtibmas Bripka Muammar memantau kegiatan olahraga bersama warga Gampong Kuta Barat, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Pelabuhan CT-1 BPKS, Jurong Kebun Merica, Gampong Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. Warga mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, sekaligus memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan.
Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi serta kedekatan dengan masyarakat di wilayah binaan. Pemantauan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar.
Turut hadir Komandan KP Wisanggeni-8005, AKBP Capt. Nyoto Saptono, S.H., M.Si.(Han), M.Mar., Keuchik Gampong Kuta Barat, Kepala Jurong Kuta Barat, serta warga Gampong Kuta Barat.
Kegiatan olahraga bersama tersebut menjadi sarana memperkuat komunikasi sosial antara aparat kewilayahan dengan masyarakat. Kebersamaan yang terbangun diharapkan semakin mempererat hubungan serta menciptakan suasana lingkungan yang harmonis dan kondusif.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian olahraga bersama berjalan dengan tertib, aman dan lancar. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan terus memberikan manfaat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah Kota Sabang.(man)
MEDIANAD COM, SABANG – Babinsa 07 Gampong Keuneukai, Koramil 01/Sukajaya, Kodim 0112/Sabang, Serma Mahsun, terjun langsung ke ladang untuk merawat tanaman palawija milik warga binaan. Kegiatan berlangsung penuh semangat di Jurong Pasi, Gampong Keuneukai, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang, Minggu (13/9).
Keterlibatan Babinsa di tengah aktivitas pertanian merupakan wujud kepedulian nyata dan dukungan moral yang tulus. Ia bekerja bersama warga untuk memastikan tanaman tumbuh terawat dengan baik dan maksimal hasilnya nanti.
Langkah ini juga bertujuan memberikan motivasi yang kuat bagi para petani di wilayahnya. Semangat dan perhatian aparat diharapkan dapat menginspirasi masyarakat agar terus meningkatkan produktivitas serta hasil pertanian mereka.
Selain itu, Babinsa mengajak warga agar pandai memanfaatkan lahan‑lahan kosong yang tersedia di sekitar lingkungan. Lahan yang tidak terpakai dapat diubah menjadi kebun yang produktif dan menguntungkan bagi kehidupan keluarga.
Upaya pemberdayaan lahan dan pendampingan ini menjadi bagian dari dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional di tingkat wilayah gampong. Hubungan yang erat pun terjalin harmonis antara aparat dan warga di lapangan.
Kegiatan berjalan lancar dan akrab di tengah suasana kekeluargaan yang hangat. Hal ini semakin mempererat tali persaudaraan serta kemanunggalan TNI yang selalu dekat dengan rakyat demi kemajuan bersama.(man)
MEDIANAD.COM, SABANG – Kepedulian terhadap tumbuh kembang generasi muda menjadi perhatian serius Babinsa 05 Gampong Jaboi, Koramil 01/Sukajaya, Kodim 0112/Sabang, Serda M. Imron. Melalui Komunikasi Sosial yang hangat, ia mendekati dan membina anak‑anak usia dini di Jurung Lamkuta, Gampong Jaboi, Kecamatan Sukajaya, Minggu (13/9).
Dalam suasana akrab, Babinsa menyampaikan pesan penting agar anak‑anak tidak terlalu sering bermain perangkat gawai atau ponsel pintar. Hal ini dikarenakan dampaknya dapat merugikan proses pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mental mereka secara berkelanjutan.
Dijelaskan pula bahwa kebiasaan berlebihan tersebut berpotensi menurunkan semangat belajar dan membuat anak menjadi malas menuntut ilmu. Hal ini disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami serta tertanam kesadaran sejak dini.
Langkah ini merupakan wujud nyata kepedulian Babinsa terhadap masa depan warga di wilayah binaan. Ia ingin memastikan lingkungan tumbuh yang sehat dan terhindar dari pengaruh buruk teknologi jika tidak diatur penggunaannya.
Pendekatan yang menyentuh hati ini diharapkan dapat pula mengingatkan lingkungan sekitar dan orang tua untuk lebih membatasi serta mengawasi penggunaan gawai pada anak‑anak mereka di rumah.
Kegiatan berjalan hangat dan penuh kedekatan persaudaraan, mencerminkan kehadiran aparat yang tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tapi juga turut memelihara kesehatan dan kemajuan generasi penerus.(man)
MEDIANAD.COM, JANTHO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopukmdag) bersama Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol...