MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – dalam rangka kegiatan yang berkelanjutan terhadap Surve Laut di wilayah provinsi Aceh, kadis kelautan dan perikanan Bu ( DKP) Aceh Safrizal membuka secara resmi acara kegiatan monitoring dan evaluasi pengelolaan perikanan karang demersal Aceh dihotel Ayani Peunayong Banda Aceh pada tgl 19/5/2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tentang tata kelola perikanan berkelanjutan berbasis data ilmiah sekaligus memperkuat keterlibatan panglima laut dalam menjaga kelestarian sumber daya hasil laut Aceh khususnya dikawasan selat benggala.
Kepala dinas kelautan dan perikanan Aceh Safrizal,S,STP, M .Ec.Dev,mengatakan bahwa sektor perikanan Aceh harus dikelola secara kolaboratif terukur serta berbasis kajian ilmiah agar potensi hasil laut Aceh tetap lestari, sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan untuk masyarakat nelayan.
PP 
Karena Aceh memiliki sumberdaya ikan yang sangat besar terutama ikan karang demersal yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nelayan. Namun demikian kadis DKP Aceh Safrizal mengatakan bahwa pengelolaan sektor kelautan juga menghadapi tantangan serius mulai dari praktek penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan dan ancaman eksploitasi hingga tingginya penangkapan ikan Juvenil yang dapat mengancam keberlanjutan stok ikan dimasa mendatang.
Maka dengan kebaikan jalan berbasis data serta penguatan dan penguatan pengawasan dinilai menjadi kebutuhan yang mendesak. Jadi pengelolaan perikanan harus melibatkan semua pihak baik dari pemerintah, akademisi, panglima laut, lembaga penelitian, hingga masyarakat nelayan supaya sumberdaya laut Aceh tetap terjaga, dan kesejahteraan masyarakat nelayan pendapatannya terus meningkat.
Kegiatan ini turut hadir para tokoh tokoh penting dan para akademisi dibidang perikanan dari dekan fakultas perikanan dan ilmu kelautan Syiah Kuala prof. Dr. Muchlisin dan mantan fakultas perikanan universitas Abuyatama Azwar thaib M,Si, juga hadir dari unsur akademisi universitas Malikussaleh, juga hadir dari universitas Teuku Umar Meulaboh dan dari unsur LSM. Kadis DKP Aceh juga mendorong kerja sama dengan forum ilmiah Aceh serta dengan lembaga terkait.
Untuk menyediakan data hasil tangkapan ikan secara berkala mulai dari harian, bulanan dan tahunan. Disetiap pelabuhan perikanan yang menjadi kewenangan pemerintah Aceh, menurutnya kesediaan data yang akurat sangat penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pengelolaan perikanan yang lebih terukur, berkelanjutan serta berpihak kepada kesejahteraan nelayan.
Kepala bidang perikanan tangkap DKP Aceh Samsul Bahri S ,Pi.M Si. Mengatakan bahwa dinas DKP Aceh mendukung penuh penguatan kerja sama dengan Forum ilmiah Aceh guna memperkuat data hasil tangkapan ikan di 21 pelabuhan perikanan yang ada di Aceh.
Menurut Samsul Bahri data ilmiah sangat penting untuk menjadi pijakan kebijakan sektor kelautan yang tepat sasaran. kedepan centus sambahri kita akan memperkuat kolaborasi dengan forum ilmiah untuk memperkuat data hasil tangkapan ikan dipelabuhan perikanan di Aceh.
Bahkan jika memungkinkan kita juga ingin mengkaji secara ilmiah stok ikan tuna dan cekalang dilaut Aceh, ujar Samsul Bahri atau sapaan ampon Samsul.
Ia menyebutkan juga kajian tersebut sangat penting mengingat pemerintah Aceh saat ini dalam proses revisi undang undang pemerintahan Aceh ( UUPA) juga telah mengusulkan perluasan batas kewenangan laut Aceh dari 12 mil menjadi 200 mil, maka dengan dukungan data kuat Aceh diharapkan akan memiliki pondasi yang lebih kokoh dalam memperjuangkan pengelolaan sumber daya hasil laut yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan.
Dari kegiatan sosial ni yang dilaksanakan dihotel Ayani Banda Aceh,maka DKP Aceh sinergi antara pemerintah ,akademisi,panglima laut lhok, serta lembaga penelitian juga komunitas nelayan semakin kuat untuk mewujudkan tata kelola perikanan Aceh yang moderen berkelanjutan serta adaftif terhadap perubahan dan juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat pesisir di seluruh Aceh centus Samsul bahri sapaan ampon Samsul.(lem)








