Berita Utama

Beranda Berita Utama Halaman 108
Berita Utama

Hasil Evaluasi Penanganan Bencana, Pemkab Pijay Perpanjang Status Tanggap Darurat, “Hingga dua Minggu Kedepan’

0

DALAM rapat evaluasi tersebut, Pemkab Pijay juga menetapkan Zona Rawan Bencana (ZRB) serta kriteria kerusakan rumah sebagai dasar penanganan lanjutan serta perencanaan rehabilitasi dan
rekonstruksi usai masa tanggap darurat berakhir. (foto/ist)

MEDIANAD.COM, MEUREUDU: Bupati Pidie Jaya (Pijay), Sibral Malasyi MA, S.Sos, ME secara resmi menyepakati perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang (STDBBB), hingga tanggal 28 Januari kedepan (selama dua minggu), yang juga menyusul masih berlangsungnya proses penanganan darurat dan pemulihan awal di sejumlah wilayah terdampak.

Keputusan strategis tersebut diambil dalam Rapat Evaluasi Penanganan Tanggap Darurat dan Pembahasan Perpanjangan Masa Tanggap Darurat di Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (13/01/2026) nalam.

“Siaran Pers Prokopim Pijay, Selasa kemarin disebutkan”.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Pidie Jaya ini melibatkan unsur Forkopimda, jajaran BNPB, Sekretaris Daerah, Para Asisten, Para Staf Ahli Bupati, para kepala SKPK, Para camat, serta pemangku kepentingan lintas sektor lainnya.

Perpanjangan untuk Menjamin Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Perpanjangan status tanggap darurat dilakukan dengan pertimbangan bahwa penanganan darurat belum sepenuhnya tuntas, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, penataan hunian sementara, serta pemulihan awal infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, dan layanan air bersih.

Bupati Pidie Jaya menegaskan, kebijakan ini bukan semata administratif, melainkan langkah nyata negara untuk hadir dan bertanggung jawab di tengah masyarakat yang masih membutuhkan perlindungan maksimal.

“Perpanjangan status tanggap darurat ini bertujuan agar seluruh proses penanganan dapat berjalan optimal, terkoordinasi, dan tidak terputus, sehingga keselamatan serta kebutuhan dasar masyarakat benar-benar terpenuhi,” tukas Bupati.

Dalam rapat tersebut juga, Pemkab Pijay juga menetapkan Zona Rawan Bencana (ZRB) serta kriteria kerusakan rumah sebagai dasar penanganan lanjutan dan perencanaan rehabilitasi-rekonstruksi.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Forkopimda Kabupaten Pidie Jaya, dengan pendampingan langsung dari tim ahli BNPB.
Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan seluruh bantuan, relokasi, dan pembangunan pascabencana dilakukan tepat sasaran, adil, dan akuntabel, sekaligus meminimalkan risiko bencana susulan.

Dengan diperpanjangnya masa tanggap darurat, pemerintah berharap seluruh unsur penanganan bencana dapat bekerja lebih responsif, terpadu, dan berkelanjutan, sehingga mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.(*)

Universitas Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh, “Indahnya Kampus Tanpa Rokok”

0

Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh, menghadirkan wajah Kampus yang tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga sehat secara moral dan sosial melalui komitmennya sebagai kampus tanpa rokok. (foto/dok UBBG)

KAMPUS bukan sekadar kumpulan gedung dan ruang kelas. Ia adalah ruang pembentukan peradaban, tempat nilai, etika, dan kesadaran intelektual ditanamkan.

Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh, ACEH menghadirkan wajah kampus yang tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga sehat secara moral dan sosial melalui komitmennya sebagai kampus tanpa rokok.

Di tengah budaya merokok yang masih mengakar kuat di ruang publik, kehadiran kampus bebas rokok adalah pernyataan sikap, bahwa pendidikan tinggi berpihak pada kesehatan, akal sehat, dan masa depan generasi muda.
Kampus Sehat, Pikiran Pun Jernih

Lingkungan kampus tanpa asap rokok menciptakan ruang belajar yang bersih, nyaman, dan kondusif. Mahasiswa dapat berdiskusi, membaca, dan beraktivitas akademik tanpa gangguan polusi rokok. Dosen dan tenaga kependidikan pun bekerja dalam suasana yang lebih manusiawi dan sehat.

Kampus yang sehat adalah fondasi bagi lahirnya pikiran yang jernih dan ilmu yang berkualitas. Keindahan kampus UBBG tidak hanya terlihat dari tata ruang dan kebersihannya, tetapi juga terasa dalam atmosfernya.

Tidak ada bau asap rokok di sudut-sudut kampus, tidak ada puntung berserakan, dan tidak ada ruang publik yang dikotori kebiasaan merusak kesehatan. Keindahan semacam ini adalah keindahan yang lahir dari kesadaran kolektif, bukan sekadar aturan tertulis.

Pendidikan Karakter dalam Tindakan Nyata
Kampus tanpa rokok bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi bentuk pendidikan karakter yang nyata. Mahasiswa belajar tentang disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama melalui praktik sehari-hari.

Di UBBG, larangan merokok bagi siapa saja yang beradab dalam ruang lingkup kampus bukan bentuk pembatasan kebebasan, melainkan upaya mendidik mahasiswa agar memahami bahwa kebebasan selalu disertai tanggung jawab sosial.

Sejalan dengan nilai Aceh dan spirit keilmuan
Sebagai kampus yang tumbuh di Aceh, UBBG menunjukkan keselarasan antara nilai akademik, kesehatan, dan nilai keislaman.

Menjaga diri dan lingkungan dari hal yang membahayakan adalah bagian dari prinsip menjaga akal dan jiwa nilai fundamental dalam ajaran Islam. Kampus tanpa rokok adalah wujud konkret bahwa ilmu, iman, dan adab dapat berjalan seiring.

Teladan bagi Kampus Lain

Di saat sebagian kampus masih permisif terhadap rokok, UBBG tampil sebagai teladan keberanian moral. Kebijakan ini menunjukkan bahwa kampus mampu memimpin perubahan sosial, bukan sekadar mengikuti kebiasaan yang sudah mapan. Kampus bukan hanya tempat belajar teori, tetapi juga laboratorium peradaban.

Universitas Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh membuktikan bahwa kampus tanpa rokok bukanlah utopia. Ia nyata, indah, dan bermakna. Keindahan itu tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menjaga kesehatan, menenangkan pikiran, dan mendidik karakter.

Di kampus seperti inilah ilmu tumbuh dengan adab, dan generasi masa depan disiapkan dengan kesadaran. Karena kampus yang bebas asap rokok adalah kampus yang berpihak pada kehidupan.

Kampus Tanpa Rokok, Fondasi Olahraga dan Kesehatan Civitas Akademika

Kampus bukan hanya ruang akademik, tetapi juga lingkungan pembentukan gaya hidup sehat. Di kampus, mahasiswa tidak hanya diasah kemampuan berpikirnya, tetapi juga dibentuk kesadarannya tentang pentingnya menjaga kesehatan jasmani sebagai penopang kesehatan mental dan prestasi akademik.

Olahraga dan kesehatan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Lingkungan yang bersih dari asap rokok menjadi prasyarat dasar bagi aktivitas fisik yang aman dan nyaman. Kampus tanpa rokok menyediakan ruang yang layak bagi mahasiswa untuk berjalan kaki, berolahraga ringan, maupun mengikuti kegiatan olahraga kampus tanpa harus terpapar polusi udara.

Lingkungan kampus yang bebas asap rokok menciptakan kualitas udara yang lebih baik. Hal ini berdampak langsung pada kesehatan pernapasan, daya tahan tubuh, serta kebugaran mahasiswa dan dosen. Dalam jangka panjang, kawasan kampus tanpa rokok mendukung terbentuknya budaya hidup aktif dan sehat, sejalan dengan semangat olahraga kesehatan.

Keindahan kampus UBBG tidak hanya terlihat dari tata ruang dan kebersihannya, tetapi juga dari suasana yang mendukung aktivitas fisik.

Tidak adanya asap rokok di area kampus membuat ruang terbuka dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai tempat interaksi sosial dan kegiatan olahraga sederhana yang menyehatkan seperti senam kebugaran jasmani salah satu contohnya.

Apa yang diterapkan Universitas Bina Bangsa Getsempena layak menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain dan ruang publik di Aceh. Kampus seharusnya menjadi pelopor perubahan, termasuk dalam membangun budaya hidup sehat.

Pada akhirnya, kampus yang indah bukan hanya soal bangunan dan fasilitas, tetapi juga tentang udara yang bersih, lingkungan yang nyaman, serta mampu menghadirkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kebugaran jasmani. Kampus tanpa rokok adalah bagian dari upaya kecil namun bermakna menuju masa depan yang lebih sehat dan beradab. (tawakal)

Evaluasi Usai Menang Tipis atas Persikad, Head Coach Persiraja, Akhyar akui Chemistry antar Pemain Belum Jalan Sepenuhnya

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH Kemenangan tipis 1-0 atas Persikad Depok tak membuat Persiraja Banda Aceh berpuas diri, ‘Head Coach’ Persiraja, Akhyar Ilyas, justru menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh, khususnya terkait chemistry antarpemain yang dinilai belum sepenuhnya padu usai laga pekan ke-15 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion H. Dimurthala, Minggu (11/1).

Akhyar mengakui, tiga poin yang diraih sangat berarti bagi Persiraja untuk menjaga peluang menembus papan atas. Namun, ia menilai permainan tim masih jauh dari kata ideal karena hampir 50 persen skuad diisi pemain baru yang masih dalam proses adaptasi.

“Kita bersyukur, alhamdulillah tiga poin penting bisa kita dapat. Tapi kita tahu malam ini hampir 50 persen pemain kita pemain baru, jadi kita butuh proses dan adaptasi,” jelas Akhyar, lewat siaran Pers MO tim, yang diterima awak media liputan Persiraja, selasa siang di Banda Aceh.

Menurutnya, belum terbangunnya chemistry secara utuh terlihat dari beberapa momen di lapangan, seperti kesalahan membaca pergerakan rekan setim hingga umpan yang kurang presisi. Akhyar menilai hal tersebut wajar, namun tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

“Chemistry kadang-kadang masih terlihat kurang, ada salah lari dan salah passing. Itu masih normal, tapi tentu harus terus kita perbaiki,” tegasnya.

Dalam pertandingan tersebut, Persiraja tampil dominan sejak menit awal dan terus menekan pertahanan Persikad. Sejumlah peluang tercipta di babak pertama, namun rapatnya lini belakang tim tamu membuat skor kacamata bertahan hingga jeda.

Gol kemenangan akhirnya lahir pada menit ke-70 melalui sundulan pemain asing Flynn Connor yang memanfaatkan umpan silang Yasvani. Gol tersebut menjadi penentu tiga poin bagi Laskar Rencong.

Meski unggul, Akhyar menilai efektivitas penyelesaian akhir dan alur serangan masih perlu ditingkatkan. Ia menegaskan evaluasi akan langsung dilakukan jelang laga berikutnya menghadapi PSMS Medan.

“Kita akan terus perbaiki. Mudah-mudahan di pertandingan selanjutnya lawan PSMS nanti, permainan kita bisa lebih baik,” katanya.

Bagi Akhyar, kemenangan atas Persikad bukan akhir dari pekerjaan, melainkan awal dari proses membangun tim yang lebih solid dan konsisten di tengah ketatnya persaingan Pegadaian Championship musim ini. (**)

Hasil Evaluasi Penanganan Bencana, Pemkab Pijay Perpanjang Status Tanggap Darurat Hingga dua Minggu Ke depan

0
Rapat evaluasi penanganan lanjutan serta perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir di Meureudu. Foto/Ist

MEDIANAD.COM, MEUREUDU – Bupati Pidie Jaya (Pijay), Sibral Malasyi MA, S.Sos, ME secara resmi menyepakati perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang (STDBBB), hingga tanggal 28 Januari ke depan (selama dua minggu), yang juga menyusul masih berlangsungnya proses penanganan darurat dan pemulihan awal di sejumlah wilayah terdampak.

Keputusan strategis tersebut diambil dalam Rapat Evaluasi Penanganan Tanggap Darurat dan Pembahasan Perpanjangan Masa Tanggap Darurat di Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (13/01/2026) malam.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Pidie Jaya ini melibatkan unsur Forkopimda, jajaran BNPB, Sekretaris Daerah, Para Asisten, Para Staf Ahli Bupati, para kepala SKPK, Para camat, serta pemangku kepentingan lintas sektor lainnya.

Perpanjangan untuk Menjamin Keselamatan dan Kebutuhan Dasar
Perpanjangan status tanggap darurat dilakukan dengan pertimbangan bahwa penanganan darurat belum sepenuhnya tuntas, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, penataan hunian sementara, serta pemulihan awal infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, dan layanan air bersih.

Bupati Pidie Jaya menegaskan, kebijakan ini bukan semata administratif, melainkan langkah nyata negara untuk hadir dan bertanggung jawab di tengah masyarakat yang masih membutuhkan perlindungan maksimal.

“Perpanjangan status tanggap darurat ini bertujuan agar seluruh proses penanganan dapat berjalan optimal, terkoordinasi, dan tidak terputus, sehingga keselamatan serta kebutuhan dasar masyarakat benar-benar terpenuhi,” tukas Bupati.

Dalam rapat tersebut juga, Pemkab Pijay juga menetapkan Zona Rawan Bencana (ZRB) serta kriteria kerusakan rumah sebagai dasar penanganan lanjutan dan perencanaan rehabilitasi-rekonstruksi.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Forkopimda Kabupaten Pidie Jaya, dengan pendampingan langsung dari tim ahli BNPB.

Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan seluruh bantuan, relokasi, dan pembangunan pascabencana dilakukan tepat sasaran, adil, dan akuntabel, sekaligus meminimalkan risiko bencana susulan.

Dengan diperpanjangnya masa tanggap darurat, pemerintah berharap seluruh unsur penanganan bencana dapat bekerja lebih responsif, terpadu, dan berkelanjutan, sehingga mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. (*)

Jaga Ketahanan Pangan Menjelang Ramadhan, Pemkab Pijay Salurkan 154,62 Ton Beras kepada Warga Terdampak Bencana

0

Pemkab Pidie Jaya Salurkan Bantuan Beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP ) kepada Warga yang Terdampak Bencana, Selasa (13/01) 2026. (foto/ist)

MEDIANAD.COM, PIDIE JAYA: Bupati Pidie Jaya (Pijay), Sibral Malasyi MA, S.Sos, ME, bersama Forkompinda, Pimpinan Cabang Bulog Subdivre Sigli, SKPK terkait, Para Camat, Kepala Bagian Pereknomian. Melakukan penyaluran bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras kepada masyarakat terdampak bencana Hidrometeorologi juga pada masa Perpanjangan Ketiga Status Keadaan Darurat di Gudang Bulog Wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Selasa 13/01) 2026.

Sekaligus Bupati dan Forkompinda mengecek langsung kualitas beras sebelum disalurkan kepada masyarakat, untuk memastikan bantuan pangan yang diterima warga berada dalam kondisi baik dan layak konsumsi.

Serta memastikan bantuan pokok bagi warga benar-benar berkualitas dan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat yang terdampak banjir, ujar Bupati Sibral Malasyi dikesempatan tersebut.

Sebagaimana dirilis Prokopim Pemkab Pijay, total bantuan CPP yang disalurkan mencapai sekitar 154,62 ton beras di sejumlah kecamatan terdampak diantaranya Kecamatan Bandar Dua, Kecamatan Ulim, Kecamatan Meurah Dua, dan Kecamatan Meureudu, Panteraja, Trienggadeng dan Jangka Buya, termasuk dayah dan pesantren yang santri serta pengelolanya ikut terdampak bencana.

“Alikhwal bantuan pangan tersebut, “tindak lanjut dari Surat Permohonan Bupati Pidie Jaya Nomor 506/33.1 tentang Permohonan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi seiring dengan ditetapkannya perpanjangan status keadaan darurat ketiga pasca banjir, serta sebagaimana tertuang dalam SK Bupati Pidie Jaya Nomor 516 Tahun 2025.

Bupati Pidie Jaya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto Pemerintah Aceh, Perum Bulog, serta seluruh pihak terkait atas dukungan dan sinergi dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat Pidie Jaya di tengah kondisi darurat bencana “Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak serta menjaga ketahanan pangan selama masa pemulihan, terutama menjelang bulan suci Ramadhan,” tutupnya. (*)

Persiraja vs Persikad 1-0, ‘Laskar Rencong Semakin Optimis dengan Skuad Anyar’, Pelatih Lawan Terkecoh

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Persiraja Banda Aceh berhasil memangkas tren positif kubu lawan Persikad Depok FC pada laga pekan ke-15 Liga Indonesia Pengadaian Chanpionship 2025/2026, usai menang 1-0 di Stadion H Dimurthala, Lampineung Banda Aceh, Minggu (11/01) tadi malam.

Dimana gol semata wayang tim yang berjulukan “Laskar Rencong dan Lantak Laju” itu disumbangkan penyerang berbahaya Connor Flynn dimenit ke-71, sekaligus melambungkan kedudukan anak asuhan head coach Akhyar Ilyas ke peringkat 4 Grup A dijajaran klasmen sementara.

Angka maksimal minggu malam dan ditengah kepercayaan publik SHD yang sedikit khawatir, “usai manajemen tim merombak skuad hingga 50 persen dibursa transfer dua Liga2, termasuk sang idola Miftahul Hamdi”.

Namun dijawab lewat permainan kolektifitas dan semangat juang tinggi oleh Fitra Ridwan,cs juga bersama rekannya yang baru saja bergabung dan menang, sekaligus dapukan angka sempurna atas Persikad.

Menegaskan Persiraja semakin optimis menatap laga-laga selanjutnya, dalam mengejar tiket otomatis promosi ke Liga1 musim ini, yang juga setelah berhasil memangkas jarak dengan pemuncak klasmen Grup Barat, Garudayaksa FC menjadi 6 poin.

Sementara sang mantan arsitek Persiraja 2023/24 Azul Achmad Zulkifli yang semalam menukangi tim gurem Persikad Depok, dalam temu media usai laga mengakui terkecoh dengan strategi yang ditarapkan Akhyar Ilyas.
Terutama penampilan spontan skuad anyar kubu tuan rumah, sehingga analisis yang telah dijabarkan dan diterapkan untuk anak asuhnya dilapangan sebelumnya sedikit terkendala, tutupnya.

Sementara rilis berita online ini menjelang laga dan harapan fans kemarin, nampaknya dijakan lawan Persikad. Dan kelihatan tadi malam, tinggal urusan penyelesaianbakhir bagi Muharir dkk, terutama menghadapi sereru abadinya PSMW Medan pada pekan ke-16 tanggal 18 Januari kedepan.

Analisis dan harapan fans sebelum laga dengan Persikad

Meskipun pemain anyar (baru) yang didatangkan Persiraja Banda Aceh pada bursa ‘tranfer medium dua’ rata-rata bukan penyerang murni dalam mengarungi sisa putaran kedua dan 9 laga putaran ketiga, Pengadaian Liga2 Championship 2025/26, namun diharapkan mampu mengatasi paceklik gol yang sedang dialami tim yang berjulukan Laskar Rencong tersebut dalam dua laga terakhir.

“Hanya berhasil menciptakan satu gol penalti dari penyerang Connor Flynn dari sejumlah peluang kala dijamu Garudayaksa di pekan ke-13 yang berkesudahan 1-1 serta kembali minor gol pada laga pekan ke-14 di home Bekasi City FC”.

Padahal tim tuan rumah dalam laga yang berkesudahan 0-0 tersebut, sejak menit akhir babak pertama harus bertarung dengan 10 pemain, usai sang mantan Persiraja Ramadhan Madon terakumulasi kartu merah. Akan tetapi tetap saja, Fitra Ridwan dan kolega tak mampu membobolkan jala gawang lawan sepanjang pertandingan 90+6 menit.

Tentu harus ada efaluasi pelatih dan berharap winger anyar yang masuk mulai pekan ke-15 dan langsung menghadapi tim yang sedang dalam tren positif Persikad Depok, Minggu (11/01) malam di Stadon H Dimurthala.
Bisa membuktikan kapasitas mereka jika dipercayakan tampil oleh pelatih, ujar Maimun Damar salah seorang pecinta Persiraja Banda Aceh, kepada online ini, Minggu (11/01) pagi.

Sementara itu, Pelatih kepala Persiraja, Akhyar Ilyas dalam temu media menjelang laga kedua tim tersebut, Sabtu pagi mengakui. Hampir 50 persen skuad Laskar Rencong menjelang laga pekan ke-15 akan diisi pemain baru sekaligus tantangan pertama bagi kami menghadapi Persikad Depok, tentu memiliki nuansa yang berbeda dibanding laga-laga sebelumnya.

Namun demikian, pelatih berusia 42 tahun itu optimistis para pemain anyar mampu cepat menyatu dengan skema permainan tim. Menurutnya, sepak bola adalah bahasa universal yang bisa mempercepat proses adaptasi.

“MUDAH-mudahan awal tahun 2026 dan perdana laga home bisa berjalan mulus dan sesuai yang kita harapkan ”, tutupnya. (zm)

Hadapi Persikat Depok Minggu Malam, Pemain ‘Anyar’ Persiraja Diharapkan Langsung Nyetel

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Meskipun pemain anyar (baru) yang didatangkan Persiraja Banda Aceh pada bursa ‘tranfer medium dua’ rata-rata bukan penyerang murni dalam mengarungi sisa putaran kedua dan 9 laga putaran ketiga, Pengadaian Liga2 Championship 2025/26, namun diharapkan mampu mengatasi paceklik gol yang sedang dialami tim yang berjulukan Laskar Rencong tersebut dalam dua laga terakhir.

“Hanya berhasil menciptakan satu gol penalti dari penyerang Connor Flynn dari sejumlah peluang kala dijamu Garudayaksa di pekan ke-13 yang berkesudahan 1-1 serta kembali minor gol pada laga pekan ke-14 di home Bekasi City FC”.

Padahal tim tuan rumah dalam laga yang berkesudahan 0-0 tersebut, sejak menit akhir babak pertama harus bertarung dengan 10 pemain, usai sang mantan Persiraja Ramadhan Madon terakumulasi kartu merah. Akan tetapi tetap saja, Fitra Ridwan dan kolega tak mampu membobolkan jala gawang lawan sepanjang pertandingan 90+6 menit.

Tentu harus ada efaluasi pelatih dan berharap winger anyar yang masuk mulai pekan ke-15 dan langsung menghadapi tim yang sedang dalam tren positif Persikad Depok, Minggu (11/01) malam di Stadon H Dimurthala.

Bisa membuktikan kapasitas mereka jika dipercayakan tampil oleh pelatih, ujar Maimun Damar salah seorang pecinta Persiraja Banda Aceh, kepada online ini, Minggu (11/01) pagi.

Sementara itu, Pelatih kepala Persiraja, Akhyar Ilyas dalam temu media menjelang laga kedua tim tersebut, Sabtu pagi mengakui. _Hampir 50 persen skuad Laskar Rencong menjelang laga pekan ke-15 akan diisi pemain baru_ sekaligus tantangan pertama bagi kami menghadapi Persikad Depok, tentu memiliki nuansa yang berbeda dibanding laga-laga sebelumnya.

Namun demikian, pelatih berusia 42 tahun itu optimistis para pemain anyar mampu cepat menyatu dengan skema permainan tim. Menurutnya, sepak bola adalah bahasa universal yang bisa mempercepat proses adaptasi.

“MUDAH-mudahan awal tahun 2026 dan perdana laga home bisa berjalan mulus dan sesuai yang kita harapkan ”, tutupnya. (zm)

Didapuk Sebagai Ketua Pengprov PODSI Aceh, Hasballah Siap Tingkatkan Prestasi Atlet Dayung Aceh

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh (PA), Hasballah, S.Ag yang terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Provinsi Aceh untuk periode 2026-2030 lewat Musyawarah Provinsi (Musprov) Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (Cabor) tersebut yang berlangsung di Al-Hanifi Hotel, Banda Aceh, Jumat (09/01/2026) malam, mengakui siap mengebankan amanah yang tergolong besar dan berat ini”.

Namun dukungan pengurus secara menyeluruh, Pemerintah Aceh lewat KONI Aceh, PB PODSI dan para pelaku olahraga Dayung secara umum, “siap tingkatkan prestasi atlet Dayung Aceh kedepan”.

Sementara itu, musyawarah Provinsi POSI Aceh yang dibuka oleh ketua KONI Aceh, dalam kesempatan tersebut diwakili Wakil Ketua IV, Muslem HS serta turut hadir ketua periode sebelumnya Sulaiman Badai beserta sejumlah pengurus demisioner, Humas KONI Aceh, Nurdin Syam dan sambutan secara daring ketua umum PB PODSI, yang diwakili Wakil ketua bidang Organisasi Muhadi MM.

Sementara ketua terpilih Hasballah secara sah didukung penuh 14 Pengcab PODSI Kabupaten dan Kota yang hadir langsung dalam Musyawarah Provinsi Cabor dimaksud.

Yang juga usai terpilih ketua, peserta Musprov langsung menetapkan tim Formatur, yang terdiri dari ketua terpilih Hasballah, S.Ag, perwakilan Pengcab PODSI Seumeulu, Nazaruddin, Pengcab Aceh Utaram Darli, SH Aceh Utara, Muzakir Yacob Pengcab, PODSI Banda Aceh dan perwakilan pengurus Demisioner, Fadlullah M Daud yang diberi mandat untuk menyusun kepengurusan lengkap Pengprov PODSI Aceh, Periode 2026-2030.

Dalam kesempatan tersebut, ketua terpilih Hasballah,S.Ag mengatakan. “Yakin bersama pengurus dan insan Cabor Dayung Aceh yang sudah kenyang pengalaman, kedepan prestasi atlet Dayung Aceh akan lebih meningkat lagi, baik dilevel kelompok umur dan profesional”.

Yang terpenting kepengurusan kita ini saling mendukung dan mensport terhadap perjalanan organisasi, pelatihan dan pembinaan atlet secara berjenjang.

“Mengingat fasilitas venue tempat latihan untuk Cabor Dayung di Aceh dimiliki oleh seluruh Kabupaten dan Kota diluar Vineu berstandar Waduk Keliling Aceh Besar”.

Dimana venue di Kabupaten dan Kota tinggal dilakukan pembenahan dan menyediakan perlengkapan latihan serta sarana dan prasarana lainnya untuk mendukung program latihan secara bertahap kedepan.

Selain itu, “kita akan programkan bidang peningkatan SDM, seperti penambahan juri/wasit serta pelatih dibawah Pengprov PODSI Aceh, ujar Hasballqh yang juga ketua DPW PA Aceh Besar.

Sekaligus mengucapkan terima kasih kepada peserta Musyawarah, ketua dan pengurus Demisioner periode sebelumnya. (zulmahdi)

Persiraja Datangkan Juan Mera, Laskar Rencong Tambah Kekuatan Lini Serang

0

BANDA ACEH – Tim Persiraja Banda Aceh resmi mengumumkan kedatangan pemain asing anyar untuk paruh musim Pegadaian Championship 2025/26. Pemain tersebut adalah Juan Mera, pesepak bola asal Spanyol yang pada musim sebelumnya memperkuat Dempo SC di kompetisi Liga India. Pengumuman ini disampaikan manajemen klub pada Rabu (7/1).

Kehadiran Juan Mera diharapkan dapat menambah kekuatan dan kedalaman skuad Laskar Rencong dalam persaingan menuju papan atas klasemen. Pemain berpengalaman ini diproyeksikan menjadi salah satu elemen penting dalam upaya Persiraja menjaga konsistensi performa.

Juan Mera mengaku memiliki kesan positif sejak pertama kali bergabung dengan Persiraja. Ia menilai tim memiliki kualitas yang memadai untuk bersaing di jalur promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Kesan saya sangat baik. Saya pikir kami memiliki skuad yang mampu bersaing untuk promosi ke kasta tertinggi, dan kami harus berjuang hingga detik terakhir untuk mewujudkannya,” ujar Juan Mera.

Selain kualitas tim, pemain asal Spanyol tersebut juga menyoroti faktor infrastruktur yang dinilainya mendukung perkembangan permainan. “Kondisi stadion di sini jauh lebih baik untuk bermain sepak bola. Tim bisa bekerja lebih optimal secara taktik dan teknik untuk berkembang,” katanya.

“Bagi saya, tujuan utama adalah promosi ke Liga 1. Saya ingin membantu tim dengan pengalaman yang saya miliki dan berusaha memberikan yang terbaik,” tegasnya.

Tak hanya soal sepak bola, Juan Mera juga menyampaikan kesan positif terhadap Kota Banda Aceh dan masyarakatnya. “Ini adalah kota yang sangat tenang dan masyarakatnya sangat ramah. Tempat yang bagus untuk bermain sepak bola,” tutupnya.

Dengan bergabungnya Juan Mera, Persiraja Banda Aceh berharap dapat meningkatkan daya saing tim pada putaran kedua Pegadaian Championship 2025/26 dan terus menjaga peluang menuju promosi.

Persiraja akan kembali bertanding pada Minggu, 11 Januari 2026 mendatang di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh. (MO)

Akibat Ulah Tangan Manusia, Bencana Tak Terelakan 

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH –  Akibat ulah orang Kaya buka kebun sawit, tambang emas dgn menggarap, menghancurkan hutan Lindung, Allah menurunkan Tentaranya berupa air hujan.

Karena hanya dengan Kekuasaan Allah yang tidak mampu mereka lawan.

Rakyat jangan coba-coba melawan orang  kaya, pejabat negara menggunakan tangan besi, peluru menghalangi seruan.

Keserakahan para orang kaya, pejabat yang melawan hakikat hutan lindung inilah balasan alam yang pantas disebut peringatan Allah kapada manusia jangan kamu rusakkan hutan, gunung,sungai sebagai sumber Rezeki bagi makhluk termasuk manusia, Tulis H.Jamal T Muku.

Aceh Nanggroe Kasih Sayang Allah cuma Pemimpinnya, rakyatnya banyak Munafik dimulut Syariat Islam, Perilaku, Politik, kebijakan tdk berpedoman pada Ajaran Dinullah, ” Bersyukur lah kalian atas Nikmat yg KU BERIKAN nikmat akan KU tambah2, Tapi ingat bila kufur ‘azab KU Sangatlah Pedih ( QS Ibrahim ayat 7) pasti banyak yg bantah dialah musuh ALLAH SWT.

Syukur nikmat itu mudah dgn keimanan, tapi bagi manusia serakah, tidak ada urusan dgn merusak alam, gunung,hutan, sungai, rawa-rawa karena semua itu ada fungsinya bagi makhluk dan manusia.

Kini semua habibat mati akibat keserakahan manusia khususnya penguasa,orangg kaya dan pejabat negara, tutup H Jamal T Muku pengamat politik Aceh.(Jim)

Popular Posts

My Favorites

Babinsa Paya Sapa Warga Saat Istirahat dari Bekerja, Momen Santai untuk...

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Pendekatan humanis terus dilakukan aparat teritorial dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat. Pada 26 April 2026, Babinsa 08 Gampong Paya Koramil 01/Sukajaya...