Opini

Beranda Opini
Opini

Pakar Pendidikan Aceh : DPRA jangan Cuek Terhadap Kualitas Pendidikan Aceh

0
Dr Safwan, S. Pd.I, M. Ag (Pakar pendidikan Aceh / Ketua Pembina LP2A)

KUALITAS Pendidikan merupakan aspek sangat sentralistik dan penting dalam pembangunan suatu negara. Karena Kualitas pendidikan yang baik akan membawa dampak positif bagi perkembangan masyarakat dan ekonomi.

Namun, untuk mencapai kualitas pendidikan yang optimal, diperlukan kepekaan dan peran aktif dari semua pihak, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dalam hal ini Komisi VI, sebagai lembaga legislatif yang bertanggung jawab dalam melahirkan kebijakan.

Kepekaan DPRA dalam peningkatan kualitas pendidikan di Aceh sangatlah vital. Melalui pembahasan dan pengesahan Qanun Pendidikan Aceh, DPRA salah satu perannya adalah mengawasi arah kebijakan pendidikan yang diterapkan di Aceh. Bukan hanya sekolah, Madrasah yang diawasi DPRA akan tetapi perguruan Tinggi pun harus ada pengawasannya.

Selain itu, DPR juga memiliki fungsi penganggaran terhadap pelaksanaan kebijakan pendidikan yang telah ditetapkan.

Kemudian DPRA juga harus memiliki kepekaan yang sangat penting dalam mendorong reformasi pendidikan Aceh. Melalui kerjasama antara pemerintah dan DPRA, diharapkan tercipta kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Aceh secara menyeluruh. Dan, Komisi VI DPRA jangan cuwek terhadap persoalan pendidikan Aceh hari ini.

Namun, untuk dapat menjalankan fungsinya dengan efektif, DPRA perlu melakukan berbagai langkah strategis. Salah satunya adalah melibatkan para ahli dan pakar serta Akademisi pendidikan dalam proses pembuatan kebijakan.

Dengan mendengarkan masukan dan saran dari para ahli, DPRA dapat menghasilkan kebijakan yang lebih berkualitas dan berdampak positif bagi dunia pendidikan di Aceh

Selain itu, DPRA juga perlu memperhatikan alokasi anggaran pendidikan Aceh, apalagi Anggaran yang dialokasikan kebanyakan untuk fisik saja, bukan untuk penguatan kapasitas Guru dan alat pendukung untuk menunjang kualitas pendidikan, dan juga yang sangat penting adalah pengangkatan kepala Dinas Pendidikan di Aceh harus selektif, jangan asal angkat, sehingga mengakibatkan bobroknya pendidikan Aceh

Dengan melibatkan semua pihak, termasuk DPRA, dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan, diharapkan Aceh dapat mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan melalui sumber daya manusia yang berkualitas. Karena “Pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, kepekaan DPRA sangatlah penting dalam memastikan pendidikan yang berkualitas bagi generasi mendatang.

Dapat disimpulkan bahwa Kepekaan DPRA dalam peningkatan kualitas pendidikan di Aceh sangatlah krusial. Melalui kerjasama dan komitmen yang kuat, diharapkan tercipta sistem pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh Bangsa Aceh.***

Inilah Profil M Hendra Supardi, Plt Dirut Bank Aceh Syariah yang Baru, Ini Background-nya

0
Hendra Supardi Plt Dirut BAS

MEDIANAD.COM – M Hendra Supardi resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Bank Aceh Syariah.

Penunjukan tersebut berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris yang telah sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Dengan penunjukan ini, M Hendra Supardi menggantikan Fadhil Ilyas yang sebelumnya menjabat sebagai Plt Direktur Utama sekaligus Direktur Bisnis Bank Aceh Syariah.

Sekretariat Perusahaan Bank Aceh Syariah, Iskandar, mengatakan, penggantian Plt Dirut ini dilakukan dalam rangka mempertimbangkan agar pelaksanaan tanggung jawab mitigasi risiko dalam pengelolaan bank tidak bertumpu pada satu orang.

Selain itu, untuk memastikan tata kelola sesuai dengan Peraturaan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17 Tahun 2023 dan AD/ART Bank Aceh, serta sudah mendapatkan pencatatan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 14 Februari 2025.

“Dengan pengalaman dan kepemimpinan yang dimiliki, beliau diharapkan mampu membawa Bank Aceh Syariah semakin maju dan terus meningkatkan kualitas layanan perbankan syariah bagi masyarakat Aceh dan sekitarnya,” ujar Iskandar, dikutip dari Prohaba.

Lantas, seperti apa profil M Hendra Supardi ini?

Profil M Hendra Supardi

M Hendra Supardi merupakan pria yang berpengalaman di bidang perbankan.

Nama lengkapnya adalah Muhammad Hendra Supardi.

Ia lahir di Lamno, Aceh, 10 Agustus 1982.

Saat ini, M Hendra Supardi menjabat sebagai Plt Dirut Bank Aceh Syariah.

Diketahui, M Hendra Supardi sempat menempuh pendidikan di jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi UIN Ar Raniry.

Setelah meraih gelar S1 dan lulus pada tahun 2004, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh.

Tahun 2016, M Hendra Supardi lulus dan meraih gelar Magister (S2).

Sebelum menjabat sebagai Plt Direktur Utama Bank Aceh Syariah, M Hendra Supardi menjabat sebagai Direktur Dana dan Jasa di Bank Aceh Pusat.

Penunjukan Hendra sebagai Plt Direktur Utama dilakukan pada 18 Februari 2025, menggantikan posisi Faadhil Ilyas setelah melalui proses review.

Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang kuat, Hendra Supardi diharapkan mampu memimpin Bank Aceh Syariah menuju keberhasilan yang lebih besar di masa depan.(*)

 

 

Universitas Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh, “Indahnya Kampus Tanpa Rokok”

0

Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh, menghadirkan wajah Kampus yang tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga sehat secara moral dan sosial melalui komitmennya sebagai kampus tanpa rokok. (foto/dok UBBG)

KAMPUS bukan sekadar kumpulan gedung dan ruang kelas. Ia adalah ruang pembentukan peradaban, tempat nilai, etika, dan kesadaran intelektual ditanamkan.

Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh, ACEH menghadirkan wajah kampus yang tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga sehat secara moral dan sosial melalui komitmennya sebagai kampus tanpa rokok.

Di tengah budaya merokok yang masih mengakar kuat di ruang publik, kehadiran kampus bebas rokok adalah pernyataan sikap, bahwa pendidikan tinggi berpihak pada kesehatan, akal sehat, dan masa depan generasi muda.
Kampus Sehat, Pikiran Pun Jernih

Lingkungan kampus tanpa asap rokok menciptakan ruang belajar yang bersih, nyaman, dan kondusif. Mahasiswa dapat berdiskusi, membaca, dan beraktivitas akademik tanpa gangguan polusi rokok. Dosen dan tenaga kependidikan pun bekerja dalam suasana yang lebih manusiawi dan sehat.

Kampus yang sehat adalah fondasi bagi lahirnya pikiran yang jernih dan ilmu yang berkualitas. Keindahan kampus UBBG tidak hanya terlihat dari tata ruang dan kebersihannya, tetapi juga terasa dalam atmosfernya.

Tidak ada bau asap rokok di sudut-sudut kampus, tidak ada puntung berserakan, dan tidak ada ruang publik yang dikotori kebiasaan merusak kesehatan. Keindahan semacam ini adalah keindahan yang lahir dari kesadaran kolektif, bukan sekadar aturan tertulis.

Pendidikan Karakter dalam Tindakan Nyata
Kampus tanpa rokok bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi bentuk pendidikan karakter yang nyata. Mahasiswa belajar tentang disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama melalui praktik sehari-hari.

Di UBBG, larangan merokok bagi siapa saja yang beradab dalam ruang lingkup kampus bukan bentuk pembatasan kebebasan, melainkan upaya mendidik mahasiswa agar memahami bahwa kebebasan selalu disertai tanggung jawab sosial.

Sejalan dengan nilai Aceh dan spirit keilmuan
Sebagai kampus yang tumbuh di Aceh, UBBG menunjukkan keselarasan antara nilai akademik, kesehatan, dan nilai keislaman.

Menjaga diri dan lingkungan dari hal yang membahayakan adalah bagian dari prinsip menjaga akal dan jiwa nilai fundamental dalam ajaran Islam. Kampus tanpa rokok adalah wujud konkret bahwa ilmu, iman, dan adab dapat berjalan seiring.

Teladan bagi Kampus Lain

Di saat sebagian kampus masih permisif terhadap rokok, UBBG tampil sebagai teladan keberanian moral. Kebijakan ini menunjukkan bahwa kampus mampu memimpin perubahan sosial, bukan sekadar mengikuti kebiasaan yang sudah mapan. Kampus bukan hanya tempat belajar teori, tetapi juga laboratorium peradaban.

Universitas Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh membuktikan bahwa kampus tanpa rokok bukanlah utopia. Ia nyata, indah, dan bermakna. Keindahan itu tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menjaga kesehatan, menenangkan pikiran, dan mendidik karakter.

Di kampus seperti inilah ilmu tumbuh dengan adab, dan generasi masa depan disiapkan dengan kesadaran. Karena kampus yang bebas asap rokok adalah kampus yang berpihak pada kehidupan.

Kampus Tanpa Rokok, Fondasi Olahraga dan Kesehatan Civitas Akademika

Kampus bukan hanya ruang akademik, tetapi juga lingkungan pembentukan gaya hidup sehat. Di kampus, mahasiswa tidak hanya diasah kemampuan berpikirnya, tetapi juga dibentuk kesadarannya tentang pentingnya menjaga kesehatan jasmani sebagai penopang kesehatan mental dan prestasi akademik.

Olahraga dan kesehatan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Lingkungan yang bersih dari asap rokok menjadi prasyarat dasar bagi aktivitas fisik yang aman dan nyaman. Kampus tanpa rokok menyediakan ruang yang layak bagi mahasiswa untuk berjalan kaki, berolahraga ringan, maupun mengikuti kegiatan olahraga kampus tanpa harus terpapar polusi udara.

Lingkungan kampus yang bebas asap rokok menciptakan kualitas udara yang lebih baik. Hal ini berdampak langsung pada kesehatan pernapasan, daya tahan tubuh, serta kebugaran mahasiswa dan dosen. Dalam jangka panjang, kawasan kampus tanpa rokok mendukung terbentuknya budaya hidup aktif dan sehat, sejalan dengan semangat olahraga kesehatan.

Keindahan kampus UBBG tidak hanya terlihat dari tata ruang dan kebersihannya, tetapi juga dari suasana yang mendukung aktivitas fisik.

Tidak adanya asap rokok di area kampus membuat ruang terbuka dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai tempat interaksi sosial dan kegiatan olahraga sederhana yang menyehatkan seperti senam kebugaran jasmani salah satu contohnya.

Apa yang diterapkan Universitas Bina Bangsa Getsempena layak menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain dan ruang publik di Aceh. Kampus seharusnya menjadi pelopor perubahan, termasuk dalam membangun budaya hidup sehat.

Pada akhirnya, kampus yang indah bukan hanya soal bangunan dan fasilitas, tetapi juga tentang udara yang bersih, lingkungan yang nyaman, serta mampu menghadirkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kebugaran jasmani. Kampus tanpa rokok adalah bagian dari upaya kecil namun bermakna menuju masa depan yang lebih sehat dan beradab. (tawakal)

Kematian Paling Romantis Dalam Perang Aceh

0

Dari sekian banyak pasangan suami istri pemimpin pejuang Aceh, syahidnya Teungku Di Barat dan istrinya merupakan kematian paling romantis, melebihi cerita roman manapun.

Seperti halnya kisah Teungku Di Barat, ia dan istrinya sama-sama menghadapi gempuran dan desingan peluru marsose Belanda. Keduanya bahu membahu dan sama-sama tewas dalam pertempuran, tidak sendiri-sendiri.

Dalam buku The Dutch Colonial War In Aceh diceritakan, Teungku Di Barat bersama mertuanya Teungku Di Mata le alias Teungku Di Paya Bakong, merupakan ulama pemimpin pejuang Aceh di wilayah Keureuto (Aceh Utara) dan sekitarnya. Keduanya sangat disegani, sering memimpin serangkaian serangan ke bivak dan patroli Belanda.

Untuk menghadapi pasukan teungku di Barat ini, Pemerintah Kolonial Belanda mengerahkan 12 brigade pasukan marsose dari “kolone macan” yang terkenal beringas bin sadis yang dipimpin Kapten W.B.J.A Scheepens dan Kapten H. Christoffel. Teungku Di Barat dan istrinya tewas dalam pertempuran setelah terkena peluru pasukan Letnan Behrens pada tahun 1912.

Tentang bagaimana romantisnya kematian Teungku Di Barat dan istrinya itu, itu juga ditulis HC Zentgraaff dalam buku Atjeh seperti kutipan di bawah ini.

Pantas bagi kalian pujangga agung, salah seorang ulama paling terkenal di daerah Aceh bagian timur laut. Dia dan suaminya, bersama beberapa orang pengikutnya, telah diburu dengan ketat oleh pasukan kita, dalam rangka pengejaran yang tak kenal ampun, di mana para marsose dalam zaman itu mengerti akan rahasianya. Kemudian tibalah adegan terakhir dalam rangkaian tragedi itu. Teungku dan istrinya beserta beberapa orang pengikutnya, terkepung di antara tebing-tebing batu cadas.

Dalam detik saat di mana semua mereka memiliki semangat juang, berdirilah sang istri di samping suaminya. Sebuah peluru mengenai tangan kanan Teungku, ia mencabut rencong di pinggang dengan tangan kirinya, sementara tangan kananya yang tertembak mengoper senapan yang dipegangnya itu kepada istrinya, yang kini merupakan pelindung, sekaligus berikan pengorbanan terhadap sang suami, berdiri tepat di depan suaminya; suatu ungkapan tauladan nan agung serta cinta bakti yang tinggi.

Demikianlah, wanita itu tegak berdiri di depan suaminya, dan sebuah peluru bersuratan nasib kini meluncur, menembus tubuh wanita itu, kemudian menembus pula tubuh suaminya. Kedua mereka rebahlah dengan seketika, dan tidak lama setelah suaminya tewas, gugur pulalah wanita itu. Akhir hayat yang bagi kedua mereka berarti “syahid”, kiranya telah memberikan rasa kebahagiaan yang tak dapat diduga oleh siapa pun betapa besar artinya.

HC Zentrgraaff seorang wartawan perang Belanda yang pernah terlibat dalam perang Aceh itu, sangat mengagumi kiprah perempuan Aceh dalam peperangan. Orang-orang Aceh, tulis Zentgraaff, baik pria maupun wanita, pada umumnya telah berjuang dengan gigih sekali, untuk sesuatu yang mereka pandang sebagai kepentingan nasional atau agama mereka. Di antara para pejuang-pejuang itu terdapat banyak sekali pria dan wanita yang menjadi kebanggaan setiap bangsa. wanita Aceh melebihi kaum wanita bangsa-bangsa lainnya, dalam keberanian dan tidak gentar mati.

Bahkan, mereka pun melampaui kaum lelaki Aceh yang sudah dikenal bukan sebagai lelaki yang lemah dalam mempertahankan cita-cita bangsa dan agama mereka. Mereka memerima hak azasinya di medan juang dan melahirkan anak-anak mereka di antara dua serbuan penyergapan. Mereka berjuang bersama – sama suaminya, kadang-kadang di sampingnya atau di depannya, dan dalam tangannya yang mungil itu, kelewang dan rencong dapat menjadi senjata yang berbahaya. Wanita Aceh berperang di Jalan Allah mereka menolak segala macam kompromi …. ”

Kemudian Zentgraaff menulis, “dan adakah bangsa di muka bumi ini yang tidak akan menuliskan kejatuhan tokoh-tokoh heroik tersebut dengan rasa apresiasi yang begitu tinggi dalam buku sejarahnya?”

ujian yang sama juga disampaikan A. Doup dalam buku besar sejarah marsose di Aceh, Gedenkboek van het Korp Marechaussee 1890-1940. Dalam versi bahasa Inggris tertulis:

“Kepahlawaan orang Aceh dalam mempertahankan kemerdekaan dan bumi persadanya seperti yang diperagakan selama perang Aceh, menimbulkan rasa hormat di pihak marsose, serta kekaguman akan keberanian, kerelaan gugur di medan tempur, pengorbanannya dan daya tahannya yang tinggi. Orang Aceh tidak habis akalnya dalam menciptakan dan melaksanakan siasat yang sejati, sementara daya pengamatanya sangat tajam. la mengamat-amati setiap gerak pemimpin brigade dan ia tahu benar yang mana melakukan patroli dengan ceroboh, serta yang mana pula yang siap siaga dan berbaris teratur.”

 

Copy & edited dari @Aris faisal djamil

Massage di Bulan Ramadhan: Menjaga Kebugaran Tubuh di Tengah Ibadah Puasa

0

Foto : Dr. Didi Yudha Pranata, M.Pd. Dosen Pendidikan Jasmani/Wakil Direktur I Pascasarjana Universitas Bina Bangsa Getsempena.

Bulan suci Ramadhan merupakan momentum spiritual yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Selama satu bulan penuh, umat Muslim menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus latihan pengendalian diri. Namun di balik nilai spiritual yang tinggi tersebut, perubahan pola aktivitas, pola makan, dan pola istirahat selama Ramadhan sering kali memengaruhi kondisi fisik seseorang.

Banyak orang tetap menjalankan aktivitas harian seperti bekerja, belajar, maupun berolahraga ringan selama menjalankan ibadah puasa. Kondisi ini tidak jarang menimbulkan kelelahan tubuh, ketegangan otot, bahkan penurunan energi. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemulihan tubuh yang tepat agar kondisi fisik tetap optimal selama bulan Ramadhan. Salah satu metode yang mulai banyak diperhatikan dalam perspektif kesehatan modern adalah terapi massage atau pijat.

Dalam ilmu kesehatan dan olahraga, massage merupakan teknik manipulasi jaringan lunak tubuh seperti otot, tendon, dan ligamen yang bertujuan meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot, serta memberikan efek relaksasi pada tubuh. Terapi ini telah lama digunakan sebagai bagian dari proses pemulihan fisik setelah aktivitas olahraga maupun untuk menjaga kebugaran tubuh secara umum.

Selama bulan Ramadhan, massage dapat memberikan sejumlah manfaat penting bagi tubuh. Salah satunya adalah membantu meningkatkan sirkulasi darah. Ketika seseorang menjalani puasa, tubuh mengalami perubahan metabolisme karena asupan energi hanya diperoleh pada waktu tertentu, yaitu saat sahur dan berbuka. Melalui teknik pijatan yang tepat, aliran darah dapat menjadi lebih lancar sehingga distribusi oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh dapat berlangsung lebih optimal. Hal ini penting untuk membantu proses regenerasi sel serta menjaga fungsi organ tubuh tetap baik.

Selain itu, massage juga efektif dalam mengurangi ketegangan otot dan kelelahan fisik. Aktivitas harian yang tetap berjalan selama Ramadhan sering membuat otot mengalami kekakuan atau kelelahan. Pijatan yang dilakukan secara benar dapat membantu mengurangi penumpukan asam laktat pada otot serta meningkatkan fleksibilitas tubuh. Dalam dunia olahraga, terapi massage bahkan menjadi bagian penting dari strategi pemulihan otot agar kondisi fisik tetap prima.

Manfaat lainnya yang tidak kalah penting adalah efek relaksasi terhadap sistem saraf dan kondisi psikologis seseorang. Puasa sering kali disertai perubahan pola tidur karena adanya aktivitas sahur dan ibadah malam seperti shalat tarawih. Perubahan ini dapat menimbulkan kelelahan mental maupun stres ringan. Massage mampu merangsang sistem saraf parasimpatik yang berperan dalam menciptakan rasa tenang, nyaman, dan rileks. Dengan kondisi psikologis yang lebih stabil, seseorang dapat menjalankan aktivitas sehari-hari serta ibadah dengan lebih fokus dan khusyuk.

Di samping itu, terapi massage juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Selama Ramadhan, pola tidur yang berubah sering membuat sebagian orang mengalami kurang istirahat. Melalui stimulasi pada sistem saraf, massage dapat membantu tubuh memproduksi hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur, sehingga kualitas istirahat menjadi lebih baik. Tidur yang berkualitas tentu sangat penting untuk proses pemulihan tubuh.

Dalam perspektif kebugaran jasmani, massage juga berperan dalam menjaga fleksibilitas otot dan mobilitas sendi. Selama berpuasa, sebagian orang cenderung mengurangi aktivitas fisik karena khawatir mengalami kelelahan. Akibatnya, tubuh menjadi kurang bergerak dan otot dapat menjadi kaku. Melalui teknik manipulasi jaringan lunak, massage membantu meningkatkan elastisitas otot serta memperbaiki rentang gerak sendi sehingga tubuh tetap terasa ringan dan bugar.

Tidak hanya itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa terapi massage berpotensi meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Massage dapat membantu menurunkan hormon stres seperti kortisol serta meningkatkan aktivitas sel imun dalam tubuh. Dengan sistem imun yang lebih baik, tubuh akan lebih mampu menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa.

Melihat berbagai manfaat tersebut, massage dapat dipandang sebagai salah satu pendekatan sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan tubuh selama bulan Ramadhan. Tentu saja, terapi ini perlu dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan, serta sebaiknya dilakukan pada waktu yang tepat, seperti setelah berbuka puasa atau pada malam hari ketika tubuh sudah mendapatkan asupan energi.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan tubuh merupakan bagian penting dalam menjalankan ibadah dengan optimal. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik, ketenangan pikiran, dan kedekatan spiritual. Dalam konteks ini, terapi massage dapat menjadi salah satu cara yang membantu tubuh tetap sehat, rileks, dan bugar selama menjalani bulan suci Ramadhan.**

Femi Otedola (miliarder dari Nigeria) dalam sebuah wawancara telepon, ditanya oleh presenter radio, ini Jawabnya

0

Femi Otedola

“Tuan, apa yang dapat Anda ingat yang membuat Anda menjadi pria paling bahagia dalam hidup?”

Femi berkata:

“Saya telah melalui empat tahap kebahagiaan dalam hidup dan akhirnya saya mengerti arti kebahagiaan sejati”.

Tahap pertama adalah mengumpulkan kekayaan dan sarana.  Tetapi pada tahap ini saya tidak mendapatkan kebahagiaan yang saya inginkan.

Tahap kedua, saya mengumpulkan barang-barang berharga. Saya menyadari bahwa hal ini bersifat sementara dan kilau barang berharga tidak bertahan lama.

Tahap ketiga, tatkala mendapatkan proyek besar. Saat itu saya memegang 95% pasokan solar di Nigeria dan Afrika. Saya juga pemilik kapal terbesar di Afrika dan Asia. Sampai di sini saya tidak mendapatkan kebahagiaan yang saya bayangkan.

Tahap keempat adalah saat teman saya meminta saya untuk membelikan kursi roda untuk beberapa anak cacat. Hanya sekitar 200 anak. Atas permintaan teman, saya langsung membeli kursi roda.

Teman itu bersikeras agar saya pergi bersamanya dan menyerahkan kursi roda kepada anak-anak. Saya bersiap dan pergi bersamanya.

Di sana saya memberikan kursi roda ini kepada anak-anak ini dengan tangan saya sendiri. Saya melihat pancaran kebahagiaan yang aneh di wajah anak-anak ini. Saya melihat mereka semua duduk di kursi roda, bergerak dan bersenang-senang. “Seolah-olah mereka tiba di tempat piknik di mana mereka berbagi kemenangan jackpot”, ujarnya.

“Saya merasakan sukacita nyata di dalam diri saya. Ketika saya memutuskan untuk pergi, salah satu anak memegang kaki saya.  Saya mencoba membebaskan kaki saya dengan lembut, tetapi anak itu menatap wajah saya dan memegang kaki saya dengan erat.

“Saya membungkuk dan bertanya kepada anak itu: “Apakah Anda membutuhkan sesuatu yang lain?”

“Jawaban yang diberikan anak ini kepada saya tidak hanya membuat saya bahagia, tetapi juga mengubah sikap saya terhadap kehidupan sepenuhnya.  Anak ini berkata: “Saya ingin mengingat wajah Anda, sehingga ketika saya bertemu Anda di surga, saya akan dapat mengenali Anda dan berterima kasih sekali lagi.’

Kemurahan hati adalah bahasa yang bisa didengar oleh orang tuli dan dilihat oleh orang buta.***

SEJARAH   TERBENTUKNYA   KERAJAAN ACEH

0

Sebelum berdirinya KERAJAAN ACEH, di Aceh Besar dan Banda Aceh terdapat 5 Kerajaan Hindu yaitu : 1. Indra Jaya di Lhoek Seudu. 2. Indra Purwa di Ujong Pancu.3. Indra Patra di Ladong. 4. Indrapuri di Indrapuri. 5. Indra Purba di Lamreh- Krueng Raya.

Pada pertengahan Abad ke 11 M (1059 M) Kerajaan  Hindu Indra Jaya diserang armada angkatan laut Tiongkok/China yang dipimpin oleh LIANG KHIE dan puterinya NIAN NIO. Indra Jaya dapat ditaklukkan dan LIANG KHIE mengangkat dirinya sebagai Raja dan merubah nama Kerajaan Indra Jaya menjadi KERAJAAN SEUDU dan memindahkan pusat kerajaan dari Lhok Seudu ke PANTON BIE. cita2nya ingin menaklukkan seluruh Kerajaan Hindu di Aceh. Karena sudah tua/uzur ia digantikan oleh puterinya MAHARANI NIAN NIO.dan cita2nya dilanjutkan oleh puterinya.

Maharani Nian Nio pertama menyerang Indra Purwa.setelah ditaklukkan ia membuat benteng pertahanan di Lingke di belakang Kantor POLDA ACEH sekarang. Setelah benteng selesai diberi nama ayahnya yaitu BENTENG LIANG KHIE. Lama kelamaan LIANG KHIE disebut LINGKE oleh penduduk setempat.dari sinilah asal nama GAMPONG  LINGKE.

Setelah penyerangan dan penaklukan Kerajaan Indra Jaya oleh Liang Khie banyak rakyat Indra Jaya meninggalkan negerinya dan pergi menuju ke Kerajaan Indra Purba/Lamuri   yang rajanya bernama INDRA SAKTI. demikian pula pada masa pemerintahan Maharani Nian Nio  rakyat dipaksa memeluk Agama Budha dan dikenakan pajak tinggi sehingga rakyat pindah kenegeri lain.kemudian dari rakyat Indra Jaya inilah Raja Indra Sakti mengetahui ada pasukan China/Tiongkok. Lalu Raja Indra Sakti mengirim utusan ke Kerajaan Islam Peureulak di Bandar Khalifah untuk meminta bantuan milter dalam rangka menghadapi serangan pasukan China  bila sewaktu-waktu menyerang Kerajaan Indra Purba.

ABDULLAH KAN’AN atau SHEIKH HUDAN berasal dari Kan’an Pakestina. Sheikh tersebut tiba di Bandar Khalifah pada pertengahan Abad ke 12 M. Semasa berada di Bandar Khalifah menyarankan kepada Sultan untuk mendirikan perguruan tinggi Islam. Sarannya disetujui oleh Sultan maka dibangunlah ZAWIYAH COT KALA yang berlokasi di Bayeun-Aceh Timur dan tidak begitu jauh dari Bandar Khalifah (Peureulak). Zawiyah Cot Kala merupakan perguruan tinggi Islam pertama di Asia Tenggara.di Zawiyah Cot Kala inilah MEURAH JOHAN. Sunan Bonang. Sunan Giri mempelajari ilmu Agama Islam dan Ilmu-ilmu lainnya seperti Ilmu Penerintahan. Bela Diri dll. Guru2  di Zawiyah tersebut diantaranya adalah Abdullah Kan’an. Maulana Ishak ayahnya Sunan Giri dan Ulama2 lainnya. Alumni2 Zawiyah Cot kala menyebarkan Agama Islam ke seluruh ASIA TENGGARA.

MEURAH JOHAN adalah anak Sultan LINGE yang bernama Sultan ADI GENALI yang juga merupakan seorang Ulama yang terkenal dengan panggilan Teungku Chik Kawe Teupat. Sultan mengajarkan Ilmu Agama Islam kepada anaknya. Selain itu juga Meurah Johan belajar Ilmu Agama kepada Teungku Chik Serule. Setelah dewasa kedua guru agamanya sepakat untuk mengirim dan menyekolahkan Meurah Johan ke Zawiyah Cot Kala dan dibimbing serta diajari lansung oleh Sheikh Abdullah Kan’an dan guru-guru lainnya.

Pada Tahun 1180 M Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Johan Syah (Sultan Peureulak) mengutus delegasi sebanyak 600 personil PAI (Tentara) ke Kerajaan Hindu INDRA PURBA di Aceh Besar. Pengiriman delegasi ini untuk memenuhi permohonan bantuan Raja INDRA SAKTI dari Kerajaan Indra Purba. Delegasi dipimpin oleh Sheikh Abdulah Kan’an sebagai Ketua dan muridnya Meurah Johan sebagai Wakil untuk memimpin rombongan delegasi tersebut. Delegasi tersebut terdiri dari 500  orang PAI Kerajaan Islam Peureulak dan 100 orang dari Kerajaan LINGE.

Setiba di Kerajaan Hindu Indra Purba atau Kerajaan LAMURI.  Sheikh Abdullah Kan’an. Meurah Johan dan rombongan melatih tentara Kerajaan Indra Purba dalam bidang militer dan strategi perang dan juga mengajarkan bercocok tanam kebutuhan pokok seperti menanam padi dan lain2 sebagai persiapan logistik Kerajaan bila terjadi serangan dari bala tentara Maharani Nian Nio. Bimbingan bercocok tanam diikuti juga oleh masyarakat setempat. Selain itu Sheikh Abdullah Kan’an atau Sheikh Hudan juga memperkenalkan Budidaya TANAMAN LADA yang kelak dimasa mendatang menjadi tanaman primadona dan diminati oleh bangsa2 Eropah.atas jasanya tersebut Sheikh Abdullah Kan’an diberi Gelar Bapak LADA ACEH oleh masyarakat Aceh saat ini.

Masyarakat setempat memperhatikan dan melihat delegasi dari Kerajaan Islam Peureulak dan Kerajaan Linge mempunyai tingkah laku.sifat dan tatakrama yang sopan dan sangat ramah sehingga masyarakat setempat tertarik dan akhirnya memeluk Agama Islam.

Diperkirakan akhir Abad ke 12 M terjadi serangan besar2an tentara Tiongkok/China yang dipimpin lansung oleh Maharani Nian Nio  dan dihadang dan dilawan oleh tentara koalisi Kerajaan Hindu Indra Purba. Kerajaan Hindu Indra Patra. Kerajaan Islam Peureulak dan karajaan Linge dibawah pimpinan Sheikh Abdullah Kan’an dan muridnya Meurah Johan. Pertempuran dahsyat dan sengit terjadi di sepanjang pantai Alue Naga sampai dengan Krueng Raya. Akhirnya pertempuran tersebut dimenangkan oleh tentara Koalisi.

Setelah kemenangan tersebut Raja INDRA SAKTI dan Keluarga memeluk Agama Islam dan kemudian diikuti pula oleh rakyatnya. Kemudian Raja Indra Sakti menikahkan anaknya PUTROE BLIENG INDRA KESUMA dengan Panglima perang yang cerdas dan gagah perkasa MEURAH JOHAN. Kemudian diketahui pula oleh Syeikh Abdullah Kan’an bahwa Maharani Nian Nio juga jatuh cinta kepada Meurah Johan. Lalu Sheikh Abdullah Kan’an mengambil inisiatif untuk melobi Raja Indra Sakti dan keluarga terutama Putroe Blieng Indra Kesuma perihal jatuh cintanya Maharani Nian Nio kepada Meurah Johan yang merupakan suami Putroe Blieng Indra Kesuma yang baru saja menikah. Dengan keahlian dan kepiawian Sheikh Abdullah Kan’an menjelaskan tentang manfaat jangka panjang bila pernikahan kedua Meurah Johan dengan Maharani Nian Nio.maka Raja Indra Sakti dan keluarga terutama Putroe Blieng Indra Kesuma dapat menyetujuinya. Akhirnya Maharani Nian Nio menikah dengan Meurah Johan dan memeluk Agama Islam bersama seluruh petinggi dan tentaranya. serta rakyat Kerajaan SEUDU atau Indra Jaya seluruhnya.

Pada tanggal 22 April 1205 M di Benteng Liang Khie dilakukan perayaan kemenangan dan sekaligus Pengumuman berdirinya KERAJAAN ACEH yang wilayahnya terdiri dari wilayah Kerajaann Indra Jaya. Indra Purwa. Indra Patra. Indra Purba dan Indra Puri. Acara perayaan kemenangan dan pengumuman berdirinya Kerajaan Aceh dihadiri oleh Kerajaan Samudra Pasai. Linge. Jaya dan Pedir (Pidie) dll. Tanggal berdirinya Kerajaan Aceh 22 April 1205 M dihitung mulainya berdirinya Kota Banda Aceh dan sekarang diperingati setiap tahunnya oleh Pemerintah Daerah Kotamadya Banda Aceh.

Selain itu tanggal 22 April 1205 M juga merupakan tanggal pengangkatan dan penetapan MEURAH JOHAN sebagai Sultan pertama Kerajaan Aceh dengan gelar SULTAN ALAIDIN JOHAN SYAH dan penetapan SHEIKH ABDULLAH KAN’AN sebagai Kadhi Malikul Adhil pertama Kerajaan Aceh.

Setelah berakhir masa jabatannya. Sheikh Abdullah Kan’an dan keluarga tinggal  di Gampong ( Desa) LAMPEUNEUEN Kabupaten Aceh Besar dengan kegiatan sehari2 mengajar masyarakat setempat tentang Ilmu Agama Islam sehingga beliau digelar pula oleh masyarakat Aceh dengan gelar TEUNGKU CHIK LAMPEUNEUEN. Sheikh Abdullah Kan’an berpulang kerahmatullah dan dimakamkan bersama anggota keluarganya di  Gampong Lampeuneuen Kabupaten Aceh Besar.

Apakah saudara-saudara pernah menziarahi makam SHEIKH ABDULLAH KAN’AN yang dimakamkan di Gampong Lampeuneuen Aceh Besar yang telah berjasa mendirikan Kerajaan Aceh dan meng Islam kan masyarakat Aceh Besar  Banda Aceh dan sekitarnya  ?. (NE. Banda Aceh. 31 Desember 2024 M).

GERHANA BULAN 7–8 SEPTEMBER 2025, “ANTARA FISIKA dan PESAN ILAAHI”

0

Oleh: Khawaled, S.Pd.I

(Pendidik dan pemerhati integrasi sains dan agama)

RAKYAT Indonesia akan disuguhkan fenomena langit yang menakjubkan pada malam Sabtu hingga dini hari Minggu, 7–8 September 2025: Gerhana Bulan Total, atau yang sering disebut Blood Moon. Fenomena ini tidak hanya menggugah dari sisi ilmiah, tetapi juga sarat dengan makna spiritual yang mendalam dalam ajaran Islam.

🌌 Pengantar Fenomena Gerhana
Menurut informasi dari para astronom, gerhana ini akan terlihat jelas dari sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Fase awal penumbra akan dimulai pada pukul 22.26 WIB, dan puncak gerhana total terjadi sekitar pukul 01.11 WIB. Pada puncaknya, Bulan akan tampak berwarna merah gelap akibat pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer Bumi.

⚙️ Gerhana Bulan dalam Perspektif Fisika
🔭 Bagaimana Gerhana Terjadi?

Gerhana bulan terjadi saat posisi Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga cahaya matahari yang seharusnya menyinari Bulan terhalang oleh Bumi. Ketika Bulan sepenuhnya memasuki bayangan inti (umbra) Bumi, terjadilah gerhana total.

📘 Hukum Fisika yang Relevan:

1. Hukum Gerak Newton (Hukum I, II, III)
Gerhana bulan hanya mungkin terjadi karena posisi Bumi dan Bulan bergerak dalam orbit tertentu secara periodik dan stabil. Hukum Newton menjelaskan bagaimana gravitasi menjaga Bulan tetap mengorbit Bumi dan Bumi mengorbit Matahari.

2. Hukum Gravitasi Universal (Newton)
Gaya tarik-menarik antara Bumi, Bulan, dan Matahari menciptakan sistem keseimbangan yang memungkinkan fenomena seperti gerhana bisa terjadi secara teratur.

3. Hukum Pembiasan dan Hamburan Cahaya (Optika)
Warna merah pada Bulan saat gerhana terjadi karena hamburan Rayleigh: cahaya biru tersebar oleh atmosfer Bumi, sementara cahaya merah diteruskan dan membelok menuju Bulan.

Ini mirip dengan mengapa langit tampak biru di siang hari dan merah saat matahari terbenam.

4. Hukum Kepler tentang Gerak Planet

Gerhana hanya terjadi saat Bulan berada di simpul orbit (node)—titik di mana orbit Bulan memotong ekliptika Bumi. Kepler menjelaskan mengapa hanya pada titik tertentu gerhana bisa terjadi.

Dengan demikian, gerhana adalah bukti nyata bahwa alam semesta tunduk pada hukum fisika yang sangat teratur dan presisi, jauh dari kebetulan.

📖 Makna Gerhana dalam Perspektif Islam

Islam memandang gerhana bukan sebagai pertanda bencana, melainkan sebagai tanda kekuasaan Allah SWT. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“Dan apabila bulan telah hilang cahayanya, dan matahari dan bulan dikumpulkan.”
(QS. Al-Qiyamah: 8–9)

Ayat ini mengisyaratkan kekuasaan Allah atas peredaran benda langit, dan mengingatkan manusia akan keterbatasan dirinya di hadapan Sang Pencipta. Gerhana adalah saat yang tepat untuk memperbanyak zikir, doa, dan muhasabah.

🕌 Shalat Gerhana: Tanda Ketaatan Umat
Rasulullah SAW memberikan teladan bahwa saat terjadi gerhana, umat Islam dianjurkan melaksanakan shalat khusuf (gerhana bulan). Dalam hadits disebutkan:

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena mati atau hidupnya seseorang. Maka jika kalian melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalatlah dan bersedekahlah.”

(HR. Bukhari dan Muslim) Shalat gerhana bukan sekadar ibadah sunnah, tapi juga bentuk refleksi ketaatan, menyadari bahwa di balik segala keteraturan alam, ada kehendak Tuhan yang mengatur segalanya.

🧠 Integrasi Sains dan Iman

Gerhana bulan 7–8 September 2025 adalah momentum berharga untuk merefleksikan hubungan antara ilmu pengetahuan dan keimanan. Fisika menjelaskan bagaimana gerhana terjadi—dengan angka, hukum, dan teori. Sementara Al-Qur’an dan hadits mengajarkan mengapa manusia harus merenungi dan mengambil pelajaran dari ciptaan-Nya.

Di sinilah letak keindahan integrasi antara sains dan agama: keduanya tidak saling meniadakan, tetapi saling melengkapi dalam memandang semesta.

🎓 Pesan untuk Dunia Pendidikan

Sebagai pendidik, kita memiliki tanggung jawab untuk menanamkan pada generasi muda bahwa belajar sains bukanlah menjauh dari agama, melainkan bentuk rasa syukur atas kebesaran ciptaan Allah. Pembelajaran tentang gerhana bisa menjadi sarana mengenalkan tata surya, hukum fisika, serta nilai spiritual sekaligus.

🌠 Penutup: Gerhana sebagai Cermin Kehidupan
Gerhana adalah saat di mana terang tertutup sementara, namun bukan hilang. Ia mengingatkan kita bahwa setiap kegelapan memiliki ujung, dan setiap keteraturan alam adalah tanda cinta Sang Pencipta kepada ciptaan-Nya.

Mari kita manfaatkan gerhana bulan ini bukan hanya sebagai tontonan langit, tetapi juga sebagai ladang tadabbur, ilmu, dan amal. Karena di balik gelapnya langit malam, tersimpan cahaya ilmu dan hidayah bagi yang mau merenung.

Gerhana Bulan Total – 7–8 September 2025 (malam hari yaitu malam minggu menuju malam senin)

Tanggal: Malam 7 September 2025, berlanjut ke dini hari 8 September 2025 .

Waktu pengamatan di Indonesia (WIB)
Mulai penumbra: sekitar pukul 22.28 WIB .
Mulai sebagian: sekitar 23.27 WIB
Mulai totalitas (gerhana penuh): sekitar 01.11–01.12 WIB
Puncak gerhana: sekitar 01.53 WIB
Akhir totalitas: sekitar 02.33 WIB
Akhir penumbra: sekitar 03.55 WIB .
Durasi totalitas: Sekitar 82 menit (1 jam 22 menit) .
Lokasi pengamatan: Seluruh Indonesia (termasuk Aceh), juga Asia, Australia, Afrika, dan Eropa .
Fenomena terlihat: Di tengah malam, Bulan akan tampak berwarna merah darah (Blood Moon) selama fase totalitas.

Ringkasan Waktu Gerhana Bulan Total 2025 (untuk Indonesia)

Peristiwa Tanggal & Waktu (WIB)
Gerhana Bulan Total Malam 7 September → dini hari 8 September 2025
Mulai penumbra Sekitar 22.28 WIB
Mulai sebagian Sekitar 23.27 WIB
Mulai totalitas Sekitar 01.11 WIB
Puncak gerhana Sekitar 01.53 WIB
Akhir totalitas Sekitar 02.33 WIB
Akhir penumbra Sekitar 03.55 WIB.
(Khawaled, S.Pd.I Pendidik dan pemerhati integrasi sains dan agama)

Definisi Sukses Versi Purbaya : Mati Masuk Surga !

0

Spiritual Motivations MUN-Solutions

Dalam dunia yang dikuasai angka, grafik, dan laporan keuangan, definisi sukses sering kali diukur dengan seberapa tinggi seseorang mampu menaikkan kurva kekayaannya. Banyak yang menganggap sukses berarti memiliki rumah megah, jabatan prestisius, rekening gemuk, atau bahkan pengaruh besar di ruang publik. Namun, di tengah hiruk-pikuk dunia yang penuh kompetisi ini, pernyataan dari Menteri Purbaya Yudhi Sadewa mengguncang paradigma banyak orang: “Definisi sukses adalah mati masuk surga.”

Pernyataan ini sederhana, namun sangat dalam secara spiritual dan ilmiah. Ia menembus batas antara ekonomi dan eskatologi, antara dunia yang sementara dan kehidupan yang abadi. Kalimat itu mengandung pesan bahwa kesuksesan sejati bukan hanya tentang apa yang dicapai di dunia, melainkan tentang apa yang dibawa ke akhirat.

1. Perspektif Spiritual: Sukses yang Melampaui Dunia

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: “Barang siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung (sukses).”
(QS. Ali Imran: 185)

Ayat ini menegakan bahwa keberhasilan duniawi hanyalah sementara, sedangkan keberhasilan sejati adalah keselamatan di akhirat. Dalam pandangan Islam, sukses bukan sekadar having more, tetapi being more, menjadi pribadi yang lebih berarti, lebih bermanfaat, dan lebih dekat kepada Tuhan.

Rasulullah SAW juga bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)

Dengan demikian, sukses bukanlah tentang seberapa banyak kita mengambil dari dunia, tetapi seberapa banyak kita memberi kepada dunia dengan niat karena Allah.

2. Perspektif Ilmiah dan Psikologis: Transendensi sebagai Puncak Aktualisasi

Dalam teori psikologi modern, khususnya piramida kebutuhan Abraham Maslow, puncak kebutuhan manusia bukan lagi aktualisasi diri, melainkan transendensi, kebutuhan untuk melampaui diri sendiri dan terhubung dengan sesuatu yang lebih besar, yakni Tuhan atau makna hidup yang luhur.

Maslow pada masa akhir hidupnya menyadari bahwa manusia tidak akan pernah benar-benar bahagia hanya dengan pencapaian material. Kebutuhan spiritual, rasa makna, dan kontribusi sosial merupakan unsur utama kebahagiaan yang otentik.

Oleh karena itu, ketika Purbaya menyebut “mati masuk surga” sebagai definisi sukses, ia sesungguhnya sedang menegaskan puncak kesadaran transendental, titik tertinggi di mana seseorang menilai hidupnya bukan dari pencapaian finansial, tetapi dari nilai moral, kebermanfaatan, dan keikhlasan amal.

3. Sukses Dunia: Jalan Menuju Akhirat

Islam tidak menolak sukses dunia. Justru, dunia adalah ladang amal. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Dunia adalah ladang bagi akhirat.” Artinya, setiap kesuksesan duniawi, kekayaan, ilmu, jabatan, kekuasaan, menjadi bermakna hanya bila digunakan untuk menebar manfaat dan mendekatkan diri kepada Allah. Orang kaya yang dermawan, pejabat yang adil, pengusaha yang amanah, guru yang ikhlas, mereka semua sedang menanam benih sukses akhirat melalui peran duniawi mereka.

Sebagaimana firman Allah: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.” (QS. Al-Qashash: 77)

Ayat ini menegaskan keseimbangan: dunia bukan tujuan, tetapi kendaraan menuju surga.

4. Transformasi Konsep Sukses: Dari Ego ke Makna

Banyak orang sukses secara duniawi, namun hampa secara spiritual. Mereka memiliki segalanya, tapi kehilangan ketenangan. Sebaliknya, banyak orang sederhana yang hidupnya penuh kedamaian karena mereka menemukan makna hidup di jalan kebaikan.

Keberhasilan spiritual menuntut perubahan orientasi dari egoistik menjadi altruistik, dari memiliki menjadi memberi, dan dari menonjolkan diri menjadi menundukkan hati. Di sinilah letak kebijaksanaan sejati seorang pemimpin, seperti pesan Purbaya: “Berbuat baik ke sesama adalah bagian dari sukses itu sendiri.”

5. Kesimpulan: Sukses Sejati Adalah Keselamatan

Definisi sukses versi Purbaya, “mati masuk surga”, seolah mengembalikan kesadaran manusia kepada fitrah penciptaannya: “hidup bukan sekadar untuk berkompetisi, tetapi untuk berkontribusi; bukan sekadar untuk berkuasa, tetapi untuk berbakti.”

Sukses dunia memang sangat penting, tapi ia hanya akan sangat berarti bila menjadi jembatan menuju sukses akhirat. Karena pada akhirnya, sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW: “Orang yang cerdas adalah yang mampu menundukkan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.” (HR. Tirmidzi)

Maka, definisi sukses sejati bukan sekadar meninggalkan jejak di bumi, tetapi meninggalkan cahaya di langit. Pesan MUN-Solutions:

“Sukses sejati bukan diukur dari berapa banyak yang kita miliki, tetapi dari berapa banyak hati yang kita sentuh dan amal yang kita bawa pulang menuju keabadian.”

Dugaan Pemalsuan dokumen Akademik Jokowi Presiden ke-7, Rismon Sianipar siap Berhadapan Dengan Hukum

0

MEDIANAD.COM – Rismon Sianipar, ahli forensik digital, menegaskan kesiapannya berhadapan dengan hukum setelah melaporkan dugaan pemalsuan dokumen akademik Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Dalam diskusi di kanal YouTube Marilok, ia menantang Jokowi membuktikan keaslian ijazah secara terbuka dan siap membawa pertarungan ini ke pengadilan.

Rismon menyoroti laporan laboratorium forensik Bareskrim Polri yang menyimpulkan ijazah Jokowi asli sebagai “prematur dan tidak ilmiah”. Menurutnya, metode yang digunakan—seperti mengandalkan “perabaan tekstur kertas”—tidak memenuhi standar keilmiahan.

“Kalau bicara keaslian, harusnya ada uji paper dating, kromatografi tinta, atau analisis mikroskopis. Ini dokumen 40 tahun, tapi kertasnya masih putih bersih seperti baru. Mana logikanya?” tegas Rismon, merujuk pada lembar pengesahan skripsi Jokowi di UGM.

Ia juga membeberkan kecurigaan manipulasi dalam kasus lain, seperti Jessica Wongso dan Vina Cirebon, di mana ia menduga ada rekayasa bukti digital oleh oknum kepolisian.***

Popular Posts

My Favorites

Babinsa 07 Gampong Kuta Barat Bantu Warga Binaan Rawat Tanaman Cabai,...

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Babinsa 07 Gampong Kuta Barat Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang, Sertu Darwis, menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat dengan turun langsung...