Nasional

Beranda Nasional
Berita Nasional

Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat: Biaya Perang Itu Mahal. Biaya Merawat Perdamaian Lebih Mahal

0
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false}

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Mengecam pernyataan anggota DPR RI Benny K. Harman yang kembali menyeret-nyeret isu Aceh dan MoU Helsinki dalam rapat Badan Legislasi DPR RI.

Menurut Bang Jack, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Benny tidak memahami sejarah panjang perjuangan rakyat Aceh dan konteks lahirnya perjanjian damai Memorandum of Understanding (MOU) Helsinki tersebut.

Bang Jack menjelaskan bahwa MoU Helsinki bukan terjadi secara tiba-tiba, tetapi merupakan hasil dari peperangan dan konflik bersenjata lebih dari tiga puluh tahun atau tiga dekade lebih yang lahir akibat tuntutan keadilan rakyat Aceh kepada Republik Indonesia.

Kalau hari ini ada yang berbicara seakan-akan MoU Helsinki itu hal remeh dan tidak penting, itu artinya ia tidak memahami penderitaan dan sejarah panjang Bangsa Aceh,” tegas Bang Jack Libya dengan nada tinggi.

Kami memahami kritik-kritik terhadap efektifitas atau akuntabilitas implementasi dana Otonomi Khusus (Otsus) yg belum maksimal.

“Tetapi politisi di senayan juga harus paham bahwa kepemimpinan di Aceh juga dari Partai Nasional (Parnas). Bahkan dipuncak terbanyak dana otsus Gubernurnya dari Partai yg sama dengan Benny K Harman.”

Mantan Ajudan Pribadi Tgk Hasan Muhammad di Tiro (Hasan Tiro) mengingatkan bahwa perjanjian damai itu tersusun dengan penuh pengorbanan dan menjadi titik balik bagi stabilitas nasional saat ini.

Lebih khusus, Bang Jack menyinggung posisi Benny K Harman yang merupakan Kader Partai Demokrat, partai yang didirikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tokoh penting di balik lahirnya Memorandum of Understanding ( MoU ) Helsinki bersama Wakil Presiden saat itu, Jusuf Kalla.

Seharusnya sebagai politisi senior partai Demokrat, beliau lebih memahami makna dan sejarah lahirnya MoU Helsinki. Itu era presiden Pak SBY yang juga pimpinan beliau sendiri di partai berlambang Mercy tersebut. Jangan sampai ketidaktahuan ini melukai hati seluruh Bangsa dan rakyat Aceh,” ujar Bang Jack Libya.

Bang Jack mengungkapkan, siapapun yang berbicara tentang Aceh harus memahami history dan fakta sejarah Aceh, bukan hanya sekedar berkomentar tanpa pengetahuan Yang mendalam “MoU Helsinki adalah fondasi kestabilan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Itu harga diri rakyat Aceh. Pernyataan yang meremehkan MoU Helsinki tidak hanya keliru, tetapi berpotensi membuka kembali luka lama. Kami meminta semua pihak menjaga sensitivitas dan menghargai sejarah penjang perjuangan Bangsa Aceh,” tutup Bang Jack Libya.(*)

Dr Marwan MPd Memperoleh ISMAPI AWARD 2025 Kategori “Pengurus Berkinerja Baik”

0

MEDIANAD.COM,  PADANG – Ikatan Sarjana Manajemen Adminstrasi Pendidikan (ISMAPI), gelar Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) ISMAPI (Ikatan Sarjana Manajemen/Administrasi Pendidikan Indonesia) dan Mukernas APMAPI XIII (Asosiasi Prodi Manajemen/Administrasi Pendidikan Indonesia) di Ballroom UNP Hotel & Convention Center, Jln. Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat, Padang sejak 12 November 2025.
Dan dilanjutkan hingga Jum’at (14-11-2025) dengan agenda Rapat Pleno di tempat terpisah yakni Pandan View, Kawasan Wisata Mandeh, Tarusan, Pesisir Selatan, Padang Sumatera Barat.

Rapat kerja yang diikuti semua anggota Asosiasi Prodi Manajemen dan Administrasi Pendidikan Indonesia (APMAPI) ini, juga memberikan anugerah berupa APMAPI-ISMAPI AWARS 2025 kepada sejumlah tokoh. Termasuk Dr Marwan M.Pd yang dinilai sukses menjalankan tugas sebagai Rektor Universitas Almuslim Peusangan Bireuen, dan menjalankan Pendidikan Manajemen Administrasi Pendidikan di kampus waqaf Matangglumpangdua Bireuen.

Dalam keterangan yang disampaikan pada Humas Umuslim (laman https://umsulim.ac.id ), Dr Marwan menyatakan bersyukur atas penghargaan yang diberikan ini. Dan ini membuktikan, kampus dan program pendidikan serta keikutsertaan aktif di kancah ilmiah nasional dari akademisi dan mahasiswa Umuslim, diakui dalam penghargaan ini.

ISMAPI juga memandang, kampus yang kita jalankan di Matangglumpangdua Bireuen ini unik sebagai kampus Waqaf dan beberapa kali menjadi kampus swasta terbaik di Provinsi Aceh.

“Maka, saya diberi award, langsung oleh Ketua ISMAPI Pusat, Prof Dr Ibrahim Bafadal MPd, untuk kategori “Pengurus ISMAPI Berkinerja Baik” ujar Doktor Manajemen Pendidikan dari Unimed ini.

Ini menjadi tantangan dan beban berat ke depan. Apalagi kampus kita Almuslim ini, saat ini menjadi sorotan, dengan berbagai prestasinya, pungkas Dr Marwan.

Dari catatan Raker yang dikirim ke redaksi, ada beberapa poin yang penting dalam Raker dan Pleno ISMAPI 2025 menghasilkan beberapa rekomendasi, diantaranya; ISMAPI perlu memperkuat kemitraan di tingkat daerah dan nasional. Maka untuk memperluas keanggotaan dan relevansi.

Juga, dirasa perlu adanya Program Pengembangan Keprofesian dengan mengembangkan program pelatihan yang melayani kepala sekolah, pengawas, operator, dan tenaga administrasi sekolah. Pelatihan ini dapat dilakukan melalui kemitraan dengan BBGP dan BBPMP.

Dan Ismapi berkiprah di kampus/sekolah, maka perlu perlu meningkatkan publikasi hasil riset dan diseminasi ke masyarakat dalam bahasa yang mudah dipahami pengguna, yang tujuannya memperkuat peran ISMAPI dalam memberikan kontribusi nyata pada pengembangan manajemen pendidikan. (WM)

Hiburan Musik Etnik akan Digelar di Taman Bustanulssalatin Banda Aceh, “Berlangsung Tanggal 24 hingga 26 November 2025”

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Pagelaran hiburan Musik Etnik tersebut juga digelar dalam rangka meyambut Hari Sumpah Pemuda (HSP) tahun 2025
Dimana paguyuban ( Komunitas) yang ada di Aceh akan tampil membawa musik dan tari daerah masing – masing, “seperti Aceh sendiri,Sunda,Padang ,Kalimantan, Tionghoa dan banyak lagi musik dan tari tradisional yang ada di Indonesia yang akan tampil nantinya,” ungkap Yuka salah satu unsur panitia, lewat siaran Pers yang diterima awak media di Banda Aceh, Kamis (23/10) malam.

Sembari menambahkan, ada guest star asal Aceh yang akan tampil memeriahkan kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini tersebut yakni, “Bergek , Cut Zuhra , Kaka Alfarisi dan Zin Chaca mereka semua dipastikan akan tampil di pagelaran musik Etnik 2025”, kata Yuka.

Bukan hanya itu, juga ada UMKM yang hadir pada kegiatan hari sumpah pemuda nanti
Yuka juga mengajak seluruh warga kota Banda Aceh untuk datang beramai ramai menyaksikan sekaligus memeriahkan pagelaran musik etnik 2025.

“Ayo! Ke taman Bustanulssalatin pada tanggal 24 sd 26 November tahun ini untuk menyaksikan pagelaran musik etnik 2025,”sebut Yuka.

Sementara itu, Show director pagelaran musik etnik Ervanda mengatakan akan menampilkan banyak koloborasi musik etnik nantinya.Bukan hanya musik etnik yang ada di di daerah, tapi juga akan menampilkan etnik Tionghoa yang ada di Banda Aceh.

“Jadi koloborasi ini menjadi menarik untuk disaksikan, yang pasti penonton terhibur dengan kegiatan kita ini,” kata Ervanda.

“Nantinya juga ada penyanyi Aceh yang turut memeriahkan pagelaran musik etnik , ada Bergek , Cut Zuhra dan Kaka Alfarisi,” tutup Ervanda. (*)

Babinsa Koramil 01/Sukajaya Dukung Ketahanan Pangan dengan Bantu Distribusi Pupuk

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan di wilayah binaannya, Babinsa 09 Gampong Cot Ba’U, Koramil 01/Sukajaya, Kodim 0112/Sabang, Sertu Eka Rahmadsyah Putra membantu warga mengangkat pupuk bantuan dari Dinas Pertanian. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (1/10/2025) di Jurong Cot Manceng, Gampong Cot Ba’U.

Bantuan pupuk yang disalurkan berupa Pupuk NPK merk Bellarusia. Pupuk ini memiliki kandungan unsur hara penting seperti Nitrogen, Phospate, dan Kalium, yang berfungsi mendukung pertumbuhan batang, daun, serta buah tanaman. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan dorongan semangat sekaligus memastikan pupuk tersebut benar-benar sampai ke tangan petani yang membutuhkan.

Sertu Eka Rahmadsyah Putra mengatakan, peran Babinsa tidak hanya sebatas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian. “Kami selalu siap membantu masyarakat, termasuk dalam hal pendistribusian pupuk ini, agar bisa digunakan secara maksimal untuk meningkatkan hasil panen,” ujarnya.

Program ketahanan pangan sendiri menjadi salah satu fokus utama TNI AD bersama pemerintah daerah. Kehadiran Babinsa di lapangan tidak hanya memberikan pendampingan teknis, tetapi juga mendorong petani agar lebih termotivasi dalam mengelola lahan pertanian secara optimal.

Dengan adanya dukungan berupa pupuk dan pendampingan dari Babinsa, diharapkan produktivitas pertanian di Gampong Cot Ba’U dapat meningkat. Hal ini tentunya akan berdampak positif pada ketersediaan pangan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan. Melalui kerja sama yang solid, diharapkan ketersediaan pangan di wilayah Kota Sabang dapat terjaga sekaligus mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(man)

New Zealand Tunjukkan Minat Terhadap FTZ Sabang

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Wakil Duta Besar Selandia Baru (New Zealand) Giselle Larcombe berkunjung ke Sabang untuk meninjau langsung penerapan Free Trade Zone (FTZ) di kawasan tersebut, Rabu, 24 September 2025.

Selain menyoroti potensi FTZ, kunjungan ke Aceh juga bertujuan melihat situasi provinsi ini pasca konflik dan tsunami. Sebelumnya, telah berlangsung diskusi antara Kedutaan India dan Kedutaan New Zealand mengenai keberadaan FTZ Sabang.

“Beberapa waktu lalu ada pembicaraan antara Wakil Duta Besar India dengan Duta Besar New Zealand, sehingga kunjungan kami ke FTZ Sabang menjadi langkah penting untuk melihat langsung perkembangannya,” ujar Giselle Larcombe dalam pertemuan bersama Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS).

Turut mendampingi Giselle, delegasi Kedutaan New Zealand yakni Emma Harman (Sekretaris Pertama bidang Politik), Tim Chao (Liaison Officer Irregular Migration New Zealand Police), dan Awan Poesoro (Policy Advisor bidang Politik dan Keamanan New Zealand Police).

Dalam sesi diskusi, Emma Harman menanyakan kondisi keamanan di Sabang serta sejak kapan status FTZ mulai berlaku. Menjawab hal tersebut, Kepala BPKS Iskandar Zulkarnaen menjelaskan bahwa FTZ di Sabang telah ditetapkan sejak tahun 2000. Namun, hingga kini penerapannya belum berjalan maksimal karena masih minimnya investor yang masuk.

“Sejak beberapa tahun terakhir, BPKS terus melakukan promosi dan membuka peluang investasi untuk mengembangkan kawasan Sabang,” terang Iskandar.

Iskandar bersama Direktur Promosi BPKS, Maya Safira, turut memaparkan berbagai potensi unggulan di Sabang, baik di Kota Sabang maupun di Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Potensi tersebut mencakup sektor pelabuhan, perikanan, perdagangan, FTZ, hingga pariwisata.

Lebih lanjut, Iskandar menyinggung bahwa melalui jalur diplomasi, Perdana Menteri India telah menyampaikan minat pengelolaan dan pengembangan Pelabuhan Sabang langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

“Kami bersama Gubernur Aceh telah menindaklanjuti rencana investasi India ini dengan kementerian terkait,” tambahnya.

Usai diskusi yang berlangsung hangat di Ruang Rapat Pimpinan BPKS, rombongan delegasi New Zealand meminta untuk ditunjukkan langsung potensi Pelabuhan Sabang. Saat berkunjung ke Pelabuhan CT3, mereka mengaku kagum atas kapasitas dan prospeknya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Deputi Pengawasan Ridha Amri, Direktur Promosi Maya Safira, Kepala Biro Umum dan Humas R. Maulana W., Kepala Unit Manajemen Pelabuhan Zulkarnaini, serta sejumlah staf teknis BPKS lainnya.(man/*)

Polres Sabang Gelar Shalat Ghaib untuk Almarhum Affan Kurniawan Bin Zulkifli dan Doa Bersama Keselamatan Petugas Keamanan

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Polres Sabang melaksanakan Shalat Ghaib berjamaah untuk almarhum Affan Kurniawan Bin Zulkifli, pengendara ojek online yang wafat dalam aksi unjuk rasa di DPR. Selain itu, kegiatan ini juga dirangkai dengan doa bersama untuk keselamatan para petugas keamanan yang tengah menjalankan tugas.

Shalat Ghaib berlangsung di Masjid Baiturrahim, Gampong Kuta Timu, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Jum’at (29/08/2025).

Kapolres Sabang AKBP Sukoco, S.ST, MM, M.Mar, M.Tr.SOU, M.Han, bersama Wakapolres Sabang Kompol Teuku Muhammad, Pejabat Utama (PJU) Polres Sabang, personel jajaran, serta masyarakat sekitar ikut dalam pelaksanaan shalat ghaib. Bertindak sebagai imam adalah Bripka Edi Saputra.

Kapolres Sabang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa duka cita atas meninggalnya almarhum, sekaligus mendoakan keselamatan para petugas keamanan.

“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Kami juga berdoa agar seluruh petugas keamanan senantiasa diberikan perlindungan dalam melaksanakan tugas,” ujarnya.

Suasana shalat ghaib dan doa bersama berlangsung khidmat serta penuh kekhusyukan. Kegiatan ini juga menjadi wujud solidaritas antara Polres Sabang dan masyarakat, dengan harapan terciptanya kedamaian dan keselamatan bagi semua.(*/man)

Muzakir Manaf Menerima Penghargaan keberhasilan program perumahan dari Kementerian perumahan dan kawasan pemukiman

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf Menerima penghargaan atas keberhasilan program pembangunan rumah di provinsi Aceh dari kementerian perumahan dan kawasan pemukiman pada acara peringatan hari perumahan nasional tahun 2025.

Acara penyerahan penghargaan tersebut berlangsung diruang kementerian PKP, MH ,Tamrin Menteng Jakarta pusat pada Senin (25 /8/2025).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi komitmen dan keberhasilan pemerintah Aceh dalam program pembangunan perumahan yang berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat .kementerian perumahan dan kawasan pemukiman telah menilai langkah strategis yang dijalankan oleh gubernur Aceh Muzakir Manaf dalam menata kawasan pemukiman serta menyediakan rumah layak huni yang telah memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Aceh.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf pada media menyampaikan, rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh pemerintah pusat dan kita berkomitmen untuk terus meningkatkan keberlanjutan pembangunan perumahan yang inklusif.

Penghargaan tersebut merupakan motivasi bagi kami untuk mempercepat pembangunan perumahan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar namun juga harus mendukung kebutuhan hidup masyarakat Aceh kata Muzakir Manaf yang didampingi oleh kadis PKP Aceh Dr.T Aznal Zahri.

Hari perumahan nasional yang dilaksakan setiap tahun merupakan momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bersama sama mengakselerasi penyediaan rumah yang layak huni dan terjangkau seluruh Indonesia dan ini menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memprogramkan serta mengembangkan inovasi kebijakan pembangunan perumahan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat .(ml)

Cegah Ascariasis Melalui Perantaraan Tanah, Poltekkes Kemenkes Aceh Laksanakan Pengabdian Pada  Masyarakat di Gp.Jawa Banda Aceh

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Ascariasis merupakan infeksi cacing Ascaris lumbricoides yang ditularkan melalui tanah (Soil￾Transmitted Helminth/STH), yaitu sekelompok penyakit yang disebabkan oleh cacing parasit yang ditularkan melalui tanah yang terkontaminasi.

Sayangnya, penyakit ini merupakan penyakit tropis
terabaikan atau Neglected Tropical Disease (NTDs). Ascariasis disebabkan oleh termakan telur cacing tersebut.

Hal ini bisa terjadi jika tangan atau jari yang sudah terkontaminasi kotoran dimasukkan ke dalam mulut, atau karena memakan sayur atau buah yang tidak dikupas, dicuci, atau dimasak dengan hati-hati.

Tanah merupakan salah satu perantara infeksi kecacingan, karena tanah permukaan merupakan tempat hidup telur cacing yang dapat bertahan dalam waktu yang lama.

Tinja dari penderita kecacingan merupakan sumber penting untuk kontaminasi tanah.

Tim Pengabdian Masyarakat dari Poltekkes Kemenkes Aceh yang diketuai Rahmayanti,S.Pd.,M.Pd, dengan anggota Dr. Abdurrahman, SKP., M.Pd serta Erlinawati, SKM., M.Kes bersama dengan empat orang mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh Jurusan Teknologi Laboratorium Medis pada tanggal 14 Agustus 2025 lalu, telah melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan judul Edukasi Masyarakat Menuju Bebas Penyakit Ascariasis yang Ditularkan Melalui Perantaraan Tanah Halaman Rumah Di Dusun Tengku Muda Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan kelompok sasaran adalah ibu-ibu yang mempunyai balita dan anak usia sekolah dasar.

Ketua tim pengabdian Masyarakat Ibu Rahmayanti, S.Pd., M.Pd menyampaikan bahwa edukasi tentang Ascariasis ini sangat penting untuk diberikan kepada masyarakat karena bahaya ascariasis sangat serius, cacing ini dapat menyumbat usus, menyebabkan gangguan pencernaan, kram perut, muntah, dan bahkan perforasi usus yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik.

Infeksi ascariasis juga dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak karena gangguan penyerapan nutrisi serta menyebabkan penurunan daya tahan tubuh, sehingga anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit lain.

Pj. Keuchik Gampong Jawa bapak Yuswanda Yusri, SE., MM sangat menyambut baik kegiatan ini dan berharap sinergi dan kerjasama yang sudah terjalin ini dapat terus berlanjut demi meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat, kegiatan ini juga mendorong kami untuk
terus menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan di lingkungan desa.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit kecacingan ascariasis yang timbul akibat adanya tanah yang terkontaminasi oleh telur cacing dilingkungan tanah halaman rumah, sehingga dapat memberikan pemahaman baru dan timbulnya
perilaku hidup bersih dan sehat.

Dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya￾upaya preventif terhadap pencegahan penyakit ascariasis.

Teken Nota Kesepahaman dengan Kementerian Imipas, Kapolri Harap Sinergisitas Makin Optimal

0

MEDIANAD.COM, JAKARTA – Polri dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan meneken nota kesepahaman. Dengan adanya hal tersebut diharapkan sinergisitas kedua lembaga tersebut dalam berjalan semakin optimal.

Nota kesepahaman tersebut tentang Sinergisitas Tugas dan Fungsi di Bidang Kepolisian, Keimigrasian dan Pemasyarakatan di Jakarta Pusat, Senin (4/8/2025). Penandatanganan tersebut dilaksanakan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Imipas Agus Andrianto.

“Tentunya kita semua berharap agar sinergisitas antara Polri dan Kementerian Imipas, soliditas, dan juga kerja-kerja kita dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara akan terus bisa terjaga dan terus bisa semakin baik untuk mendukung apa yang menjadi visi dan visi kebijakan Bapak Presiden Prabowo,” kata Sigit dalam sambutannya.

Sigit memaparkan bahwa, penandatangan nota kesepahaman ini sangat penting di tengah terjadinya dinamika global yang dapat memengaruhi situasi dalam negeri.

Lebih dalam, Sigit juga menyinggung soal kejahatan lintas negara atau Transnational Crime, seperti Ilegal Fishing, penyelundupan senjata, narkoba hingga kejahatan lain yang berdampak pada perekonomian negara.

“Ini tentunya menjadi salah satu PR ke depan yang harus kita hadapi, belum kita menghadapi kejahatan yang terjadi di jalur-jalur resmi, baik yang ada di pelabuhan internasional. Kita memiliki 96 pelabuhan yang tentunya ini juga selain jalur tikus kita juga harus menghadapi ini, karena memang ada kejahatan-kejahatan di dalamnya, ada 20 bandara yang harus kita hadapi, dan kemudian juga wilayah-wilayah yang kemudian menjadi rute bagi para pelaku-pelaku ilegal untuk melakukan berbagai macam jenis kejahatannya,” ujar Sigit.

Nota kesepahaman Polri dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ini sendiri terdiri dari tujuh poin. Hal itu yang sangat relevan dengan kondisi yang ada dewasa ini.

“Dan tentunya dengan nota kesepahaman yang ada ini, sinergitas, dan juga hal-hal yang perlu kita lakukan bersama di lapangan, utamanya untuk masalah kecepatan, kemudian bagaimana memanfaatkan fasilitas, bagaimana kemudian kita saling mengisi dan meningkatkan SDM yang kita miliki, ini akan semakin baik, semakin mudah, dan tentunya nota kesepahaman ini akan membuat bagaimana kita melaksanakan tugas di bidang masing-masing tentunya juga akan menjadi lebih optimal,” ucap Sigit.

Di sisi lain, Sigit mengungkapkan, sinergisitas ini merupakan kunci untuk menjawab seluruh tantangan dan perkembangan dinamika saat ini. Dengan kolaborasi seluruh kekuatan Polri dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan maka dapat bergerak mulai dari tingkat paling bawah hingga atas.

“Sehingga tentunya kekuatan ini kalau kita satukan, kita padukan, maka tentunya kita bisa bersama-sama melakukan berbagai macam kegiatan dalam rangka mendukung tugas kita agar bisa menjadi lebih optimal. Dan tentunya kita bisa menghadapi berbagai macam permasalahan, termasuk bagaimana kita memberikan pelayanan terhadap masyarakat dan bangsa kita,” tutup Sigit.(*/ml)

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Sabang Lakukan Penyerahan Kartu Pers dan Siram Bunga Kepada Anggota Muda

0

Ketua PWI Kota Sabang, Jalaluddin ZKY disaksikan Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin melakukan ritual siram bunga terhadap Wartawan Muda pada acara penyerahan Kartu Pers PWI dalam rangkaian Raker Tahunan PWI Sabang di objek wisata Gapang, Kota Sabang.

MEDIANAD.COM, SABANG – Ketua PWI Sabang, Jalaluddin ZKY mengatakan ritual siram bunga merupakan kegiatan perdana yang dilakukan PWI Sabang menandai penyerahan kartu pers dan melepas tugas Wartawan Muda di wilayah tersebut, Sabtu (12/07).

Menurut Jalaluddin, ritual siram bunga tersebut dilaksanakan pada rangkaian acara Raker Tahunan PWI Sabang di Marlin Resort Gapang, Kota Sabang.

Raker diikuti oleh penasehat dan semua pengurus beserta anggota PWI Sabang. Juga diikuti Pengurus dan anggota IKWI Kota Sabang termasuk Ketua IKWI Aceh, Ny. Hanifah.

Menurut Sekretaris PWI Sabang, Diki Arjuna, jumlah anggota PWI Sabang sebanyak 13 orang. Rinciannya, tujuh Anggota Biasa dan enam Anggota Muda.

Sedangkan yang sudah berstatus wartawan kompeten sebanyak sembilan orang—dua UKW Madya, satu UKW Utama dan enam UKW Muda.

Penyerahan kartu pers Anggota Muda PWI dilakukan secara simbolis oleh Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin untuk dua orang perwakilan, yaitu Diah Novitaria dan Irzam, keduanya dari LPP RRI.

Arahan dan update informasi terkait organisasi PWI, baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota di Aceh disampaikan di forum Raker PWI Sabang secara berturut-turut oleh Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin; Bendahara PWI Sabang, Hendra Handyan; Penasehat PWI Sabang, Mustakim; dan Ketua PWI Sabang, Jalaluddin.

Rangkaian Raker Tahunan PWI Sabang juga dirangkai dengan silaturahmi dan wisata keluarga di objek wisata Gapang, Kota Sabang.[]

 

Popular Posts

My Favorites

Babinsa Koramil 02/Sukakarya Ajak Petani Kakao di Aneuk Laot Tingkatkan Kualitas...

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Dalam rangka mempererat hubungan dengan masyarakat binaan sekaligus mendukung perekonomian warga, Babinsa Gampong Aneuk Laot Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang, Serka Insarlin,...