Olahraga

Beranda Olahraga Halaman 15
Berita Olahraga

Nanti Malam Persiraja Jalani Laga ‘Home’ Pamungkas Putaran Pertama dengan Persekat Tegal

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Persiraja Banda Aceh membutuhkan kemenangan pada laga kandang pamungkas putaran pertama dengan Persekat Tegal kompetisi Pengadaian Liga2 Championship 2025/26, yang akan berlangsung di Stadion H Dimurthala (SHD) Lampineung Banda Aceh, Minggu (02/11) pukul 20.30 nanti malam.

Pertandingan dengan Persekat pada pekan ke-8 juga kesempatan bagi Miftahul Hamdi dan kolega meraut angka sempurna, setelah dalam tiga laga kandang belakangan berakhir dengan hasil minor bahkan tak memuaskan sama sekali.

Pelatih Akhyar Ilyas dalam sesi temu media, Sabtu pagi kemarin mengatakan. “Skuadnya sudah siap melakoni laga dengan Persekat Tegal, tentu harus diakhiri laga home pamungkas kompetisi dengan hasil sempurna”.

Sekaligus bisa memangkas jarak poin dengan konstestan papan atas klasmen Grup 1 Pengadaian
Chanpionship 2025/26. (non)

Ketua DPD Partai NasDem Banda Aceh Buka Festival Sepak Bola Usia Dini Restorasi Cup I 2025

0

Ketua DPD Partai NasDem Kota Banda Aceh, H Heri Julius, lakukan tendangan bola perdana pada pembukaan Festival Sepak Bola Usia Dini, Restorasi Cup I 2025 di Lapangan Lambung, Banda Aceh, Sabtu (01/11) sore (foto/ist)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Ketua DPD Partai Nasdem Kota Banda Aceh, H Heri Julius lakukan tendangan bola perdana ajang Festival Sepak Bola Usia Dini Restorasi Cup I tahun 2025, yang berlangsung di Lapangan Ex PON Rugby, Lambung, Banda Aceh, Sabtu (01/11) petang.

Festival sepak bola U-11 yang berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu dimaksud, juga dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Partai NasDem. DPD Partai NasDem Kota Banda Aceh menjadi tuan rumah gelaran akbar Festival Sepakbola Usia Dini U-11 bertajuk “Restorasi Cup I 2025”.

Yang juga momentum penting bagi pembinaan sepakbola usia dini di Aceh sekaligus mempererat silaturahmi antar Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Kota Banda Aceh, ujar Ketua Partai NasDem Banda Aceh, H Heri Julius, S.Sos, MM kepada awak media, usai membuka Festival sepakbola tersebut, Sabtu (01/11) sore.

Sembari menanahkan, turnamen ini juga menjadi ajang scouting bagi pelatih dan pengamat sepakbola lokal untuk meliha kompetisi, tetapi juga bagian dari gerakan restorasi sosial melalui olahraga, sejalan dengan semangat Partai NasDem.

“Kami ingin menciptakan ruang bagi anak-anak untuk tumbuh dalam semangat sportivitas, kerja sama, dan cinta terhadap olahraga,” pinta H Heri yang juga ketua KONI Banda Aceh.

Semangat pemain usia dini dan banyak mantan pemain sepakbola yang melakukan pembinaan selama ini perlu kita dukung menurut kapasitas masing-masing, “ya tentu lewat turnamen atau kompetisi serta bantuan kainnya’, tukas anggota DPRA dari Fraksi NasDem dimaksud.

Seperti telah diutarakan sebelumnya, Bang Heri yang juga Ketua Askot PSSI Banda Aceh menjelaskan inti gelaran Festival Sepak Bola usia dini. ” dapat menumbuhkan semangat kompetisi sehat di kalangan anak-anak, menjadi wadah pembinaan atlet muda berbakat”.

Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga sejak dini, memperkuat solidaritas antar komunitas sepak bola lokal.

Serta dengan semangat restorasi dan kebersamaan, turnamen ini menjadi bukti bahwa sepakbola bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi tentang membangun karakter, disiplin dan harapan masa depan, tutupnya.

Sementara itu, Koordinator Pertandingan, TM Khaidir merilis Pembagian grup, masing-masing.
Grup A:
1. SSB BARONA
2. SSB FARUQ FC
3. SSB IMKA
4. 4. SSB RODAL FC
Grup B:
1. GAPENA FA
2. SSB KUTA RAJA
3. SSB RANTAU ACEH
4. SSB UP FC
Grup C:
1. SSB TALENTA
2. SSB JONG ACEH
3. SSB LAMBHUK FOOTBALL ACADEMY
4. SSB ATAKANA .

Usai serimoni pembukaan langsung tersaji pertandingan sengit, bagi anak-anak yang memang masih tulus dan fokus bermain bola.

Dibawah arahan pelatih muda dan senior juga secara umum mantan pemain sepak bola.(**)

Atlet Petanque USK Raih Medali Emas di Ajang Internasional IMT-GT Varsity Carnival 2025 di Thailand

0

MEDIANAD.COM, ,THAILAND – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK). Tim Petanque USK yang seluruh anggotanya merupakan mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK, berhasil meraih medali emas pada ajang IMT-GT Varsity Carnival 2025 yang diselenggarakan di Taksin State University (TSU), Songkhla, Thailand.

Tim Petanque USK menurunkan empat atlet dan dua pelatih pada nomor Single Man, Single Woman, dan Double Mix. Atlet tersebut masing-masing adalah Azmi (Single Man), Ulan Sari (Single Woman), serta pasangan Feri Irawan dan Annisa Salsabila (Double Mix). Mereka merupakan mahasiswa berprestasi yang sebelumnya juga meraih medali pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX di Jawa Tengah.

Pelatih yang mendampingi tim USK adalah Novi Lidya Isdarianti dan Abdurrahman selaku Head Coach.

Dalam partai final, tim Petanque USK berhadapan dengan tuan rumah, Taksin State University (TSU). Pertandingan berlangsung sengit dan menghasilkan skor akhir 2–1 untuk kemenangan USK.

Single Man (Azmi) berhasil mengalahkan atlet TSU dengan skor 13–10.

Single Woman (Ulan Sari) juga memastikan kemenangan USK dengan skor 13–10.

Sementara pada nomor Double Mix, pasangan Feri Irawan – Annisa Salsabila harus mengakui keunggulan tim TSU dengan skor 3–13.

Dengan hasil ini, USK keluar sebagai juara umum cabang olahraga Petanque dan membawa pulang medali emas pada ajang IMT-GT Varsity Carnival 2025.

Kejuaraan ini diikuti oleh peserta dari tiga negara – Indonesia, Malaysia, dan Thailand, masing-masing diwakili oleh empat perguruan tinggi.

Dari Indonesia: Universitas Syiah Kuala, Universitas Negeri Medan, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Negeri Padang.

Dari Malaysia: UniMAP Perlis, USM Penang, UUM, dan UiTM.

Dari Thailand: Taksin State University (TSU) selaku tuan rumah, Prince of Songkla University (PSU), Rajamangala University of Technology Phra Nakhon (RUTS), dan Walailak University (WU).

“Kami bersyukur atas anugerah dari Allah SWT sehingga tim Petanque USK yang didominasi oleh atlet-atlet asal Aceh mampu meraih medali emas di level internasional. Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa USK mampu bersaing di kancah global,” ujar Abdurrahman, Head Coach tim Petanque USK yang didampingi oleh Coach Novi Lidya Isdarianti. Keduanya merupakan Dosen pada Jurusan Pendidikan Olahraga FKIP USK yang memberi perhatian khusus untuk membina olahraga Petanque di Provinsi Aceh

Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Universitas Syiah Kuala dan Provinsi Aceh, sekaligus memperkuat posisi USK sebagai salah satu universitas yang aktif mendukung pengembangan olahraga dan prestasi mahasiswa di tingkat internasional.(*)

Jamu Persekat Tegal Minggu Malam, Persiraja Butuh Poin Sempurna, “Tiket Mulai Dijual”

0

Salah satu momen Pertandingan antara Persiraja dengan Bekasi City FC pada pekan ke-6 Pengadaian Championship 2025/26 di Stadion H Dimurthala. (foto/mo persiraja)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Persiraja Banda Aceh membutuhkan kemenangan pada laga kandang pamungkas putaran pertama, dengan Persekat Tegal kompetisi Pengadaian Liga2 Championship 2025/26, yang akan berlangsung di Stadion H Dimurthala (SHD) Lampineung Banda Aceh, Minggu (02/11) malam.

“Sehingga tetap bisa bersaing di papan atas kompetisi kasta kedua Liga Indonesia musim ini dan membuka peluang promosi ke Super League musim 2026//27”.

Pertandingan ini menjadi momen krusial bagi Persiraja untuk kembali bersaing di papan atasm Grup 1. Saat ini, tim berjuluk Laskar Rencong masih tertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan delapan poin dari tujuh laga. Sementara pemuncak klasemen, Garudayaksa FC, sudah melesat jauh dengan 17 poin.

Meski hanya terpaut satu posisi, Persekat Tegal membawa ancaman nyata ke Banda Aceh. Tim asuhan I Putu Gede Dwi Santoso ini telah membuktikan ketajamannya di laga tandang — mereka sukses mencuri enam poin penuh di Pulau Sumatera, usai menumbangkan PSMS Medan dan Sriwijaya FC dengan skor identik 1-0, keduanya dicetak pada masa injury time.

Secara keseluruhan, Persekat mencatat dua kemenangan, dua imbang, dan tiga kekalahan dari tujuh laga. Hasil imbang diraih saat menjamu Adhyaksa FC (2-2) dan Bekasi City FC (0-0). Sementara kekalahan didapat di markas Garudayaksa FC (4-0) dan Sumsel United (2-0).

Meski tampil di hadapan publik Lampineung, Persiraja justru belum bisa tampil dominan di kandang. Dari tiga laga kandang musim ini, tim asuhan Akhyar Ilyas hanya mencatat dua hasil imbang dan satu kekalahan.

Persiraja menahan Garudayaksa FC dan Bekasi City FC, namun secara mengejutkan kalah 3-2 dari Adhyaksa FC Banten di laga pembuka musim.

Namun, peluang untuk bangkit masih terbuka. Persekat sendiri baru saja menelan kekalahan di kandang dari PSPS Pekanbaru dengan skor 3-2 pada pekan sebelumnya — hasil yang bisaj menjadi motivasi bagi Persiraja untuk mengamankan tiga poin perdana di Lampineung.

Dengan kondisi klasemen yang rapat, laga ini diprediksi berjalan ketat dan sarat gengsi. Persiraja bertekad memperbaiki performa kandang demi merapat ke posisi empat besar, sementara Persekat ingin menjaga rekor apik mereka di Sumatera.

Terlepas posisi di klasemen kedua tim, duel di Stadion H. Dimurthala nanti akan menjadi salah satu laga paling menarik di pekan kedelapan Liga kasta dua tahun 2025/26 ini, tukas MO Persiraja, Ariful Azmi Usman, lewat siaran Pers, Jumat pagi

Tiket Sudah Dijual

Sementara itu, tiket laga kandang Persiraja Banda Aceh menghadapi Persekat Tegal dalam lanjutan Championship 2025/26 sudah mulai dijual online di website resmi klub, Persiraja.id.

Panitia pelaksana pertandingan Persiraja vs Persekat Tegal, merilis harga tiket termurah Rp 30.000 dan paling mahal Rp100.000. Harga tersebut tidak berubah dari harga tiket biasanya ketika tim berjuluk Laskar Rencong itu bertanding di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, tutup Ariful singkat.(**)

Tiga Mahasiswa Penjas UBBG Raih Medali pada Kejuaraan Daerah Muaythai Aceh

0

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM : Tiga atlet Muaythai Universitas Bina Bangsa Getsempema (UBBG) yang juga anggota Unit Kegitan Mahasiswa (UKM) Muaythai kampus setempat mengukir prestasi pada ajang Kejuaraan Daerah Muaythai Aceh. Kegiatan berlangsung di Gedung Olahraga Komite Olahraga Nasional Indonesia (GOR KONI) Aceh, 24–28 Oktober 2025.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Nyak Bahri (Juara 3 Kelas 54 kg), Muhammad Al Pazri (Juara 1 Kelas 70 kg), dan Muhammad Teguh (Juara 3 Kelas 51 kg).

Muhammad Al Pazri, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang diraih. Alhamdulillah, prestasi ini diraih berkat dukungan dosen, pelatih dan kawan-kawan. Terima kasih untuk semuanya.

“Kompetisi ini menjadi pengalaman berharga bagi kami, dan prestasi ini memotivasi kami untuk terus berkembang dan mengharumkan nama UBBG di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani di Penjas UBBG, Irwandi MPd AIFO, menyampaikan selamat dan sukses atas prestasi yang diraih mahasiswa asuhannya.

“Ini merupakan ppencapaian luar biasa. Kami pihak Prodi terus akan senantiasa mendukung pengembangan bakat olahraga mahasiswa. Harapannya, mereka mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UBBG, Ully Muzakir MT., menyampaikan apresiasi yang diraih oleh mahasiswa UBBG.

“Kami sangat bangga dengan prestasi yang diraih para mahasiswa Penjas UBBG. Kampus senatiasa mendukung minat bakat mahasiswa dengan menyediakan wadah dan berbagai fasilitas. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan membawa nama baik UBBG,” tutur Ully Muzakir. (Kal)

DPD Partai NasDem Banda Aceh Tuan Rumah Festival Sepak Bola Usia Dini Restorasi Cup I 2025

0

Ketua DPD Partai NasDem Kota Banda Aceh, H Heri Julius dan Koordinator Pertandingan, TM Khaidir. (foto/ist)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Partai NasDem, DPD Kota Banda Aceh menjadi tuan rumah gelaran akbar Festival Sepakbola Usia Dini U-11 bertajuk “Restorasi Cup I 2025”.

Turnamen ini akan digelar pada hari Sabtu, 1 November 2025, pukul 15.00 WIB, bertempat di Lapangan GOR Lambung Meraxa, Banda Aceh.

Yang juga momentum penting bagi pembinaan sepakbola usia dini di Aceh sekaligus mempererat silaturahmi antar Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Kota Banda Aceh.

Sebanyak 12 tim SSB dipastikan ambil bagian dalam kompetisi ini, yang diharapkan menjadi ajang unjuk bakat dan semangat sportivitas bagi anak-anak usia 11 tahun.
Berikut adalah 12 tim SSB yang akan berlaga dalam Festival Sepak Bola Usia Dini U-11 “Restorasi Cup I 2025”:
1. SSB BARONA
2. SSB FARUQ FC
3. SSB IMKA
4. SSB RODAL FC
5. SSB GAPENA FA
6. SSB KUTA RAJA
7. SSB RANTAU ACEH
8. SSB UP FC
9. SSB TALENTA FC
10. SSB JONG ACEH
11. SSB LAMBHUK FOOTBALL ACADEMY
12. SSB ATAKANA

Ke-12 tim ini akan bersaing dalam format turnamen yang dirancang untuk memberikan pengalaman kompetitif sekaligus menyenangkan bagi para pemain muda.

Selain itu, turnamen ini juga menjadi ajang scouting bagi pelatih dan pengamat sepakbola lokal untuk melihat potensi bibit unggul dari Banda Aceh.

Turnamen dijadwalkan akan dibuka secara resmi oleh Ketua DPD Partai NasDem Kota Banda Aceh, H Heri Julius, SSo., MM.

Sementara itu, Koordinator Pertandingan, Ir Khaidir TM, MM menyampaikan, bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari gerakan restorasi sosial melalui olahraga, sejalan dengan semangat Partai NasDem.

“Kami ingin menciptakan ruang bagi anak-anak untuk tumbuh dalam semangat sportivitas, kerja sama, dan cinta terhadap olahraga,” katanya.

“Turnamen ini adalah wujud nyata dari komitmen kami terhadap masa depan generasi muda Aceh,” ujar Ir Khaidir TM.

Ia menyebutkan, Festival Sepakbola Usia Dini “Restorasi Cup I 2025” mempunyai sejumlah tujuan,di antaranya:
• Menumbuhkan semangat kompetisi sehat di kalangan anak-anak
• Menjadi wadah pembinaan atlet muda berbakat
• Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga sejak dini
• Memperkuat solidaritas antar komunitas sepak bola lokal

Dengan semangat restorasi dan kebersamaan, turnamen ini menjadi bukti bahwa sepakbola bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi tentang membangun karakter, disiplin, dan harapan masa depan.

Pembagian Grup
Grup A:
1. SSB BARONA
2. SSB FARUQ FC
3. SSB IMKA
4. 4. SSB RODAL FC
Grup B:
1. GAPENA FA
2. SSB KUTA RAJA
3. SSB RANTAU ACEH
4. SSB UP FC
Grup C:
1. SSB TALENTA
2. SSB JONG ACEH
3. SSB LAMBHUK FOOTBALL ACADEMY
4. SSB ATAKANA (rel)

Berlangsung di Jakarta, 1-10 November, ‘Gubernur Lepas Atlet POPNAS dan PEPAPERNAS Aceh’

0

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Aceh, Muhammad Diwarsyah, M.Si lepas atlet Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) dan Atlet Paralimpik Pelajar Nasional (PEPAPERNAS) Aceh di Pendopo Gubernur, Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Rabu (29/10/2025) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten, M Diwarsyah menyemangati para atlet POPNAS dan PEPAPERNAS Aceg agar berjuang semaksimal mungkin untuk meraih prestasi pada ajang olahraga antar pelajar se tanah air dua tahunan dimaksud.

Mental bertanding, tanpa kenal lelah, fisik prima serta keyakinan yang telah dibekali dan ditanamkan selama dalam persiapan (pelatihan) sebagai modal untuk menggapai prestasi, pinta mantan Camat Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh tersebut.

Sembari menambahkan, pemerintah Aceh mendukung sepenuhnya terhadab pembinaan atlet olahraga Aceh secara berkesinambungan, serta mensport para atlet yang akan terjun kesetiap even label nasional maupun internasional, tutupnya singkat.

Sementara itu, Plt Kadispora Aceh, T Banta Nuzullah, M.Pd melaporkan, POPNAS ke XVII dan PEPAPERNAS ke XI tahun 2025 secara keseluruhan dihelatkan di Jakarta, dari tanggal 1-10 November 2025 serta Aceh mengirimkan 116 atlet dari 18 Cabang Olahraga (Cabor) yang diikuti kategori POPNAS.

Sedangkan PARALIMPIK hanya mengirim 20 orang atlet, ujar Plt Kadispora yang juga penanggung jawab kontingen Aceh secara umum. (non)

Kinerja Lini Belakang Mulai Membaik, “Skuad Persiraja Siap Tampil Maksimal di SUSU”, Sabtu Malam Dijamu PSMS Medan

0

Pemain Persiraja Banda Aceh, usai lakukan latihan ringan disalah satu lapangan tiga hari lalu di Medan. (foto/ist)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Usai mengamankan tiga poin penting saat tandang di Persikad Depok pada pekan ke-6 Kompetisi Liga2 Pengadaian Champioship 2025/26 skuad Persiraja Banda Aceh semakin optimis menghadapi laga-laga berikutnya.

Terdekat dan sudah depan adalah menghadapi seteru abadinya PSMS Medan pada peken ke-7 di Stadion Utama Sumatera Utara (SUSU), Lubuk Pakam, Sabtu (25/10/2025) malam.

Dalam sesi jumpa media, Jumat kemarin. Pelatih Persiraja Banda Aceh, Akhyar Ilyas minta anak asuhannya melupakan dulu sejenak atas keunggulan Head to Head (H2H) dalam 6 edisi laga terakhir dengan PSMS”, dimana Miftahul Hamdi dan kolega dituntut fokus pada laga Sabtu malam di SUSU.

Mengingat bentrok ini bagi skuad Laskar Rencong sangat krusial, “jika terpeleset akan menambah jengkal jauh perolehan poin dengan seteru lainnya dipapan klasmen Grup I’.
Otomatis Fitra Ridwan,cs wajib mengamankan poin pada laga yang bertajuk Derby tim pulau Sumatera tersebut yang juga selalu berjalan menarik dan ketat.

Optimistis yang diusung dan diintruksikan Head Coach Akhyar dan staf kepelatihan untuk anak asuhannya agar tampil maksimal didepan fans PSMS dalam laga tersebut cukup kuat alasan dan menyakinkan.

Salah satu faktor adalah kinerja lini belakang mulai berjalan sesuai fakem yang diharapkan, peran tembok kebar, M Revan dan Ari Kurung serta dua fullback memperlihat kinerja positif dalam tiga laga terakhir, dimana hanya kebobolan 2 gol.

Bahkan saat dijamu Persikad Depok pada pekan ke- 5, gawang M Reza tetap tak ‘perawan’, meski tampil dengan 10 pemain sejak awal laga paruh kedua.

Sehingga tren positif tersebut menjadi modal penting bagi skuad tim yang berjulukan lain Persiraja Lantak Laju itu saat bersua tuan rumah PSMS Medan, Sabtu (25/10) malam.

Disisi lain, kolektifitas lini tengah diharapkan terus terjaga dan moncornya situkang gedor Persiraja asal Skotlandia, Connor Flynn juga salah satu kartu ‘AS’ dalam laga penting dan penuh gengsi tersebut bagi Muharir,cs dalam mengamankan poin, bahkan angka maksimal, ayoo persiraja pasti bisa (zulmahdi)

PSGL vs AL FARLAKY FC awali Liga4 PSSI Aceh 2025-2026

0

Pembagian POOL, Kick Off dan nama Tim urutan pertama sebagai host (tuan rumah) serta jadwal pertandingan babak penyisihan Kompetisi Liga4 PSSI Aceh, tahun 2025/26 juga dirilis dalam berita Online MEDIANAD.COM.(foto/istimewa)

MEDIÀNAD.COM,BLANGKEJEREN: Tuan rumah Pool (A) PSGL Gayo Lues tantang Al Farlaky FC Aceh Timur, pada pertandingan pembuka Kompetisi Liga4 PSSI Aceh, tahun 2025/26. Laga perdana Liga4 regional Aceh itu sendiri berlangsung di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Sabtu (15/11) pukul 15.30 Wib.

Serta babak peyisihan Pool A berlangsung hingga tanggal 20 November, yang juga grup tersebut dihuni, PSGL (host), Al FARLAKI, Persip Paseh dan Juang FC.

Sementara Pool (B) yang berlangsung di Meulaboh, Aceh Berat. Kick Off itu sendiri berlangsung, Senin (17/11) petang. Dimana diawali laga tuan rumah PERSABAR versus PSAS Singkil.

Serta selain kedua tim yang bentrok di laga perdana pool itu juga dihuni tim dari Kota Sabang, PERSAS dan tim ‘gurem’ Bintang Aceh FC akan saling bentrok pada babak penyisihan hingga, tanggal 22 November 2025.

Sedangkan Pool (C) yang dihuni tuan rumah PSAP Sigli, PSST Simpang-3, Tamiang United, Putra Langsa dan bonden asal Pidie lainnya, Persimura Beureunuen. Mulai berlangaung babak peysihan, Selasa (18/11) hingga, Senin 24 November yang juga pertandingan yang sepenuhnya dihelatkan, di Stadion Blang Paseh, Kota Sigli tersebut.

Dimana tuan rumah (host) PSAP langsung bentrok dengan tim “sekotanya” PSST Simpang Tiga, serta ditutup pertandingan Putra Langsa versus PSAP.

Selanjutnya Pool (D) yang dihelatkan di lapangan yang dibangun oleh “FIFA pasca tsubami” Carlos Lhoknga, Aceh Besar. dipastikan saling menjegal 4 tim terbaik selama 3 hari tersebut.

Dimana Grup yang dihuni tim unggulan PSAB Aceh Besar dan PSBL Langsa serta tim gurem dari Banda Aceh, Kuala Nanggroe FootBall Club (KNFC) dan pendatang baru Aceh Kutaraja FC.

Diawali laga tuan rumah KNFC ‘versus’ skuad unggulan PSAB, Senin (22/11) siang serta bentrok PSAB dengan PSBL Langsa, Senin (24/11) sore sebagai laga pamungkas babak penyisihan pool tersebut.

Yang juga perjalanan panjang kompetisi 17 tim dimaksud, diawali babak penyisihan, perempat final, semifinal dan final serta 17 bonden mengharapkan PSSI Aceh dapat mengirim lebih dari dua tim terbaik keputaran nasional Liga4 2025/26, sehingga terbuka banyak peluang tim Liga4 asal Aceh promosi ke Liga3 kompetisi kali ini. (zm)

Futsal Sebagai Pelengkap Dari Sepakbola

0

Tawakal MPd
(Dosen Pendidikan Jasmani Universitas Bina Bangsa Getsempena)

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM : Banyak orang beranggapan kalau bermain futsal itu bikin pemain sepakbola jadi kaku dan tidak berkembang, karena kontrol (menghentikan bola) wajib dengan sole atau yang sering dikatakan menghentikan bola menggunakan telapak kaki. Padahal, masalahnya bukan pada futsal itu sendiri, melainkan pada pendekatan pelatihan yang dogmatis.

Dengan tipe lapangan yang lebih kecil, ruang bagi setiap pemain menjadi lebih sempit, dan tempo permainan pun menjadi lebih cepat jika dibandingkan dengan sepakbola.

Hal itu menuntut teknik, skill, dan visi bermain yang lebih bagus dari setiap pemainnya. Control, passing dan support adalah teknik-teknik yang sangat ditekankan dalam futsal.

Futsal secara dominan menggunakan kontrol menggunakan telapak kaki/sole, tekanan lawan yang cepat dan kebutuhan menghentikan bola instan.

Di futsal, seorang pemain harus memiliki kontrol bola yang sangat bagus, karena jika kontrol seorang pemain futsal tidak terlalu bagus, dengan jarak lawan yang sangat dekat, akan membuat bola dengan mudah direbut oleh lawan.

Di futsal juga tipe passing yang sering digunakan adalah passing cepat. Karena jika operan lambat akan membuat operan dengan mudah dapat dipotong lawan. Selain itu, tipe passing datar juga lebih sering digunakan dibandingkan dengan umpan lambung, karena umpan datar akan lebih mudah dikontrol pemain.

Di samping kedua aspek ini, ada satu aspek lain yang juga sangat diperlukan dalam futsal, yaitu support atau dukungan yang berupa pergerakan tanpa bola. Dengan lapangan yang kecil, ruang yang tercipta dalam futsal juga menjadi lebih sempit. Selain itu ruang-ruang yang tercipta sering dengan cepat ditutup lawan.

Hal itu membuat sekecil apapun ruang dalam futsal, harus bisa dimaksimalkan dengan cepat. Maka, yang diperlukan bukan sekadar kontrol dan umpan yang bagus dari pemain yang memegang bola, tetapi dukungan dari pemain-pemain lainnya dalam mencari ruang juga sangat menentukan.

Karena jika support-nya telat, ruang jadi tertutup, dan bola dengan mudah dapat direbut. Hal ini pada akhirnya menyebabkan counter attack dari lawan, di mana kebanyakan gol-gol yang tercipta dalam futsal berawal dari serangan balik.

Banyak pemain sepakbola profesional dunia menganggap futsal penting untuk pengembangan teknik mereka, sehingga futsal berfungsi sebagai sarana pelatihan yang efektif untuk sepakbola.

Beberapa di antaranya adalah Sergio Busquets, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Xavi Hernadez, Ronaldinho, hingga Neymar dan bahkan pelatih sekaliber seperti Josep (Pep) Guardiola pun mengatakan bahwa ia terinspirasi dari permainan futsal.

Meskipun berbeda, keduanya adalah bentuk dari permainan sepakbola yang sama. Futsal melengkapi sepakbola dengan menyediakan lingkungan yang ideal untuk mengembangkan aspek permainan yang tidak selalu dapat diasah dalam pertandingan sepakbola modern sekarang ini.

Perbedaan spesifik antara futsal dan sepakbola baru benar-benar terasa setelah usia pubertas. Pada fase anak-anak, futsal justru bisa membantu memperkaya koordinasi, kontrol bola, dan pengambilan keputusan yang lebih cepat.

Setelah pubertas, barulah perbedaan karakter permainan (ruang, intensitas, transisi, dan jenis kontrol) semakin menonjol. Disinilah pentingnya bridging training supaya pemain bisa menyesuaikan diri antara futsal dan sepakbola.

Jika dilatih dengan pendekatan yang fleksibel, futsal justru memberi banyak keuntungannya bagi pemain sepakbola. Adaptasi lebih cepat di bawah tekanan. Fondasi decision-making yang kuat untuk transisi ke sepakbola.

Bukan futsal yang menghambat sepakbola. Tapi cara kita mengajarkan dan membatasi (kalau sudah latihan sepakbola, lebih baik jangan lagi latihan futsal) yang sering jadi masalah.

Mari kita ubah mindset (cara berpikir). Gunakan futsal sebagai alat bantu pembinaan sepakbola yang artinya futsal pelengkap dari sepakbola, bukan sebagai kambing hitam mengganggu perkembangan sepakbola.***

Popular Posts

My Favorites

Babinsa Koramil 02/Sukakarya Laksanakan Pengamanan di Lokasi Wisata Saat Idul Fitri

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, Babinsa Koramil 02/Sukakarya...