Olahraga

Beranda Olahraga Halaman 26
Berita Olahraga

‘Kick-Off’ Pra PORA Cabor Sepakbola Mulai 24 Juni, Juara Grup Langsung Lolos PORA dan Runnerup ke Babak Play Off

0

Ketua Asprov PSSI Aceh, Nazir Adam juga didampingi Waketum, Dek Fan Irfansyah, Sekretaris, Nazaruddin, Anggota Exco Muzakir, Keuchik Muslim serta Tehnical Delegate (TD) Pra PORA, Zakaria Praja, foto bersama dengan 17 Manager dan perwakilan tim, usai Worksop dan Manager Meeting di Sekretariat Asprov Cabor dimaksud, Selasa (17/06/2025) komplek Stadion Harapan Bangsa (SHB) Lhong Raya, Banda Aceh. (foto/humas asprov pssi aceh)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Grup A awali Kick-Off Prakualifikasi Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) IV Cabang Olahraga (Cabor) SEPAKBOLA tahun 2025 mulai tanggal 24 Juni di Stadion Aceh Selatan, serta dihuni tim dari Aceh Selatan (tuan rumah), Nagan Raya, Simeulue dan Aceh Singkil.

Sementara Kick-Off Grup B sehari berikutnya, 25 Juni di Stadion Persada Abdya serta dihuni tuan rumah Aceh Barat Daya (Abdya), Banda Aceh, Aceh Barat, Sabang dan Aceh Tengah.

Sedangkan Grup C yang berlangsung mulai Tanggal 27 Juni di Lapangan Cot Gapu Bireuen, dihuni tim Bireuen (tuan rumah), Kota Lhokseumawe, Bener Meriah dan Aceh Besar, serta Kick- Off Grup D sehari berikutnya di Stadion Aceh Tamiang, dan tuan rumah Tamiang bersua dengan Kota Langsa, Aceh Timur serta Aceh Utara.

“Dalam berjuang memperebutkan jatah 6 tiket PORA Calang, Aceh Jaya 2026 dari 8 slot tim yang dipertandingkan pada ajang olahraga tertinggi se Provinsi Aceh dimaksud tahun 2026 nanti”.

Namun dua slot sudah lolos otomatis PORA, diantaranya dipegang tuan rumah PORA Aceh Jaya dan Pidie sebagai peraih medali emas PORA dikampung halamannya 2022. (tak harus berjuang kembali di Pra PORA).

“Dengan demikian regulasi Pra PORA IV 2025 Cabor Sepakbola yang dibagi dalam 4 Grup, Asprov PSSI Aceh menetapkan masing-masing juara Grup langsung lolos ke PORA Aceh Jaya 2026”.

Sedangkan 4 tim sebagai Runnerup maju kebabak Play Off untuk memperebutkan dua tiket sisa lolos PORA, dan pertandingan akan berlangsung di Banda Aceh, 10-15 Juli 2025, ungkap ketua Asprov PSSI Aceh usai Worksop dan Manager Meeting di Banda Aceh, Selasa (17/06) kemarin.

Dalam Meeting tersebut juga ketua Asprov Nazir Adam didampingi Waketum, Dek Fan Irfansyah, Sekretaris, Nazaruddin, Anggota Exco Muzakir, Tehnical Delegate (TD) Pra PORA, Zakaria Praja, tentu seluruh 17 Manager dan perwakilan tim yang akan berlaga di Pra PORA.

Sebelumnya Wakil ketua Umum Asprov PSSI Aceh, Irfansyah mengatakan. “secara teknis, Kick-Off dimulai dari Aceh Selatan 24 Juni, dilanjutkan di Abdya 25 Juni dan selang dua hari kemudian, tanggal 27 mulai berlangsung di Bireuen dan sehari berikutnya, 28 Juni Kick-offnya berlangsung di Grup D di Aceh
Tamiang. (zm)

Lantak Laju Beyond Cup, Menang Lewat Drama Penalti, ARSECO FC Melaju

0

Saksikan laga perdana Lantak Laju Beyond Cup. (foto/tangkapan layar)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Turnamen sepakbola paling dinanti di Aceh, Lantak Laju Beyond Cup (LLBC) 2025 yang berlangsung mulai tadi malam, Sabtu (14/06) 2025 di Stadion H. Dimurthala (SHD) Banda Aceh serta serimoni pembukaan yang berlangsung meriah.

Langsung tersaji laga menarik dan ketat. Dimana, pertandingan yang disaksikan seribuan publik SHD antara ARSECO FC Banda Aceh dengan L Patra FC Bireuen berkesudahan untuk keunggulan bagi Skuad asal Cot Lamkuweh, Meuraxa, Banda Aceh 5-4 (0-0) (2-2) lewat drama penalti.

Yang memang Mukhlis Nakata dan kolega sempat unggul 2-1 hingga menit ke 79.

Setelah andalan Fadlullah memborong dua gol di menit ke-65 dan 77 namun penalti mantan pemain Persiraja Alfasyimi L Patra pada menit ke-80 harus berkesudahan imbang 2-2 di waktu normal, yang memang sebelumnya di menit ke 50 legiun asing L Fatra, Okutu Emanuel sempat memberi keunggulan bagi timnya 0-1.

Namun hasil imbang tak terelakkan dalam waktu laga normal 90 menit, sehingga harus naik ketitik penalti, ternyata keberuntungan berpihak untuk Risky Yusuf,dkk usai unggul 5-4 Sekaligus M Reza dan kolega berhasil melaju ke babak perempat final. (zm)

Yoshimi Ogawa, Instruktur Wasit asal Jepang Sampaikan Materi pada Kursus Instruktur Wasit PSSI Provinsi

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: INSTRUKTUR wasit asal Jepang, Yoshimi Ogawa, Sabtu (14/06/) 2025 berkesempatan menyampaikan materi untuk 21 calon instruktur wasit asal Aceh dan Sumut yang berkesempatan mengambil kursus instruktur wasit PSSI Provinsi, yang diselenggarakan Asprov PSSI Aceh di Banda Aceh, dari 11 hingga tanggal 15 Juni 2025.

Yoshimi Ogawa dalam satu petikannya sebagai pemateri menjelaskan. Peran instruktur wasit dewasa ini sangat dibutuhkan tiap Federasi, serta kebawahnya Provinsi, Kabupaten dan Kota hingga kedunia pendidikan/sekolah serta Sekolah Sepak Bola (SSB).

Dalam upaya meningkatkan etos kerja wasit-wasit muda, dan benar-benar mampu memimpin pertandingan sesuai regulasi yang berlaku.

Tentu itulah tugas instruktur wasit untuk memberi pemahaman dan didikan terhadap wasit muda, sehingga berkembang dan terus berkembang, sekaligus lolos sebagai wasit FIFA pinta Ogawa.

Yang juga peserta kursus mendapat tambahan materi langsung praktek lapangan dari Yoshimi di venue Stadion H Dimurthala, Banda Aceh.

Telah diketahui sebelumnya, Sebanyak 21 wasit Aceh dan Sumatra Utara (Sumut) ikut kursus instruktur wasit PSSI Provinsi, yang digelar Asprov PSSI Aceh di Banda Aceh dari Tanggal 11-15 Juni 2025.

Serta ditangani langsung oleh dua instruktur Wasit nasional serta pemateri tambahan asal Jepang, ujar Instruktur wasit PSSI (Nasional) Riswanda saat menyampaikan kata sambutan dan tehnis kegiatan, pada serimoni pembukaan Kursus dimaksud, Rabu (11/06) malam di Aula Hotel Rasamala, Banda Aceh.

Kursus yang juga program Departemen Perwasitan PSSI Pusat juga mendapat apresiasi dari Dispora dan KONI Aceh, serta lebih membanggakan digelar oleh Asprov PSSI Aceh, ujar Kadispora Aceh, Ir T Mirzuan ST yang diwakili Sekretarisnya, T Banta Nuzullah, S.Pd sekaligus menyampaikan kata sambutan di serimoni pembukaan kegiatan itu.

Dukungan dan apresiasi yang sama juga disampaikan Plt Ketua KONI Aceh, Anwar Ramli, SE, MM yang diwakili salah satu wakil ketuanya, Muhammad Saleh.

Sementara Ketua Asprov PSSI Aceh, H Nazir Adam, SE, MM sebelum membuka kegiatan Kursus dimaksud mengemukakan,

Insya Allah program PSSI Pusat bidang depertemen perwasitan termen ini tahun 2025, atau kursus instruktur wasit PSSI Provinsi dipercayakan Asprov PSSI Aceh sebagai penyelenggara, serta pesertanya 21 calon instruktur asal Aceh dan 7 dari Provinsi tetangga Sumut.

Mudah-mudahhan usai mengikuti kursus para wasit dan asisten (hakim garis) yang sudah kenyang pengalaman memimpin pertandingan, baik level Liga3, Liga2, Liga1 bahkan pernah memimpin pertandingan label internasional dibawah AFC.

Sangat berarti untuk pengembangan dan peningkatan kualitas wasit sepakbola di Aceh juga Sumut kedepan, tentu setelah melahirkan beberapa instruktur dari alumnus wasit sarat pengalaman yang ambil bagian dalam kursus kali ini.

“Pada serimoni pembukaan juga hadir Wakil ketua DPR Aceh yang juga Exco PSSI Aceh, Ir H Saifuddin Muhammad alias Yahfud, Sekum PSSI Aceh, Nazaruddin serta anggota Exco Bidang perwasitan dan Kompetisi, Hasbi serta Keuchik Muslim”. (zm)

Manajemen Persiraja Sewa SHD Selama 5 Tahun, “Target Tim Secepatnya Promosi ke Liga1”

0

Kadispora Banda Aceh, Reza Kamilin dan Sekum Persiraja, Rahmat Djailani menandatangani berkas administrasi proses penyewaan Stadion H Dimurthala (SHD) untuk homebase tim selama 5 tahun, juga dikesempatan tersebut langsung disaksikan Sekdako Banda Aceh, H Jalaluddin bersama Wapres Persiraja Bos Yudi serta Manajer, Ridha Mafdhul Gidong, Kamis (12/06) di Banda Aceh. (foto/istimewa)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH; Klub Liga2 asal Aceh Persiraja Banda Aceh resmi menyewa Stadion H. Dimurthala (SHD) Banda Aceh berdurasi jangka panjang selama lima tahun, atau hingga 2030 untuk mendukung aktivitas dan pengembangan klub, serta belajar pengelolaan homebase tim sebelum membangun stadion sendiri, sebagai langkah menuju industri sepakbola kedepan dan tim yang berjulukan Laskar Rencong ini ditargetkan secepatnya promosi ke Liga1
Ujar Presiden klub Persiraja Banda Aceh, H. Nazaruddin Dek Gam, lewat siaran Pers MO tim yang diterima awak media liputan Persiraja, Kamis (13/06) malam.

Serta menyebutkan, langkah ini diambilnya untuk menjadikan Persiraja lebih mandiri dan tidak lagi bergantung pada pemerintah.

“Ini adalah langkah besar bagi klub. Menjadi langkah awal Persiraja untuk membangun stadion sendiri kedepannya dan menjadikan Persiraja lebih profesional, tidak lagi bergantung pada pemerintah,” kata Dek Gam yang sudah menjadi pemilik klub Persiraja sejak 2017.

Anggota Komisi III DPR RI ini menyebut, nilai sewa Stadion H. Dimurthala untuk lima tahun ini mencapai Rp 1 Miliar lebih. “Ini juga untuk membantu pemerintah kota Banda Aceh dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelas Dek Gam.

Lebih jauh, Dek Gam mengajak masyarakat Aceh untuk terus memberikan dukungan penuh kepada tim Persiraja, terlebih saat laga kandang.

Dengan skema sewa jangka panjang ini, Persiraja akan memiliki hak pemanfaatan penuh terhadap stadion, termasuk untuk pertandingan resmi, latihan rutin, pembinaan usia dini, serta kegiatan komunitas sepak bola.

Stadion H. Dimurthala yang berlokasi di jantung Kota Banda Aceh memang menjadi ikon sepak bola Aceh dan markas historis bagi Lantak Laju.

Kini, dengan status sewa jangka panjang, stadion berkapasitas 8.000 penonton tersebut akan lebih intens digunakan oleh klub, termasuk untuk pembinaan pemain muda dan kegiatan masyarakat pecinta sepak bola. (*)

Lantak Laju Beyond Cup, Enam Tim Diperkuat Pemain Asing dan Pelatih Minimal Memiliki Lisen D PSSI

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Turnamen sepakbola paling dinanti di Aceh, Lantak Laju Beyond Cup (LLBC) 2025, resmi akan digelar mulai Sabtu, 14 Juni hingga 4 Juli 2025, di Stadion H. Dimurthala (SHD) Banda Aceh, serta diperkuat tim-tim amatir perwakilan sejumlah kabupaten dan kota di Aceh, bahkan enam tim dilaporkan akan diperkuat pemain asing, serta 10 tim lainnya juga mendatangkan skuad berlabel bintang yang bermain di Liga1, 2 dan Liga3.

Tentu ajang ini menjadi magnet utama bagi pecinta sepak bola di Banda Aceh, Aceh Besar, dan sekitarnya sebelum bergulirnya kompetisi resmi Liga 1 dan Liga 2.

Antusiasme tinggi terlihat dari para peserta maupun penonton. Panitia pelaksana menyebutkan, sudah ada enam tim yang memastikan akan menurunkan pemain asing mereka, yang langsung didatangkan dari negara asalnya seperti Nigeria, Chile, Brasil, hingga Argentina.

“Kami tidak menyangka turnamen ini akan mendapat sambutan seantusias ini dari para tim peserta. Enam tim sudah mengonfirmasi membawa pemain asing, bahkan langsung dari negaranya masing-masing. Ini tentu menjadi angin segar yang bisa kembali menggelorakan semangat sepak bola di Aceh,” ujar Ketua Panitia Turnamen, Ridha Mafdhul Gidong, lewat rilis humas Panpel yang diterima awak media di Banda Aceh, Kamis (12/06) malam.

Tak hanya itu, turnamen ini juga menjadi ajang unjuk kebolehan bagi para talenta lokal maupun nasional. Berdasarkan data yang dihimpun panitia, sedikitnya delapan tim juga telah mengonfirmasi keikutsertaan pemain berlabel Liga 1, dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah hingga hari pelaksanaan.

Sebanyak 16 tim terbaik dari berbagai penjuru Aceh siap memperebutkan total hadiah sebesar Rp150 juta. Rinciannya, juara pertama akan membawa pulang Rp75 juta, juara kedua Rp40 juta, sementara juara ketiga dan keempat masing-masing akan mendapatkan Rp12,5 juta.

Pertandingan perdana turnamen ini akan mempertemukan Arseco FC melawan L-Patra, yang dijadwalkan kick-off pukul 20.15 WIB pada Sabtu malam (14/6). Seluruh laga turnamen ini dirancang berlangsung pada malam hari, demi kenyamanan pemain dan antusiasme penonton yang lebih tinggi.

LLBC 2025 bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan, semangat olahraga, kebersamaan, dan profesionalisme yang semakin berkembang di Aceh.

Dengan partisipasi pemain lokal dan internasional, turnamen ini diharapkan menjadi tolak ukur baru bagi penyelenggaraan event sepak bola di Tanah Rencong.

Wajib Turunkan Pemain U-20, Hingga Pelatih Berlisensi D PSSI

Selain itu, Turnamen sepak bola Lantak Laju Beyond Cup (LLBC) 2025 yang akan digelar mulai akhir pekan juga tiap tim wajib menurunkan pemain U-20 1 atau lebih penuh 90 menit dan pelatih kepala minimal berlisensi D PSSI.

Hal tersebut ditegaskan dalam manager meeting yang berlangsung pada Selasa (10/6) di Hotel Kryad Muraya, Banda Aceh, dan telah disepakati oleh seluruh 16 tim peserta.

Dalam regulasi resmi yang dikeluarkan panitia pelaksana, setiap tim wajib menyertakan minimal tiga pemain U-20 (kelahiran maksimal 1 Januari 2005). Pemain U-20 harus bermain penuh selama 2×45 menit. Tidak ada toleransi: jika aturan ini dilanggar, tim langsung dinyatakan kalah Walk Out (WO) dengan skor 0-3.

“Jika pemain U-20 cedera dan tidak ada lagi pengganti U-20 yang tersedia, maka tim harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain,” tulis panitia dalam regulasi.

Selain itu, setiap tim juga wajib didampingi oleh pelatih yang memiliki lisensi minimal D PSSI. Kehadiran lisensi ini menjadi syarat mutlak agar kualitas dan standardisasi kepelatihan tetap terjaga sepanjang turnamen.

Turnamen ini juga memperlakukan sistem gugur dan hanya akan menggelar satu pertandingan setiap malam pukul 20.15 WIB, dengan kehadiran tim di lapangan minimal satu jam sebelum laga dimulai.

Keterlambatan lebih dari 15 menit akan dianggap kalah 1-0, dan keterlambatan hingga 45 menit dihukum WO.
Panitia juga menekankan profesionalisme dengan mengharuskan setiap klub menyertakan tim medis sendiri, serta menerapkan sistem sanksi dan denda yang tegas, termasuk denda kartu, larangan bermain setelah kartu merah, hingga ganti rugi bila klub tidak hadir.

Selain aspek kompetitif, turnamen ini juga menunjukkan kepedulian terhadap perlindungan pemain dengan mewajibkan pendaftaran ke BPJS Ketenagakerjaan selama turnamen berlangsung.

Dengan berbagai aturan yang ketat dan profesional, LLBC 2025 tak sekadar turnamen lokal, tetapi sebuah panggung pembinaan yang serius bagi talenta muda dan ajang uji kualitas bagi pelatih dan klub. (**)

Sambut HUT Bhayangkara ke-79, Polres Sabang Gelar Bakti Sosial

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Menyambut Hari Bhayangkara ke-79 yang jatuh pada 1 Juli 2025 mendatang, Polres Sabang melaksanakan kegiatan bakti sosial yang berlangsung di Masjid Baiturrahim, Gp.Kuta Timu, Kec.Sukakarya Kota Sabang, Jum’at (13/06/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Sabang, AKBP Sukoco, S.ST, MM, M.Mar, M.Tr.SOU, M.Han, yang turut di hadiri Wakapolres Kompol Ridwan, SE, M.Si, Kabag SDM Akp Hariyono, Kabaglog Akp Syafrizal, Kabagren Akp Aiyub Sami, Kasiwas Iptu Teuku Akrizal S, SH, dan Kasihumas Ipda Saiful Anwar. Turut serta dalam kegiatan ini personel jajaran Polres Sabang, tokoh agama, serta tokoh pemuda Gampong Kuta Timu.

 

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Polres Sabang melaksanakan pembersihan lingkungan masjid serta menyerahkan bantuan berupa peralatan kebersihan yang diserahkan langsung oleh Kapolres dan Wakapolres kepada Imam Masjid Baiturrahim, Tgk Dedi Maskur.

Kapolres Sabang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap lingkungan sekaligus bagian dari pengabdian kepada masyarakat. “Melalui momentum HUT Bhayangkara ini, kami ingin semakin mempererat hubungan dengan masyarakat dan terus hadir memberikan manfaat nyata,” ujar AKBP Sukoco.

Bakti sosial ini juga menjadi upaya Polres Sabang dalam menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan nyaman, terutama di tempat ibadah yang menjadi pusat kegiatan umat, dan HUT Bhayangkara ke-79 menjadi semangat baru dalam mewujudkan Polri yang semakin presisi, humanis, dan dicintai masyarakat.

Digelar Asprov PSSI Aceh, 21 Wasit asal Aceh dan Sumut ikut Kursus Instruktur

0

Sekretaris Dispora Aceh, Wakil ketua KONI Aceh, Ketu Asprov PSSI Aceh, Sekum dan anggota Exco foto bersama dengan Peserta Kursus, usai serimoni pembukaan kursus instruktur wasit PSSI Provinsi dimaksud, Rabu (11/06) malam di Hotel Rasamala, Banda Aceh (foto:medianad.com-zulmahdi)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Sebanyak 21 wasit Aceh dan Sumatra Utara (Sumut) ikut kursus instruktur wasit PSSI Provinsi, yang digelar Asprov PSSI Aceh di Banda Aceh dari Tanggal 11-15 Juni 2025.

Serta ditangani langsung oleh dua instruktur Wasit nasional serta pemateri tambahan asal Jepang, ujar Instruktur wasit PSSI (Nasional) Riswanda saat menyampaikan kata sambutan dan tehnis kegiatan, pada serimoni pembukaan Kursus dimaksud, Rabu (11/06) malam di Aula Hotel Rasamala, Banda Aceh.

Kursus yang juga program Depertemen Perwasitan PSSI Pusat juga mendapat apresiasi dari Dispora dan KONI Aceh, serta lebih membanggakan digelar oleh Asprov PSSI Aceh, ujar Kadispora Aceh, Ir T Mirzuan ST yang diwakili Sekretarisnya, T Banta Nuzullah, S.Pd sekaligus menyampaikan kata sambutan di serimoni pembukaan kegiatan itu.

Dukungan dan apresiasi yang sama juga disampaikan Plt Ketua KONI Aceh, Anwar Ramli, SE, MM yang diwakili salah satu wakil ketuanya, Muhammad Saleh.

Sementara Ketua Asprov PSSI Aceh, H Nazir Adam, SE, MM sebelum membuka kegiatan Kursus dimaksud mengemukakan, Insya Allah program PSSI Pusat bidang depertemen perwasitan termen ini tahun 2025, atau kursus instruktur wasit PSSI Provinsi dipercayakan Asprov PSSI Aceh sebagai penyelenggara, serta pesertanya 21 calon instruktur asal Aceh dan 7 dari Provinsi tetangga Sumut.

Mudah-mudahhan usai mengikuti kursus para wasit dan asisten (hakim garis) yang sudah kenyang pengalaman memimpin pertandingan, baik level Liga3, Liga2, Liga1 bahkan pernah memimpin pertandingan label internasional dibawah AFC.

Sangat berarti untuk pengembangan dan peningkatan kualitas wasit sepakbola di Aceh juga Sumut kedepan, tentu setelah melahirkan beberapa instruktur dari alumnus wasit sarat pengalaman yang ambil bagian dalam kursus kali ini.

“Pada serimoni pembukaan juga hadir Wakil ketua DPR Aceh yang juga Exco PSSI Aceh, Ir H Saifuddin Muhammad alias Yahfud, Sekum PSSI Aceh, Nazaruddin serta anggota Exco Bidang perwasitan dan Kompetisi, Hasbi serta Keuchik Muslim”. (zm)

Kick Off Liga2 2025/26 Agustus, Persiraja Daftarkan SHD dan SHB sebagai Homebase Utama dan Arternatif

0

Foto MO Persiraja

MEDIANAD.COM, BANDAACEH: Menghadapi Kompetisi Liga2 2025-2026 yang akan berlangsung bulan Agustus mendatang, salah satu tim Liga2 asal Aceh, Persiraja Banda Aceh resmi mendaftarkan Stadion H Dimurthala (SHD) Lampineung sebagai kandang utama dan Stadion Harapan Bangsa (SHB) Lhong Raya untuk venue home arternatif dalam menjamu tamunya saat Liga bergulir nanti.

Keputusan tersebut diumumkan oleh manajemen klub usai mengikuti Kongres Tahunan PSSI yang berlangsung di Jakarta, Kamis (5/6/2025).

Sekretaris Umum Persiraja, Rahmat Djailani, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan Stadion H. Dimurthala sebagai stadion utama yang akan digunakan dalam laga-laga kandang Persiraja pada musim mendatang. Sebagai alternatif jika stadion utama tidak dapat digunakan, mereka juga mendaftarkan Stadion Harapan Bangsa.

“Stadion H. Dimurthala kita daftarkan sebagai kandang utama Persiraja di Liga 2 musim ini. Sementara untuk alternatifnya, kita ajukan Stadion Harapan Bangsa,” ujar Rahmat saat ditemui usai kongres, didampingi Wakil Sekretaris Persiraja, Swardi.

Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan klub dalam menghadapi kompetisi yang dijadwalkan mulai bergulir pada Agustus 2025. Menurut Rahmat, pihaknya ingin memastikan bahwa tim memiliki fasilitas yang memadai dan sesuai standar dari operator liga.

Stadion H. Dimurthala yang terletak di kawasan Lampineung, Banda Aceh, telah menjadi markas utama Persiraja dalam beberapa musim terakhir. Sementara Stadion Harapan Bangsa yang berlokasi di Lhong Raya, merupakan stadion berkapasitas lebih besar dan musim lalu juga beberapa kali digunakan Persiraja saat bertanding di Aceh.

Persiraja saat ini tengah mempersiapkan tim untuk menyambut musim baru, termasuk perekrutan pelatih, pemain dan penyusunan jadwal latihan.

Media Officer Persiraja, Ariful Usman mengatakan, pendaftaran stadion ini menjadi salah satu tahapan penting dalam administrasi klub untuk memenuhi regulasi yang ditetapkan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi.

“Seperti musim-musim sebelumnya, sebelum kompetisi dimulai, pihak PT. LIB juga akan melakukan verifikasi stadion peserta liga. Apalagi tahun ini akan ada VAR sejak awal musim,” jelas Ariful.

Dengan persiapan yang semakin matang, manajemen Persiraja berharap bisa tampil lebih kompetitif dan kembali bersaing di papan atas Liga 2 demi mewujudkan target promosi ke Liga 1. (**)

Tri Brata Bengkulu Juara Liga 4 dengan Skuad Muda Lokal, “Tim Aceh harus Lebih Siap Ikut Liga4 2025/26”

0

MEDIANAD.COM: Kompetisi kasta terbawah sepak bola nasional, Liga 4 2024-25 telah usai dan skuad lokal muda Tri Brata Rafflesia FC Bengkulu keluar sebagai juara, usai menang 3-2 atas Persika Karanganyar dalam pertandingan final yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (27/05/2025) sore.

Juga tim yang tak diunggulkan dan bukan nama besar dikancah sepakbola nasional asal Bengkulu berhasil menyabet juara Liga4 edisi pertama 2024/25 serta Tri Brata FC dengan skuad muda dan full pemain Bengkulu bisa juara

Semoga tim asal Aceh dapat melakukan persiapan lebih matang dan mengasah kemampuan muda secara maksimal dalam menghadapi Liga4 2025/26, ungkap ketua Asprov PSSI Aceh, Nazir Adam kepada wartawan beberapa waktu lalu di Banda Aceh.

“Kompetisi level ini yang memang tim diwajibkan menurunkan pemain kelahiran 2002 dan 5 senior, bahkan banyak yang menurunkan pemain kelahiran 2006 (masih berusia 18 tahun) seperti Tribata FC, membuktikan kekuatan tim di kompetisi juga harus diisi pemain muda yang me upuni untuk menopang kinerja tim secara keseluruhan”, jelas Nazir Adam.

PSSI PUSAT

Bahkan kedepan Liga4 tiap tim diwacanakan lebih dominan diperkuat pemain usia 18 sampai 23 untuk keberlanjutan dan naik level pemain dari kompetisi Suratin U-17 dan EPA lebih besar peluang merasakan aroma kompetisi di Liga4.

Ujar anggota Exco PSSI Pusat, Muhammad kepada awak media, disela-sela open serimoni penyerahan penghargaan kepada para juara Liga4 2024-2025 di Stadion Manahan Solo, selasa sore lalu.

Selain itu Muhammad menjelaskan, “terbuka peluang jenjang tim-tim Liga 4 akan dimulai dari kota atau kabupaten yang berlanjut ke regional lalu nasional”.

Pintanya, yang juga mengakui Liga4 edisi pertama 2024/25 berlangsung sukses, meski ada ples minusnya dan akan menjadi bahan evaluasi pada kompetisi Liga4 2025/26, tutupnya. (zm)

FOPI Aceh Mengadakan Rapat Kerja dan Koordinasi Pelaksanaan Pra Pora tahun 2025

0

Salam satu boka satu bosi. Satu keluarga berjuta prestasi. Petanque Aceh selalu di hati

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM : Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Petanque Indonesia (Pengprov FOPI) Aceh mengadakan rapat kerja dan koordinasi pelaksanaan Prakualifikasi Pekan Olahraga Aceh (Pra Pora) IV tahun 2025, bertempat di Balee Keurukon Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (FT USK) Banda Aceh, 28-29 Mei 2025.

Turut hadir ketua Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Aceh diwakili oleh Dr Mansur Mkes, dewan kehormatan FOPI Aceh Drs Abdurrahman Mkes, seluruh Pengurus FOPI Aceh masa bakti 2025-2029 beserta seluruh ketua pengurus cabang (pengcab) FOPI 23 Kota/Kabupaten se Aceh.

Penjelasan tentang pelaksanaan Pra PORA IV 2025 dan simulasi nomor pertandingannya bertempat di Gelanggang Petanque Sport Centre USK 28 Mei 2025

Ketua umum Pengprov FOPI Aceh Prof Dr Ir Alfiansyah Yulianur Bc mengatakan, rapat kerja ini untuk membahas berbagai hal terkait perkembangan dan kegiatan olahraga Petanque di Aceh selama tahun 2025 ini.

“Selama tahun 2025 ini FOPI Aceh akan mengikuti event Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) di Universitas Teuku Umar Meulaboh, Aceh Barat, Pra Pora pada bulan Juli di Kota banda Aceh dan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) di Jawa Tengah pada bulan September mendatang,” ujarnya.

Koordinasi pelaksanaan Pra Pora IV tahun 2025 pada bulan juli mendatang membahas mekanisme pada pertindingan. Cabang olahraga Petanque ada 14 nomor yang akan di pertandingkan.

Berikut Nomor dan Jadwal pertandingan cabang Olahraga Petanque pada Pra PORA IV Tahun 2025 yaitu :
1. Shooting Man (1pa)
2. Shooting Woman (1pi)
3. Single Man (1pa)
4. Single Woman (1pi)
5. Double Men (2pa)
6. Double Women (2pi)
7. Double Mix (1pa1pi)
8. Triple Men (3 pa)
9. Triple Women (3 Pi)
10. Triple Mix Men (2pa1pi)
11. Triple Mix Women (1pa2pi)
12. Beregu Men (4 pa)
13. Beregu Women (4 pi)
14. Beregu Mix (2pa2pi)

Seorang atlet boleh bermain pada 3 nomor pertandingan, namun tidak boleh main pada hari yang sama

Jadwal Pertandingan:
Hari 1 : Senin, 21 Juli 2025
1. Technical Meeting (TM)
2. Uji coba Lapangan
3. Penyegaran Arbitre/Control Table & Field Worker

Hari 2 : Selasa, 22 Juli 2025
1. Shooting Man
2. Single Man
3. Double Women

Hari 3 : Rabu, 23 Juli 2025
1. Shooting Woman
2. Single Woman
3. Double Men

Hari 4 : Kamis, 23 Juli 2025
1. Triple Men
2. Triple Women
3. Double Mix

Hari 5 : Jumat, 24 Juli 2025
1. Triple Mix Men
2. Triple Mix Women

Hari 6 : Sabtu, 25 Juli 2025
1. Beregu Men
2. Beregu Women

Hari 7 : Minggu, 26 Juli 2025
1. Beregu Mix
2. UPP
3. Penutupan

Hari 8 : Senin, 27 Juli 2025
1. Penutupan
2. Upacara Penghormatan Pemenang

Catatan :
Untuk mempersingkat waktu kita berharap setiap hari ada acara Pengalungan Medali (UPP), namun apabila tidak memungkinkan habis pertandingan maka UPP akan kita lakukan keesokan harinya.(kal)

Popular Posts

My Favorites

Jaga Daya Beli Masyarakat, Babinsa Koramil 01/Sukajaya Pantau Harga Sembako di...

0
MEDIANAD.COM, SABANG - Dalam rangka menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah binaan, Babinsa 09 Gampong Cot Bau Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang, Sertu Eka...