Pariwisata

Beranda Pariwisata
Berita Pariwisata

Ditanya Soal Gaji Petugas Pasar, Kadiskopukmdag: Sedang Dicarikan Solusi

0
Samsul Bahri Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh Samsul Bahri mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang mencarikan solusi terkait pembayaran gaji petugas pasar.

Diketahui, gaji petugas Pasar Aceh dan Pasar Almahirah belum dibayarkan sepenuhnya sedari Agustus lalu. “Untuk bulan Agustus memang baru mampu kita bayarkan 50 persen,” ujarnya kepada awak media, Rabu, 1 Januari 2025.

Menurut Samsul Bahri, hal itu diakibatkan minimnya pemasukan retribusi pasar selama ini. “Kendala minimnya pemasukan pasar sehingga gaji September, Oktober, dan November tersendat. Kalau untuk Desember, dibayarkan pada bulan Januari tahun ini.”

Pihaknya tidak menutup mata atas kondisi tersebut, dan sudah berupaya mengantisipasi. “Sudah kita cari solusi beberapa kali dengan kepala BLUD UPTD pasar untuk mengantipasinya, namun keadaan yang tidak kita inginkan bersama ini harus terjadi,” ujarnya.

Hingga saat ini pun dirinya bersama tim terkait sedang berupaya mencarikan solusi pembayaran gaji petugas pasar. “Hari ini saya bersama kepala BLUD UPTD pasar akan menyampaikan laporan terkait permasalahan tersebut kepada Bapak Pj Wali Kota.”

“Mudah-mudahan dengan arahan beliau nanti bakal ada solusi. Kami berkomitmen untuk menghargai setiap hak jerih-payah para petugas yang selama ini berada di garda terdepan pasar kita. Mohon didoakan yang terbaik demi kepentingan bersama,” ujar Samsul.(*)

Gampong Anoi itam Kecamatan Sukajaya Sabang Mulai Berbenah Semakin Bersih dan Nyaman Dukung Sektor Wisata

0

MEDIANAD COM, SABANG – Sektor unggulan untuk kota Sabang adalah sektor pariwisata, karena Sabang letak geografis di kelilingi oleh laut serta pemandangan alam yang menakjubkan.

Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah kota Sabang terus meningkatkan kualitas infrastruktur, terutama jalan, lingkungan yang bersih dan sehat, seperti yang di lakukan oleh pemerintah dan masyarakat Gampong Anoi itam kecamatan Sukajaya Sabang.

Dari pantauan media ini, Rabu 18 Juni 2025 para petugas kebersihan Gampong Anoi Itam yang dipekerjakan oleh pemerintah Gampong dengan mendapatkan penghasilan yang lumayan dari pemerintah sedang terus membersihkan jalan dan lingkungan yang bersih sehat dan nyaman di jalan Anoi itam, yang jalan tersebut sering di lewati oleh wisatawan setiap harinya.

Salah seorang petugas kebersihan yang sempat di wawancarai oleh media ini yang nama nya tidak ingin di publikasikan, ” benar kami setiap hari secara rutin membersihkan’ sempadan jalan ini dan kami di gaji setiap bulan,” ujarnya.

Demikian juga dengan masyarakat yang ada, baik warga Gampong maupun para pelancong, menunjukan jempol, karna Gampong Anoi itam mulai giat dalam membenahi Gampong.

Pemerintah Gampong pun telah mengeluarkan Qanon perjanjian Gampong yang melarang masyarakat untuk melepaskan hewan ternak peliharaan nya di kawasan Gampong Anoi Itam serta akan di berikan sanksi jika tidak mengindahkan peraturan yang telah di keluarkan oleh pemerintahan Gampong.

Sebagai lokasi Wisata benteng dan alam semula jadi yang terdapat di Anoi Itam masyarakat bersama pemerintahan Gampong Dova Fadli,SE. terus lakukan pembenahan yang lebih bermakna jika di bandingkan pada pemerintahan Gampong sebelum nya, ujar mereka para tokoh masyarakat Gampong Anoi Itam Kecamatan Sukajaya Sabang, salah seorang diantaranya, tokoh pemuda, “Fuadi.”(man)

Pantai Wisata Gampong Anoi Itam Menjadi Tempat Family Gathering Keluarga Besar Polres dan Bhayangkari Sabang

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Keluarga besar Polres Sabang beserta Bhayangkari Jajaran Polres Sabang menggelar acara Family Gathering yang penuh keceriaan dan kebersamaan bertempat di Pantai Gp.Anoi Itam, Kec.Sukajaya Kota Sabang, Acara ini dipimpin langsung oleh Kapolres Sabang AKBP Erwan, SH, MH, yang didampingi oleh Ketua Bhayangkari Cabang Sabang Ny. Siska Erwan, Sabtu (04/01/2025).

Dalam rangka mempererat hubungan kekeluargaan dan meningkatkan kebersamaan antar anggota Polres Sabang beserta keluarga, acara ini menyajikan berbagai lomba yang seru dan meriah. Beberapa lomba yang diadakan antara lain:
– Lomba Nyanyi Couple – Diperuntukkan bagi POLKI, POLWAN, dan Bhayangkari yang memeriahkan acara dengan penampilan musikal yang menghibur.
– Lomba Tarik Tambang – Perlombaan seru antar Polki per-Satfung yang penuh semangat dan kekompakan.
– Lomba Estafet Sarung – Diikuti oleh POLKI, POLWAN, dan Bhayangkari yang menguji kekompakan dan kelincahan peserta.
– Lomba Anak-Anak, dengan berbagai kategori yang menyenangkan seperti:
– Lomba Makan Kerupuk
– Lomba Bawa Kelereng Pakai Sendok
– Lomba Mencocokan Minuman di Dalam Kotak

Acara ini turut dihadiri oleh Wakapolres Sabang Kompol Ridwan, SE, MSi, pejabat utama (PJU), personel jajaran Polres Sabang, Bhayangkari, serta anak-anak. Dalam suasana yang penuh kegembiraan, acara Family Gathering ini tidak hanya memberikan keseruan melalui lomba-lomba, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar keluarga besar Polres Sabang.

Sebagai puncak acara, para pemenang lomba mendapatkan hadiah-hadiah menarik yang diserahkan langsung oleh Kapolres Sabang, Ketua Bhayangkari Cabang Sabang, serta Pejabat Utama Polres Sabang, dan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan.

Kapolres Sabang, AKBP Erwan, mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh keluarga besar Polres Sabang dan Bhayangkari yang telah berpartisipasi dengan antusias dalam acara ini. “Acara ini dilaksanakan guna membangun kekompakan, kekeluargaan, dan kebersamaan Keluarga Besar Polres Sabang,” ujar Kapolres Sabang.

Dengan suksesnya acara ini, diharapkan dapat terus mempererat hubungan baik antara personel Polres Sabang, Bhayangkari, dan seluruh keluarga besar Polres Sabang serta menciptakan suasana kerja yang lebih harmonis dan solid ke depannya.(man)

14 Zulkhaidah 1446 H, Warga Cot Lamkuweuh Larut dalam Do’a Renungan 21 Tahun Tsunami Aceh

0

Dokumen foto Gampong Cot Lamkuweuh, Banda Aceh, satu bulan setelah kejadian Gempa-Tsunami Aceh. (foto/istimewa)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: BERTEPATAN dengan 14 Zulkhaidah 1446 Hijriah, yang juga bertepatan dengan gempa-stunami Aceh, kalander Arab (Hijriah), warga Gampong Cot Lamkuweuh, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh larut dalam doa renungan Gempa dan Tsunami Aceh, yang dipusatkan di Meunasah Gampong Tersebut, Senin (12/05) 2025.

Panitia kegiatan, Irwansyah Sy kepada awak media mengatakan bahwa. doa bersama dilaksanakan berdasarkan penanggalan Arab.

“Kalau berdasarkan Kalender Hijriah kejadian gempa dan Tsunami Aceh, 24 Desember 2004 yang lalu, terjadi pada tanggal 14 Zulkhaidah, dan hari ini 14 Zulkhaidah, makanya kami mengadakan peringatan Tsunami hari ini”, jelasnya.

Sementara itu, Keuchik Gampong Cot Lamkuweuh Misbahuddin mengatakan bahwa desa yang dipimpinnya selalu mengadakan peringatan Tsunami dengan menggunakan Kalender Hijriah.

“Ini merupakan kebiasaan gampong kami, dan sudah menjadi ketetapan bahwa setiap peringatan Tsunami kami laksanakan berdasarkan kalender Hijriah”, Jelas Misbahuddin.

“Tsunami adalah peristiwa besar bagi dunia, dan Gampong kami adalah salah satu desa yang terdampak paling parah, karena sangat dekat dengan laut”, Tambah Misbahuddin.

Misbahuddin mengatakan bahwa sekalipun rasa sedih kehilangan keluarga masih terasa sampai sekarang, akan tetapi warga yang dipimpinnya sudah benar-benar Ihklas.

“Kami mempercayai sepenuh hati bahwa Gempa dan Tsunami itu cobaan dari Allah SWT, jadi segala sesuatu yang datang dari Allah, tentu saja yang terbaik bagi umatnya, dan selalu ada Hikmah di balik itu semua”, Ujar Misbahuddin yang menjadi keuchik Gampong Cot Lamkuweuh baru sekitar satu tahun ini.

Gampong Cot Lamkuweuh sendiri merupakan Gampong yabg terletak hanya 200 meter dari Pantai Ulee Lheu, dan ketika Gempa dan Tsunami terjadi Tahun 2004 lalu, Cot Lamkuweuh rata dengan tanah. Sementara penduduk hang terissa ketika itu hanya sekitar 10 persen lagi.

Pantauan media, ratusan warga Gampong Cot Lamkuweuh, berbondong-bondong datang keu meunasah Gamlong tersebut.

Peringatan gempa dan Tsunami ini di lakukan dengan cara berdo’a tahlil dan samadiah serta tausiyah yang dipimpin oleh Imam Meunasah Gampong Cot Lamkuweuh, Tengku Ishak Muhammad. (**)

Mutiara Kasab dan Semangat Istri Prajurit Mengangkat Budaya Aceh di Persit Bisa 2026

0

MEDIANAD.COM, SABANG Menjelang pelaksanaan Event Persit Bisa 2026 yang akan diselenggarakan di Expo Balai Kartini, Jakarta pada tanggal 7–9 Mei 2026, berbagai persiapan terus dilakukan oleh UMKM Mutiara Kasab binaan Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda.

UMKM yang dirintis oleh Ny. Ema Mutiara Deka ini menjadi salah satu usaha kreatif yang membawa kekayaan budaya Aceh melalui kerajinan sulaman kasab khas Aceh Barat.

Keikutsertaannya dalam ajang Persit Bisa menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan warisan budaya daerah sekaligus menunjukkan kreativitas dan kemandirian anggota Persit dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Ny. Ema Mutiara Deka merupakan istri dari Koptu Didik Sulistyo Budi (NRP 31050191151086), yang saat ini bertugas sebagai Ta Provost Dim 0105/Aceh Barat. Sebagai anggota Persit, ia menjalankan peran mendampingi pengabdian suami sekaligus terus berkarya melalui usaha sulaman kasab yang telah ia tekuni selama bertahun-tahun.

Dalam menghadapi ajang Persit Bisa 2026, Mutiara Kasab melakukan berbagai persiapan, mulai dari penyempurnaan desain produk, peningkatan kualitas jahitan dan sulaman, hingga penataan display pameran agar tampil lebih menarik dan modern tanpa meninggalkan nilai tradisional Aceh.

Untuk kebutuhan pameran, Mutiara Kasab menyiapkan sebanyak 212 pcs produk kerajinan kasab dari berbagai varian unggulan yang akan dibawa ke Event Persit Bisa 2026, terdiri dari tas kasab, dompet, hiasan dinding, songket, sarung kursi dan taplak meja, kotak tisu, jilbab kasab, payung kasab, vest kasab, pouch, sarung tumbler, hingga sajadah khas Aceh. Seluruh produk dibuat secara handmade dengan mempertahankan teknik sulam tradisional kasab yang menjadi ciri khas budaya Aceh.

Dalam proses produksinya, setiap motif kasab dikerjakan secara detail mulai dari menggambar pola di atas kain beludru, memasang kain pada meja kayu khusus, hingga proses penyulaman menggunakan benang emas. Untuk satu produk, waktu pengerjaan dapat mencapai satu minggu hingga satu bulan tergantung tingkat kerumitan motif.

Motif-motif khas seperti Pucok Rebung, Pinto Aceh, dan Sulubayung tetap dipertahankan

sebagai identitas budaya Aceh yang memiliki filosofi mendalam tentang harapan, keharmonisan,dan keindahan kehidupan masyarakat Aceh.

Selain mempersiapkan produk, Mutiara Kasab juga terus memperkuat promosi melalui media sosial dan jaringan komunitas Persit agar produk kasab Aceh semakin dikenal luas. Persiapan ini juga melibatkan ibu-ibu pengrajin di lingkungan sekitar yang selama ini turut membantu proses produksi.

Bagi Ny. Ema Mutiara Deka, mengikuti Persit Bisa bukan sekadar menghadiri pameran UMKM,tetapi juga menjadi bentuk pengabdian dalam melestarikan budaya daerah di tengah perkembangan zaman. Ia berharap karya kasab Aceh dapat terus diminati generasi muda dan memiliki nilai ekonomi yang mampu membantu kesejahteraan masyarakat.

Melalui Mutiara Kasab, ia membuktikan bahwa perempuan Persit mampu menjalankan banyak peran sekaligus — mendampingi suami, melestarikan budaya, memberdayakan lingkungan, dan menggerakkan ekonomi kreatif.Mutiara Kasab dan Semangat Istri Prajurit Mengangkat Budaya Aceh di Persit Bisa 20266

Dari Desa Kuala Bubon, Aceh Barat, benang-benang kasab yang disulam dengan penuh ketekunan kini siap dibawa ke panggung nasional melalui ajang Persit Bisa 2026, membawa semangat budaya Aceh yang tetap hidup, indah, dan membanggakan(man)

Barisan Muda Dek Gam Lhoknga Bagikan Takjil Berbuka di Lampuuk

0

MEDIANAD.COM, ACEH BESAR: Barisan muda H Nazaruddin Dek Gam Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar berbagi takjil buka puasa di Kemukiman Lampuuk, Kecamatan setempat, Jumat (07/03/2025) sore.

Pembagian takjil, yang juga hari kedua di kemukiman Lampuuk sore Jumat dimaksud, terpusat didepan Masjid Rahmatullah Lampuuk serta disambut antusias warga setempat, apalagi bungkusan rakjil itu dibagikan menjelang buka puasa.

“Panduan kegiatan sosial untuk umat dalam bulan suci Ramadhan antara Barisan Muda (BM) dengan tim pemenangan H Nazaruddin Dek Gam dari Kecamatan Lhoknga juga terus berlanjut dan secara bergiliran”, ungkap ketua tim pemenangan Dek Gam Kecamatan Lhoknga, Fuadi Razali alias Yoek kepada online ini, Sabtu (08/03) sore.

Sembari menambahkan, selain membagikan takjil, Anggota DPR RI H Nazaruddin Dek Gam juga ketua MKD DPR RI serahkan bantuan untuk kegiatan Gema Ramadhan 1446 H di kemukiman Lampuuk
“Kami Barisan Muda H. NAZARUDDIN DEKGAM Insya Allah juga akan membagikan taknil serupa di kemukiman Lam Lhom dan Lhoknga minggu depan, pada selasa dan jumat”

Insya Allah kami hadir bukan saja di saat Pemilu atau Pilkada, namun terus berbuat yang terbaik demi umat dan kemajuan daerah tukas Fuadi Razali Yok, yang juga
kegiatan tersebut dikoordinasi langsung oleh ketua tim pemenangan H. NAZARUDDIN DEK GAM Kecamatan bersama tim pemenangan kemukiman setempat dan tim gampong yang ada dalam kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. (non)

Kuah Beulangong Pak WA, “Kuliner Khusus Saat Puasa”, Tersaji di Depan MTsN dan MAN Model Banda Aceh

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: “Kuah beulangong salah satu makanan terdepan ciri khas Aceh yang juga deretan kuliner ternama yang sudah mewahan hingga kelevel nasional di tanah serta selalu tersedia pada hari-hari besar islam seperti Maulid Nabi Besar Muhammad SAW”.
Namun yang satu ini juga dirancik oleh sang ahli masak Kuah Beulangong dan kuliner masakan lainnya, ialah Abu Khawaled yang berlabel “PAK WA”, tersaji Khusus  tiap Bulan Suci Ramadhan.

Seperti puasa-puasa tahun sebelumnya, Kuah Beulangong Pak WA yang beralamat di Jalan Pocut Bareun atau tepatnya di depan MTsN dan MAN Model Banda Aceh siap disajikan dan dibeli, mulai Jam 16.30 WIB sore tiap harinya, ungkap Abu Khawaled.

Kepada Online ini beberapa waktu lalu, yang juga “toke” toko Kelontong Hudup Baru2 (HB2) depan MTsN dan MAN Model Banda Aceh, Abu Khawaled mengatakan.
Rancikan kuah beulangong Pak WA khusus bulan puasa ini masih tetap dijual dengan tarif seperti biasa serta dapat dicangkau oleh semua kalangan masyarakat.

Ayo…buruan, “sajian mantap murah serta dijamin lezat dan memuaskan saat berbuka sekaligus langsung dapat berbelanja di toko keulontong HB2 usai dan sebelum memesan kuah beulangong Pak WA”. (non)

SEJARAH   TERBENTUKNYA   KERAJAAN ACEH

0

Sebelum berdirinya KERAJAAN ACEH, di Aceh Besar dan Banda Aceh terdapat 5 Kerajaan Hindu yaitu : 1. Indra Jaya di Lhoek Seudu. 2. Indra Purwa di Ujong Pancu.3. Indra Patra di Ladong. 4. Indrapuri di Indrapuri. 5. Indra Purba di Lamreh- Krueng Raya.

Pada pertengahan Abad ke 11 M (1059 M) Kerajaan  Hindu Indra Jaya diserang armada angkatan laut Tiongkok/China yang dipimpin oleh LIANG KHIE dan puterinya NIAN NIO. Indra Jaya dapat ditaklukkan dan LIANG KHIE mengangkat dirinya sebagai Raja dan merubah nama Kerajaan Indra Jaya menjadi KERAJAAN SEUDU dan memindahkan pusat kerajaan dari Lhok Seudu ke PANTON BIE. cita2nya ingin menaklukkan seluruh Kerajaan Hindu di Aceh. Karena sudah tua/uzur ia digantikan oleh puterinya MAHARANI NIAN NIO.dan cita2nya dilanjutkan oleh puterinya.

Maharani Nian Nio pertama menyerang Indra Purwa.setelah ditaklukkan ia membuat benteng pertahanan di Lingke di belakang Kantor POLDA ACEH sekarang. Setelah benteng selesai diberi nama ayahnya yaitu BENTENG LIANG KHIE. Lama kelamaan LIANG KHIE disebut LINGKE oleh penduduk setempat.dari sinilah asal nama GAMPONG  LINGKE.

Setelah penyerangan dan penaklukan Kerajaan Indra Jaya oleh Liang Khie banyak rakyat Indra Jaya meninggalkan negerinya dan pergi menuju ke Kerajaan Indra Purba/Lamuri   yang rajanya bernama INDRA SAKTI. demikian pula pada masa pemerintahan Maharani Nian Nio  rakyat dipaksa memeluk Agama Budha dan dikenakan pajak tinggi sehingga rakyat pindah kenegeri lain.kemudian dari rakyat Indra Jaya inilah Raja Indra Sakti mengetahui ada pasukan China/Tiongkok. Lalu Raja Indra Sakti mengirim utusan ke Kerajaan Islam Peureulak di Bandar Khalifah untuk meminta bantuan milter dalam rangka menghadapi serangan pasukan China  bila sewaktu-waktu menyerang Kerajaan Indra Purba.

ABDULLAH KAN’AN atau SHEIKH HUDAN berasal dari Kan’an Pakestina. Sheikh tersebut tiba di Bandar Khalifah pada pertengahan Abad ke 12 M. Semasa berada di Bandar Khalifah menyarankan kepada Sultan untuk mendirikan perguruan tinggi Islam. Sarannya disetujui oleh Sultan maka dibangunlah ZAWIYAH COT KALA yang berlokasi di Bayeun-Aceh Timur dan tidak begitu jauh dari Bandar Khalifah (Peureulak). Zawiyah Cot Kala merupakan perguruan tinggi Islam pertama di Asia Tenggara.di Zawiyah Cot Kala inilah MEURAH JOHAN. Sunan Bonang. Sunan Giri mempelajari ilmu Agama Islam dan Ilmu-ilmu lainnya seperti Ilmu Penerintahan. Bela Diri dll. Guru2  di Zawiyah tersebut diantaranya adalah Abdullah Kan’an. Maulana Ishak ayahnya Sunan Giri dan Ulama2 lainnya. Alumni2 Zawiyah Cot kala menyebarkan Agama Islam ke seluruh ASIA TENGGARA.

MEURAH JOHAN adalah anak Sultan LINGE yang bernama Sultan ADI GENALI yang juga merupakan seorang Ulama yang terkenal dengan panggilan Teungku Chik Kawe Teupat. Sultan mengajarkan Ilmu Agama Islam kepada anaknya. Selain itu juga Meurah Johan belajar Ilmu Agama kepada Teungku Chik Serule. Setelah dewasa kedua guru agamanya sepakat untuk mengirim dan menyekolahkan Meurah Johan ke Zawiyah Cot Kala dan dibimbing serta diajari lansung oleh Sheikh Abdullah Kan’an dan guru-guru lainnya.

Pada Tahun 1180 M Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Johan Syah (Sultan Peureulak) mengutus delegasi sebanyak 600 personil PAI (Tentara) ke Kerajaan Hindu INDRA PURBA di Aceh Besar. Pengiriman delegasi ini untuk memenuhi permohonan bantuan Raja INDRA SAKTI dari Kerajaan Indra Purba. Delegasi dipimpin oleh Sheikh Abdulah Kan’an sebagai Ketua dan muridnya Meurah Johan sebagai Wakil untuk memimpin rombongan delegasi tersebut. Delegasi tersebut terdiri dari 500  orang PAI Kerajaan Islam Peureulak dan 100 orang dari Kerajaan LINGE.

Setiba di Kerajaan Hindu Indra Purba atau Kerajaan LAMURI.  Sheikh Abdullah Kan’an. Meurah Johan dan rombongan melatih tentara Kerajaan Indra Purba dalam bidang militer dan strategi perang dan juga mengajarkan bercocok tanam kebutuhan pokok seperti menanam padi dan lain2 sebagai persiapan logistik Kerajaan bila terjadi serangan dari bala tentara Maharani Nian Nio. Bimbingan bercocok tanam diikuti juga oleh masyarakat setempat. Selain itu Sheikh Abdullah Kan’an atau Sheikh Hudan juga memperkenalkan Budidaya TANAMAN LADA yang kelak dimasa mendatang menjadi tanaman primadona dan diminati oleh bangsa2 Eropah.atas jasanya tersebut Sheikh Abdullah Kan’an diberi Gelar Bapak LADA ACEH oleh masyarakat Aceh saat ini.

Masyarakat setempat memperhatikan dan melihat delegasi dari Kerajaan Islam Peureulak dan Kerajaan Linge mempunyai tingkah laku.sifat dan tatakrama yang sopan dan sangat ramah sehingga masyarakat setempat tertarik dan akhirnya memeluk Agama Islam.

Diperkirakan akhir Abad ke 12 M terjadi serangan besar2an tentara Tiongkok/China yang dipimpin lansung oleh Maharani Nian Nio  dan dihadang dan dilawan oleh tentara koalisi Kerajaan Hindu Indra Purba. Kerajaan Hindu Indra Patra. Kerajaan Islam Peureulak dan karajaan Linge dibawah pimpinan Sheikh Abdullah Kan’an dan muridnya Meurah Johan. Pertempuran dahsyat dan sengit terjadi di sepanjang pantai Alue Naga sampai dengan Krueng Raya. Akhirnya pertempuran tersebut dimenangkan oleh tentara Koalisi.

Setelah kemenangan tersebut Raja INDRA SAKTI dan Keluarga memeluk Agama Islam dan kemudian diikuti pula oleh rakyatnya. Kemudian Raja Indra Sakti menikahkan anaknya PUTROE BLIENG INDRA KESUMA dengan Panglima perang yang cerdas dan gagah perkasa MEURAH JOHAN. Kemudian diketahui pula oleh Syeikh Abdullah Kan’an bahwa Maharani Nian Nio juga jatuh cinta kepada Meurah Johan. Lalu Sheikh Abdullah Kan’an mengambil inisiatif untuk melobi Raja Indra Sakti dan keluarga terutama Putroe Blieng Indra Kesuma perihal jatuh cintanya Maharani Nian Nio kepada Meurah Johan yang merupakan suami Putroe Blieng Indra Kesuma yang baru saja menikah. Dengan keahlian dan kepiawian Sheikh Abdullah Kan’an menjelaskan tentang manfaat jangka panjang bila pernikahan kedua Meurah Johan dengan Maharani Nian Nio.maka Raja Indra Sakti dan keluarga terutama Putroe Blieng Indra Kesuma dapat menyetujuinya. Akhirnya Maharani Nian Nio menikah dengan Meurah Johan dan memeluk Agama Islam bersama seluruh petinggi dan tentaranya. serta rakyat Kerajaan SEUDU atau Indra Jaya seluruhnya.

Pada tanggal 22 April 1205 M di Benteng Liang Khie dilakukan perayaan kemenangan dan sekaligus Pengumuman berdirinya KERAJAAN ACEH yang wilayahnya terdiri dari wilayah Kerajaann Indra Jaya. Indra Purwa. Indra Patra. Indra Purba dan Indra Puri. Acara perayaan kemenangan dan pengumuman berdirinya Kerajaan Aceh dihadiri oleh Kerajaan Samudra Pasai. Linge. Jaya dan Pedir (Pidie) dll. Tanggal berdirinya Kerajaan Aceh 22 April 1205 M dihitung mulainya berdirinya Kota Banda Aceh dan sekarang diperingati setiap tahunnya oleh Pemerintah Daerah Kotamadya Banda Aceh.

Selain itu tanggal 22 April 1205 M juga merupakan tanggal pengangkatan dan penetapan MEURAH JOHAN sebagai Sultan pertama Kerajaan Aceh dengan gelar SULTAN ALAIDIN JOHAN SYAH dan penetapan SHEIKH ABDULLAH KAN’AN sebagai Kadhi Malikul Adhil pertama Kerajaan Aceh.

Setelah berakhir masa jabatannya. Sheikh Abdullah Kan’an dan keluarga tinggal  di Gampong ( Desa) LAMPEUNEUEN Kabupaten Aceh Besar dengan kegiatan sehari2 mengajar masyarakat setempat tentang Ilmu Agama Islam sehingga beliau digelar pula oleh masyarakat Aceh dengan gelar TEUNGKU CHIK LAMPEUNEUEN. Sheikh Abdullah Kan’an berpulang kerahmatullah dan dimakamkan bersama anggota keluarganya di  Gampong Lampeuneuen Kabupaten Aceh Besar.

Apakah saudara-saudara pernah menziarahi makam SHEIKH ABDULLAH KAN’AN yang dimakamkan di Gampong Lampeuneuen Aceh Besar yang telah berjasa mendirikan Kerajaan Aceh dan meng Islam kan masyarakat Aceh Besar  Banda Aceh dan sekitarnya  ?. (NE. Banda Aceh. 31 Desember 2024 M).

Plt Sekda Buka Puasa Bersama dengan Awak Media Liputan Abes, Ikut Hadir Ketua PWI Aceh dan Sejumlah Wartawan Senior

0

MEDIANAD.COM, ACEH BESAR: Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Besar, Bahrul Jamil S.Sos MSi, menggelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama (Bukber) dengan insan Pers yang tergabung dalam “Grup WA Rakan Media Aceh Besar (Abes) and awak media liputan Abes”, di Rumah Makan Paga Ayee Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Senin (24/3/2025) sore.

Serta silaturrahmi dan Bukber tersebut juga turut hadir ketua PWI Aceh M Nasir Nurdin serta sejumlah wartawan senior terlihat juga bergabung dikesempatan itu, sejak pukul 18.00 WIB.

Dikesempatan itu, Plt Sekda Bahrul Jamil, yang juga mewakili Bupati, H. Muharram Idris (Syech Muharram), menyampaikan permohonan maaf, Syech Muharram tidak dapat bergabung menghadiri bukber bersama Rakan Media liputan Abes, karena terbentur dengan agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan.

Kami menyampaikan permohonan maaf dari Bapak Bupati yang tidak dapat hadir pada kesempatan ini. Namun, Bupati menititip salam dan apresiasi kepada rekan media yang selama ini telah berkontribusi dalam menyebarluaskan informasi secara menyeluruh untuk kemajuan Aceh Besar.

Plt Sekda Abes yang akrab disapa ‘Bang BJ’ dimaksud juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam mewujudkan pembangunan yang transparan dan akuntabel.

“Kami sangat membutuhkan dukungan dan peran aktif media dalam menyampaikan informasi yang konstruktif. Media adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah ini,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, M Nasir Nurdin, yang turut hadir dalam kegiatan itu menegaskan, media siap mendukung Pemkab Aceh Besar dalam menyebarluaskan informasi yang edukatif dan membangun.

“Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan terkhusus debgan Pemkab Aceh Besar dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kami berharap komunikasi yang baik ini terus terjalin demi kemajuan daerah,” pintanya.

Hal senada juga disampaikan Ketua PWI Aceh Besar, Jufrizal, yang juga memperkenalkan sejumlah jurnalis yang selama ini aktif dalam mempublikasikan berbagai kegiatan Pemkab Aceh Besar. “Harapan kami kegiatan serupa yang telah menjadi agenda rutin setiap ramadhan terus terjalin, dan juga pemerintah juga memberikan perhatian lebih untuk kemajuan media dan juga wartawannya,” pungkas Coy sapaan akrab Ketua PWI Aceh Besar.

Selain Plt Sekda Bahrul Jamil, ketua PWI Aceh Nasir Nurdin, dalam Bukber tersebut juga turut dihadiri oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Abes, Rahmawati SPd MSi, Kabag Umum Setdakab, Zayadinur SSTP MSi, dan Kabid Media Informasi Diskominfo Abes, Mariadi ST MM, tentu bersama sekitar 80 wartawan yang tergabung dalam group WA Rakan Media Aceh Besar. (lem/rel)

Popular Posts

My Favorites

Personel Kodim 0112/Sabang Ikuti Apel Gabungan Pengamanan Lebaran di Pelabuhan Balohan

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Dalam rangka memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 1446 H, personel Kodim 0112/Sabang melaksanakan apel gabungan Pengamanan (PAM)...