Pariwisata

Beranda Pariwisata
Berita Pariwisata

Mutiara Kasab dan Semangat Istri Prajurit Mengangkat Budaya Aceh di Persit Bisa 2026

0

MEDIANAD.COM, SABANG Menjelang pelaksanaan Event Persit Bisa 2026 yang akan diselenggarakan di Expo Balai Kartini, Jakarta pada tanggal 7–9 Mei 2026, berbagai persiapan terus dilakukan oleh UMKM Mutiara Kasab binaan Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda.

UMKM yang dirintis oleh Ny. Ema Mutiara Deka ini menjadi salah satu usaha kreatif yang membawa kekayaan budaya Aceh melalui kerajinan sulaman kasab khas Aceh Barat.

Keikutsertaannya dalam ajang Persit Bisa menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan warisan budaya daerah sekaligus menunjukkan kreativitas dan kemandirian anggota Persit dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Ny. Ema Mutiara Deka merupakan istri dari Koptu Didik Sulistyo Budi (NRP 31050191151086), yang saat ini bertugas sebagai Ta Provost Dim 0105/Aceh Barat. Sebagai anggota Persit, ia menjalankan peran mendampingi pengabdian suami sekaligus terus berkarya melalui usaha sulaman kasab yang telah ia tekuni selama bertahun-tahun.

Dalam menghadapi ajang Persit Bisa 2026, Mutiara Kasab melakukan berbagai persiapan, mulai dari penyempurnaan desain produk, peningkatan kualitas jahitan dan sulaman, hingga penataan display pameran agar tampil lebih menarik dan modern tanpa meninggalkan nilai tradisional Aceh.

Untuk kebutuhan pameran, Mutiara Kasab menyiapkan sebanyak 212 pcs produk kerajinan kasab dari berbagai varian unggulan yang akan dibawa ke Event Persit Bisa 2026, terdiri dari tas kasab, dompet, hiasan dinding, songket, sarung kursi dan taplak meja, kotak tisu, jilbab kasab, payung kasab, vest kasab, pouch, sarung tumbler, hingga sajadah khas Aceh. Seluruh produk dibuat secara handmade dengan mempertahankan teknik sulam tradisional kasab yang menjadi ciri khas budaya Aceh.

Dalam proses produksinya, setiap motif kasab dikerjakan secara detail mulai dari menggambar pola di atas kain beludru, memasang kain pada meja kayu khusus, hingga proses penyulaman menggunakan benang emas. Untuk satu produk, waktu pengerjaan dapat mencapai satu minggu hingga satu bulan tergantung tingkat kerumitan motif.

Motif-motif khas seperti Pucok Rebung, Pinto Aceh, dan Sulubayung tetap dipertahankan

sebagai identitas budaya Aceh yang memiliki filosofi mendalam tentang harapan, keharmonisan,dan keindahan kehidupan masyarakat Aceh.

Selain mempersiapkan produk, Mutiara Kasab juga terus memperkuat promosi melalui media sosial dan jaringan komunitas Persit agar produk kasab Aceh semakin dikenal luas. Persiapan ini juga melibatkan ibu-ibu pengrajin di lingkungan sekitar yang selama ini turut membantu proses produksi.

Bagi Ny. Ema Mutiara Deka, mengikuti Persit Bisa bukan sekadar menghadiri pameran UMKM,tetapi juga menjadi bentuk pengabdian dalam melestarikan budaya daerah di tengah perkembangan zaman. Ia berharap karya kasab Aceh dapat terus diminati generasi muda dan memiliki nilai ekonomi yang mampu membantu kesejahteraan masyarakat.

Melalui Mutiara Kasab, ia membuktikan bahwa perempuan Persit mampu menjalankan banyak peran sekaligus — mendampingi suami, melestarikan budaya, memberdayakan lingkungan, dan menggerakkan ekonomi kreatif.Mutiara Kasab dan Semangat Istri Prajurit Mengangkat Budaya Aceh di Persit Bisa 20266

Dari Desa Kuala Bubon, Aceh Barat, benang-benang kasab yang disulam dengan penuh ketekunan kini siap dibawa ke panggung nasional melalui ajang Persit Bisa 2026, membawa semangat budaya Aceh yang tetap hidup, indah, dan membanggakan(man)

Ditanya Soal Gaji Petugas Pasar, Kadiskopukmdag: Sedang Dicarikan Solusi

0
Samsul Bahri Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh Samsul Bahri mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang mencarikan solusi terkait pembayaran gaji petugas pasar.

Diketahui, gaji petugas Pasar Aceh dan Pasar Almahirah belum dibayarkan sepenuhnya sedari Agustus lalu. “Untuk bulan Agustus memang baru mampu kita bayarkan 50 persen,” ujarnya kepada awak media, Rabu, 1 Januari 2025.

Menurut Samsul Bahri, hal itu diakibatkan minimnya pemasukan retribusi pasar selama ini. “Kendala minimnya pemasukan pasar sehingga gaji September, Oktober, dan November tersendat. Kalau untuk Desember, dibayarkan pada bulan Januari tahun ini.”

Pihaknya tidak menutup mata atas kondisi tersebut, dan sudah berupaya mengantisipasi. “Sudah kita cari solusi beberapa kali dengan kepala BLUD UPTD pasar untuk mengantipasinya, namun keadaan yang tidak kita inginkan bersama ini harus terjadi,” ujarnya.

Hingga saat ini pun dirinya bersama tim terkait sedang berupaya mencarikan solusi pembayaran gaji petugas pasar. “Hari ini saya bersama kepala BLUD UPTD pasar akan menyampaikan laporan terkait permasalahan tersebut kepada Bapak Pj Wali Kota.”

“Mudah-mudahan dengan arahan beliau nanti bakal ada solusi. Kami berkomitmen untuk menghargai setiap hak jerih-payah para petugas yang selama ini berada di garda terdepan pasar kita. Mohon didoakan yang terbaik demi kepentingan bersama,” ujar Samsul.(*)

Kuah Beulangong Pak WA, “Kuliner Khusus Saat Puasa”, Tersaji di Depan MTsN dan MAN Model Banda Aceh

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: “Kuah beulangong salah satu makanan terdepan ciri khas Aceh yang juga deretan kuliner ternama yang sudah mewahan hingga kelevel nasional di tanah serta selalu tersedia pada hari-hari besar islam seperti Maulid Nabi Besar Muhammad SAW”.
Namun yang satu ini juga dirancik oleh sang ahli masak Kuah Beulangong dan kuliner masakan lainnya, ialah Abu Khawaled yang berlabel “PAK WA”, tersaji Khusus  tiap Bulan Suci Ramadhan.

Seperti puasa-puasa tahun sebelumnya, Kuah Beulangong Pak WA yang beralamat di Jalan Pocut Bareun atau tepatnya di depan MTsN dan MAN Model Banda Aceh siap disajikan dan dibeli, mulai Jam 16.30 WIB sore tiap harinya, ungkap Abu Khawaled.

Kepada Online ini beberapa waktu lalu, yang juga “toke” toko Kelontong Hudup Baru2 (HB2) depan MTsN dan MAN Model Banda Aceh, Abu Khawaled mengatakan.
Rancikan kuah beulangong Pak WA khusus bulan puasa ini masih tetap dijual dengan tarif seperti biasa serta dapat dicangkau oleh semua kalangan masyarakat.

Ayo…buruan, “sajian mantap murah serta dijamin lezat dan memuaskan saat berbuka sekaligus langsung dapat berbelanja di toko keulontong HB2 usai dan sebelum memesan kuah beulangong Pak WA”. (non)

Pj Wali Kota Sabang bersama Forkopimda serahkan tiket kapal gratis kepada pemudik.

0

MEDIANAD.COM, SABANG- Sebanyak 50 tiket kapal Express Bahari gratis tujuan Sabang-Banda Aceh, diserahkan Pj Wali Kota Sabang Andri Nourman bersama Forkopimda kepada para pemudik di pelabuhan Balohan Sabang.

“Hari ini kita bersama hadir di Pelabuhan Balohan Sabang, untuk melakukan peninjauan. Sekaligus kita lepas keberangkatan perdana sebagian dari pemudik gratis yang dilaksanakan Pemerintah tahun ini, khususnya keberangkatan dari pelabuhan Balohan Sabang,” kata Andri Nourman, Jum’at (28/3).

Dijelaskan, bahwa tiket mudik Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah gratis ini merupakan program Kementerian Perhubungan, yang bertujuan membantu masyarakat agar dapat mudik dengan aman, nyaman dan tanpa biaya.

“Tiket gratis untuk kapal cepat, mulai berlaku hari ini per tanggal 28-30 Maret 2025, kemudian nanti arus baliknya di tanggal 4-6 April 2025. Sementara untuk total keseluruhan, untuk kapal cepat sendiri kita dapat informasi ada sekitar 2218 tiket gratis pulang pergi yang telah didapatkan oleh pemudik,” jelasnya.

Selain menyerahkan tiket gratis, Pj Wali Kota Sabang bersama Forkopimda juga melakukan peninjauan ke dalam kapal Express Bahari. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan meninjau Posko Terpadu Lebaran, guna memastikan pelaksanaan mudik berjalan aman dan lancar.

“Sejauh ini, cuaca secara keseluruhan cukup mendukung untuk pelayaran, mudah-mudahan terus seperti ini. Sementara untuk aktivitas di pelabuhan hari ini terpantau mulai ramai lancar, masih ter-handle dengan baik,” ujar Pj Wali Kota Sabang.

Pemerintah Kota Sabang bersama TNI-POLRI dan stakeholder lainnya juga telah menyiagakan personel di posko terpadu lebaran di Pelabuhan Balohan sebagai pusat informasi dan pengamanan. Sehingga di harapkan para pemudik maupun masyarakat dapat terlayani dengan baik dan merasa nyaman selama berlibur di Kota Sabang.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Sabang AKBP Erwan mengatakan siap menjaga ketertiban dan mengamankan libur lebaran ini. Pihaknya juga melaksanakan Operasi Ketupat bersama Pemerintah Kota Sabang membentuk dua pos pengamanan.

“Insyallah kita bersama instansi lain baik itu Polri, TNI, Pemerintah Kota Sabang, dan stakeholder lainnya siap mengamankan dan melayani masyarakat dengan baik,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, dua pos pengamanan tersebut berlokasi di Pelabuhan Balohan yakni pos terpadu, dan pos pengamanan di lokasi wisata Iboih yang menjangkau juga kegiatan pengamanan atau pelayanan di Tugu Nol Kilometer.

“Jadi dalam pos ini kita juga berkolaborasi dengan stakeholder lain sehingga kita bisa sama-sama membantu masyarakat baik yang mudik atau wisatawan yang akan berkunjung ke Sabang. Karena sebagaimana kita ketahui Sabang adalah destinasi wisata sehingga kita harus siap mengamankan dan melayani masyarakat baik yang mudik atau yang berwisata ke Sabang,” tutup Kapolres Sabang.(man)

Kepala BNN Banda Aceh Kombes Pol. Zahrul Bawadi, SM,MM ; Alm. Alta Zaini adalah Tokoh P4GN untuk Desa Bersinar

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH, Innalillahi wainnalilahi rajiun, telah berpulang ke Rahmatullah seorang tokoh Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Kota Banda Aceh, Alta Zaini Geuchik Gampong Lampulo, di Banda Aceh, Selasa (06/05/2025)

Seperti yang dilansir penanews.id. sosok Almarhum Keuchik Alta Zaini, kata Kepala BNN Kota Banda Aceh, Kombes Pol. Zahrul Bawadi, SH,MM kepada media ini, Rabu (07/05/2024) menyebutkan, Gampong Lampulo Kecamatan Kuta Alam diresmikan sebagai Gampong Bersih Narkoba (BERSINAR) pada tahun 2022.

“Semenjak di resmikan gampong Lampulo sebagai Gampong Bersinar telah banyak ragam prestasi yang di raih selama Alta Zaini menjabat sebagai Geuchik Gampong Lampulo yang salah satunya Piagam Penghargaan dari Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia Komjen Pol Martinus Hukom. S.I.K., M.Si atas kontribusi dan komitmennya dalam upaya mendukung Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran gelap narkotika (P4GN) terkhusus Desa Bersinar/Gampong Bersinar (Bersih dari Narkotika)

“Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia melalui Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh Brigjen. Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah. M.M Penyerahan penghargaan ini dilaksanakan di halaman kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh pada tahun 2024,”sebut Kepala BNNK Zahrul Bawadi.

Program Desa Bersih Narkoba (Bersinar) merupakan salah satu upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba di tingkat desa , yang bertujuan untuk meningkatkan pendampingan masyarakat desa dalam penyelenggaraan fasilitas Desa Bersih Dari Narkoba (Desa Bersinar) yang dikelola secara partisipatif serta terpadu, berkelanjutan berbasis pendayagunaan sumber daya di desa.

“Ucapan terima kasih atas kontribusi Geuchik Gampong Lampulo Bapak Alta Zaini yang telah mendukung dengan sungguh – sungguh program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran gelap narkotika (P4GN) dan masing-masing gampong dan diharapkan hal ini bisa menginspirasi Geuchik gampong yang lain untuk bersama sama mewujudkan Banda Aceh Bersih Dari Narkoba (Bersinar),”ucap Kombes Pol. Zahrul Bawadi dengan tulus, seraya membaca surah Al-fathihah untuk almarhum Alta Zaini.

Gampong Lampulo Kota Banda Aceh termasuk Wilayah Kerja BNN Kota Banda Aceh.

Kehadiran Desa Bersinar bukan hanya bentuk pencegahan narkoba di pedesaan atau kalangan masyarakat, namun juga membimbing bagi mereka yang telah menyalahgunakan narkotika untuk dapat di rehabilitasi melalui program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) yang ada di gampong tersebut dan yang paling utama adalah dukungan dan pastisipasi semua pihak termasuk tokoh agama, tokoh Masyarakat dan seluruh masyarakatnya dalam Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran gelap narkotika (P4GN).

“Selamat jalan tokoh P4GN Kota Banda Aceh, Semoga diberikan tempat terbaik disisi Allah Subhanahuwata’ala dan segala amalan dalam pemberantasan narkotika di Kota Banda Aceh menjadi ladang amal jariyah,”doa Zahrul Bawadi untuk Almarhum Alta Zaini.(*)

Kerja Sama Dua Hela Pemda Aceh – PT. ASDP Tentang Pengoperasian Lintas Penyebrangan Jakarta-Pelabuhan Malahayati Aceh

0

MEDIANAD.COM, JAKARTA, – Pemerintah Aceh dan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi menandatangani kesepakatan bersama terkait pengoperasian lintasan penyeberangan Jakarta–Pelabuhan Malahayati Aceh. Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Kantor ASDP Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir Syamaun, menyampaikan bahwa kerja sama ini memiliki arti penting dalam upaya meningkatkan konektivitas transportasi laut sekaligus memperkuat perekonomian Aceh.

Menurutnya, posisi Aceh yang berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka menjadi salah satu potensi strategis yang perlu didukung dengan infrastruktur transportasi yang memadai.

“Selain memperkuat konektivitas transportasi laut, Aceh memiliki posisi geografis yang strategis karena berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka.”

Ia menjelaskan, distribusi barang dari Pulau Jawa ke Aceh selama ini masih bergantung pada jalur darat yang melintasi Pulau Sumatera. Kondisi tersebut menyebabkan waktu pengiriman relatif lebih lama dan biaya operasional logistik menjadi lebih tinggi.

Karena itu, kehadiran layanan kapal RoRo yang melayani lintasan Jakarta–Malahayati diharapkan dapat menjadi alternatif transportasi yang lebih efektif bagi masyarakat maupun pelaku usaha di Aceh.

“Lintasan ini diharapkan dapat memperlancar distribusi logistik, mempersingkat waktu tempuh, memperpendek rantai pasok, membuka akses yang lebih luas bagi produk unggulan Aceh, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Aceh dalam mendukung operasional lintasan penyeberangan tersebut.

“Fokus utama kerja sama ini adalah pengoperasian dan pengembangan lintasan penyeberangan strategis Jakarta–Pelabuhan Malahayati Aceh sebagai bagian dari transformasi layanan ASDP menuju penguatan layanan Long Distance Ferry (LDF),” kata Yossianis.

Penandatanganan kesepakatan itu turut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Aceh. Sekda Aceh didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh T Robby Irza, Kepala Dinas Perhubungan Aceh T Faisal, serta sejumlah kepala biro di lingkungan Sekretariat Daerah Aceh.(*)

SEJARAH   TERBENTUKNYA   KERAJAAN ACEH

0

Sebelum berdirinya KERAJAAN ACEH, di Aceh Besar dan Banda Aceh terdapat 5 Kerajaan Hindu yaitu : 1. Indra Jaya di Lhoek Seudu. 2. Indra Purwa di Ujong Pancu.3. Indra Patra di Ladong. 4. Indrapuri di Indrapuri. 5. Indra Purba di Lamreh- Krueng Raya.

Pada pertengahan Abad ke 11 M (1059 M) Kerajaan  Hindu Indra Jaya diserang armada angkatan laut Tiongkok/China yang dipimpin oleh LIANG KHIE dan puterinya NIAN NIO. Indra Jaya dapat ditaklukkan dan LIANG KHIE mengangkat dirinya sebagai Raja dan merubah nama Kerajaan Indra Jaya menjadi KERAJAAN SEUDU dan memindahkan pusat kerajaan dari Lhok Seudu ke PANTON BIE. cita2nya ingin menaklukkan seluruh Kerajaan Hindu di Aceh. Karena sudah tua/uzur ia digantikan oleh puterinya MAHARANI NIAN NIO.dan cita2nya dilanjutkan oleh puterinya.

Maharani Nian Nio pertama menyerang Indra Purwa.setelah ditaklukkan ia membuat benteng pertahanan di Lingke di belakang Kantor POLDA ACEH sekarang. Setelah benteng selesai diberi nama ayahnya yaitu BENTENG LIANG KHIE. Lama kelamaan LIANG KHIE disebut LINGKE oleh penduduk setempat.dari sinilah asal nama GAMPONG  LINGKE.

Setelah penyerangan dan penaklukan Kerajaan Indra Jaya oleh Liang Khie banyak rakyat Indra Jaya meninggalkan negerinya dan pergi menuju ke Kerajaan Indra Purba/Lamuri   yang rajanya bernama INDRA SAKTI. demikian pula pada masa pemerintahan Maharani Nian Nio  rakyat dipaksa memeluk Agama Budha dan dikenakan pajak tinggi sehingga rakyat pindah kenegeri lain.kemudian dari rakyat Indra Jaya inilah Raja Indra Sakti mengetahui ada pasukan China/Tiongkok. Lalu Raja Indra Sakti mengirim utusan ke Kerajaan Islam Peureulak di Bandar Khalifah untuk meminta bantuan milter dalam rangka menghadapi serangan pasukan China  bila sewaktu-waktu menyerang Kerajaan Indra Purba.

ABDULLAH KAN’AN atau SHEIKH HUDAN berasal dari Kan’an Pakestina. Sheikh tersebut tiba di Bandar Khalifah pada pertengahan Abad ke 12 M. Semasa berada di Bandar Khalifah menyarankan kepada Sultan untuk mendirikan perguruan tinggi Islam. Sarannya disetujui oleh Sultan maka dibangunlah ZAWIYAH COT KALA yang berlokasi di Bayeun-Aceh Timur dan tidak begitu jauh dari Bandar Khalifah (Peureulak). Zawiyah Cot Kala merupakan perguruan tinggi Islam pertama di Asia Tenggara.di Zawiyah Cot Kala inilah MEURAH JOHAN. Sunan Bonang. Sunan Giri mempelajari ilmu Agama Islam dan Ilmu-ilmu lainnya seperti Ilmu Penerintahan. Bela Diri dll. Guru2  di Zawiyah tersebut diantaranya adalah Abdullah Kan’an. Maulana Ishak ayahnya Sunan Giri dan Ulama2 lainnya. Alumni2 Zawiyah Cot kala menyebarkan Agama Islam ke seluruh ASIA TENGGARA.

MEURAH JOHAN adalah anak Sultan LINGE yang bernama Sultan ADI GENALI yang juga merupakan seorang Ulama yang terkenal dengan panggilan Teungku Chik Kawe Teupat. Sultan mengajarkan Ilmu Agama Islam kepada anaknya. Selain itu juga Meurah Johan belajar Ilmu Agama kepada Teungku Chik Serule. Setelah dewasa kedua guru agamanya sepakat untuk mengirim dan menyekolahkan Meurah Johan ke Zawiyah Cot Kala dan dibimbing serta diajari lansung oleh Sheikh Abdullah Kan’an dan guru-guru lainnya.

Pada Tahun 1180 M Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Johan Syah (Sultan Peureulak) mengutus delegasi sebanyak 600 personil PAI (Tentara) ke Kerajaan Hindu INDRA PURBA di Aceh Besar. Pengiriman delegasi ini untuk memenuhi permohonan bantuan Raja INDRA SAKTI dari Kerajaan Indra Purba. Delegasi dipimpin oleh Sheikh Abdulah Kan’an sebagai Ketua dan muridnya Meurah Johan sebagai Wakil untuk memimpin rombongan delegasi tersebut. Delegasi tersebut terdiri dari 500  orang PAI Kerajaan Islam Peureulak dan 100 orang dari Kerajaan LINGE.

Setiba di Kerajaan Hindu Indra Purba atau Kerajaan LAMURI.  Sheikh Abdullah Kan’an. Meurah Johan dan rombongan melatih tentara Kerajaan Indra Purba dalam bidang militer dan strategi perang dan juga mengajarkan bercocok tanam kebutuhan pokok seperti menanam padi dan lain2 sebagai persiapan logistik Kerajaan bila terjadi serangan dari bala tentara Maharani Nian Nio. Bimbingan bercocok tanam diikuti juga oleh masyarakat setempat. Selain itu Sheikh Abdullah Kan’an atau Sheikh Hudan juga memperkenalkan Budidaya TANAMAN LADA yang kelak dimasa mendatang menjadi tanaman primadona dan diminati oleh bangsa2 Eropah.atas jasanya tersebut Sheikh Abdullah Kan’an diberi Gelar Bapak LADA ACEH oleh masyarakat Aceh saat ini.

Masyarakat setempat memperhatikan dan melihat delegasi dari Kerajaan Islam Peureulak dan Kerajaan Linge mempunyai tingkah laku.sifat dan tatakrama yang sopan dan sangat ramah sehingga masyarakat setempat tertarik dan akhirnya memeluk Agama Islam.

Diperkirakan akhir Abad ke 12 M terjadi serangan besar2an tentara Tiongkok/China yang dipimpin lansung oleh Maharani Nian Nio  dan dihadang dan dilawan oleh tentara koalisi Kerajaan Hindu Indra Purba. Kerajaan Hindu Indra Patra. Kerajaan Islam Peureulak dan karajaan Linge dibawah pimpinan Sheikh Abdullah Kan’an dan muridnya Meurah Johan. Pertempuran dahsyat dan sengit terjadi di sepanjang pantai Alue Naga sampai dengan Krueng Raya. Akhirnya pertempuran tersebut dimenangkan oleh tentara Koalisi.

Setelah kemenangan tersebut Raja INDRA SAKTI dan Keluarga memeluk Agama Islam dan kemudian diikuti pula oleh rakyatnya. Kemudian Raja Indra Sakti menikahkan anaknya PUTROE BLIENG INDRA KESUMA dengan Panglima perang yang cerdas dan gagah perkasa MEURAH JOHAN. Kemudian diketahui pula oleh Syeikh Abdullah Kan’an bahwa Maharani Nian Nio juga jatuh cinta kepada Meurah Johan. Lalu Sheikh Abdullah Kan’an mengambil inisiatif untuk melobi Raja Indra Sakti dan keluarga terutama Putroe Blieng Indra Kesuma perihal jatuh cintanya Maharani Nian Nio kepada Meurah Johan yang merupakan suami Putroe Blieng Indra Kesuma yang baru saja menikah. Dengan keahlian dan kepiawian Sheikh Abdullah Kan’an menjelaskan tentang manfaat jangka panjang bila pernikahan kedua Meurah Johan dengan Maharani Nian Nio.maka Raja Indra Sakti dan keluarga terutama Putroe Blieng Indra Kesuma dapat menyetujuinya. Akhirnya Maharani Nian Nio menikah dengan Meurah Johan dan memeluk Agama Islam bersama seluruh petinggi dan tentaranya. serta rakyat Kerajaan SEUDU atau Indra Jaya seluruhnya.

Pada tanggal 22 April 1205 M di Benteng Liang Khie dilakukan perayaan kemenangan dan sekaligus Pengumuman berdirinya KERAJAAN ACEH yang wilayahnya terdiri dari wilayah Kerajaann Indra Jaya. Indra Purwa. Indra Patra. Indra Purba dan Indra Puri. Acara perayaan kemenangan dan pengumuman berdirinya Kerajaan Aceh dihadiri oleh Kerajaan Samudra Pasai. Linge. Jaya dan Pedir (Pidie) dll. Tanggal berdirinya Kerajaan Aceh 22 April 1205 M dihitung mulainya berdirinya Kota Banda Aceh dan sekarang diperingati setiap tahunnya oleh Pemerintah Daerah Kotamadya Banda Aceh.

Selain itu tanggal 22 April 1205 M juga merupakan tanggal pengangkatan dan penetapan MEURAH JOHAN sebagai Sultan pertama Kerajaan Aceh dengan gelar SULTAN ALAIDIN JOHAN SYAH dan penetapan SHEIKH ABDULLAH KAN’AN sebagai Kadhi Malikul Adhil pertama Kerajaan Aceh.

Setelah berakhir masa jabatannya. Sheikh Abdullah Kan’an dan keluarga tinggal  di Gampong ( Desa) LAMPEUNEUEN Kabupaten Aceh Besar dengan kegiatan sehari2 mengajar masyarakat setempat tentang Ilmu Agama Islam sehingga beliau digelar pula oleh masyarakat Aceh dengan gelar TEUNGKU CHIK LAMPEUNEUEN. Sheikh Abdullah Kan’an berpulang kerahmatullah dan dimakamkan bersama anggota keluarganya di  Gampong Lampeuneuen Kabupaten Aceh Besar.

Apakah saudara-saudara pernah menziarahi makam SHEIKH ABDULLAH KAN’AN yang dimakamkan di Gampong Lampeuneuen Aceh Besar yang telah berjasa mendirikan Kerajaan Aceh dan meng Islam kan masyarakat Aceh Besar  Banda Aceh dan sekitarnya  ?. (NE. Banda Aceh. 31 Desember 2024 M).

Kapolres Sabang Terjun Langsung Lakukan Patroli di Objek Wisata Laut Iboih

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Kapolres Sabang AKBP Sukoco, S.ST, MM, M.Mar, M.Tr.SOU, M.Han, turun langsung laksanakan pengawasan dan patroli di kawasan wisata laut Iboih, Gp.Iboih, Kec.Sukamakmue Kota Sabang, guna memastikan keamanan, kenyamanan, serta keselamatan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, yang berlibur diwilayah Sabang, Minggu (01/06/2025).

Dalam patroli tersebut, Kapolres bersama jajaran melakukan pengecekan ke sejumlah titik wisata bahari, meliputi:

Rubiah Tirta Divers, untuk memeriksa kesiapan alat kesehatan seperti tabung oksigen dan P3K, peralatan diving/snorkling, legalitas operasional, sertifikasi pemandu (buddy) diving, serta SOP keselamatan yang diterapkan.

Pantai Teupin Layeu, di mana dilakukan pengecekan loket snorkling dan boat wisata, interaksi langsung dengan wisatawan, serta imbauan keselamatan bagi para pengunjung. Tim juga memeriksa kondisi alat-alat snorkling yang disewakan di lokasi.

Pulau Weh Dive Resort, untuk koordinasi dengan pengelola, Vincent, terkait kesiapan alat menyelam, kotak P3K, dan SOP yang dijalankan.

Lumba-Lumba Diving Centre, dengan fokus pengecekan serupa bersama pengelola, Maryam.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Sabang AKBP Sukoco menyampaikan pesan kamtibmas kepada pemandu wisata dan wisatawan agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut, mengikuti SOP, serta memastikan seluruh pemandu bersertifikasi sesuai standar.
“Kami ingin memastikan seluruh aktivitas wisata berjalan dengan aman. Setiap potensi risiko harus diminimalkan, dan semua pihak harus mematuhi SOP serta memperhatikan keselamatan wisatawan,” tegas AKBP Sukoco.

Patroli ini turut melibatkan Kasat Polairud Polres Sabang Ipda Wahidi, Kapolsek Sukakarya Ipda Hairul Saleh Ritonga, SH, Kanit Intelkam Aipda Maisura, Danpolsubsektor Iboih Bripka Tahyuddin, Bhabinkamtibmas Gp. Iboih Aipda Fauzan, serta personel Polsek Sukakarya, Satpolairud, dan Polsubsektor Iboih.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polres Sabang dalam menjaga citra pariwisata yang aman, ramah, dan profesional di kawasan wisata laut Kota Sabang.( man ).(*/man)

Cegah Guantibmas Saat Libur Panjang, Polres Sabang Intensifkan Patroli di Destinasi Wisata

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Mencegah Guantibmas selama libur panjang, Polres Sabang intensifkan patroli serta pengamanan di sejumlah destinasi wisata dan tempat keramaian yang menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat maupun wisatawan di wilayah Kota Sabang, Kamis (14/05/2026)

Kegiatan tersebut dipimpin oleh IPDA Rahman Hakim didampingi IPDA Muhibuddin bersama personel jajaran Polres Sabang dengan menyasar kawasan wisata, pusat keramaian, serta lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat selama masa liburan.

Patroli dilakukan sebagai langkah preventif guna antisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas seperti tindak kriminalitas, kemacetan arus lalu lintas, balap liar, hingga gangguan ketertiban lainnya yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat dan wisatawan.

Selain melaksanakan pengamanan, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat dan wisatawan agar tetap menjaga keselamatan, ketertiban, serta selalu waspada terhadap barang bawaan pribadi saat berada di lokasi wisata.

Kapolres Sabang AKBP Sukoco, S.ST, MM, M.Mar, M.Tr.SOU, M.Han, mengatakan bahwa patroli dan pengamanan tersebut merupakan bentuk pelayanan Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama momentum libur panjang.

“Kami menurunkan personel jajaran untuk melaksanakan patroli dan pengamanan di sejumlah destinasi wisata serta pusat keramaian guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berlibur di Kota Sabang,” ujar Kapolres Sabang.

Kapolres juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif dengan mematuhi aturan, menjaga ketertiban, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.(man)

Ramadansyah Perwakilan Persiraja Eropa, ‘Dikukuhkan Presiden Dek Gam di Rumah Dinas Wadubes INA untuk Prancis’

0

MEDIANAD.COM: Penghujung lawatan Manajemen Persiraja Banda Aceh ke Eropa, Presiden Persiraja, H. Nazaruddin Dek Gam turut mengukuhkan Persiraja Perwakilan Eropa, di Rumah Dinas Wakil Duta Besar (Wadubes) Indonesia (INA) untuk Prancis, Minggu (27/4/2025) waktu Paris, Prancis.

Serta pemegang saham “mayoritas” Club asal Aceh yang berjulukan Laskar Rencong Dek Gam dikesempatan tersebut langsung menunjuk pemuda jangkung dan ganteng Ramadansyah Hasan sebagai perwakilan Persiraja untuk Eropa juga pengukuhan dimaksud disela-sela jamuan makan siang di Rumah Dinas Wadubes INA untuk Prancis, Ramadansyah.

‘Dalam siaran Pers MO tim dimaksud, yang diterima awak Media liputan Persiraja di Banda Aceh’. Presiden Dek Gam mengatakan, Pembentukan Persiraja Perwakilan Eropa ini bukan untuk gagah-gagahan, akan tetapi untuk menunjang dan meningkatkan Profesionalisme Persiraja berbagai bidang ke depan, baik Manajerial maupun kualitas pemain dan pelatih.
“Kita harus menangkap semua peluang yang ada, bekerja keras serta membuka jaringan yang luas, agar Persiraja mendapat dukungan, baik secara finansial maupun masukan teknis terhadap tim,” pinta politisi PAN tersebut.

“Buktinya sendiri sekarang lihat, ada seorang putra Aceh yang menjadi wakil duta Besar Indonesia di Prancis, ini kan kebanggaan kita semua,” jelas ketua BKD DPR-RI H Nazaruddin dalam nada optimis.

Sementara itu Ramadhansyah Hasan, yang juga Wakil Duta Besar Indonesia untuk Prancis merasa senang dan terhormat dapat bergabung dengan Persiraja Banda Aceh.

“Sebagai orang yang suka sepakbola tentu saja saya merasa sangat senang bisa terlibat dan bergabung di Persiraja ini, apalagi kemudian saya dipercayakan untuk menjadi Perwakilan Persiraja untuk Eropa,” pinta Ramadhan dalam hada ceria.

“Kita semua sebagai orang Aceh harus bangga dan harus berkontribusi untuk Persiraja, karena Persiraja sudah menjadi identias Aceh secara keseluruhan, dan harus kita dukung bersama-sama,” tambah Ramadhan yang menjabat sebagai Wakil Duta besar Indonesia Untuk Prancis sejak 8 Agustus 2023.

Ramadhansyah Hasan adalah Putra Aceh kelahiran Takengon, Aceh Tengah, dan sudah dua tahun menjabat sebagai Wakil Duta Besar Indonesia untuk Prancis.

Dalam acara pengukuhan tersebut juga dihadiri oleh beberapa Orang Aceh yang sudah menetap di Paris, termasuk Aliyullah Hasan Yusuf, yang juga penulis buku terkenal yang berjudul Penumpang Gelap. (zm/**)

Popular Posts

My Favorites

Plt Sekda Aceh Besar Minta ASN Disiplin, “Tiga Pejabat Fungsional Dilantik”

0
Plt Sekdakab Aceh Besar, Bahrul Jamil melantik tiga pejabat fungsional di jajaran Pemerintah Kabupaten dimaksud, Selasa (08/07) pagi di ruang kerja Plt Sekdakab, Kota...