Pemerintah

Beranda Pemerintah Halaman 13
Berita Pemerintahan

‘Sah’, DPRK Bireuen Umumkan Muchlis Takabeya dan Lazuardi Ibrahim Sebagai Bupati serta Wakil Bupati Periode 2025-2030

0

MEDIANAD.COM, BIREUEN: Sekertaris Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bireuen (DPRK) Said Abdul Rahman, membaca surat Keputusan dari Komite Independen Pemilihan (KIP) setempat, Jumat (07/02) 2025 bahwa, H Muchlis ST dan Ir H Lazuardi MT sudah sah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bireuen, periode 2025-2030 serta disaksikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bireuen, ujar Sekwan Said Abdul Rahman kepada wartawan, Sabtu (08/02) 2025 yang juga menjelaskan, pada pengumuman dimaksud, turut hadir Kepala Dinas/Badan dilingkup SKPK Kabupaten setempat.

“Dimana dan hasil keputusan KIP Bireuen menetapkan, H Muchlis ST dan Ir H Lazuardi Ibrahim MT sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bireuen untuk lima tahun mendatang dan ditetapkan sesuai surat KIP Bireuen No 10 Tahun 2025 dan tanggal 06 Febuari 2025,” jelas Said Abdul Rahman.

Serta diluar sidang DPRK dan keputusan KIP.

Diwawancarai media ini disejumlah komponen masyarakat Bireuen, Senin pagi. “Secara umum warga merasa senang dari hasil dan penetapan Bupati Bireuen depenitif, setelah ada sengketa di MK”, serta tinggal menunggu jadwal pelantikan H Muchlis yang juga akrab disapa Takabeya dan wakilnya Lazuardi yang diperkirakan pertengahan bulan Februari 2025.

KEPUTUSAN KIP BIREUEN; sementara itu, empat hari lalu. Komisi Independen Pemilihan (KIP) Bireuen secara resmi menetapkan pasangan H. Mukhlis, S.T., dan H. Ir. Razuardi, M.T., sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bireuen terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Penetapan ini dilakukan dalam rapat pleno terbuka yang digelar di Aula Bireuen Jaya, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Kamis (6/2/2025) malam.
Diantaranya Ketua KIP Bireuen Saiful Hadi, S.E., M.M., menhelaskan. Rapat pleno ini menandai tahapan akhir dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2024. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali bersatu setelah perbedaan pilihan dalam Pilkada

Tahapan Pilkada telah selesai. Kini, saatnya kita bersama-sama membangun Bireuen tanpa ada lagi sekat perbedaan,” ujarnya.

Saiful juga mengungkapkan bahwa Pilkada 2024 di Bireuen berjalan dengan sukses dan aman, dengan tingkat partisipasi pemilih mencapai 71,86%. Menurutnya, angka ini menunjukkan kesadaran politik masyarakat yang tinggi serta keberhasilan kerja sama semua pihak dalam menyukseskan pesta demokrasi ini.

SEMENTARA itu, Penjabat (Pj) Bupati Bireuen, Jalaluddin dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara pemilu, mulai dari KIP, Bawaslu, Panwaslih, PPK, PPS, dan KPPS, hingga aparat keamanan TNI-Polri, yang telah bekerja dengan penuh integritas dan dedikasi.

“Keberhasilan Pilkada ini adalah hasil kerja sama kita semua. Tidak ada lagi kubu nomor 1, 2, atau 3. Kini, seluruh masyarakat Bireuen adalah pemenang,” pintanya.
Serta mengajak seluruh pihak untuk mendukung pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih demi kemajuan Bireuen.

Mari kita pertajam visi dan misi bersama agar Bireuen semakin maju dan sejahtera. Kami siap menjalin komunikasi serta bekerja sama demi kepentingan masyarakat
“BAHWA seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bireuen siap bekerja di bawah kepemimpinan Mukhlis-Razuardi dan akan mendukung penuh program yang akan dijalankan”.

Serta Pj Bupati menyampaikan, pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih akan dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA), yakni dalam Sidang Paripurna DPRK Bireuen. Ia meminta instansi terkait, termasuk Sekretariat DPRK dan lembaga vertikal lainnya, untuk mempersiapkan agenda pelantikan dengan baik sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku. (kontributor bireuen/*)

Sertifikat halal untuk 40 pelaku usaha di Sabang

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Dari total 78 peserta yang mengikuti kegiatan sertifikasi halal pada tahun 2024, sebanyak 40 pelaku usaha atau sekitar 53 persen telah berhasil memperoleh sertifikat halal.

Pj Wali Kota Sabang Andri Nourman mengatakan hal ini merupakan capaian yang patut diapresiasi, mengingat secara keseluruhan jumlah sertifikat halal yang telah dikeluarkan oleh LPPOM MPU Aceh untuk Kota Sabang mencapai 63 sertifikat.

“Ini merupakan keseriusan Pemerintah Kota Sabang melalui Teungku-Teungku kita yang tergabung dalam MPU Kota Sabang, juga teman-teman yang berada di beberapa OPD terkait mulai dari Disperindag, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kesehatan juga beberapa OPD lainnya, yang sangat membantu para pelaku usaha untuk mendapatkan atau mempercepat pengurusan sertifikasi halal dari LPPOM MPU Aceh,” kata Andri, di Sabang, Rabu (5/2).

Menurutnya, melalui pendampingan dari Pemerintah Kota Sabang serta Dinas terkait, para pelaku usaha mampu meminimalisir berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Dalam masa pendampingan tersebut auditor dari LPPOM MPU Aceh melakukan peninjauan tempat usaha, wawancara, dan lain sebagainya.

“Dengan usaha kita bersama, melalui pendampingan yang dilakukan secara bersama-sama, para pelaku usaha Kota Sabang bisa mempercepat penerimaan sertifikat halal tersebut,” ujarnya.

Andri menjelaskan, sejauh ini dari sekitar 78 pelaku usaha yang mengajukan permohonan, terdapat 40 yang di nilai mampu mendapatkan sertifikat halal. Jadi, secara personal terdapat 63 para pelaku usaha yang sudah menerima sertifikasi halal oleh LPPOM MPU Aceh.

“Sertifikat halal tersebut berlaku selama 4 tahun, sehingga pada prosesnya nanti akan dilakukan pengecekan kembali oleh pihak uang menerbitkan menerbitkannya. Jadi, bagi yang sudah mendapatkan sertifikat halal, pertahankan apa yang telah didapat, tingkatkan kualitas,” imbaunya.

Andri Nourman menuturkan, Pemerintah Kota Sabang sangat mendukung program sertifikasi halal ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal.

“Dengan adanya sertifikat halal, diharapkan produk-produk

dari Kota Sabang dapat lebih mudah menembus pasar nasional maupun internasional, serta memberikan jaminan kehalalan bagi masyarakat yang mengonsumsinya,” harapnya.

Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha di Kota Sabang yang belum memiliki sertifikat halal untuk segera mengurusnya. Pemerintah Kota Sabang bersama MPU Kota Sabang siap memberikan pendampingan dan kemudahan dalam proses sertifikasi ini.

“Mari bersama-sama kita wujudkan sabang sebagai kota dengan produk halal yang unggul dan berdaya saing tinggi,” tutupnya.(dan)

20 Februari 2025, Presiden Prabowo Pilih Pelantikan Kepala Daerah Serentak

0

MEDIANAD.COM, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengusulkan sejumlah tanggal pelantikan kepala daerah nonsengketa dan hasil putusan dismissal Mahkamah Konstitusi (MK) ke Presiden Prabowo Subianto.

Tito mengatakan dari tiga tanggal yang diusulkan, Prabowo memilih pelantikan kepala daerah digelar pada 20 Februari 2025.

Hal itu disampaikan Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II di gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2025). Tito mengatakan pihaknya telah membuat sejumlah skenario pelantikan kepala daerah.

“Kita membuat mengancer tanggal 18, 19, 20 dan saya lapor ke Presiden dan Presiden memilih (tanggal) 20 (Februari), hari Kamis,” ujar Tito.

Tito mengatakan pihaknya mengusulkan 18, 19, 20 Februari untuk digelar pelantikan. Dia mengatakan tanggal itu dipilih setelah pihaknya menyesuaikan dengan putusan dismissal yang akan digelar MK.

Tito menyebut terdapat 296 kepala daerah non sengketa yang siap untuk dilantik. Sedangkan, terdapat 249 daerah yang masih bersengketa di MK.

Lebih lanjut, Tito menegaskan jadwal pelantikan kepala daerah pada 20 Februari 2025 bukan perintah dari Prabowo Subianto. Tito mengatakan 20 Februari merupakan tanggal usulan yang dipilih oleh Prabowo.

“Saya mau koreksi, tadi ada pendapat bahwa tanggal 20 ini perintah bapak presiden. Bukan perintah, usulan saya kepada beliau,” ujarnya.

“Kemudian beliau ada opsi. Ya namanya bawahan ya menyampaikan opsi, dan opsi itu dipilih oleh beliau tanggal 20 (Februari). Jadi bukan perintah dari awal tanggal 20, tidak,” sambung Tito.

Tito kembali menekankan usulan tanggal yang disampaikan ke Prabowo telah melalui proses hitung usai putusan dismissal MK. Dia mengatakan pihaknya membuat sejumlah skenario untuk pelantikan kepala daerah.

“Tapi ini ada dinamika, bukan karena perintah presiden, menyederhanakan waktunya seperti. Tidak seperti itu, terjadinya ada trigger itu dari saya,” ujarnya.

Diketahui, awalnya pelantikan kepala daerah nonsengketa akan digelar 6 Februari 2025. Sementara itu, putusan dismissal awalnya akan dibacakan 11-13 Februari dipercepat menjadi 4-5 Februari 2025.(*)

Dibawah Kepemimpinan Ahmad Dadek, Tamparan Bagi Pejabat Pidie Jaya yang Sibuk ‘Pencitraan’

0

MEDIANAD.COM, PIDIE JAYA – sebuah kabupaten dengan potensi besar di Aceh, menghadapi persoalan sosial yang mendesak untuk segera ditangani. Mulai dari kelangkaan pupuk yang menghantam produktivitas petani hingga meningkatnya angka Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang terpasung tanpa solusi manusiawi, realitas pahit ini menunjukkan perlunya perhatian lebih serius dari pejabat setempat. Di tengah situasi ini, kehadiran Dr. H.T.A. Dadek sebagai Penjabat Bupati selama 44 hari telah menjadi oase harapan bagi masyarakat Pidie Jaya.

Dadek bukan sekadar seorang birokrat. Dengan pengalaman panjangnya sebagai mantan camat dan Ketua BPBA, ia memahami secara mendalam persoalan di akar rumput. Dalam waktu singkat, Dadek berhasil membuka mata banyak pihak terhadap masalah-masalah yang selama ini terabaikan, kasus anak-anak kurang gizi, kekosongan obat di puskesmas dan RSUD, bocah penderita ginjal bocor, jantung bocor tanpa perawatan intensif, serta kondisi rumah dhuafa yang tak kunjung tersentuh pembangunan. Ditambah lagi, kelangkaan pupuk yang membuat petani frustrasi dan terancam kehilangan hasil panen menjadi sorotan baru dalam kepemimpinan Dadek.

Apa yang membuat semua ini semakin ironis adalah bahwa persoalan tersebut sebetulnya sudah lama ada. Namun, kehadiran Dadek, yang secara konsisten turun ke lapangan, telah mengungkap fakta yang selama ini tersembunyi di balik meja-meja rapat para pejabat. Ketika ia blusukan ke gampong-gampong, ia menemukan penderitaan ODGJ yang dirantai di sudut-sudut desa, seolah hak asasi manusia hanya sekadar wacana di Pidie Jaya. Hal ini tentu menjadi tamparan keras bagi pejabat yang lebih sibuk menjaga kenyamanan daripada mengurus masyarakat.

Satu hal yang membedakan Dadek dari banyak pejabat lainnya adalah keberaniannya menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi langsung dengan rakyat. Ia membuka ruang bagi keluhan masyarakat yang sering kali tidak tersampaikan melalui jalur birokrasi yang kaku. Setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti dengan inspeksi ke lapangan, menunjukkan bahwa Dadek adalah pemimpin yang benar-benar memahami denyut nadi rakyatnya. Tetapi, berapa banyak pejabat di Pidie Jaya yang mau meluangkan waktu untuk mendengar, apalagi bertindak?

Selama masa kepemimpinannya yang singkat, para pejabat di bawahnya tampak mulai berbenah. Mereka yang sebelumnya hanya nyaman dengan rutinitas administratif kini terlihat mencoba mengikuti jejak pemimpinnya. Namun, apakah ini tulus, atau hanya sekadar ajang pencitraan? Rakyat tidak memerlukan pejabat yang beraksi hanya karena diawasi. Mereka membutuhkan pemimpin yang konsisten dalam melayani dan menciptakan solusi berkelanjutan, bukan sekadar pemadam kebakaran sesaat.

Dadek, dalam 44 hari masa jabatannya, telah memberikan teladan nyata bahwa kepemimpinan tidak diukur dari durasi jabatan, melainkan dari keberanian untuk menyelesaikan masalah. Kasus ODGJ terpasung, kelangkaan pupuk, hingga berbagai persoalan kesehatan dan sosial di Pidie Jaya mulai ditangani secara nyata. Ini adalah bukti bahwa pemimpin yang turun langsung ke lapangan akan selalu menemukan jalan untuk memperbaiki keadaan, bahkan dalam waktu yang singkat.

Dengan masa depan Pidie Jaya yang kini berada di tangan bupati dan wakil bupati terpilih untuk periode 2025-2030, rakyat berharap mereka bisa meneladani pola kerja Dadek. Mereka membutuhkan pemimpin yang peka, responsif, dan mau mendengarkan. Pemimpin yang memahami bahwa petani yang kehilangan pupuk dan pasien yang kehilangan akses obat adalah masalah mendesak yang tidak bisa menunggu rapat panjang untuk diselesaikan.

Pidie Jaya adalah kabupaten dengan potensi luar biasa, tetapi potensi ini hanya bisa diwujudkan jika para pejabatnya keluar dari zona nyaman dan bekerja untuk rakyat. Jika kehadiran Dadek selama 44 hari telah mampu membuat perubahan yang signifikan, maka sudah saatnya para pemimpin baru melanjutkan semangat tersebut. Jangan biarkan penderitaan rakyat menjadi pemandangan biasa, jadilah pemimpin yang menghadirkan solusi dan harapan nyata.(*)

Pj Gubernur Safrizal Pantau Pelayanan RSUDZA dan Jenguk Wartawan MEDIANAD Korban Tabrak Lari

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH–– Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, menjenguk Muslem Ulka, seorang wartawan media online yang tengah menjalani perawatan di RSUD Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, pada Sabtu malam (25/1/2025).

Muslem dirawat setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Simpang BPKP Lambhuk, Banda Aceh, pada Jumat siang, sekira pukul 12.10 Wib, (24/1/2025).

Kedatangan Safrizal merupakan wujud kepedulian seorang pemimpin daerah terhadap masyarakat, terlebih korban merupakan jurnalis yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan dan memberikan informasi kepada masyarakat.

Safrizal tiba di rumah sakit didampingi Kepala Biro Umum Setda Aceh, T. Adi Darma. Sesampainya di lokasi, ia langsung menuju ruang perawatan untuk menemui Muslem. Dalam kunjungannya, Safrizal terlihat menyemangati korban dan mendoakan agar segera pulih.

“Yang sabar. Istighfar,” ucap Safrizal sambil berdiri di sisi tempat tidur korban.

Tak hanya berbincang dengan Muslem, Safrizal juga berinteraksi dengan keluarga korban yang berada di rumah sakit. Kepada mereka, ia menyampaikan dukungan dan semangat agar tabah menghadapi ujian ini.

Selain membesuk Muslem, kunjungan Pj Gubernur Safrizal ke RSUDZA juga bertujuan memantau pelayanan rumah sakit dan memastikan kesiapan tenaga medis dan fasilitas kesehatan, terutama di tengah suasana libur akhir pekan yang bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj dan Tahun Baru Imlek. (*)

Dalih Studi Banding Pejabat Aceh Besar ke Lombok Disebut “Akal-akalan”, Diduga Menghadiri Pesta Perkawinan

0

MEDIANAD.COM, ACEH BESAR – Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto tak henti-henti bikin blunder. Usai heboh mempekerjakan Sekda “bodong”, dia menugaskan dirinya dan para kepala dinas untuk studi tiru (studi banding) ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Surat tugas dengan nomor 094/05/202 tanggal 16 Januari 2025 yang ditandatangani Iswanto menugaskan sejumlah pejabat, tidak hanya yang terkait dengan urusan wisata. Padahal di dalam surat disebut tujuan kegiatan adalah mengikuti studi tiru di Desa Tetebatu Kecamatan Sikur, Mataram, NTB.

Di sana, disebutkan, ada penandatanganan kerja sama bidang kepariwisataan antardaerah. Sesuai standar durasi waktu perjalanan dinas ASN, mereka berada di kota wisata terkenal itu selama 4 hari, yakni tanggal 22—25 Januari 2025.

Secara umum, biasanya, alokasi anggaran untuk satu perjalanan dinas di dalam DPA adalah empat hari, kecuali untuk Diklat atau tugas khusus.

Menurut keterangan seorang sumber di lingkup pemerintah Aceh, untuk membiayai program kerja sama antardaerah seperti itu, sudah diplot anggaran khusus jauh-jauh hari. Apakah untuk menunjang kerja sama ini, Pemkab telah menyediakan anggaran?

Sayangnya, publik tidak bisa mendapatkan informasi terkait ketersediaan dana untuk mendukung program pariwisata Aceh Besar dalam DPA 2025. Kepala BPKD setempat, Andrea Syahputra, tidak menjawab konfirmasi yang dilayangkan media ini, Sabtu (25/1/2025) sore.

Sementara itu, sayup-sayup berembus informasi yang agak mengagetkan. Kata sumber media ini, studi banding itu hanya akal-akalan saja. “Mereka menghadiri pesta anak Asisten di NTB,” ujar sumber yang diketahui identitasnya ini.

Menurut dia, itulah sebabnya mengapa yang mengikuti “studi banding” boong-boongan itu bukan saja pejabat dari instansi terkait, tapi hampir semua SKPK. “Kan tidak mungkin untuk urusan penandatanganan berita acara bidang kepariwisataan antardaerah, yang hadir Kadis kesehatan atau DLHK,” sambungnya.

Kecurigaan itu makin menguat dari fakta, bahwa surat tugas studi banding boong-boongan tertanggal 16 Januari 2025 itu tidak dibubuhi paraf Sekda Sulaimi. Saat permasalahan ini dikonfirmasi, ia membenarkannya. “Saya tidak mau paraf,” kata Sulaimi.

Mantan Sekda yang baru saja disingkirkan Iswanto ini tidak bersedia berbicara banyak tentang surat tersebut. Ia juga tidak mau menjelaskan kenapa begitu bersikeras menolak memaraf surat tugas yang isinya padahal untuk kemajuan pembangunan pariwisata di Aceh Besar.

Publik, tampaknya, harus sabar menunggu penjelasan Pj Bupati Iswanto nantinya. Juga menunggu realisasi program kemajuan pariwisata Aceh Besar setelah meniru Mataram NTB.(*)

Donasi Terkumpul dari Para Dermawan, MPP Pijay Serahkan Kepada Bocah Bandar Dua yang Sedang Sakit Bocor Ginjal

0

MEDIANAD.COM, PIDIE JAYA- Masyarakat Pidie Jaya Peduli (MPP) serahkan Rp 20 juta donasi yang terkumpul dari pada dermawan kepada Nuzula Alfadila, bocah asal Gampong Babah Krueng, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten setempat, yang sedang berjuang melawan penyakit bocor ginjal, Rabu (22/1) 2025 dan diserahkan langsung oleh Ketua MPP, Fazli Husin, SHI, kepada keluarga Nuzula, serta disaksikan Pj. Bupati Pidie Dr. Teuku Ahmad Dadek juga Bupati terpilih periode 2025-2030, H. Sibral Malasyi.

“Semoga donasi ini bisa dimanfaatkan untuk biaya pendampingan berobat dan kebutuhan mendesak lainnya bagi keluarga Nuzula,” ujar ketua MPP Fazli Husin dengan penuh harapan, sembari mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berkontribusi menyumbangkan bantuan, tentu sedikit banyaknya dapat meringankan beban keluarga Nuzula.

Hal positif dan donasi yang telah terkumpul dari para dermawan, membuktikan wujud nyata kepedulian masyarakat Pidie Jaya (Pijay) terhadap sesama yang sedang membutuhkan.

Ketua MPP Fazli Husin juga dikesempatan tersebut menjelaskan, sisa yang terkumpul setelah penggalangan dana untuk Nuzula ditutup, dimana akan disalurkan kepada penerima manfaat lainnya yang membutuhkan bantuan biaya pendampingan pengobatan,

“serta kami akan melakukan asesment terlebih dahulu untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” jelasnya.

Ditegaskan lagi, MPP tidak memungut biaya operasional satu rupiah pun dalam setiap kegiatan penggalangan dana, yakni positif dan bersih semua donasi yang terkumpul langsung diterima oleh penerima manfaat.

Sementara dikesempatan tersebut, Pj. Bupati Pidie Jaya, Dr. Teuku Ahmad Dadek, menyampaikan apresiasinya atas aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh MPP. “Ini adalah bentuk kepedulian yang luar biasa. Semoga kegiatan mulia seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Pj Bupati juga berjanji untuk berkoordinasi dengan Dinas terkait untuk memastikan Nuzula mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan standar seperti warga masyarakat lainnya saat berobat.

Disisi lain, Bupati Pijay terpilih,H. Sibral Malasyi juga turut memberikan dukungan moral kepada keluarga Nuzula, sembari berharap bantuan tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya demi kebutuhan pengobatan dan kesembuhan Nuzula.

“Mari kita jadikan kepedulian seperti ini sebagai inspirasi untuk terus membantu sesama,” pinta Bupati terplih singkat.

“Saat menerima bantuan, Ibunda Nuzula dan keluarga tak mampu menyembunyikan rasa harunya, dengen raut wajah haru dan tetesan air mata kecil seluruh anggota keluarga, mengucapkan terima kasih kepada MPP dan seluruh donatur yang telah membantu keluarga kecilnya. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, “semoga Allah membalas semua kebaikan para dermawan,” tuturnya.

Sementara secara umum disimpulkan, Aksi kemanusiaan demikian menjadi bukti nyata, bahwa solidaritas masih menjadi kekuatan utama masyarakat Pidie Jaya.

Dengan semangat gotong royong, masyarakat menunjukkan bahwa ditengah segala tantangan, kepedulian kepada sesama mampu menjadi cahaya harapan bagi mereka yang membutuhkan. (**)

Menunggu Puluhan Tahun, Bang Wan Bireuen Tertipu Bantuan Rumah Dhuafa

0

MEDIANAD.COM, BIREUEN – Sudah puluhan tahun Rizwan Alamsyah (62) bersama istri dan anaknya tinggal di sebuah gubuk reyot di Dusun Alue Lipah, Gampong Peuneulet Tunong, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen.

Meskipun setiap tahun dijanjikan akan mendapatkan bantuan rumah layak huni dari pemerintah, baik dari tingkat Gampong, Pemerintah Aceh, maupun Pemkab Bireuen, hingga kini janji tersebut belum juga terwujud.

Pada Selasa (21/1/2025), Rizwan, yang akrab disapa Bang Wan, mengungkapkan kondisi memprihatinkan tempat tinggalnya. Ia mengatakan, “Beginilah kondisi gubuk reyot tempat tinggal saya dan keluarga, hanya menunggu roboh,” ujarnya saat disambangi media.

Rizwan, setelah berpisah dengan istri pertama dan telah banyak berkelana untuk mencari nafkah, mengatakan nasibnya hingga saat ini masih belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Ia dan keluarganya bahkan masih menumpang di tanah milik orang lain.

Beberapa bulan lalu, Rizwan mengungkapkan, perangkat Gampong sempat mengunjungi rumahnya untuk memeriksa kondisi tempat tinggal dan meminta data KTP dan KK dengan janji akan mendapat bantuan rumah rehab dari anggaran Gampong. Namun, hingga kini, janji itu belum juga terwujud

Selain itu, tim survei lainnya juga pernah mendatangi kediamannya untuk memotret kondisi rumah dan mengumpulkan data. Sayangnya, hingga saat ini, Rizwan belum menerima kabar apapun terkait tindak lanjut dari proses tersebut.

“Padahal pemerintah seharusnya prioritaskan, untuk membangun rumah bantuan untuk kami,” ucap Rizwan.

Sedangkan Istrinya, Darmawati kepada BeritaMerdeka mengatakan, sangat mengharapkan kepada pemerintah, agar bisa prioritaskan rumah bantuan untuk keluarganya.

Mereka tergolong orang susah dan miskin, apalagi memiliki anak laki laki sudah sekolah, kondisi rumah yang mereka tempati saat ini benar benar sempit dan sudah tidak layak lagi.

Dinding rumah pakai spanduk bekas, atap rumah dari daun rumbia. “Bila hujan tiba maka rumah kami basah karena masuk air,” tuturnya.

Keuchik Gampong Peuneulet Tunong, Kecamatan Simpang Mamplam Husaini membenarkan Rizwan warga Gampongnya, tapi Rizwan di dalam data KK statusnya masih sendiri, Istri dan anaknya belum tercatat di dalam KKnya.

“Bila istri dan anaknya sudah terdata didalam KKnya , saya selaku Keuchik akan mengusahakan agar Rizwan bisa mendapatkan rumah layak huni atau rumah rehab dengan menggunakan anggaran Gampong,” ucap Keuchik Husaini.(*)

Abu Razak Lantik Pengurus KONI Aceh Besar

0
Pelantikan pengurus KONI Aceh Besar oleh ketua umum KONI Aceh, Kamaruddin Abubakuar alias Abu Razak, Sabtu (18/01) pagi di Aula SKB Lubok, Kabuparen setempat.

MEDIANAD.COM, ACEH BESAR- Ketua umum KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar alias ‘Abu Razak’ secara resmi melantik pengurus Komite Olahraga Nasional Indobesia (KONI) Kabupaten Aceh Besar (Abes) periode 2024-2028 di Aula SKB, Kecamatan Lubok, Kabupaten setempat, Sabtu (18/01/2025) pagi.

“Kepengurusan KONI Abes periode kedepan dipimpin Bakhtiar, ST M.Si sebagai Ketua Umum, Ifmawadi, S.Pd Sekretaris Umum dan Fahrizal, ST sebagai Bendahara Umùm tentu diisi pengurus sejumlah bidang sesuai AD/ART keorganisasian olahraga tertinggi tanah air itu”.

Dalam kesempatan tersebut Abu Razak mengapresiasi terhadab pembinaan atlet yang dilakukan KONI Aceh Besar belakangan ini, mudah-mudahhan kepengurusan baru KONI ini lebih banyak lagi lahir atlet berprestasi dari Abes.

Sementara Bupati Muhammad Iswanto saat menyampaikan kata sambutan dikesempatan tersebut mengatakan, Pemkab Abes tetap mensport kebutuhan untuk pembinaan atlet, terutama ketersediaan anggaran dalam menghadapi even-even olahraga, baik daerah, nasional maupun regional.

Apalagi kedepan menghadapi Pra PORA dan PORA 2026 di Aceh Jaya, mudah-mudahhan lewat kepengurusan baru KONI dapat meraih kembali juara umum PORA 2026 yang berlangsung di Aceh Jaya.

Disisi lain, Ketua KONI Bakhtiar juga mengucapkan terima kasih kepada KONI Aceh yang telah memberi kesempatan kepada sejumlah atlet asal Abes tampil pada PON Aceh-Sumut 2024 dan even regional lainnya, “otomatis memiliki kebanggaan tersendori”.

Serta ketua Bakhtiar juga mengucapkan terimakasih kepada Pj Bupati M Iswanto yang selalu mendukung langkah pelatihan dan pembinaan atlet di Abes selama ini. (zm)

Desak Pelantikan Gubernur Tetap 7 Februari 2025, Hari ini DPR Aceh Akan Jumpai Mendagri

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) hari ini berangkat ke Jakarta untuk menemui Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, guna menyerahkan hasil paripurna penetapan gubernur dan wakil gubernur Aceh terpilih dalam Pilkada 2024.

Zulfadli menjelaskan bahwa DPRA akan menuju Jakarta pada Selasa, 14 Januari 2025, untuk melanjutkan hasil paripurna yang telah disetujui.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRA, Zulfadli, pada Rapat Paripurna DPRA yang berlangsung di ruang sidang utama, Senin (13/1/2025) kemarin.

“Selasa, 14 Januari 2025 ke Jakarta meneruskan hasil paripurna. Berarti kita minta sesuai UUPA, tanggal 7 Februari dilantik sesuai dengan ketentuan yang sudah ada,” kata Ketua DPRA, Zulfadli

Zulfadli menegaskan, pelaksanaan pelantikan pada tanggal 7 Februari 2025 tersebut berdasarkan ketentuan 160 UU Pilkada juncto Pasal 89 Ayat (1) Qanun Pilkada, Pasal 165 UU Pilkada, dan memperhatikan Pasal 22a Ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2024.

“Kita bicara sesuai aturan, kita enggak usah bicara mimpi. Aturan yang belum lahir (pelantikan Maret 2025) kita enggak usah ngomong,” ujar Zulfadli.

“Hari ini kita tetapkan keputusan sesuai dengan keputusan yang ada. Kita pegang yang ada-ada dulu yaa,” tambahnya.

Politisi Partai Aceh itu juga menyampaikan, bahwa pelantikan gubernur dan wakil gubernur Aceh harus dilaksanakan berdasarkan ketentuan Pasal 69 Huruf C UUPA.

“Yang mana bunyinya pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan gubernur/wakil gubernur dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia di hadapan Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh dalam Rapat Paripurna DPRA,” jelasnya.

Dalam paripurna tersebut Zulfadli secara langsung meminta agar Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA agar ikut bersama rombongan DPR Aceh untuk menjumpai Mendagri.

“Jadi kami harap dan dimohonkan oleh kawan-kawan semua ini supaya pak gub bisa mendampingi kami ke Jakarta untuk mengawal dua surat dan tatib yang belum selesai,” ungkapnya mengajak Pj Gubernur Aceh untuk menemui Medagri.

“Pak gub harus ikut DPR, ini bukan perintah. Kami enggak kenal Mendagri pak gub, ini fraksi semua ikut,” pungkasnya.(*)

Popular Posts

My Favorites

Muzakir Manaf Menerima Penghargaan keberhasilan program perumahan dari Kementerian perumahan dan...

0
MEDIANAD.COM, BANDA ACEH - Gubernur Aceh Muzakir Manaf Menerima penghargaan atas keberhasilan program pembangunan rumah di provinsi Aceh dari kementerian perumahan dan kawasan pemukiman...