Pemerintah

Beranda Pemerintah Halaman 12
Berita Pemerintahan

Wakil gubernur Aceh Dek faht tinjau Kuala idi yang Selama Ini Muaranya Dangkal

0

MEDIANAD.COM, ACEH TIMUR – Wakil gubernur Aceh meninjau langsung Kuala idi Aceh Timur yang selama ini muaranya sering dangkal, kedatangan wagub Aceh ini Jumat (7/11/2025) karena ada laporan dan keluhan dari para nelayan.

Kedatangan Fadhlullah disambut langsung oleh para nelayan Kuala Idi Rayeuk dan mereka melaporkan kepada wagub Aceh Fadhlullah tentang berbagai hal yang selama ini mereka alami di Kuala idi.

Para nelayan tersebut sangat terharu dan gembira dengan kedatangan wakil gubernur Aceh kekuala Idi Rayeuk Aceh Timur, Fadhlullah mendendengar langsung keluhan keluhan yang disampaikan oleh para nelayan dalam peninjauan tersebut wakil Gubernur Aceh Fadhlullah persoalan dangkalnya muara pelabuhan Kuala Idi.

Ini hal yang harus segera dituntas untuk melakukan penggurukan supaya kapal penangkap ikan bisa masuk ketempat pendaratan ikan dan kita mengharapkan pada UPTD DKP Aceh untuk segera menanganinya karena ini persoalan serius.

Karena kondisi muara dangkal ini berdampak langsung terhambatnya aktifitas nelayan di TPI idi Rayeuk dan in akan mempengaruhi menurunnya pendapatan ekonomi nelayan.

Maka persoalan dangkal muara Kuala idi Rayeuk harus segera diatasi, “mari kita membantu meringankan aktifitas nelayan untuk meningkatkan taraf hidup ekonomi mereka dengan cara bisa menghilangkan hambatan dan rintangan baik disaat keluar menuju laut maupun pada saat pulang masuk ke TPI tidak terjadi hambatan apapun.

Bila Kuala atau muara dangkal maka para nelayan susah masuk ketempat pendaratan ikan, maka saya ingatkan kembali kata wagub Aceh fadhlullah pada UPTD disini untuk segera melakukan penggurukan  muara yang dangkal tersebut demi demi memudahnya keluar masuk kapal ikan milik nelayan, dan mohon para petugas yang telah ditempatkan dan bertugas disini untuk selalu melakukan pemantauan dilapangan bila ada Kuala atau muara yang dangkal untuk segera dilakukan penggurukan supaya nelayan kita tidak terganggu disaat mau melaut maupun masuk ke tempat pelabuhan pendaratan ikan.(lem)

Mualem Di Dampingi Bunda Salma Terima CEO Blackstone Di Malaysia

0

MEDIANAD.COM, SABANG-  Gubernur Aceh Muzakir Manaf( mualem) didampingi oleh anggota DPRA bunda Salma melakukan kunjungan kerja ke Malaysia dalam rangka rencana kerjasama investasi internasional antara investor Malaysia dengan pemerintah Aceh.

Tentang bunkering internasional di pulau Weh Sabang kunjungan tersebut menjadi momentum dalan rencana kerja sama tentang proyek strategis untuk menggerakkan ekonomi dan pendapatan Aceh nantinya.

Mualem juga di dampingi sejumlah penjabat dari Sabang wali kota sabang,sekretaris daerah kota Sabang ,kepala BPKS Sabang juga sejumlah anggota DPRA serta kepala biro administrasi pimpinan sekda Aceh Akkar Arafat.

Anggota DPRA dari fraksi PA Bunda Salma menyampaikan apresiasi atas langkah strategis diinisiasi oleh gubernur Aceh mualem bersama dengan pemangku kepentingan Untuk membuka ruang investasi lintas negara disektor kelautan/perikanan dan peternakan ,apalagi Sabang memiliki jalur strategis di jalur perdagangan internasional letaknya dipintu masuk samudra India maka sabang menjadi kawasan emas yang ideal untuk dikembangkan sebagai pusat logistik bumkering kapal dunia.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah maka sabang menjadi pintu gerbang maritim yang moderen dan tangguh serta berdaya saing global,kunjungan CEO blackstone Malaysia ke sabang Minggu lalu akan menjadi simbul awak kolaborasi kongkret antara Aceh dan Malaysia dibidang investasi strategis, maka Pemerintah Aceh berharap proyek pengembangan hubungan bumkering internasional ini tidak hanya membawa dampak ekonomi juga untuk memperkuat posisi Sabang sebagai simpul penting dalam jaringan logistik perdagangan dunia.

sekarang dengan senergi antara pemerintah Aceh dan DPRA maka investor diharapkan menjadi tonggak baru kebangkitan ekonomi Aceh dan menuju masa depan Aceh yang lebih mandiri juga berdaya saing ditinkat internasional.(lem)

Marlina Muzakir Manaf Dikukuhkan Menjadi Ibunda Guru Aceh

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia Prof Unifah Rasyid melakukan pengukuhan terhadap Marlina Muzakir Manaf sebagai ibunda guru Aceh.

Prosesi pengukuhan dilaksakan di anjueng Moen Banda Aceh (4/11/2025) lalu, bunda Marlina mengatakan siap menjalankan dan mendukung perjuangan para guru khususnya dalam meningkatkan SDM serta kesejahteraan para guru di Aceh.

Ibu Marlina juga mengucapkan, rasa terima kasih atas kepercayaan tugas dan amanah yang telah diembankan kepada saya, maka mulai sekarang kita bersama sama memperjuangkan untuk meningkatkan kapasitas guru dan juga kesejahteraan guru di Aceh.

“Kita juga harus bersama sama mebantu mewujutkat dan meningkatkan serta memajukan pendidikan serta profesionalisme dan perlindungan terhadap guru pendidik dan tenaga kependidikan di Aceh.

Juga kita harus bersama sama mewujudkan visi dan misi serta program kerja pendidikan pemerintah Aceh dengan PGRI di wilayah Aceh.

Ibunda guru juga memiliki tugas mendukung penguatan program pemberdayaan guru pendidikan dan tenaga kependidikan khususnya para guru perempuan juga mengembangkan kemandirian serta peningkatan literasi guru.(lem)

Kunjungan Haji Uma Ke Dinas Sosial, Bahas Solusi Sistemik Atasi Ketimpangan dan Kemiskinan Struktural

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman, yang lebih dikenal dengan nama Haji Uma, melakukan kunjungan kerja ke Dinas Sosial Aceh, Kedatangan senator asal Aceh ini disambut langsung oleh Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Chaidir, bersama sejumlah kepala bidang dan pejabat terkait.Kamis 6/11/2025

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban, Haji Uma menegaskan komitmennya sejak 2015 untuk terus hadir di tengah masyarakat kecil dan memperjuangkan hak-hak mereka, terutama dalam bidang pelayanan sosial dan kesejahteraan rakyat.

Dalam dialog tersebut, Haji Uma menyoroti ketimpangan dalam pelaksanaan program sosial di daerah.
Meskipun pemerintah telah menyiapkan berbagai bentuk bantuan, ia menilai masih banyak kendala di lapangan yang membuat program tidak sepenuhnya menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.

Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah solusi sistemik yang memberikan otoritas dan prioritas jelas kepada instansi pelaksana, khususnya Dinas Sosial, agar kebijakan dan program sosial dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Haji Uma juga menekankan pentingnya membangun sistem sosial yang solutif dan memberdayakan, bukan yang menumbuhkan ketergantungan struktural terhadap kemiskinan.
Ia menegaskan bahwa kemiskinan tidak boleh dibiarkan menjadi bagian dari struktur sosial yang melemahkan rakyat.

“Kemiskinan tidak boleh dibuat struktural. Dinas Sosial harus benar-benar hadir memberi solusi, bukan sekadar pelaksana program formalitas,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Chaidir, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Haji Uma terhadap kerja-kerja sosial di Aceh.

Dalam kesempatan yang sama, Muhammada Daud, Tenaga Ahli Haji Uma, turut menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kesenjangan sosial di sektor kesehatan, khususnya bagi masyarakat miskin di pedesaan.
Menurutnya, masih banyak warga yang enggan dirujuk ke rumah sakit karena tidak memiliki biaya untuk pendampingan pasien.

Ia menambahkan, selama ini tim relawan pendamping yang membantu warga sakit membutuhkan biaya operasional sekitar Rp300 ribu per hari untuk lima orang.
Karenanya, pihaknya mengusulkan agar biaya pendampingan pasien miskin dapat difasilitasi melalui mekanisme resmi pemerintah, sehingga akses terhadap layanan kesehatan dasar menjadi lebih inklusif dan berkeadilan.

Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda kerja Haji Uma dalam meninjau langsung berbagai instansi dan mendengarkan aspirasi masyarakat di tingkat daerah.
Melalui dialog ini, ia menegaskan kembali komitmennya untuk mendorong solusi sistemik dalam mengatasi ketimpangan sosial dan kemiskinan struktural di Aceh.(*)

Mualem lakukan Panen perdana Lobster Di Ule Lheue

0

BANDA ACEH MEDIANAD.COM – Gubernur Aceh Muzakir Manaf melakukan panen lobster dikaramba kawasan Ulee Lheue Banda Aceh pada sore hari (4/11/2025).

Lobster ini milik nelayan warga Ulee Lheue, Gubernur juga menyempatkan diri makan bersama dengan para nelayan dikawasan tersebut bersama dengan ketua dan anggota koperasi nelayan berkarya.

Keramba lobster yang dipanen secara perdana oleh Mualem itu dibawah binaan koperasi nelayan berkarya Banda Aceh.

Ary Anggara atas perwakilan koperasi nelayan berkarya bersama mengucapkan, terima kasih pada Gubernur Aceh Muzakir Manaf atas kehadirannya. “kami berterima kasih dan  sangat gembira atas kehadiran ketempat budidaya lobster yang selama ini kami budidayakan”.

Ary melaporkan pada Mualem bahwa sekali panen hasil budidaya yang dikembangkan oleh koperasi nelayan bersama itu sampai 2 ton dari 24 keramba, “kami mengharapkan dibawah pimpinan Mualem, nelayan Aceh bisa makmur dan maju yang dulu kurang ada perhatian dari pemerintah Aceh namun dibawah kepemimpinan mualem mudah mudahan nelayan Aceh mendapat perhatian serius demi kemakmuran dan kesejahteraan para nelayan.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf memberikan apresiasi kepada para nelayan terutama nelayan keramba yang telah berusaha bekerja keras siang malam untuk merawat dan menjaga hasil budidaya mereka sampai ketitik panen ,keberhasilan panen seperti lobster luar biasa keberhasilannya dan ini harus terus dilanjutkan kalau boleh seluruh pesisir Aceh bila ada kendala dalam persoalan budidaya tersebut itu harus dilaporkan ke pemerintah Aceh dalam hal ini DKP Aceh.

Kami atas nama pemerintah Aceh sebut mualem sangat bangga atas usaha sampai hasilnya luar biasa ini harus menjadi contoh untuk kabupaten atau nelayan yang lain.

Laut kita begitu luas dan isi didalamnya juga luar biasa nelayan kita harus menjadi ujung tombak bergeraknya ekonomi Aceh.

Dan mulai sekarang pemerintah Aceh mulai sekarang akan berupaya membatu para nelayan seperti pengembangan usaha seperti ini maka kedepan pemerintah Aceh dibawah dinas kelautan dan perikanan aceh akan serius membantu apa saja yang di butuhkan oleh nelayan seperti budidaya lobster, ikan kerapu dan yang lainya melalui kelompok dan koperasi nelayan makmur Aceh akan sejahtera.(lem)

Pelaku Usaha Mikro dan UMKM Lampulo Silaturrahmi Dengan Marlina Muzakir Manaf

0

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM -Pelaku Usaha Mikro Kecil dan menengah ( UMKM) pengrajin usaha ikan kayu (kemamah) Lampulo silaturrahmi dengan ibu Marlina Muzakir Manaf di pendopo gubernur Aceh pada tgl (4/11/2025).

Dalam acara silaturrahmi tersebut pengrajin pengolahan ikan kayu atau keumamah, mereka membicarakan tentang pengembangan usahanya selama ini di Lampulo Banda Aceh pada ibu Marlina Muzakir Manaf.

Mereka melaporkan tentang cara pengolahan dengan cara yang moderen jadi bahan bakunya dari ikan tongkol yang telah dikeringkan dan ini standar dengan katsuobudhi jepang nan khas Aceh tidak akan hilang.

Dan proses secara moderen ini tidak ada kimia sedikitpun, jadi kedepan keumamah katsuobushi akan dikembangkan di Aceh melalui UMKM yang selama ini kami kembangkan, dan ini akan menjadi oleh oleh untuk tamu pariwisata dari luar yang berkunjung ke Aceh.

Kak Ana menyambut baik terhadap hasil kinerja putra-putra Aceh yang telah membuka usaha ikan kayu atau keumamah secara moderen Tanpa alat pengawet. Melalui UMKM mikro kecil dan menengah dan ini adalah usaha yang bisa menggerakkan ekonomi rakyat kak ana juga menyampaikan pemerintah Aceh berkomitmen untuk membina UMKM di seluruh daerah di Aceh tentang UMKM pengembangan ikan kayu( keumamah).

Dengan usaha seperti ini, maka ekonomi rakyat akan tumbuh ini juga adalah sebuah lapangan kerja yang luar biasa dan cepat maju,apa lagi selama ini tidak semua masyarakat punya peluang untuk bekerja di perusahaan besar, bila UMKM diberdayakan maka mereka menjadi penggerak ekonomi keluarga.

Kak ana berpesan supaya usaha seperti ini harus diperkuat manajemennya dan juga kemasan yang bagus khas Aceh, kalau manejemen bagus dan kemasan juga bagus makan ini akan menjadi suvenir bagi masyarakat dari luar Aceh yang ingin berwisata ke provinsi Aceh pasti mereka akan membawa pulang keumamah hasil ulahan UMKM kita, karena ikan keumamah Aceh memang sangat bagus dan lembut semua orang sangat suka terhadap keumamah Aceh apalagi diolah secara moderen, centus kak Ana.(lem)

Calon Investor Asal Malaysia Tinjau Langsung Potensi Investasi di Sabang

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Kota Sabang kembali menjadi sorotan calon investor internasional. Kali ini, rombongan calon investor asal Malaysia yang dipimpin oleh Vie Shantie Khan, melakukan kunjungan kerja ke Sabang untuk melihat langsung berbagai potensi pengembangan investasi di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang (KPBPB Sabang).

Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), bersama Anggota Komisi 3 DPRA Hj. Salmawati, Ketua Komisi D DPRA, Nazaruddin, S.I.Kom,. Rombongan disambut hangat oleh jajaran Pemerintah Kota Sabang dan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS).

Turut hadir dalam penyambutan tersebut Wakil Wali Kota Sabang, Suradji Junus, Sekretaris Daerah Kota Sabang, Andri Nourman, serta Kepala BPKS, Iskandar Zulkarnaen. Dari jajaran BPKS, hadir pula Deputi Umum, Abdul Manan, dan Deputi Pengawasan, Ridha Amri.

Dalam pertemuan di kantor BPKS, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyambut positif kehadiran calon investor asal Malaysia tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Aceh akan terus mendorong kerja sama investasi yang dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi masyarakat Sabang.

“Kita ingin Sabang menjadi pintu gerbang ekonomi Aceh. Dengan hadirnya investor seperti ini, diharapkan Sabang bisa bangkit dan berkembang lebih cepat,” kata Muzakir Manaf atau yang lebih akrab disapaMualem.

Kepala BPKS Iskandar Zulkarnaen memaparkan berbagai peluang investasi yang siap dikembangkan di kawasan Sabang. Ia menjelaskan bahwa Sabang memiliki posisi geografis yang sangat strategis di jalur pelayaran internasional, serta didukung oleh status kawasan bebas yang memberikan banyak insentif bagi dunia usaha.

Beberapa peluang yang ditawarkan antara lain pengembangan Terminal 3 BPKS di Gampong Kuta Timu, serta potensi Ship to Ship (STS) yang telah mendapatkan penetapan titik lokasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

“BPKS sangat terbuka terhadap setiap peluang investasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Sabang. Kami berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada investor yang serius untuk berinvestasi dan membangun kawasan ini,” tegas Iskandar Zulkarnaen.

Usai pertemuan, rombongan melakukan peninjauan ke Komplek Terminal 3 milik BPKS. Lokasi ini menjadi salah satu aset strategis yang sedang dikembangkan untuk mendukung kegiatan perdagangan, logistik, dan pelayaran internasional.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat langsung kesiapan infrastruktur pelabuhan serta aksesibilitas wilayah yang dinilai memiliki daya tarik tinggi bagi investor di sektor energi, logistik, dan transportasi maritim.

Perwakilan investor asal Malaysia, Vie Shantie Khan, menyampaikan apresiasinya atas penyambutan yang diberikan oleh Pemerintah Aceh dan BPKS. Ia menyebut bahwa pihaknya telah melakukan kajian mendalam sebelum memutuskan untuk menjadikan Sabang sebagai salah satu lokasi investasi strategis.

“Kami memilih Sabang bukan tanpa alasan. Jauh sebelum berkunjung, kami sudah melakukan survei dan kajian menyeluruh terhadap potensi Sabang,” ujar Shantie.

Dengan latar belakang pengalaman panjang di sektor minyak dan gas, pelayaran, dan logistik energi, Shantie optimis bahwa Sabang memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai pusat kegiatan energi dan pelabuhan internasional.

“Secara geografis, Sabang sangat potensial karena berada di jalur pelayaran tersibuk kedua di dunia. Kami ingin mengembangkan layanan bunker service melalui sistem ship to ship (STS), shipyard (galangan kapal) yang akan berperan penting dalam rantai pasok energi maritim,” tambahnya.

Shantie yang juga dikenal sebagai Chairwoman Vie International Group dan istri dari Dato’ Seri Abdurrahman Dahlan, mantan Menteri Ekonomi Malaysia, menjelaskan bahwa perusahaannya telah memiliki rekam jejak kerja sama dengan Pertamina di Indonesia, khususnya dalam bidang transportasi minyak dan gas.

Kunjungan ini menjadi langkah awal penjajakan antara pihak investor dan BPKS untuk mewujudkan kerja sama konkret di masa mendatang. Pemerintah Aceh dan BPKS menilai, ketertarikan investor asing seperti Vie Shantie Khan menjadi sinyal positif terhadap meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap potensi Sabang.

Kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti hasil kunjungan ini dengan pembahasan teknis lanjutan guna mempersiapkan kerangka kerja sama investasi yang terukur, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi daerah.(*/man)

Kak Na Semangati Rahmat Akbar, Remaja Lumpuh Layu Asal Pulo Aceh

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, bersama Istri Ketua DPRA Aceh Rizawati Zulfadli, menyemangati Rahmat Akbar, remaja yang mengalami lumpuh layu akibat kelainan saraf asal Pulo Aceh, yang baru tiba di dermaga Lampulo, Selasa (4/11/2025).

“Semangat neuk ya, Insya Allah sembuh kita neuk ya. Rumah singgahnya juga sudah ada. Jadi nanti fokus dengan proses pengobatannya saja ya, jangan pikir yang lain-lain-lain,” ucap perempuan yang akrab disapa Kak Na itu, sambil mengusap bahu Rahmat.

Rahmat datang ke Banda Aceh didampingi kedua orangtuanya Abubakar dan Nurlina serta seorang adiknya.

Bersama rombongan, Kak Na mengantar Rahmat menuju Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin. Rahmat akan menjalani terapi berkala di RSUDZA. Selama masa menunggu jadwal terapi, Rahmat dan keluarga akan menempati rumah singgah milik Dinas Sosial Aceh.

Selama ini, ketiadaan dana untuk penginapan menjadi kendala Rahmat menjalani terapi. Jarak Pulo Aceh dan RSUDZA yang dipisah lautan menjadi alasan proses terapi tidak berjalan maksimal, karena ketiadaan biaya untuk bolak balik Pulo Aceh ke RSUDZA.

Hal tersebut diungkapkan oleh Abubakar kepada Kak Na, saat mengunjungi kediamannya beberapa waktu lalu di Pulo Aceh.

Rahmat didiagnosa mengalami gangguan fungsi saraf saat memasuki jenjang pendidikan SMP. Abubakar menjelaskan, saat di bangku Sekolah Dasar, Rahmat bisa beraktifitas seperti biasa tak ada gangguan apapun. Memasuki SMP gejala penyakitnya mulai terlihat dan kondisi fisiknya terus melemah.

“Rahmat butuh terapi Bu, kami harus pergi ke Banda Aceh namun kami terkendala penginapan, karena terapinya itu seminggu dua kali. Jika harus pulang pergi, maka kami terkendala di biaya Bu. Bagusnya kami sebulan berada di Banda Aceh, agar lebih fokus dan penanganan Rahmat bisa maksimal,” kata Abubakar saat itu.

Prihatin dengan kondisi Rahmat, Kak Na pun berjanji akan membantu Rahmat dan keluarga mencari tempat untuk menginap. Hari ini, janji itu pun ditunaikan. Rahmat pun terlihat sangat bersemangat.

Meski malu-malu, Rahmat sudah mulai tertawa lepas saat Kak Na menyemangati dan mengajaknya bercanda.

Kiban Rahmat, ka semangat kan? Insya Allah bagah puleh neuk beuh. Nteuk wate ka puleh ta adu plung dua. Cah le sigoe. (Bagaimana Rahmat, sudah semangat kan? Insya Allah cepat sembuh nak ya. Nanti kalau sudah sembuh kita lomba lari berdua ya. Tos dulu kita)” ucap Kak Na, sebelum meninggalkan Rahmat yang akan menjalani sejumlah proses terapi.

Rahmat pun tertawa, dengan penuh semangat iya sambut tangan Kak Na. “Tos Bu, semangat Bu, terima kasih banyak atas bantuan Ibu” ucap Rahmat.

Sebelum meninggalkan RSUDZA, Kak Na sempat menyapa beberapa pasien yang sedang menunggu giliran pemeriksaan. Dengan ramah Kak Na berdialog menanyakan kondisi dan asal sejumlah pasien. (*)

Marlina Muzakir Manaf DiDampingi Sekretaris Dinsos Chaidir Menyerahkan Bantuan Untuk Pesantren Babuk Maqhfirah Paska Terbakar

0

MEDIANAD.COM, ACEH BESAR – Marlina Muzakir Manaf ( Mualem) mengunjungi pesantren santri Babul Maqhfirah setelah terjadi kebakaran, dalam kunjungan tersebut Marlina Muzakir Manaf membawa berbagai bantuan masa panik untuk kebutuhan santri pada Selasa (4/11/2025) di Kuta baro Aceh Besar.

Ini adalah langkah cepat Marlina Muzakir Manaf dan Dinas Sosial Aceh menyerahkan bantuan dalam masa panik famili kit,selimut kain sarung dan berbagai kebutuhan dasar dan makanan.

Marlina mengatakan, bahwa pemerintah Aceh terus bergerak cepat apa bila ada kejadian bencana seperti musibah kebakaran dan bencana lainnya.

Sementara itu pimpinan pesantren Babul Maqhfirah Ustad Masrul Aidi sangat terharu atas kedatangan ibu Gubernur Aceh Marlina Muzakir Manaf dan mengucapkan terima kasih pada ibu gubernur juga pada sekretaris Dinas Sosial Aceh Chaidir telah hadir langsung ketempat kami, kehadiran ibu gubernur dan ibu ketua DPRA serta rombongan dari Dinsos Aceh yang datang langsung menyerahkan bantuan dan ini adalah bukti nyata keseriusan pemerintah Aceh dalam membatu saudara saudara kita yang tertimpa bencana seperti ini maupun bencana alam lainnya kehadiran ibu gubernur Aceh dan ibu ketua DPRA.

Merupakan bukti nyata untuk membantu rakyatnya mereka tidak mengenal waktu bila ada warga yang melanda menimpa musibah langsung turun kelikasi apa lagi musibah tersebut terjadi begitu tiba-tiba, itulah Marlina Muzakir Manaf (Mualem) yang selalu memperhatikan rakyatnya disaat saat minimpa musibah dan juga tidak luput dari gerak cepat tim Dinas Sosial Aceh dibawah koordinasi cepat sekretaris dinas.(lem)

Gubernur Aceh Dan DPRA Membahas RAPBA tahun 2026

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf bersama ketua DPR Aceh Zulfadhli sepakat membahas rencana anggaran pembangunan belanja Aceh( RAPBA) tahun 2026 rapat ini dihadiri langsung oleh ketua tim tapa Aceh M.Nadir Syamaun s dan para ketua fraksi DPRA pertemuan tersebut dilaksanakan diruang kerja ketua DPRA pada Senin, 2/11/2025.

Pertemuan tersebut merupakan membahas tentang kegiatan dan program untuk tahun anggaran 2026, maka perlu ada koordinasi antara eksekutif dan legislatif untuk satu tujuan menuju Aceh sejahtera, mulai sekarang antara eksekutif dan legislatif harus mempercepat pembahasan RAPBA tahun anggaran 2026 jadi harus bergerak cepat untuk menyusun seluruh usulan program mula mulai sekarang.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengatakan dalam pertemuan tersebut bahwa antara legislatif dan eksekutif harus sigergi agar pembahasan RAPBA tahun 2026 bisa berjalan cepat Tampa hambatan jadi pembahasan anggaran belanja dan pembangunan Aceh untuk tahun 2026 bisa cepat selesai dan disahkan di awal tahun ,sekretaris daerah Aceh M.nasir juga sebagai ketua tapa mengatakan pembahasan RAPBA tahun 2026 sedang berjalan pembahasannya dan kita semua sepakat RAPBA ini harus cepat selesai.

Sekarang yang diutamakan adalah semua program prioritas karena program tersebut adalah program visi dan misi Mualem dek fahd dalam rangka mensejahterakan rakyat Aceh.(lem)

Popular Posts

My Favorites

Babinsa Koramil 01/Sukajaya Bantu Petugas PLN Pangkas Dahan Pohon Demi Kelancaran...

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Dalam upaya menjaga kelancaran aliran listrik serta mencegah potensi gangguan, Babinsa 07 Gampong Keuneukai Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang, Serma Mahsun, turut...