Pemerintah

Beranda Pemerintah Halaman 11
Berita Pemerintahan

Dinsos Aceh Gerak Cepat Membantu Nenek Nuzaimah Korban Kebakaran

0

MEDIANAD. COM, BANDA ACEH – Dinas sosial Aceh gerak cepat dalam rangka masa panik membantu korban musibah kebakaran yang di alami oleh nenek Nuzaimah di gampong lam jamee dayah kecamatan simpang tiga Aceh besar.

Bantuan masa panik dari pemerintah Aceh tersebut yang diserahkan oleh Sekdis Dinas Sosial Aceh T. Chaidir mewakili Kadis Sosial Aceh Senin 6/10/2025.

T. Chaidir saat menyerahkan bantuan masa panik tersebut kepada nenek Nuzaimah (80) menyebutkan, bantuan yang diberikan oleh pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial yaitu pakaian dewasa pakaian untuk anak-anak, selimut, serta makanan siap saji dan kebutuhan lainnya yang mendesak.

Ini merupakan kepedulian Pemerintah Aceh terhadap warga yang terkena musibah baik itu musibah kebakaran atau musibah lainnya dan ini gerakan cepat yang dilakukan oleh Dinas Sosial Aceh untuk membatu warga yang mengalami bencana musibah kebakaran.

Gerakan cepat ini adalah arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh agar pemerintah senantiasa mengutamakan kepedulian kepentingan masyarakat yang mengalami tertimpa musibah bencana,dalam situasi darurat seperti terjadinya musibah kebakaran.

Saat menyerahkan bantuan masa panik juga turut dihadiri anggota DPRA dari fraksi Golkar ( komisi tujuh ) DPR Aceh serta tim Perlindungan Sosial Bencana Alam ( PSKBA), Sekdis sosial Aceh Chaidir mengajak mitra kerjanya Dinas Sosial Kabupaten/ Kota untuk sama sama bergerak cepat memberikan dukungan moral dan material bagi warga korban musibah bencana kebakaran dan bencana alam lainnya agar mereka yang mengalami musibah cepat pulih dari trauma pasca bencana, seperti bencana kebakaran yang terjadi pada Minggu (5/10/2025).

Kebakaran menghanguskan rumah semi permanen milik nenek Nuzaimah di desa Lam Jamee Dayah dan dengan musibah tersebut tiga kepala keluarga serta tujuh anggota keluarga kehilangan tempat tinggal dan material lainnya.(ml)

Bank Aceh dan BSI Harus jadi Pondasi dan Pilar Ekonomi Aceh

0

Gubernur Aceh dan Tgk Agus Abuya Amran 

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Ekonomi masyarakat di Aceh hari ini masih sangat bergantung pada APBA Aceh, sementara PAD dan penyerapan anggaran belum stabil.

Namun sebenarnya di Aceh sumber pendapatannya sangat banyak, namun tidak berkembang dan stabil, banyak pengusaha mengeluh dan bahkan menjerit, karrna daya saing dan beberapa sektor tidak memiliki pembeli yang pasti.

Di Aceh mempunyai beberapa sektor ekonomi, pertanian, perikanan, pertambangan rakyat dan lain-lain, bahkan UMKM yang sedang berkembang sangat banyak,
Namun yang menjadi kendala adalah kita mempunyai Bank aceh yang setiap tahun di suntik anggaran yang besar, namun kurang mampu menterjemahkan kebutuhan masyarakat dalam menumbuhkan sektor ekonomi, kurangnya kepercayaan dan sosialisasi dari lembaga keuangan dan perbankan serta pemerintah menjadi satu alasan dan minimnya sinergi dalam berkolabarasi.

Seharusnya Bank Aceh dan Bank Syariah  Islam (BSI) harus bersinergi dengan Visi misi gubernur sekarang,  “meningkatkan perekonomian Aceh dengan menjadikan Bank Aceh dan BSI sebagai Bank Devisa” yang mampu menterjemahkan kebutuhan Pemerintah Aceh dalam menggait investor dari luar, serta mampu menterjemahkan kebutuhan masyarakat dalam meningkat produksi di sektor ekonomi mereka mulai dari pengusaha besar sampai ke umkm kecil harus dibantu” Tgk Agus Abuya Amran menyatakan saat dalam diskusi di ‘ekonomi pres Unsyiah’.(tim)

Dayah MUQ Pagar Air Aceh Gelar MUQAS, “Berlangsung Selama 4 Hari”

0

Foto bersama usai SERIMONI pembukaan kegiatan MUQAS IX tahun 2025  Sabtu (04/10) di halaman utama komplek lembaga pendidikan dimaksud. (foto/istimewa)

DAYAH MUQ Pagar Air Aceh, Gelar Musabaqah Akhir Sanah (MUQAS) IX tahun 2025 dan berlangsung di Halaman Utama Komplek lembaga pendidikan setempat, 4-8 Oktober 2025

Kegiatan MUQAS dimaksud, “ajang perlombaan tahunan terbesar yang diselenggarakan oleh Dayah MUQ Pagar Air da pelaksanaan tahun ini, MUQAS IX kembali menghadirkan kompetisi yang terbagi dalam dua tingkat, yakni tingkat internal dan eksternal”.

Masing-masing peserta tingkat internal terdiri dari seluruh santriwan dan santriwati Dayah MUQ Pagar Air.
Sedangjan tingkat eksternal diikuti oleh sejumlah pesantren dan sekolah dari wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, hingga daerah-daerah lain di Provinsi Aceh, ujar Wakil Kepala Bidang Humas MAS tersebut, Khawaled, S.Pdi, lewat siaran Pers yang diterima awak Media, Sabtu malam.

Sementara itu, Ketua Panitia MUQAS IX Fadhul Bashair menyampaikan, rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh panitia atas kerja keras yang telah dilakukan demi menpayukseskan kegiatan ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para donatur yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil, sehingga MUQAS tahun ini dapat kembali terlaksana.

Rais ‘Am Dayah MUQ Pagar Air, melalui Wakil Rais ‘AmBidang Akademik, Ust. Zainuddin Arif, S.Pd, juga turut menyampaikan apresiasi kepada panitia. Ia berharap kegiatan seperti MUQAS dapat menjadi wadah untuk melatih keberanian dan kemampuan santri dalam berbagai bidang keilmuan dan seni.“

Mudah-mudahan anak-anak kita melalui event seperti ini dapat memiliki wawasan yang luas serta mental yang kuat, sehingga terbiasa untuk tampil di berbagai ajang ke depannya,” ujarnya.

MUQAS IX Tahun 2025 yang diselenggarakan pada 4–8 Oktober ini mengusung tema: “Dari Penaklukan Menuju Pencerahan: Anb bdg-Qur’an sebagai Cahaya Kehidupan.” Acara pembukaan secara resmi dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, yang diwakili oleh Sufriyadi, ST selaku Kepala UPTD Dayah Perbatasan dan MUQ Pagar Air Aceh.

Dalam sambutannya, Sufriyadi menyampaikan apresiasi atas konsistensi Dayah MUQ Pagar Air dalam menyelenggarakan kegiatan positif seperti MUQAS.

“Kami sangat mengapresiasi peran Dayah dalam membina generasi muda. Semoga kegiatan ini mampu melahirkan generasi cemerlang yang berakhlak mulia. Kami juga berharap MUQAS IX tahun ini berjalan lancar dan sukses,” tuturnya.

Yang juga dalam serimoni pembukaan kegiatan tersebut, turut dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, di antaranya Kapolsek, Danramil, dan Camat Kecamatan Ingin Jaya, Kepala Dinas Pendidikan, Kakan Kemenag Aceh Besar dan Banda Aceh, para keuchik di lingkungan Dayah MUQ, Dewan Pembina, Pengurus Dayah, kepala MA dan MTs MUQ serta para tamu undangan lainnya_(**)

Kebakaran di Gampong Pantee Rawa, Wabup Syukri A Jalil Serahkan Bantuan Masa Panik

0

Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A Jalil, menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran di Gampong Pantee Rawa, Kecamatan Sukamakmur, Minggu (28/09/2025) sore. (foto/ist)

MEDIANAD.COM, ACEH BESAR: Wakil Bupati (Wabup) Aceh Besar, Syukri A Jalil bersama Kalaksa BPBD Ridwan Jamil S.Sos MSi, Plt Kepala Dinas Sosial Aceh Besar, Aulia Rahman, SSTP, MSi dan Camat Sukamakmur Azhari SH MSi, Senin (28/09) sore serahkan bantuan masa panik secara

langsung kepada keluarga korban kebakaran Gampong Pantee Rawa, Kecamatan Sukamakmur.
Yang juga dikesempatan tersebut, Wabup Drs Syukri A Jalil mengungkapkan, atas nama Pemerintah Aceh Besar menyampaikan duka yang mendalam, namun kita yang mengalami musibah, naas dan cobaan dari sang mahakuasa Allah SWT untuk selalu bersabar, sekaligus cobaan tersebut diharapkan dapat menjadi semakin mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. “Semua ini merupakan kehendak Allah Yang Maha Kuasa, ini adalah cobaan yang tidak akan diberikan kepada yang tidak mampu bersabar.

Wabup juga meminta agar bantuan masa panik yang diberikan agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk keperluan sehari-hari keluarga. “Ini ada bantuan sekedar yang pemerintah berikan pada masa panik, semoga dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Wabup Syukri juga menyampaikan, agar masyarakat Aceh Besar tetap waspada terhadap ancaman bencana yang bisa datang kapan saja dan menimpa siapa saja. “Maka, dari itu, kami harap masyarakat tetap waspada terhadap ancaman bencana yang akan terjadi,” pintanya.

Kebakaran terjadi pada pukul 10.30 WIB jelang siang tadi. Sedikitnya lima rumah yang berkonstruksi semi permanen dan kayu di area padat penduduk, ludes dilalap api. Pada saat kejadian pemilik rumah sedang menjalankan aktivitas sehari hari baik ke sawah maupun ke kebun sehingga harta benda milik korban tak ada yang berhasil diselamatkan. Ini

Kalaksa BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil S.Sos MSi mengatakan Damkar BPBD Aceh Besar menerima informasi pada pukul 10.57 WIB, tujuh unit armada segera dikerahkan dalam upaya penanganan kebakaran tersebut yang didatangkan dari Pos Induk Sibreh. “Alhamdulillah berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa, dan tenda darurat juga telah didirikan untuk membantu para korban,” ujarnya.

Keuchik Pante Rawa Basrizar mengucapkan terima kasih atas gerak cepat tim Pemadam Kebakaran yang telah bekerja dengan baik, sehingga api cepat segera dipadamkan dan tidak berimbas ke rumah lainnya.

“Terima kasih juga kepada Pemerintah Aceh Besar yang telah menyalurkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran di Pante Rawa ini,” demikian Keuchik Basrizar.(**)

 

Cek Mada: Gapembi Aceh Dukung Program Makan Bergizi Gratis Tanpa Makanan Olahan Pabrik

0

Ketua Gapembi Muhammad Mada

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Gabungan Pengusaha Dapur Makan Bergizi (Gapembi) Aceh menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menekankan pelarangan penggunaan makanan ultra-processed food (UPF) atau makanan olahan pabrik.

Ketua Gapembi Aceh, Muhammad Mada atau yang akrab disapa Cek Mada, mengatakan kebijakan ini merupakan langkah positif, khususnya bagi pelaku usaha lokal di Aceh.

Pemerintah dalam hal ini mendorong keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pemasok utama bahan makanan bergizi untuk program tersebut.

“Program MBG yang dikucurkan pemerintah sangat baik dan memberikan banyak manfaat, khususnya bagi pengusaha lokal. Selain itu, perputaran ekonomi di pasar-pasar juga semakin hidup,” ujar Cek Mada kepada media, Minggu (29/9/2025).

Ia menambahkan, program ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di sejumlah dapur yang telah disiapkan untuk mendukung program tersebut.

“Program ini berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi yang subur, serta menyerap tenaga kerja baru. Ini hal yang sangat positif,” katanya.

Cek Mada juga menegaskan bahwa penggunaan bahan makanan dari produk lokal UMKM akan semakin memperkuat posisi mereka di pasar.

“Tentu ini akan memberikan efek berganda. UMKM lokal akan lebih berkembang, dan produk makanan lokal bergizi akan lebih mendominasi pasar,” tambahnya.

Menurutnya, kehadiran MBG membuktikan bahwa produk pangan lokal mampu memenuhi standar gizi yang dibutuhkan masyarakat.

“Ini menjadi bukti bahwa produk lokal memiliki kandungan nutrisi yang memadai dan layak untuk dikonsumsi dalam program nasional,” tutupnya.(*/ml)

Sekda Aceh M.Nasir Melakukan Pendatanganan Perjanjian Kerja Sama Layanan Ensesial Pengembangan Anak Usia Dini

0

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM – Pemerintah Aceh saat ini sedang melakukan strategi untuk pengembangan pendidikan mulai dari usia dini serta komitmen wajib belajar 13 tahun termasuk satu tahun pra sekolah dalam rangka tercapainya layanan PAUD yang bermutu untuk anak didik.

Hal ini dikatakan sekretaris daerah Aceh M. Nasir pada saat Penandatanganan perjanjian kerja sama layanan Ensesial untuk pengembangan anak usia dini habistik integratif serta komitmen wajib belajar 13 tahun di pendopo gubernur Aceh (26/9/2025).

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah Aceh dengan bunda PAUD aceh tentang implementasi program wajib belajar 13 tahun dalam rangka tercapainya layanan paud bermutu ini juga merupakan salah satu program strategis pemerintah Aceh Aceh untuk memperkuat sistem pendidikan mulai sejak usia dini hingga sampai jenjang menengah gubernur Aceh dalam sambutannya yang dibacakan oleh sekretaris daerah Aceh.

M.Nasir mengatakan bahwa wajib belajar 13 tahun itu bukanlah kegiatan serimonial melainkan bentuk tekat bersama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas karena pendidikan merupakan investasi yang sangat berharga yang mampu memutuskan rantai kemiskinan melalui pendidikan generasi Aceh bisa keluar dari lingkaran kemiskinan ini adalah salah satu program penting dalam melahirkan generasi emas di tahun 2045 nanti.

Maka dalam hal ini pemerintah Aceh mengajak pemerintah kabupaten kota se Aceh serta jajarannya dan pemangku kepentingan untuk menjadikan pendidikan anak usia dini hingga menengah sebagai prioritas utama. Acara penandatangan ini disaksikan langsung oleh bunda PAUD Aceh Marlina Muzakir Manaf juga disaksikan secara virtual oleh direktur PAUD kemendikdasmen RI juga disaksikan oleh seluruh bupati / wali kota se Aceh.(*/ml)

Dinas Kelautan dan perikanan Aceh menyerahkan bantuan ikan tuna dan udang sebanyak 1,5 ton untuk 800 penerima manfaat di Subulussalam

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Dinas Kelautan dan perikanan Aceh menyerahkan bantuan ikan tuna dan udang sebanyak 1,5 ton untuk 800 penerima manfaat di Subulussalam.

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Kabid budidaya tambak DKP Aceh Abdussyakur diterima langsung oleh sekretaris daerah kota Subulussalam Sairu,SAg, pada Selasa (23/9/2025).

Pemberian bantuan ini dalam rangka meningkatkan gizi bagi ibu hamil dan balita serta ibu menyusui, kata abdussyakur disela-sela penyerahan bantuan ikan tuna dan udang segar.

Bantuan ini dalam rangka untuk kampanye gerakan masyarakat gema makan ikan segar karena ikan segar mengandung sumber protein, dan sangat cocok untuk ibu hamil ibu menyusui serta untuk pertumbuhan balita dan ini untuk mencegah stunting di Aceh yang digagaskan oleh ketua forum peningkatan konsumsi ikan nasional (Forikan) Aceh Marlina Usman.

Abdussyakur menekankan bahwa pentingnya membiasakan membiasakan mengkonsumsi makan ikan mulai sejak dini dari mulai masa kehamilan agar nanti anak anak tumbuh sehat dan cerdas penyaluran ini tidak hanya untuk mencegah stuting, namun juga untuk membantu mengendalikan implansi pangan di kota Subulussalam bantuan ini tidak hanya meningkatkan konsumsi ikan segar dikalangan masyarakat tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang melalui makan ikan segar sebagai sumber protein utama untuk menciptakan generasi Aceh yang cerdas.(ml)

Kejari Sabang dan BPKS Bahas Program Kerja

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang menggelar pertemuan silaturahmi dengan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) di Kantor BPKS Sabang.

Pertemuan yang dilakukan pada hari Kamis 11 September 2025 berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan ini menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antarlembaga sekaligus membahas rencana strategis bagi peningkatan pelayanan publik di bidang penegakan hukum di Kota Sabang.

Salah satu pokok pembahasan yang mencuat dalam pertemuan tersebut adalah pemaparan program kerja Kejari Sabang, termasuk rencana pembangunan gedung kantor baru Kejari Sabang.

Kepala Kejaksaan Negeri Sabang, Milono Raharjo, SH., MH., menyampaikan seiring meningkatnya tuntutan pelayanan hukum yang lebih cepat, transparan, dan profesional, keberadaan kantor yang representatif menjadi kebutuhan mendesak, sedangkan bangunan kantor yang ada saat ini sudah tidak lagi memadai untuk mendukung aktivitas dan kebutuhan pelayanan masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan pelayanan hukum yang optimal bagi masyarakat Sabang. Untuk itu, sarana dan prasarana yang memadai, termasuk bangunan kantor yang lebih luas dan layak, sangat dibutuhkan,” ujar Kajari Sabang, Milono Raharjo, SH., MH., Kamis 11 September 2025 di Ruang Rapat BPKS.

Menyambut pemaparan ini, Wakil Kepala BPKS Teuku Hendra Budiansyah menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Kejari Sabang.

“BPKS siap memberikan dukungan, termasuk dalam hal penyediaan lahan bagi pembangunan kantor baru Kejaksaan Negeri Sabang. Kami memahami pentingnya peran kejaksaan dalam menjaga supremasi hukum di daerah ini, dan BPKS siap bersinergi untuk mendukung hal tersebut,” tegasnya.

Pertemuan ini diwarnai dengan diskusi hangat seputar potensi kolaborasi lain antara BPKS dan Kejari Sabang dalam mendukung pembangunan daerah, terutama di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang yang menjadi prioritas strategis pemerintah.

Dukungan infrastruktur hukum yang kuat diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif, sejalan dengan misi BPKS dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain Wakil Kepala BPKS, hadir pula sejumlah pejabat BPKS lainnya, antara lain Deputi Pengawasan Ridha Amri, Inspektur BPKS Linda Bisyerka, Direktur Aset Audy Julindra, Kepala Biro Keuangan Bustami, serta Kabag Akuntansi Mustakir. Dari pihak Kejaksaan Negeri Sabang, turut hadir Kasubagbin Kejari Sabang Anwar, SH., serta Kasubsi Penindakan dan Operasi Kejari Sabang Fajar Qadri, SH.

Melalui pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi demi kemajuan Sabang, baik dari sisi pembangunan fisik maupun penegakan hukum. Dengan adanya dukungan BPKS, diharapkan rencana pembangunan kantor baru Kejari Sabang dapat segera terealisasi sehingga pelayanan hukum bagi masyarakat dapat ditingkatkan secara signifikan.(man)

BPKS dan ASDP Sepakat Kerja Sama di Pelabuhan Penyeberangan Balohan

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) bersama PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry resmi menyepakati kerja sama pemanfaatan layanan di Pelabuhan Penyeberangan BPKS Balohan, Sabang, Jumat, 29 Agustus 2025.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) tentang pemanfaatan produk serta jasa layanan penyeberangan dan pelabuhan. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BPKS, Iskandar Zulkarnaen, dan Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo.

Ruang lingkup MoU meliputi pemanfaatan layanan penyeberangan dan pelabuhan, digitalisasi jasa penyeberangan, penguatan operasional dan pelayanan, hingga integrasi sistem pembayaran jasa penyeberangan.

Hadir dari pihak BPKS, Kepala BPKS Iskandar Zulkarnaen, Direktur Pengembangan Usaha dan Investasi Mustikal Syahputra, Kepala Unit Manajemen Pelabuhan Zulkarnaini, serta Koordinator Pelabuhan Penyeberangan BPKS Balohan, Fauzi Daud.

Sementara ASDP diwakili oleh Hayyatul Mardiah dan Baginda Alfarishi dari Kantor Pusat ASDP, serta Juliansyah (Manager Usaha dan Teknik ASDP Banda Aceh) dan Angga Pratama (Staf ASDP Banda Aceh).

Dalam pertemuan itu, Kepala BPKS Iskandar Zulkarnaen menegaskan tanggung jawabnya sebagai pengguna Barang Milik Negara (BMN) dalam mengelola aset negara.

Menurutnya, BPKS selaku penyelenggara pelabuhan memiliki kewajiban untuk meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Salah satu potensi yang harus dioptimalkan adalah penerapan Pas Penumpang.

“Pas Penumpang diharapkan mampu membiayai kebutuhan penting, termasuk peningkatan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa,” ujar Iskandar Zulkarnaen.

Senada, Direktur Pengembangan Usaha dan Investasi BPKS, Mustikal Syahputra, menegaskan perlunya pembahasan lebih lanjut mengenai penerapan Pas Penumpang terintegrasi dengan tiket kapal ASDP. Hal itu, kata dia, merupakan bagian dari tindak lanjut atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait potensi kerugian negara.

“Pemberlakuan Pas Penumpang terintegrasi dengan tiket kapal mendesak untuk segera dilakukan,” tegas Mustikal.

Dukungan serupa disampaikan Kepala Unit Manajemen Pelabuhan BPKS, Zulkarnaini, dan Koordinator Pelabuhan Penyeberangan Balohan, Fauzi Daud, yang berharap implementasi MoU dapat segera menyelesaikan berbagai persoalan teknis di lapangan.

Manager Usaha dan Teknik ASDP Banda Aceh, Juliansyah, menilai kerja sama ini akan segera memberikan manfaat signifikan.

“Pas Penumpang akan segera diberlakukan secara sistem terintegrasi sehingga berkontribusi maksimal pada pendapatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, integrasi sistem akan memudahkan kedua belah pihak sekaligus memperkuat akuntabilitas penerimaan PNBP agar tidak lagi menjadi temuan di kemudian hari.

Hal serupa disampaikan Baginda Alfarishi dari ASDP Pusat. Ia menyebut bahwa sistem serupa telah lebih dulu diterapkan di Pelabuhan Tanjung Siapi-Api yang dikelola penuh oleh ASDP sesuai standar operasional perusahaan. “Integrasi Pas Penumpang ini bisa segera kita terapkan,” tegasnya.

Di penghujung pertemuan, kerja sama BPKS dan ASDP Indonesia Ferry resmi dinyatakan sah dengan penandatanganan MoU oleh kedua belah pihak dan pertukaran dokumen dari ASDP yang diwakili oleh Hayyatul Mardiah dan BPKS oleh Iskandar Zulkarnaen.(*/man)

Ketua Forikan Aceh Marlina Usman Menyerahkan Bantuan Ikan Segar Untuk Masyarakat Aceh Tenggara

0

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM – Marlina Usman yang didampingi kadis kelautan dan perikanan Aceh Aliman menyerahkan ikan segar kepada masyarakat Aceh tenggara seba yak 5 ton, (27/8/2025).

Penyerahan ini dalam rangka mendukung program gerakan masyarakat makan ikan, penyerahan diserahkan secara simbolis kepada ketua Forikan Aceh tenggara Hj.Nurjannah fahkry juga turut disaksikan oleh Bupati Aceh tenggara serta jajaran SKPD Aceh tenggara.

Bantuan ini untuk sekitar 800 penerima manfaat di Aceh tenggara, dalam kesempatan penyerahan bantuan ikan segar tersebut Marlina Usman ( Marlina Muzakir Manaf) mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat supaya gemar makan ikan sebagai salah satu sumber protein sumber utama ,dan juga untuk mencegah stunting sekaligus untuk menambah energi dan gizi keluarga.

Ikan adalah sumber protein yang sangat mudah didapat dan juga mudah diolah, “mari kita mengkonsumsi ikan didalam rumah tangga supaya anak anak kita cerdas dan sehat”.

Marlina berharap supaya kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan penting kandungan gizi pada ikan, istri Gubernur Aceh Marlina Usman juga meninjau dapur tempat olahan ikan di lakosi tempat acara penyerahan ikan.(ml)

Popular Posts

My Favorites

Mall Pelayanan Publik Kota Sabang Dirancang Khusus Supaya Terang dan Menarik

0
MEDIANAD.COM, SABANG - Dengan Anggaran Dana Otonomi Khusus ( doka ) yang dialokasikan oleh Pemerintah Aceh yang bernilai Rp717.173.444,00,- yang diperuntukan untuk membuat Mall...