Pemerintah

Beranda Pemerintah Halaman 10
Berita Pemerintahan

Gubernur Muzakir Manaf Tetapkan Status Transisi Darurat Menuju Pemulihan Oasca Bencana Banjir

0

MEDIANAD.COM: Aceh masuk masa transisi darurat menuju kemasa pemulihan bencana, hal tersebut disampaikan Gubernur Aceh Muzakir Manaf,  melalui juru bicara pemerintah Aceh Muhammat MTA, Kamis (29/01) 2026 di Banda Aceh . Dimana masa transisi menuju pemulihan tersebut ditetapkan selama 90 hari, yg keputusan dan  penetapan di umumkan oleh Gbernur Aceh pada rapat Forkopinda yang di gelar khusus pada Kamis malam, hal ini diambil setelah mengkaji serta mempertimbangkan  oleh tim BPBA secara khusus dan mendalam juga hasil surat dari Mendagri RI no,300,1,7/e,153/ BAK tgl 29 Januari 2026 terhadap penetapan status transisi darurat kepemulihan bencana di provinsi Aceh.

“Juga dalam amar penetapan status transisi pemulihan  tersebut gubernur Aceh menginstruksikan beberapa hal penting kepada seluruh SKPA dan mehimbau  seluruh stake horder untuk melanjutkan upaya-upaya pertolongan dan koordinasi penanganan darurat bencana dengan dengan pihak lainnya yang terkait”.

Yakni, menjamin pemenuhan kebutuhan dan perlindungan kelompok rentan dan para  pengungsi   selama transisi darurat bencana tetap diberlakukan fungsional jalan tol sibanceh seksi 1 Padang Tiji- Seulimum, serta bebas dari barcode pengisian bahan bakar bersubsidi di setiap SPBU supaya proses persiapan pelaksanaan rehap rekon pasca bencana berjalan dengan baik dan sempurna mamamfaatkan fase ini untuk mengoptimalkan sumberdaya dan pemenuhan pendanaan yang bersumber dari APBA tahun anggaran 2026, menyiapkan rencana dan pelaksanaan  pemulihan menuju rehap rekon pasca bencana ( R3P) Aceh, penetapan dokumen R3P 02 Februari 2026 dan penyerahan pada BNPB pada 3 Februari 2026. (*/lem)

Kaposwil Pimpin Rapat Konsolidasi Percepatan Rehab Rekon Klaster Infrasruktur

0

KEPALA Posko Wilayah (Kaposwil) Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi Rekonstruksi, Safrizal ZA, yang menggelar Rapat Konsolidasi Perdana (28/01) pasca diterbitkannya Kepmendagri Nomor 300.2.8-24A Tahun 2026 tentang Sekretariat Tim Pelaksana Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam Di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Gelaran Rapat ini secara khusus membahas klaster infrastruktur yang terdiri dari jalan, jembatan permanen, jembatan bailey dan sungai (termasuk irigasi, Daerah Aliran Sungai/DAS, pengaman sungai, pengaman pantai dan sumur bor. Rapat yang diselenggarakan di komplek Dinas Perkim Aceh ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PU beserta jajaran, Perwakilan Pemerintah Aceh, Perwakilan DPRA, Korsahli Pangdam Iskandar Muda serta para Kepala Bappeda, Kepala Dinas PU, Kepala Dinas Pengairan dari 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang terdampak bencana hidrometreologi.

“Validasi data sangat penting, mulai dari Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (jitupasna), Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dan Rencana Aksi yang telah disusun oleh Kementerian PU, termasuk crosscheck langsung Satgas di lapangan, harus jelas pembagian wilayah kerjanya, mana kabupaten/kota mana provinsi mana Pusat sehingga kita bisa kebut tataran pelaksanaannya”, ujarnya lewat kerangan Pers, Rabu kemarin.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Wida Nurfaida, dalam paparannya meyampaikan bahwa Kementerian PU telah memobilisasi 1.377 Personel Kemen PU, pengerahan 44.954 pekerja dimana 30.119 adalah tenaga lokal melalui mekanisme padat karya, serta menurunkan 1.937 alat berat untuk pemulihan pascabencana alam di Sumatera.

“Rencana Induk dan Rencana Aksi Kementerian PU telah rampung dan untuk Aceh di Tahun Anggaran 2026 diusulkan anggaran sebesar 39,49 Triliun Rupiah sebagaiman pesan Bapak Menteri PU untuk “Build Back Better”, yakni membangun dengan kondisi lebih baik dari semula” sambung Wida.

Berdasarkan rekapitulasi data yang dihimpun oleh Posko Satgas Wilayah Aceh dari data primer Jitupasna, dalam klaster infrastruktur yang menjadi ruang lingkup rehabilitasi dan rekonstruksi terdapat 2.303 ruas jalan yang terdiri dari jalan nasional sebanyak 67 titik, jalan provinsi 87 titik dan jalan kabupaten/kota 2.149 titik, sedangkan jembatan permanen sebanyak 1.091 unit yang terdiri dari jembatan nasional 34 titik, jembatan provinsi 98 titik dan jembatan kabupaten/kota sebanyak 959 titik.

Adapun untuk jembatan Bailey sebanyak 59 unit yang telah selesai terbangun sebanyak 18 unit, sedang dibangun 6 unit dan dalam tahap perencanaan sebanyak 35 unit. Sedangkan infrastruktur sungai meliputi 892 unit irigasi, 68 normalisasi DAS, 612 pengaman sungai, 31 pengaman pantai dan 44 sumur bor.

“Dengan hadirnya satgaswil maka rapat jangan terpisah-pisah, diintegrasikan sekaligus, kerja bareng-bareng dan satu data. Untuk itu “overlay” data sangat fundamental baik yang sifatnya “long list maupun short list”, untuk mengeliminir tumpang tindih kerja-kerja di lapangan antara kabupaten/kota, provinsi maupun Pusat” pinta mantan Pj Gub Aceh itu.

“Sejumlah media online juga merilis”, Sesuai Direktif Presiden dan Kasatgasnas PRR, dana perimbangan sudah dikembalikan kepada daerah masing-masing maka terdapat dukungan pembiayaan di tiap tingkat pemerintahan. Dalam konteks ini meskipun status tanggap darurat hanya beberapa kabupaten, namun karena Provinsi Aceh masih menetapkan masa tanggap darurat maka mekanisme pengadaan dan pelaksanaan anggarannya dapat menggunakan mekanisme kedaruratan.

“Proses pengadaan berbasis bencana harus segera ditindaklanjuti dengan cleansing data sehingga kewenangan pengerjaan melalui APBK, APBA, atau APBN dapat terukur secara akuntabel dan transparan” sambung Safrizal.

Dalam forum mengemuka apresiasi atas langkah cepat Pemerintah Kota Langsa yang telah mengambil peran dalam rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur khususnya jembatan. Inisiatif dari pemerintah daerah yang berkolaborasi dengan berbagai lembaga non pemerintah termasuk sektor privat menjadi bagian penting dari upaya percepatan yang telah, sedang dan akan dilakukan.

“Tetapkan prioritas, sinkronkan data termasuk validasi data untuk masuk desk RP3 nasional, serta kecepatan dalam kendali waktu menjadi strategi yang diterapkan Satgaswil Aceh. Kita akan update terus progres-progres ini termasuk konsolidasi klaster-klaster lain dengan semangat kolaborasi multi sektor”, tutupnya. (**)

Aceh Daerah Utama Gunakan Layanan Darurat 112 Terintegrasi, “Respon Bencana Sekarang Lebih Cepat dan Tepat”

0

MEDIANAD COM-Pemerintah Provinsi Aceh resmi menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa sistem layanan Emergency Call 112 dari PT Digital Sandi Informasi. Penyerahan bantuan ini menandai langkah strategis Aceh menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan pusat monitoring satu data kedaruratan yang terintegrasi di seluruh kabupaten/kota.

Dalam siaran Pers Pemerintah Aceh juga dimelaskan, “acara

serah terima berlangsung di ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Aceh pada Rabu (21/1/2026). Agenda ini dihadiri oleh Asisten I bidang Pemerintahan, Drs. Syakir, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominsa) dari seluruh kabupaten/kota. Turut hadir secara daring melalui Zoom, Dirjen Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi)”.

Sistem layanan 112 ini dirancang untuk mengintegrasikan seluruh nomor darurat ke dalam satu pintu. Hal ini bertujuan memudahkan masyarakat di seluruh Aceh dalam mengakses bantuan cepat saat menghadapi situasi kritis, mulai dari kebakaran, layanan medis, gangguan hewan liar, KDRT, pohon tumbang, kecelakaan, hingga bencana alam.

Direktur Operasional PT Digital Sandi Informasi, Aditya Rizka, menjelaskan bahwa sistem ini akan menjadi pusat monitoring data kedaruratan yang diterapkan secara seragam di seluruh wilayah Aceh.

“Kami memahami bahwa dalam situasi darurat, setiap detik sangatlah berharga. Melalui bantuan CSR ini, kami ingin berkontribusi nyata dalam membangun pusat monitoring satu data kedaruratan yang responsif. Kami berharap sistem ini membantu pemerintah daerah memberikan pelayanan publik yang prima,” ujar Aditya dalam sambutannya.

Aditya menjelaskan, melalui layanan ini, masyarakat Aceh tidak perlu lagi menghafal banyak nomor instansi. Cukup dengan menekan 112, panggilan akan diterima oleh Command Center yang kemudian meneruskan informasi ke instansi terkait seperti Damkar, Ambulans, Polisi, atau BPBA secara real-time, cepat, dan terukur.

Menurutnya, sistem ini hadir dengan dua fitur unggulan yang dirancang untuk menjamin kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain tersedia selama 24 jam penuh setiap harinya dengan dukungan operator terlatih, layanan Emergency Call 112 ini juga dapat diakses secara gratis atau bebas pulsa dari semua operator seluler maupun telepon rumah. Hebatnya, masyarakat tetap dapat menghubungi nomor darurat tersebut meskipun ponsel dalam kondisi terkunci, sehingga mempercepat proses penanganan dalam situasi kritis.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir menyampaikan apresiasi dan menyambut baik inisiatif dari PT Digital Sandi Informasi. Menurutnya, kehadiran layanan 112 sangat krusial dalam mempercepat respon terhadap situasi darurat yang dialami masyarakat.

“Pemerintah Aceh sangat mendukung langkah ini. Selain mempermudah layanan keselamatan publik, bantuan ini menjadi katalisator penting dalam percepatan transformasi digital di Aceh,” ujar M. Nasir.

Ia menambahkan bahwa sistem ini akan mengintegrasikan berbagai layanan darurat seperti pemadam kebakaran, ambulans, hingga penanggulangan bencana dalam satu pintu, sehingga koordinasi di lapangan menjadi lebih efisien.

Acara penyerahan ini diikuti secara virtual oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari tingkat kabupaten/kota di seluruh Aceh.

Pelibatan Forkopimda kabupaten/kota dimaksudkan agar implementasi layanan 112 dapat segera disinkronisasikan di tingkat daerah, mengingat kebutuhan layanan darurat bersifat mendesak dan tersebar di berbagai titik wilayah Aceh, Tukas Sekda. (**)

UBBG Gelar Academic Workshop Analisis Data dan Publikasi Ilmiah, “Hadirkan Pakar Riset Luar Negeri”

0

MEDIANAD.COM: Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh, menyelenggarakan Academic Workshop Analisis Data dan Publikasi Ilmiah, yang berlangsung di Gedung Kampus UBBG setempat, dari tanggal19–20 Januari 2026.

“Workshop yang diikuti oleh Dosen dan Mahasiswa Pascasarjana Kampus dimaksud, menghadirkan pakar riset internasional, Assoc Prof Dr Hutkemri, Deputy Dean Development Faculty of Education, University of Malaya sebagai narasumber utama”.

Ketua pelaksana kegiatan, Fitriati SPd MEd PhD, Senin disela-sela kegiatan tersebut kepada online medianad.com menyampaikan bahwa. Workshop ini merupakan bagian dari upaya strategis UBBG dalam meningkatkan mutu akademik, khususnya di bidang riset dan publikasi ilmiah.

“Melalui program ini, dosen dan mahasiswa Pascasarjana diharapkan memperoleh pengetahuan yang relevan sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Kegiatan selama dua hari ini diharapkan mampu menghasilkan luaran penelitian yang bermanfaat dan berdampak,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor UBBG yang diwakili oleh Wakil Rektor I UBBG, Dr Rita Novita MPd. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi pelaksanaan workshop yang dinilai sangat strategis bagi peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa Pascasarjana, terutama dalam bidang riset dan publikasi ilmiah.

“Workshop ini sangat bermanfaat, terlebih menghadirkan pakar riset internasional yang memiliki pengalaman dan wawasan luas. Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kemampuan pengolahan data penelitian serta kualitas publikasi ilmiah sivitas akademika UBBG,” tuturnya.

Sementara itu, Assoc Prof Dr Hutkemri dalam pemaparannya menekankan bahwa penelitian yang berkualitas harus berangkat dari permasalahan yang jelas dan terukur. Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan instrumen penelitian yang tepat agar hasil analisis data menghasilkan temuan yang valid dan bermakna.

Selain membahas teknik analisis dan pengolahan data, pemateri juga membagikan strategi publikasi ilmiah yang efektif, termasuk kiat memilih jurnal dan meningkatkan peluang artikel agar dapat diterima pada jurnal bereputasi internasional. (kal)

Hati Kak Na Hancur Sampai Menangis.

0

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM –  Musibah bencana banjir yang melanda 18 kabupaten kota di Aceh membuat hati Kak Ana Muzakir Manaf hancur. Padahal sebelum kejadian bencana terjadi, kak na telah duluan membawa bantuan masa panik untuk seluruh kabupaten kota yang didampingi oleh PLT kadis sosial Aceh Chaidir karena dalam perkiraan bila di akhir tahun biasanya terjadi hujan lebat.

Ternyata hujan betul terjadi sampai seminggu lamanya. Ketua TP .PKK Aceh Marlina Muzakir Manaf dalam kejadian bencana banjir tersebut telah menembus ke berbagai wilayah dan pelosok di daerah kejadian bencana, beliau siang malam melintas arus banjir dan sungai menelusuri jalan berlumpur semua ia lakukan demi untuk membantu rakyat yang tertimpa musibah.

Tidak ada kata-kata lelah, yang ada hanyalah berlinangnya air mata, karena melihat kisah sedih kehidupan rakyat Aceh yang dilanda musibah bencana begitu dahsyat.

” Sebagai pemimpin mereka kita harus mampu tampil sebagai penenang, kita datang bukan saja hanya mengantarkan bantuan tetapi kita datang untuk mengantar simpati dan empati serta membawa optimisme karena itu kita harus terlihat kuat”, sebut kak Ana di lokasi bencana (18/12/2025).

Walaupun demikian ketegaran Kak Ana luluh juga saat tiba di kampung Sekumur Kecamatan Sikrak yang di dampingi staf ahli TP.PKK Aceh Mukarrahmah Fadhlullah.

Pecahnya tangisan Kak Ana saat melihat masih ada kehancuran yang melanda wilayah pelosok desa dan itu benar-benar menguras emosinya, semua hancur total hanya mesjid yang kokoh berdiri di Sekumur.

Kak Ana tidak bisa membayangkan hari ini warga disini dalam kondisi seperti ini, namun demikian Kak Ana tidak perlu lama bersedih dan berlinang air mata dengan pelan-pelan mempersembahkan senyumannya kepada warga dan anak-anak yang tertimpa musibah bencana banjir.

Sambil mengantarkan bantuan untuk mereka, apalagi melihat rumah warga yang hilang, tanpa bekas disapu banjir dahsyat. Sebelumnya Kak Na juga sempat mengantarkan bantuan untuk korban banjir kekampung Pulau Tiga Kecamatan Tamiang Hulu Posko mesjid Baitussalam dan juga mengantar bantuan kebeberapa posko Dikampung Babo Kecamatan Bandar Pusaka.(lem/*)

BEM Uniki Aktif Dalam Program Bantuan Bencana Banjir Bandang Aceh 2025

0

MEDIANAD.COM, BIREUEN – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam kebangsaan Indonesia (BEM UNIKI) Bireuen – Aceh aktif bantu korban bencana Banjur Bandang dan tanah longsor, di seputaran kabupaten Bireuen hingga ke takengon Aceh Tengah.

Panggilan menjadi relawan, baik bergabung dengan posko bencana nasional, posko pemda Aceh dan kabupaten juga posko sendiri yang bekerja dengan mitra dan donatur, sebut Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan, Dr H Kamaruddin SPd MM kepada redaksi (Senin, 14-12-2025).
Dalam keterangannya, Kamaruddin – walaupun pada minggu pertama bencana masih berada di Mekkah, membawa Jemaah umroh, terus memantau kegiatan dan partisipasi para mahasiswa Uniki melalui ketua BEM masing-masing fakultas.

“Ya, alhamdulillah semua aktivis BEM di lingkungan kampus kita, dapat di pantau, dan selalu melaporkan, juga minta arahan secukupnya” ujar Kamaruddin.

Mereka, sudah mulai bergerak di hari kedua bencana hingga saat ini terus membantu masyarakat berdampak, tambah doktor ekonomi islam ini.

Dari pantauan crue redaksi, sejumlah 70 relawan yang merupakan anggota Ormawa Uniki yakni UKM LDK Al Fatih, BEM Fakultas Ekonomi Bisnia, fakultas Komputer. Teknik, Fakultas Agama juga BEM Fakultas Hukum, bermitra dengan Pemda Bireuen turun kelapangan membersihkan rumah-rumah warga yang terkenak banjir dan lumpur, sembari mengantar bantuan logistik dari Pemda Bireuen dan bantuan kemanusiaan dari Mahasiswa se- Aceh, tutur Ketua rekawan UNIKI, T. Riski Aulia yang didampingi kepala Sekretariat posko Uniki, Aura Hirayuki.(win)

Wali Kota Sabang: Pilihan Keuchik Berlangsung Demokratis dan Tertib

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam menilai pelaksanaan Pemilihan Keuchik Langsung Serentak di Kota Sabang terlaksana dengan demokratis dan tertib.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota turut menggunakan hak pilihnya di TPS Gampong Paya Seunara serta meninjau sejumlah tempat pemungutan suara lainnya, seperti di TPS Kuta Ateuh dan TPS Balohan.

Saat memantau pelaksanaan pemungutan suara di sejumlah TPS tersebut, Wali Kota memastikan seluruh tahapan berjalan dengan baik, aman, dan tertib.

“Demokratis sekali, bagus. Dan semuanya berlangsung tertib, alhamdulillah,” katanya.

Wali Kota menyebut partisipasi masyarakat dalam pemilihan keuchik kali ini cukup tinggi. Ia mengapresiasi antusiasme warga yang dinilai menunjukkan kesadaran demokrasi di tingkat gampong semakin baik.

“Dari beberapa TPS yang kita pantau tadi dan di Balohan ini, antusiasme masyarakat luar biasa sekali. Mudah-mudahan ini menjadi contoh bagi masyarakat Sabang yang lain, bagaimana sama-sama merasa memiliki untuk memilih pimpinan di tingkat pedesaan,” ujarnya.

Terkait pesan kepada keuchik terpilih nantinya, Wali Kota menegaskan agar tidak ada pembedaan perlakuan kepada masyarakat pascapemilihan, baik kepada pendukung maupun yang tidak mendukung.

“Sebetulnya siapa pun yang terpilih, jangan ada istilah membedakan antara pendukung dan tidak mendukung. Semuanya sama, jangan membeda-bedakan. Semua harus dianggap sebagai rakyat daripada keuchik itu sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menekankan pentingnya peran keuchik terpilih dalam menyelaraskan pembangunan gampong dengan arah pembangunan Kota Sabang. Menurutnya, keuchik harus mampu membangun komunikasi dan pendekatan yang baik dengan berbagai pihak.

“Yang penting sekali bagaimana supaya keuchik ini bisa melakukan pendekatan yang baik dengan masyarakat, dengan camat, dengan Wali Kota sendiri. Kemudian bagaimana membangun desa masing-masing, sesuai dengan program pembangunan Kota Sabang,” tambahnya.(man)

Pemerintah Aceh Lepas Keberangkatan Truk Kemanusiaan Rumah Zakat

0

BANDA ACEH-Gubernur Aceh melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh, Dr. Ir. Zulkifli, M.Si., secara resmi melepas keberangkatan Truk Kemanusiaan Aceh dari Kantor Gubernur Aceh, Sabtu (13/12) 2025, dimana bantuan logistik tersebut diperuntukkan bagi ribuan warga terdampak bencana banjir hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen.

​Acara pelepasan berlangsung khidmat, dihadiri oleh perwakilan dari berbagai lembaga kemanusiaan, termasuk BNPB, Telkomsel, dan Rumah Zakat, yang berkolaborasi dalam pengadaan dan penyaluran bantuan ini.

​Truk kemanusiaan ini membawa total 8 ton bantuan yang sangat dibutuhkan oleh korban banjir. Muatan tersebut terdiri dari berbagai jenis kebutuhan pokok, antara lain: ​Sembako, ​Pakaian layak pakai, selimut Hygiene Kit (perlengkapan mandi dan sanitasi) dan juga Obat-obatan ringan.

​Sekda Aceh dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Bantuan ini merupakan wujud nyata solidaritas dan kepedulian masyarakat Aceh. Kedatangan Truk Kemanusiaan ini diharapkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Pidie Jaya dan Bireuen yang saat ini berada di posko-posko pengungsian,” ujarnya.

Dikesempatan tersebut, Representative Manager  Rumah Zakat Aceh, Riadhi menyampaikan ucapan terima kasih kepada para donatur, masyarakat secara personal, komunitas dan Corporate yang telah mensupport Truk Kemanusiaan ini

​Terima Kasih juga kepada Telkomsel, Bamuis BNI,Ucare Indonesia dan Kampus-kampus yang sudah terlibat mengisi kebutuhan dalam Truk Kemanusiaan ini.
​Setelah dilepas, tim relawan segera bergerak cepat untuk memastikan bantuan tiba di titik-titik lokasi terdampak yang paling membutuhkan. Penyaluran akan diprioritaskan di desa-desa yang masih terisolasi atau sulit dijangkau akibat genangan air yang tinggi.

​Informasi Bantuan Lanjutan: Masyarakat yang ingin berkontribusi lebih lanjut dapat menyalurkan donasi melalui rekening yang tertera: Bank Aceh Syariah 610 01 99 000117 5 an Yayasan Rumah Zakat Indonesia, tera Riadhi. (**)

Pemerintah Aceh Melarang Memanfaatkan Kayu diTpat Bencana Karena Akan Diselidiki Tentang Kasus Lingkungan

0

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM – Kayu-kayu besar yang dibawa oleh arus banjir besar yang menghatam pemukiman penduduk mulai dari yang menyebabkan rumah masyarakat hancur serta berserakan dimana-mana dilarang mengambil dan memanfaatkan karena ini menyangkut dengan kasus lingkungan.

Hal ini disampaikan oleh juru bicara pemerintah Aceh Muhammad MTA, karena ini bukan kasus biasa karena bencana yang terjadi saat ini bukanlah bencana biasa karena banjir dan longsor ini masalah yang sangat kompleks karena sudah terjadi kerusakan lingkungan yang sangat luar biasa.

Maka dari itu pemerintah Aceh mengingatkan pada semua pihak untuk tidak mengambil dan memanfaatkan kayu tersebut karena untuk dijadikan bukti pemeriksaan nanti dan siapapun tidak boleh mengambil dan mengakat atau memindahkan memanfaatkan Tampa ada izin dari otoritas terkait.

Karena ini akan menjadi alat bukti penting saat investigasi hukum maka gubernur Aceh melarang keras siapapun yang mengambil kayu dilokasi banjir yang mencoba atau mengambil dan membawa keluar akan ditindak.

Maka semua pihak harus hati hati jangan coba coba untuk mengambil kayu tersebut, pemerintah Aceh mengajak masyarakat dilingkungan banjir untuk mengawasi terhadap tumpukan kayu atau yang berserakan dimana-mana untuk tidak diambil ini masyarakat harus menjaganya bila ada yang mengangkat dan mengambil maka masyarakat dengan secara untuk melapor ke penegak hukum untuk ditindak.

Pemerintah Aceh juga telah memberikan arahan kepada TNI/polri dan masyarakat dan semua pihak yang saat ini bekerja melakukan pembersihan agar menempatkan tumpukan kaya di tempat lokasi yang sama yang telah disepakati pengumpulan kayu tersebut akan dikoordinasikan oleh dinas terkait bersama jajaran dilapangan.

Maka, Gubernur mengharapkan kayu tersebut ditempatkan dilokasi khusus yang ditentukan bersama, penegasan pemerintah ini bukanlah untuk menghambat pekerjaan pembersihan, melainkan untuk menjaga tata kelola penanganan bencana sesuai aturan.

Pemerintah ingin memastikan setiap tindakan sekecil apapun tidak bertentangan dengan regulasi lingkungan dan tidak hilangjan potensi barang bukti yang dapatkan menjelas menyebabkan bencana.(lem)

Kapal KN Antares Kembali Angkut 80 Ton Bantuan Logistik ke Aceh untuk Disalurkan ke Titik Dampak Bencana

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Kapal Negara KN Antares kembali menjalankan misi kemanusian dengan mengangkut 80 Ton bantuan logistik beserta relawan kesehatan menuju Pelabuhan Kreung Geukueh, Lhokseumawe, yang telah ditetapkan sebagai hub atau posko utama penyaluran bantuan di Provinsi Aceh, Minggu(07/12).

Kapal KN Antares resmi dilepas keberangkatannya oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Jumat malam (5/12) pukul 23.30 WIB di Pelabuhan Banda Aceh. Prosesi pelepasan turut dihadiri Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal bersama jajaran pemerintah daerah.

Selanjutnya KN Antares tiba di Pelabuhan Kreung Geukueh, Lhokseumawe pada Sabtu sore (6/12) sekitar pukul 16.50 WIB. Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengawal langsung proses pembongkaran 80 Ton bantuan untuk korban banjir di Pelabuhan Kreung Geukeuh, Lhokseumawe.

Bantuan logistik yang diberangkatkan tersebut merupakan kontribusi dari berbagai instansi dan lembaga, berupa kasur, sembako, obat-obatan, pampers, air mineral, biskuit, tenda dan kebutuhan dasar lainnya.

Setibanya kapal, kegiatan diawali dengan penurunan tenaga medis. Para tenaga medis dimaksud akan ditempatkan di wilayah-wilayah terdampak banjir untuk memperkuat layanan kedaruratan. Setelah penurunan tim medis, proses pembongkaran dilanjutkan dengan penyusunan dan pembagian logistik sesuai kecamatan yang terdampak bencana.

Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Sabang, Capt. Tohara melaporkan, kegiatan pembongkaran berjalan lancar namun sempat terhenti karena hujan.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar ditambah dengan jiwa relawan yang tinggi dan juga semangat yang timbul dikarenakan adanya dukungan Bapak Gubernur Aceh, kegiatan dapat dilaksakan sebagai mana mestinya,” ujarnya.

Capt. Tohara menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan dari berbagai pihak. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran akan terus bekerja maksimal dalam mendukung upaya kemanusiaan yang sedang dijalankan Pemerintah Aceh.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengiriman bantuan ini. Bantuan itu nantinya akan didistribusikan ke wilayah-wilayah yang terdampak situasi darurat di daerah tersebut,” ucapnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pendistribusian bantuan.

“Pengiriman lewat jalur laut ini merupakan langkah cepat pemerintah untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi,” kata Gubernur Aceh.

KN Antares dijadwalkan berangkat kembali pada Minggu atau Senin, 7–8 Desember 2025. Kapal tersebut direncanakan mengangkut sekitar 100 pengungsi menuju Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, menunggu proses pengumpulan dan persiapan para pengungsi sebelum dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Sebelumnya, pekan lalu KN Antares telah membawa bantuan logistik dari berbagai lembaga serta komunitas masyarakat serta mengevakuasi warga terdampak banjir dari Lhokseumawe menuju Banda Aceh.(*)

Popular Posts

My Favorites

Babinsa Jaboi Dampingi Penyaluran Bantuan Lansia, Wujud Kepedulian kepada Warga

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Bentuk kepedulian terhadap warga lanjut usia terus ditunjukkan aparat teritorial di wilayah binaan. Babinsa 05 Gampong Jaboi Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang,...