Pemerintah

Beranda Pemerintah Halaman 13
Berita Pemerintahan

Gubernur Aceh Menutup Rakor Dekranasda

0

Sekda Aceh M.Nasir

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh yang diwakili oleh sekretaris daerah Aceh M. Nasir menutup rapat kerja dekranasda Aceh dalam laporan penutupan yang dibacakan oleh sekda Aceh pada malam penutupan Minggu (9/11/2025) malam .

UMKM center Bank Aceh ini adalah mementum untuk memperkuat kerja sama pengembangan kerajinan daerah sebagai produk lokal yang juga dilaksanakan pameran untuk menampilkan berbagai bentuk hasil kerajinan yang di kerjakan oleh masyarakat di desa.

Dari hasil yang diproduksi melalui UMKM suvenir daerah Aceh menjadi unggulan utama dan ini perlu dukungan penuh baik ditingkat provinsi maupun ditingkat kabupaten / kota demi kemajuan kerajinan suvenir produk lokal juga untuk mampu bersaing tingkat nasional maupun asia.

Dengan adanya perhatian dari pemerintah provinsi dan kabupaten kota maupun dari dekranasda Aceh dan kabupaten/ kota, maka ekonomi rakyat terus bangkit apa lagi dilakukan pameran kriya berbagai unggulan suvenir ini menjadi bukti bahwa aceh kaya dengan suvenir.

M.nasir mengatakan bahwa dengan pameran ini kita langsung melihat potensi yang sangat besar serta kreatifitas tinggi para pengrajin Aceh siap bersaing di pasar nasional maupun internasional.a

Atas nama pemerintah aceh menyampaikan apresiasi dan penghargaan. Yang setinggi tingginya kepada dekranasda Aceh dan seluruh dekranasda kabupaten / kota atas partisipasinya dan kontribusi aktifnya dalam seluruh rangkaian kegiatan Kriya ini.

Sekda Aceh M.nadir mengajak seluruh perangkat daerah dan BUMD serta instansi pemerintah untuk menjadi teladan dalam mencintai produk lokal hasil kerajinan masyarakat kita untuk membeli juga menggunakan serta mempromosikan setiap membeli hasil produk lokal .adalah bentuk dukungan nyata bagi Pengraji suvenir dan kebangkitan industri kreatif Aceh.

Gubernur Aceh berharap, Dekranasda Aceh bersama perbankan dan mitra strategis terus memperkuat sinergi dalam pembinaan pembayaran dan pemasaran produk kerajinan lokal juga industri kecil dan menengah, M.nasir menyarankan agar dimasa mendatang strategi pengembangan harus lebih adaptif terhadap era digital dan ekonomi kreatif agar produk Aceh semakin kompetitif di pasar nasional dan global.(lem)

Terkatung-katung di Aceh Selama Dua Tahun Terlantar, Haji Uma dan Dinsos Aceh Bantu Pemulangan Warga Blitar

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Nasib miris dialami oleh Nur Evasari (26), wanita asal Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur. Eva ditemukan oleh warga karena terlantar di terminal bus dan kemudian dilaporkan kepada Dinas Sosial  Kota Banda Aceh.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Misra Yana, S.Fil, M.si Koordinator Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Provinsi Aceh kepada H. Sudirman Haji Uma, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, Eva datang ke Aceh Tahun 2024 lalu karena dijanjikan kerja oleh seorang warga Kabupaten Aceh Jaya yang dikenal melalui aplikasi telegram.

Ia jemput langsung ke Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur dan mendapat izin dari keluarganya untuk ke Aceh karena ada iming-iming akan diberikan pekerjaan di Aceh. Setelah beberapa bulan berada di Aceh Jaya, Eva tidak kunjung diberikan pekerjaan seperti yang dijanjikan.

Eva pun sempat lari ke daerah Pekanbaru  (Sumatera Selatan) dan Medan (Sumatera Utara). Namun setelah beberapa bulan ia kembali ke Aceh Jaya, namun tetap tidak diberikan pekerjaan. Pada Oktober lalu, ia lari ke Banda Aceh untuk mencari kerja guna mengumpulkan biaya untuk pulang ke Jawa Timur.

Namun kemudian Eva ditemukan terlantar oleh warga di terminal bus di Banda Aceh dan dilaporkan ke pihak Dinas Sosial Kota Banda Aceh.

Selanjutnya Eva mendapat pendampingan sosial dari Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Meuraxa yang juga Koordinator TKSK Provinsi Aceh, Misra Yana, S.Fil, M.Si dan di tempatkan di Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Banda Aceh.

Menurut Misra, dirinya sebagai TKSK sudah melakukan upaya penjangkauan ke keluarga reva di Blitar, Jawa Timur. Mereka berharap agar Eva dapat pulang ke Blitar dengan selama dan keluarga tidak punya kemampuan biaya untuk pemulangan. Keluarga Eva tergolong keluarga miskin dan ibunya sudah meninggal dunia, selain itu bapaknya sudah lanjut usia.

Kisah miris Eva diketahui anggota DPD RI dapil Aceh, H. Sudirman Haji Uma, S.Sos dalam silaturrahmi dengan pihak Dinas Sosial Provinsi Aceh. Mendapat informasi tersebut, Haji Uma langsung memberikan komitmennya untuk membantu fasilitasi pemulangan.

“Kita siap membantu bagi fasilitasi proses pemulangan ke Blitar, Jawa Timur”, ujar Haji Uma menyikapi laporan TKSK dalam pertemuan silaturrahmi dengan Dinas Sosial Provinsi Aceh serta perwakilan Pilar Sosial dan relawan di Aula Dinas Sosial Aceh, Kamis (6/11/2025) lalu..

Menindaklanjuti informasi terkait Eva, Haji Uma bersama rombongan dan di dampingi TKSK dan perwakilan Pilar Sosial langsung menuju ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Banda Aceh setelah selesai agenda pertemuan silaturrahmi di Aula Dinas Sosial Provinsi Aceh.

Setibanya, Haji Uma bersama rombongan langsung menemui Eva. Dalam pertemuan itu, Haji Uma berinteraksi langsung dengan Eva terkait kondisi dan kronologi hingga ia ke Aceh hingga terlantar. Kepada Haji Uma, Eva menyampaikan jika dirinya sangat berharap bantuan agar dirinya bisa kembali ke kampung halamanya.

Dihadapan Eva dan disaksikan oleh TKSK, dan pihak pengurus sumah singgah serta rombongan, Haji Uma berjanji membantu agar Eva dapat pulang ke keluarganya di Blitar Jawa Timur. Namun Haji Uma juga menyampaikan syarat eva harus kembali ke keluarganya setelah dipulangkan ke Jawa Timur nantinya.

“Akan kita bantu pemulangan ke Jawa Timur, namun harus kembali ke keluarga setiba disana nantinya. Nanti kita juga akan berkoordinasi dengan kantor DPD RI atau Dinas Sosial di Jawa Timur untuk menjemput agar Eva bisa dijemput di Bandara Juanda guna diantar langsung ke pihak keluarga disana”, ujar Haji Uma.

Selain akan membantu biaya tiket pesawat dari Aceh ke Jawa Timur, Haji Uma ikut membantu biaya reparasi LCD HP milik Eva agar dapat berkomunikasi dengan pihak keluarga di Jawa Timur dan juga membantu biaya kebutuhan makan sebelum dipulangkan.

Selanjutnya, Haji Uma melalui Stafnya akan berkoordinasi dengan TKSK yang mendampingi Eva dan Dinas Sosial Aceh untuk pemulangannya ke Blitar, Jawa Timur.

“Hari ini kita pulangkan 9/11/2025 (kemarin _red) di dampingi pengantaran oleh Staf Haji Uma dan Dinas Sosial Aceh Ke Bandara Sultan Iskandar muda  lalu dengan menggunakan Pesawat Super Air Jet pada pukul 14.05 ke Jakarta, selanjutnya menggunakann Lionn Air ke Surabaya.

Haji Uma juga turut menegaskan bahwa penting untuk terbangunnya solidaritas sosial kemanusiaan antar sesama. Ia juga mengingatkan bantuan bagi warga luar yang ditimpa musibah atau berada dalam kondisi membutuhkan di Aceh akan memantik solidaritas yang sama saat warga Aceh mengalami hal serupa di rantau orang diluar Aceh.(*)

 

Wakil gubernur Aceh Fadhlullah Resmikan Dapur MBG SPPG Di Aceh Utara

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH –  Wakil gubernur Aceh Fadhlullah belum lama ini meresmikan dapur MBG SPPG di Seunuddon Aceh aturan, dapur ini dibawah kendali yayasan Geurudung masa depan didesa gampoeng Matang karieng Aceh Utara dapur ini diresmikan oleh wakil gubernur Aceh pada tgl (7/11/2025).

Wagub Aceh fadhlullah pada saat meresmikan dapur dapur MBG SPPG di Seunudioen mengatakan peresmian dapur MBG menu bergizi gratis merupakan salah satu program nyata dari pelaksanaan atas cita-cita presiden Republik Indonesia bapak Prabowo untuk membantu anak anak kita untuk makan makanan yang bergizi.

Sekarang sudah mencapai 460 titik dapur MBG yang mulai aktif, yang kita rencanakan seluruh Aceh berjumlah 585 dapur MBG , dan kita usahakan terus sampai di akhir tahun nanti semua sudah aktif sebagai mana yang kita harapkan centus dek Fadh.

Wakil gubernur Aceh juga mengingatkan setiap satuan pelaksana pusat gizi membuka seluruh menu yang telah disiapkan didapur MBG karena saat ini terdapat 100 menu varia yang telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang untuk penerima manfaat.

Fadhlullah mengatakan, bahwa agar 17 penerima manfaat program MBG di Aceh dapat merasakan sepenuhnya dampak positif dari program nasional tersebut.prigran MBG ini bukan hanya tentang makanan.

Namun ini menyangkut tentang masa depan anak bangsa maka saya mengajak masyarakat dan pemerintah untuk selalu menjaga kekompakan mengawal program MBG ini untuk menuju generasi Aceh yang sehat cerdas serta kuat centut dek Fadh.(lem)

Wakil gubernur Aceh Dek faht tinjau Kuala idi yang Selama Ini Muaranya Dangkal

0

MEDIANAD.COM, ACEH TIMUR – Wakil gubernur Aceh meninjau langsung Kuala idi Aceh Timur yang selama ini muaranya sering dangkal, kedatangan wagub Aceh ini Jumat (7/11/2025) karena ada laporan dan keluhan dari para nelayan.

Kedatangan Fadhlullah disambut langsung oleh para nelayan Kuala Idi Rayeuk dan mereka melaporkan kepada wagub Aceh Fadhlullah tentang berbagai hal yang selama ini mereka alami di Kuala idi.

Para nelayan tersebut sangat terharu dan gembira dengan kedatangan wakil gubernur Aceh kekuala Idi Rayeuk Aceh Timur, Fadhlullah mendendengar langsung keluhan keluhan yang disampaikan oleh para nelayan dalam peninjauan tersebut wakil Gubernur Aceh Fadhlullah persoalan dangkalnya muara pelabuhan Kuala Idi.

Ini hal yang harus segera dituntas untuk melakukan penggurukan supaya kapal penangkap ikan bisa masuk ketempat pendaratan ikan dan kita mengharapkan pada UPTD DKP Aceh untuk segera menanganinya karena ini persoalan serius.

Karena kondisi muara dangkal ini berdampak langsung terhambatnya aktifitas nelayan di TPI idi Rayeuk dan in akan mempengaruhi menurunnya pendapatan ekonomi nelayan.

Maka persoalan dangkal muara Kuala idi Rayeuk harus segera diatasi, “mari kita membantu meringankan aktifitas nelayan untuk meningkatkan taraf hidup ekonomi mereka dengan cara bisa menghilangkan hambatan dan rintangan baik disaat keluar menuju laut maupun pada saat pulang masuk ke TPI tidak terjadi hambatan apapun.

Bila Kuala atau muara dangkal maka para nelayan susah masuk ketempat pendaratan ikan, maka saya ingatkan kembali kata wagub Aceh fadhlullah pada UPTD disini untuk segera melakukan penggurukan  muara yang dangkal tersebut demi demi memudahnya keluar masuk kapal ikan milik nelayan, dan mohon para petugas yang telah ditempatkan dan bertugas disini untuk selalu melakukan pemantauan dilapangan bila ada Kuala atau muara yang dangkal untuk segera dilakukan penggurukan supaya nelayan kita tidak terganggu disaat mau melaut maupun masuk ke tempat pelabuhan pendaratan ikan.(lem)

Mualem Di Dampingi Bunda Salma Terima CEO Blackstone Di Malaysia

0

MEDIANAD.COM, SABANG-  Gubernur Aceh Muzakir Manaf( mualem) didampingi oleh anggota DPRA bunda Salma melakukan kunjungan kerja ke Malaysia dalam rangka rencana kerjasama investasi internasional antara investor Malaysia dengan pemerintah Aceh.

Tentang bunkering internasional di pulau Weh Sabang kunjungan tersebut menjadi momentum dalan rencana kerja sama tentang proyek strategis untuk menggerakkan ekonomi dan pendapatan Aceh nantinya.

Mualem juga di dampingi sejumlah penjabat dari Sabang wali kota sabang,sekretaris daerah kota Sabang ,kepala BPKS Sabang juga sejumlah anggota DPRA serta kepala biro administrasi pimpinan sekda Aceh Akkar Arafat.

Anggota DPRA dari fraksi PA Bunda Salma menyampaikan apresiasi atas langkah strategis diinisiasi oleh gubernur Aceh mualem bersama dengan pemangku kepentingan Untuk membuka ruang investasi lintas negara disektor kelautan/perikanan dan peternakan ,apalagi Sabang memiliki jalur strategis di jalur perdagangan internasional letaknya dipintu masuk samudra India maka sabang menjadi kawasan emas yang ideal untuk dikembangkan sebagai pusat logistik bumkering kapal dunia.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah maka sabang menjadi pintu gerbang maritim yang moderen dan tangguh serta berdaya saing global,kunjungan CEO blackstone Malaysia ke sabang Minggu lalu akan menjadi simbul awak kolaborasi kongkret antara Aceh dan Malaysia dibidang investasi strategis, maka Pemerintah Aceh berharap proyek pengembangan hubungan bumkering internasional ini tidak hanya membawa dampak ekonomi juga untuk memperkuat posisi Sabang sebagai simpul penting dalam jaringan logistik perdagangan dunia.

sekarang dengan senergi antara pemerintah Aceh dan DPRA maka investor diharapkan menjadi tonggak baru kebangkitan ekonomi Aceh dan menuju masa depan Aceh yang lebih mandiri juga berdaya saing ditinkat internasional.(lem)

Marlina Muzakir Manaf Dikukuhkan Menjadi Ibunda Guru Aceh

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia Prof Unifah Rasyid melakukan pengukuhan terhadap Marlina Muzakir Manaf sebagai ibunda guru Aceh.

Prosesi pengukuhan dilaksakan di anjueng Moen Banda Aceh (4/11/2025) lalu, bunda Marlina mengatakan siap menjalankan dan mendukung perjuangan para guru khususnya dalam meningkatkan SDM serta kesejahteraan para guru di Aceh.

Ibu Marlina juga mengucapkan, rasa terima kasih atas kepercayaan tugas dan amanah yang telah diembankan kepada saya, maka mulai sekarang kita bersama sama memperjuangkan untuk meningkatkan kapasitas guru dan juga kesejahteraan guru di Aceh.

“Kita juga harus bersama sama mebantu mewujutkat dan meningkatkan serta memajukan pendidikan serta profesionalisme dan perlindungan terhadap guru pendidik dan tenaga kependidikan di Aceh.

Juga kita harus bersama sama mewujudkan visi dan misi serta program kerja pendidikan pemerintah Aceh dengan PGRI di wilayah Aceh.

Ibunda guru juga memiliki tugas mendukung penguatan program pemberdayaan guru pendidikan dan tenaga kependidikan khususnya para guru perempuan juga mengembangkan kemandirian serta peningkatan literasi guru.(lem)

Kunjungan Haji Uma Ke Dinas Sosial, Bahas Solusi Sistemik Atasi Ketimpangan dan Kemiskinan Struktural

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman, yang lebih dikenal dengan nama Haji Uma, melakukan kunjungan kerja ke Dinas Sosial Aceh, Kedatangan senator asal Aceh ini disambut langsung oleh Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Chaidir, bersama sejumlah kepala bidang dan pejabat terkait.Kamis 6/11/2025

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban, Haji Uma menegaskan komitmennya sejak 2015 untuk terus hadir di tengah masyarakat kecil dan memperjuangkan hak-hak mereka, terutama dalam bidang pelayanan sosial dan kesejahteraan rakyat.

Dalam dialog tersebut, Haji Uma menyoroti ketimpangan dalam pelaksanaan program sosial di daerah.
Meskipun pemerintah telah menyiapkan berbagai bentuk bantuan, ia menilai masih banyak kendala di lapangan yang membuat program tidak sepenuhnya menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.

Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah solusi sistemik yang memberikan otoritas dan prioritas jelas kepada instansi pelaksana, khususnya Dinas Sosial, agar kebijakan dan program sosial dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Haji Uma juga menekankan pentingnya membangun sistem sosial yang solutif dan memberdayakan, bukan yang menumbuhkan ketergantungan struktural terhadap kemiskinan.
Ia menegaskan bahwa kemiskinan tidak boleh dibiarkan menjadi bagian dari struktur sosial yang melemahkan rakyat.

“Kemiskinan tidak boleh dibuat struktural. Dinas Sosial harus benar-benar hadir memberi solusi, bukan sekadar pelaksana program formalitas,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Chaidir, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Haji Uma terhadap kerja-kerja sosial di Aceh.

Dalam kesempatan yang sama, Muhammada Daud, Tenaga Ahli Haji Uma, turut menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kesenjangan sosial di sektor kesehatan, khususnya bagi masyarakat miskin di pedesaan.
Menurutnya, masih banyak warga yang enggan dirujuk ke rumah sakit karena tidak memiliki biaya untuk pendampingan pasien.

Ia menambahkan, selama ini tim relawan pendamping yang membantu warga sakit membutuhkan biaya operasional sekitar Rp300 ribu per hari untuk lima orang.
Karenanya, pihaknya mengusulkan agar biaya pendampingan pasien miskin dapat difasilitasi melalui mekanisme resmi pemerintah, sehingga akses terhadap layanan kesehatan dasar menjadi lebih inklusif dan berkeadilan.

Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda kerja Haji Uma dalam meninjau langsung berbagai instansi dan mendengarkan aspirasi masyarakat di tingkat daerah.
Melalui dialog ini, ia menegaskan kembali komitmennya untuk mendorong solusi sistemik dalam mengatasi ketimpangan sosial dan kemiskinan struktural di Aceh.(*)

Mualem lakukan Panen perdana Lobster Di Ule Lheue

0

BANDA ACEH MEDIANAD.COM – Gubernur Aceh Muzakir Manaf melakukan panen lobster dikaramba kawasan Ulee Lheue Banda Aceh pada sore hari (4/11/2025).

Lobster ini milik nelayan warga Ulee Lheue, Gubernur juga menyempatkan diri makan bersama dengan para nelayan dikawasan tersebut bersama dengan ketua dan anggota koperasi nelayan berkarya.

Keramba lobster yang dipanen secara perdana oleh Mualem itu dibawah binaan koperasi nelayan berkarya Banda Aceh.

Ary Anggara atas perwakilan koperasi nelayan berkarya bersama mengucapkan, terima kasih pada Gubernur Aceh Muzakir Manaf atas kehadirannya. “kami berterima kasih dan  sangat gembira atas kehadiran ketempat budidaya lobster yang selama ini kami budidayakan”.

Ary melaporkan pada Mualem bahwa sekali panen hasil budidaya yang dikembangkan oleh koperasi nelayan bersama itu sampai 2 ton dari 24 keramba, “kami mengharapkan dibawah pimpinan Mualem, nelayan Aceh bisa makmur dan maju yang dulu kurang ada perhatian dari pemerintah Aceh namun dibawah kepemimpinan mualem mudah mudahan nelayan Aceh mendapat perhatian serius demi kemakmuran dan kesejahteraan para nelayan.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf memberikan apresiasi kepada para nelayan terutama nelayan keramba yang telah berusaha bekerja keras siang malam untuk merawat dan menjaga hasil budidaya mereka sampai ketitik panen ,keberhasilan panen seperti lobster luar biasa keberhasilannya dan ini harus terus dilanjutkan kalau boleh seluruh pesisir Aceh bila ada kendala dalam persoalan budidaya tersebut itu harus dilaporkan ke pemerintah Aceh dalam hal ini DKP Aceh.

Kami atas nama pemerintah Aceh sebut mualem sangat bangga atas usaha sampai hasilnya luar biasa ini harus menjadi contoh untuk kabupaten atau nelayan yang lain.

Laut kita begitu luas dan isi didalamnya juga luar biasa nelayan kita harus menjadi ujung tombak bergeraknya ekonomi Aceh.

Dan mulai sekarang pemerintah Aceh mulai sekarang akan berupaya membatu para nelayan seperti pengembangan usaha seperti ini maka kedepan pemerintah Aceh dibawah dinas kelautan dan perikanan aceh akan serius membantu apa saja yang di butuhkan oleh nelayan seperti budidaya lobster, ikan kerapu dan yang lainya melalui kelompok dan koperasi nelayan makmur Aceh akan sejahtera.(lem)

Pelaku Usaha Mikro dan UMKM Lampulo Silaturrahmi Dengan Marlina Muzakir Manaf

0

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM -Pelaku Usaha Mikro Kecil dan menengah ( UMKM) pengrajin usaha ikan kayu (kemamah) Lampulo silaturrahmi dengan ibu Marlina Muzakir Manaf di pendopo gubernur Aceh pada tgl (4/11/2025).

Dalam acara silaturrahmi tersebut pengrajin pengolahan ikan kayu atau keumamah, mereka membicarakan tentang pengembangan usahanya selama ini di Lampulo Banda Aceh pada ibu Marlina Muzakir Manaf.

Mereka melaporkan tentang cara pengolahan dengan cara yang moderen jadi bahan bakunya dari ikan tongkol yang telah dikeringkan dan ini standar dengan katsuobudhi jepang nan khas Aceh tidak akan hilang.

Dan proses secara moderen ini tidak ada kimia sedikitpun, jadi kedepan keumamah katsuobushi akan dikembangkan di Aceh melalui UMKM yang selama ini kami kembangkan, dan ini akan menjadi oleh oleh untuk tamu pariwisata dari luar yang berkunjung ke Aceh.

Kak Ana menyambut baik terhadap hasil kinerja putra-putra Aceh yang telah membuka usaha ikan kayu atau keumamah secara moderen Tanpa alat pengawet. Melalui UMKM mikro kecil dan menengah dan ini adalah usaha yang bisa menggerakkan ekonomi rakyat kak ana juga menyampaikan pemerintah Aceh berkomitmen untuk membina UMKM di seluruh daerah di Aceh tentang UMKM pengembangan ikan kayu( keumamah).

Dengan usaha seperti ini, maka ekonomi rakyat akan tumbuh ini juga adalah sebuah lapangan kerja yang luar biasa dan cepat maju,apa lagi selama ini tidak semua masyarakat punya peluang untuk bekerja di perusahaan besar, bila UMKM diberdayakan maka mereka menjadi penggerak ekonomi keluarga.

Kak ana berpesan supaya usaha seperti ini harus diperkuat manajemennya dan juga kemasan yang bagus khas Aceh, kalau manejemen bagus dan kemasan juga bagus makan ini akan menjadi suvenir bagi masyarakat dari luar Aceh yang ingin berwisata ke provinsi Aceh pasti mereka akan membawa pulang keumamah hasil ulahan UMKM kita, karena ikan keumamah Aceh memang sangat bagus dan lembut semua orang sangat suka terhadap keumamah Aceh apalagi diolah secara moderen, centus kak Ana.(lem)

Calon Investor Asal Malaysia Tinjau Langsung Potensi Investasi di Sabang

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Kota Sabang kembali menjadi sorotan calon investor internasional. Kali ini, rombongan calon investor asal Malaysia yang dipimpin oleh Vie Shantie Khan, melakukan kunjungan kerja ke Sabang untuk melihat langsung berbagai potensi pengembangan investasi di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang (KPBPB Sabang).

Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), bersama Anggota Komisi 3 DPRA Hj. Salmawati, Ketua Komisi D DPRA, Nazaruddin, S.I.Kom,. Rombongan disambut hangat oleh jajaran Pemerintah Kota Sabang dan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS).

Turut hadir dalam penyambutan tersebut Wakil Wali Kota Sabang, Suradji Junus, Sekretaris Daerah Kota Sabang, Andri Nourman, serta Kepala BPKS, Iskandar Zulkarnaen. Dari jajaran BPKS, hadir pula Deputi Umum, Abdul Manan, dan Deputi Pengawasan, Ridha Amri.

Dalam pertemuan di kantor BPKS, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyambut positif kehadiran calon investor asal Malaysia tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Aceh akan terus mendorong kerja sama investasi yang dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi masyarakat Sabang.

“Kita ingin Sabang menjadi pintu gerbang ekonomi Aceh. Dengan hadirnya investor seperti ini, diharapkan Sabang bisa bangkit dan berkembang lebih cepat,” kata Muzakir Manaf atau yang lebih akrab disapaMualem.

Kepala BPKS Iskandar Zulkarnaen memaparkan berbagai peluang investasi yang siap dikembangkan di kawasan Sabang. Ia menjelaskan bahwa Sabang memiliki posisi geografis yang sangat strategis di jalur pelayaran internasional, serta didukung oleh status kawasan bebas yang memberikan banyak insentif bagi dunia usaha.

Beberapa peluang yang ditawarkan antara lain pengembangan Terminal 3 BPKS di Gampong Kuta Timu, serta potensi Ship to Ship (STS) yang telah mendapatkan penetapan titik lokasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

“BPKS sangat terbuka terhadap setiap peluang investasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Sabang. Kami berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada investor yang serius untuk berinvestasi dan membangun kawasan ini,” tegas Iskandar Zulkarnaen.

Usai pertemuan, rombongan melakukan peninjauan ke Komplek Terminal 3 milik BPKS. Lokasi ini menjadi salah satu aset strategis yang sedang dikembangkan untuk mendukung kegiatan perdagangan, logistik, dan pelayaran internasional.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat langsung kesiapan infrastruktur pelabuhan serta aksesibilitas wilayah yang dinilai memiliki daya tarik tinggi bagi investor di sektor energi, logistik, dan transportasi maritim.

Perwakilan investor asal Malaysia, Vie Shantie Khan, menyampaikan apresiasinya atas penyambutan yang diberikan oleh Pemerintah Aceh dan BPKS. Ia menyebut bahwa pihaknya telah melakukan kajian mendalam sebelum memutuskan untuk menjadikan Sabang sebagai salah satu lokasi investasi strategis.

“Kami memilih Sabang bukan tanpa alasan. Jauh sebelum berkunjung, kami sudah melakukan survei dan kajian menyeluruh terhadap potensi Sabang,” ujar Shantie.

Dengan latar belakang pengalaman panjang di sektor minyak dan gas, pelayaran, dan logistik energi, Shantie optimis bahwa Sabang memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai pusat kegiatan energi dan pelabuhan internasional.

“Secara geografis, Sabang sangat potensial karena berada di jalur pelayaran tersibuk kedua di dunia. Kami ingin mengembangkan layanan bunker service melalui sistem ship to ship (STS), shipyard (galangan kapal) yang akan berperan penting dalam rantai pasok energi maritim,” tambahnya.

Shantie yang juga dikenal sebagai Chairwoman Vie International Group dan istri dari Dato’ Seri Abdurrahman Dahlan, mantan Menteri Ekonomi Malaysia, menjelaskan bahwa perusahaannya telah memiliki rekam jejak kerja sama dengan Pertamina di Indonesia, khususnya dalam bidang transportasi minyak dan gas.

Kunjungan ini menjadi langkah awal penjajakan antara pihak investor dan BPKS untuk mewujudkan kerja sama konkret di masa mendatang. Pemerintah Aceh dan BPKS menilai, ketertarikan investor asing seperti Vie Shantie Khan menjadi sinyal positif terhadap meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap potensi Sabang.

Kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti hasil kunjungan ini dengan pembahasan teknis lanjutan guna mempersiapkan kerangka kerja sama investasi yang terukur, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi daerah.(*/man)

Popular Posts

My Favorites

Cuaca Tak Bersahabat, Babinsa Koramil 01/Sukajaya Ajak Warga Tetap Semangat dan...

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Babinsa Gampong Jaboi, Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang, Serda M. Imron bersama Bhabinkamtibmas Bripka Salim melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) dengan para...