Pemerintah

Beranda Pemerintah Halaman 2
Berita Pemerintahan

Pembangunan Gedung Utama Gedung MTQ Mencapai 81 Persen

0

Wakil Bupati Pidie Jaya

MEDIANAD.COM, PIDIE JAYA – Persiapan arena MTQ tingkat provinsi di Pidie Jaya sudah mencapai 81 persen diperkirakan akhir Agustus akan selesai seluruh kegiatan pembangunan dan sampai saat ini belum ada hambatan apapun hal, ini disampaikan oleh Hasan Basri wakil Bupati Pidie jaya pada saat rapat koordinasi MTQ Aceh diaula kantor syariat Islam.aceh ( 7/8/2025) rapat tersebut dipimpin langsung oleh PLT sekda Aceh M.Nasir.

Wakil bupati Pijay didalam Amanatnya dalam pemaparan progres pembangunan gedung utama MTQ sudah mencapai 81 persen dan menargetkatkan akhir Agustus akan rampung sekarang kata Hasan Basri.

“Karena proses sekarang sedang mengurus pencairan dana dari provinsi Aceh tahap berikutnya di dinas keuangan Aceh, maka kami berharap pencairan bisa secepat mungkin agar pelaksanaan kegiatan pembangunan bisa cepat selesai dan lebih cepat, dan pemerintah Pidie Jaya mengharapkan dukungan pada pemerintah Aceh untuk fasilitasi penunjang lainnya tambahan penunjang sejumlah unit mobil pengangkut sampah serta mobil tangki untuk distribusi pengangkut air”.

Plt.Sekda Aceh M. Nasir

PLT Sekda Aceh M.Nasir dalam rapat menyampaikan terkait kegiatan pelaksanaan MTQ di Pidie Jaya yang akan dilaksanakan pada akhir tahun ini, meminta semua pihak penanggungjawab menyiapkan setiap aspek dengan sebaik mungkin agar pelaksanaan kegiatan MTQ tingkat provinsi benar-benar tertip dan memberikan manfaat yang sebesar besarnya bagi semua pihak.

M.Nasir mengatakan, bahwa dengan hasil dari rapat ini dapat memberikan hasil yang konkrit juga membawa semangat baru dalam rangka persiapan pelaksanaan MTQ tingkat provinsi di kabupaten Pijay, ke XXXV11 ujar PLT sekda Aceh M.Nasir.(ml)

Pabrik Karet Di Aceh Barat Siap Beroperasi ,Distambun Aceh Melarang Karet Mentah Kirim Keluar Daerah

0

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM-  Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Cut Huzaimah meminta pada pemilik kebun karet yang ada di Aceh untuk tidak lagi mengirim karet mentah keluar Aceh, karena Aceh sudah mempunyai pabrik pengelolaan sendiri di Aceh Barat.

Jadi dengan kehadiran pabrik karet di Aceh Barat akan menampung sejumlah tenaga kerja, dan pabrik ini mampu mengolah sampai 2,500 ton perbulan, kata Bu Cut (6/8/2025).

Makanya pemerintah aceh mulai saat ini melarang bahan baku karet mentah dikirim atau di oleh diluar Aceh. Alasan Kadis Pertanian dan Perkebunan melarang membawa bahan mentah keluar Aceh supaya masyarakat kita bisa dipekerjakan di pabrik karet kita sendiri otomatis ekonomi masyarakat akan terdongkrak dan pelan-pelan pengangguran akan berkurang dan kita juga ingin Aceh lebih maju lagi.

Menurutnya, kebijakan menahan bahan baku karet mentah untuk tidak dikirim keluar Aceh adalah langkah strategis untuk mendukung helirisasi industri menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat disekitar serta produksi karet.

“Kita sudah punya pabrik karet sendiri di Aceh Barat untuk apa lagi dijual bahan mentah keluar Aceh ini saatnya kesempatan bagi kita untuk membangun ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja serta memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Bu Cut.

Pabrik karet tersebut adalah pabrik milik PT potensi bumi sakti yang telah diresmikan 8 juli 2025 yang lalu di Gampong Gle Siblah kecamatan Woila Aceh Barat, pabrik ini berdiri atas lahan seluas 25 hektar dan mampu mengeloh sampai sebanyak 2,500 ton karet mentah perbulan, pabrik ini memang sudah lama di idam-idamkan, disaat Mualem masih menjabat wakil gubernur Aceh waktu itu dan beliau juga yang melakukan peletakan batu pertama dimulainya pekerjaan pabrik.(ml)

Upaya Turunkan Angka Stunting pada Remaja Putri, Poltekkes Kemenkes Aceh lakukan Edukasi dan Screening Pemeriksaan Haemaglobin

0

MEDIANAD.COM, ACEH BESAR – Upaya-upaya untuk menurunkan angka stunting terus dilakukan oleh pemerintah. Hal ini dilakukan agar generasi emas yang merupakan tujuan pemerintah dapat tercapai pada tahun 2045.

Salah satu bentuk kontribusi dari dunia pendidikan untuk mendukung program pemerintah tersebut adalah dengan melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat tentang Edukasi Pencegahan Stunting pada remaja putri dan Screening Pemeriksaan Haemoglobin.

Tim Pengabdian Masyarakat dari Poltekkes Kemenkes Aceh yang diketua Darmawati.S.Pd.,MT dengan anggota Siti Hadijah.S.Si.,M.Si serta Rahmayanti,S.Pd.,M.Pd, bersama dengan tiga orang mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh Jurusan Teknologi Laboratorium Medis pada tanggal 17 Juli 2025 lalu, telah melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan judul Edukasi Pencegahan stunting pada Remaja Putri serta screening Pemeriksaan Haemaglobin di Dayah Insan Qurani Aceh Besar.

Kegiatan ini dilakukan terhadap kelompok remaja putri tingkat Aliyah pada dayah tersebut. Kepala madrasah Dayah Insan Qurani bapak Irhami Razali, S.Pd.I.,M.TESOL menyambut baik kegiatan ini dengan memberikan kontribusi dan akses fasilitas agar kegitan bisa berlangsung dengan lancar.

Selain itu, melalui Ustadzah Ayu Rahmawati, Amd.Kep selaku penanggung jawab klinik berharap kegiatan hal serupa dapat dilanjutkan agar stunting bisa dicegah secara dini.

Kegiatan ini diawali dengan edukasi Pencegahan stunting kepada para santri tingkat Aliyah kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kadar Haemoglobin.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberi pemahaman kepada remaja putri yang merupakan calon dari ibu agar bisa mempersiapkan diri agar terbebas dari anemia akibat kekurangan kadar Haemoglobin sehingga bisa melahirkan anak-anak yang bebas stunting dimasa datang.(tim)

Tiga terbaik, Pemko Sabang raih penghargaan Penerapan Ecological Fiscal Transfer

0

MEDIANAD.COM, SABANG-Pemerintah Kota Sabang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kali ini, Pemko Sabang berhasil meraih penghargaan sebagai Terbaik tiga Pemerintah Daerah dengan Penerapan Ecological Fiscal Transfer (EFT) 2025.

Penghargaan yang diinisiasi oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pendanaan Ekologis (KMP-SE) tersebut, diterima Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam dalam Konferensi Nasional Pendanaan Ekologis VI Tahun 2025, di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 5 agustus 2025.

EFT atau Ecological Fiscal Transfer merupakan pendekatan kebijakan fiskal yang mendorong pemerintah daerah untuk melestarikan lingkungan hidup dan melindungi kawasan ekosistem penting melalui pemberian insentif berbasis kinerja ekologis.

Dalam konferensi nasional itu, Koalisi memberi EFT Award 2025 kepada pemerintah daerah dengan komitmen dan inovasi kuat terhadap perlindungan dan pendanaan ekologis. Penerima kategori Inovasi Utama adalah Kabupaten Bulungan di Kalimantan Utara, Kabupaten Siak di Provinsi Riau dan Kota Sabang di Nanggroe Aceh Darussalam.

Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian ini. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pembangunan yang berkelanjutan.

“Penghargaan ini kami dedikasikan untuk seluruh masyarakat Sabang yang telah bersama-sama menjaga alam dan memperkuat kemandirian fiskal daerah,” ujarnya.

Dijelaskan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah, yang menunjukkan komitmen dan capaian nyata dalam penerapan mekanisme insentif fiskal berbasis lingkungan.

“Kami menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari arah kebijakan pembangunan kota. Melalui EFT, kami memotivasi partisipasi masyarakat dalam menjaga ekosistem penting, terlebih lagi karena Sabang juga merupakan kota wisata,” kata Wali Kota.

Di Kota Sabang, EFT telah diterapkan dalam bentuk alokasi anggaran ke gampong-gampong yang aktif menjaga kawasan lindung, hutan adat, serta ekosistem pesisir.

“Dengan penghargaan ini, kami akan semakin memperkuat komitmen dalam mengarusutamakan kebijakan fiskal yang berpihak pada kelestarian lingkungan serta membangun kota yang tangguh terhadap perubahan iklim,” tambahnya.(man)

Kemenkes Poltekkes Aceh Adakan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM)

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang merupakan salah satu bentuk kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi Poltekkes Kemenkes Aceh yang ikut serta berperan dan

berkontribusi dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendampingan Kesehatan dan penyuluhan. Kegiatan PKM ini telah dilaksanakan pada hari, selasa (22/7/2025) lalu, yang melibatkan tiga dosen pengabdi.

Asri Jumadewi, S.Si.,M.Kes sebagai ketua pelaksana bersama tim Dr. Irwana Wahab, SKM.,M.Kes, Erlinawati,
SKM.,M.Kes beserta empat mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh.

Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Plus Dayah Al Athiyah Lembah Seulawah Aceh Besar. Kegiatan ini disambut baik oleh wakil ketua Yayasan ibu Rita Indahyati, S.E.,M.Pd.,
dan kepala sekolah SMP Plus Athiyah yang memberikan apresiasi atas adanya kegiatan PKM. Semoga PKM ini dapat terus berlanjut untuk memacu dan meningkatkan pengetahuan kesehatan dini bagi siswa siswi Dayah.

Adapun tahapan kegiatan dimulai dengan penyuluhan
oleh ketua pelaksana, pendampingan, demonstrasi personal hygiene dan diakhiri dengan evaluasi kegiatan PKM. Optimasi personal hygiene dapat menurunkan risiko kejadian scabies (kudis) dan gangguan kesehatan lain yang berisiko seperti Pedikulosis kapitis, yaitu infeksi
pada kulit kepala dan rambut yang disebabkan oleh Pediculus humanus (var. Kapitis).

Penyakit ini sering menyerang anak sekolah terutama di sekolah asrama, yang dapat menyebar dengan mudah melalui kontak langsung maupun secara tidak langsung.

Oleh sebab itu, pentingnya edukasi kesehatan diri atau personal hygiene diharapkan dapat membantu
meningkatkan perilaku sehat anak sekolah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang
mandiri di bidang kesehatan.

Hal ini menjadi urgensi dan tujuan utama pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan melibatkan Dayah Al Athiyah sebagai mitra. Kebersihan diri yang dimaksud secara personal hygiene dapat diterapkan dengan meningkatkan kebiasaan sehat yang menunjang kesehatan individu, seperti kebiasaan mandi, kebersihan mulut dan gigi, kebersihan badan dan kuku, kebersihan pakaian, kebersihan kamar, tempat tidur dan sanitasi
air.(*/rel)

Transfer Dana Otsus Tahap Dua Untuk Aceh Rp 1,5 T

0

Reza Saputra, Kepala Badan Keuangan Aceh 

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM –  Dana Otsus Aceh tahap dua cair 1,5 triliun hal ini di sampaikan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh Reza Saputra pada media, (31/7/2025).

Jadi, dana Otsus Aceh tahap dua sudah masuk kerekening umum kas daerah pemerintah Aceh. Kabar cairnya dana Otsus Aceh tahap dua tersebut disampaikan kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh Reza menyebutkan, bahwa dana sebesar 1,5 Triliun dana Otsus yang masuk ke RKUD tersebut itu seluruhnya jatah provinsi.

Sedangkan untuk jatah kabupaten/kota Rp 438 milyar lagi yang belum di Transfer oleh pihak pusat. Hal itu terjadi karena belum ada satupun kabupaten/ kota yang cukup dalam pengajuan syarat kementerian keuangan RI.

“Jadi saat ini kabupaten /kota ada yang belum cukup syarat dalam mengusulkan pencairan sampai saat ini, jadi tahun ini pengusulan pencairan dana Otsus tidak lagi menunggu kabupaten/kota begitu siap pelaporan syarat pengusulan langsung bisa kita ajukan,ini memang peraturan dari kementerian keuangan RI”, sebut Reza.

Reza menyebutkan, bahwa pihaknya mulai mengusulkan pencairan dana Otsus tahap dua sejak 30 Juni tahun 2025,syarat syarat pengusulan tahap dua yaitu, syarat penyampaian syarat salur.

Laporan realisasi kinerja, minimal realisasi 50 persen. Capaian kinerja atau output minimal 15 persen realisasi penyerapan minimal 50 persen. Realisasi dari silfa tahun anggaran sebelumnya.

Keseluruhan proses pencairan dana otsus Aceh terdiri dari empat tahap yang masing-masing tahapannya harus memenuhi tahapan salur yang telah ditentukan jadi pencairan dana Otsus tahap dua mengalami sedikit hambatan yang seharusnya bulan Juni, namun baru sekarang bergeser pada Juli 2025, tutup Reza Saputra.(ml)

2.848 KK di Sabang terima bantuan pangan cadangan beras pemerintah

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Pemerintah Kota Sabang salurkan bantuan pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kepada 2.848 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran bantuan ini merupakan alokasi dari pemerintah pusat untuk bulan Juni dan Juli 2025.

Adapun besaran bantuan beras yang diberikan sebanyak 10 kilogram (kg) per KPM. Dengan begitu, masing-masing KPM menerima 20 kg beras untuk dua bulan.

Sebanyak 2.848 penerima dengan total bantuan sebanyak 52.400 kg atau setara dengan 52,4 ton beras. Distribusi bantuan ini akan dilaksanakan secara merata di seluruh wilayah Kota Sabang, melalui kantor Keuchik masing-masing gampong.

Pada penyaluran bantuan yang berlangsung di Gampong Kuta Ateuh, Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus bersama Dandim 0112/Sabang Letkol Kav. Edi Purwanto, serta instansi terkait, hadir dan memberikan bantuan secara simbolis kepada masyarakat penerima manfaat.

“Sebagaimana arahan dari pemerintah pusat, hari ini kita menyalurkan bantuan pangan Cadangan Beras Pemerintah kepada 2.848 KPM di Kota Sabang,” kata Suradji Junus, Senin (28/7).

Wakil Wali Kota Sabang menjelaskan, bantuan pangan beras ini merupakan program pemerintah pusat, berupa penyaluran beras melalui Badan Pangan Nasional bekerjasama dengan Perum Bulog sebagai penyedia.

“Mungkin selama ini kita ada kendala karena cuaca yang kurang mendukung, sehingga distribusi pangan dari daratan terganggu dan terjadi kenaikan harga. Alhamdulillah hari ini kita salurkan bantuan, semoga dengan bantuan ini dapat membantu kebutuhan beras bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, penyaluran beras ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kota Sabang dalam mendukung program pangan nasional dan memastikan ketersediaan bahan pangan yang cukup bagi masyarakat dikala

“Program ini tidak hanya membantu masyarakat rentan, tetapi juga diharapkan dapat meredam gejolak harga beras di pasaran sehingga stabilitas ekonomi dapat terjaga. Kita akan lakukan pemantauan, sehingga masyarakat kita juga tetap dapat terbantu dengan pangan yang ada,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Sabang turut berterimakasih kepada pemerintah pusat yang telah mencanangkan program ini, serta seluruh pihak yang terlibat yakni Badan Ketahanan Pangan, Bulog, instansi terkait, TNI/Polri yang turut mengamankan proses penyaluran, perangkat desa, dan tokoh masyarakat setempat.(man)

Satgas Rumah Layak Akan Segera Di Bentuk Oleh Gubernur Aceh

0

Gubernur Aceh Muzakir Manaf 

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Untuk mengawasi rumah layak huni gubernur Aceh, Muzakir Manaf akan membentuk Tim Satuan.

Tugas hak ini dikemukakan oleh Mualem pada saat rapat terbatas pembahasan penyusunan anggara pendapatan dan belanja Aceh( APBA) tahun anggaran 2026 dikediaman gubernur di Aceh Lhoksumawe hari sabtu (26/7)2025.

Menurut keterangan M.Nasir PLT sekretaris daerah Aceh menyebutkan bahwa satgas tersebut akan bekerja untuk memastikan penyaluran bantuan rumah layak huni untuk tepat sasaran.

Maka perlu penanganan khusus, dalam hal ini  pemerintah Aceh akan membentuk satuan tugas khusus yang memantau pembangunan rumah layak huni.

“Kita akan membentuk satgas kabupaten/kota untuk mengawasi kegiatan itu. Jadi di tahun 2025 ini kita bentuk untuk mengawasi berbagai tahapan sampai tahapan terlaksana pembangunan rumah dan pada tahun 2026 mereka sudah aktif bekerja, kalau memang membutuhkan dengan segera, akan segera kita bentuk karena pak gubernur ingin pembangunan rumah layak huni tersebut harus tepat sasaran”.

Apabila ada penerima laporan bahwasanya ada pembangunan yang tidak tepat sasaran, maka harus dibatalkan kata Mualem.

Sebab, selama ini adanya laporan-laporan yang dikerjakan tidak tepat sasaran. Akibat adanya praktek kutipan biaya dari penerima bantuan rumah layak huni.

“Hal ini kedepan tidak boleh terjadi lagi kalau rumah ini tidak tepat sasaran maka harus dibatalkan tidak boleh di lanjut karena kita ingin membantu masyarakat yang lemah saya tekankan sekali lagi tidak boleh ada kutipan dengan alasan apapun kata mualem gubernur Aceh.(ml)

Festival Kuah Belangong Budaya dan Tradisi Khas Aceh, Walikota dan Wakil Walikota Sabang Sambut Baik

0

MEDIANAD.COM, SABANG- Tradisi khas Aceh terutama yang di lakukan oleh masyarakat Aceh tidak bisa dipisahkan dari adat dan budaya turun temurun yang membuat Nanggroe Aceh ini terkenal sampai ke mancanegara seperti tari Saman dan ratoh serta Ranup Lampuan serta tradisi Perlombaan ( festival ) Kuah Belangong yang di selenggarakan di arena gedung olah raga ( GOR ) Merah Putih lhoek Igeuh Gpg. Ujung Kareung kota Sabang, Sabtu (26/07).

Acara pestival Kuah Belangong yang di mulai pukul 10 s/d. Selesai juga di hadiri oleh walikota dan Wakil Walikota Sabang serta unsur pejabat tinggi Daerah, unsur TNI/ Polri, para Keuchik yang ada di Sabang, elemen masyarakat serta Pewarta media baik lokal maupun dari daratan Aceh yang membuat suasana festival cukup Meriah.

Dalam acara pestival tersebut Walikota Sabang, ( Zulkifli Adam ) dan Wakilnya ( Drs. Suradji Junus ) ikut juga mengaduk kuah belangong dan mencicipinya, pertanda bahwa kegiatan ini cukup bermakna untuk di Galakan setiap tahunnya.
” Kami senang dan sambut baik dengan kegiatan Pestival Kuah Belangong yang dilakukan hari ini, mudah mudahan kegiatan seperti ini sepanjang masa harus kita lakukan,” ujar para pemimpin daerah kota Sabang sambil mengadukan kuah Belangong yang disaksikan oleh masyarakat yang hadir dan pewarta media di lokasi kegiatan pestival tersebut.

Pantauan media ini di lapangan turut hadir juga para turis asing dan beberapa orang investor untuk ambil bagian dalam membangun Sabang dan masyarakat yang datang ke lokasi ikut juga secara gratis menikmati kuah belangong khas Aceh, kegiatan ini sempena dengan HUT kota Sabang ke – 60.(man)

Babinsa Koramil 01/Sukajaya Laksanakan Koordinasi dengan Pendamping Gampong, Pastikan Data Warga Miskin Penerima Bansos Lebih Akurat

0

MEDIANAD.COM, SABANG– Dalam upaya mendukung kelancaran dan ketepatan penyaluran bantuan sosial (bansos) dari pemerintah, Babinsa 09 Gampong Cot Ba’U Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang, Serka Sudirman, melaksanakan komunikasi sosial (komsos) dengan petugas pendamping Kantor Keuchik Gampong Cot Ba’U, Sdr. Boy Andhika, pada Rabu (24/7/2025) bertempat di Kantor Keuchik setempat, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keakuratan data warga miskin yang akan menerima bantuan sosial berupa beras dari pemerintah. Dalam pertemuan tersebut, Sdr. Boy Andhika menyerahkan dan menunjukkan data terbaru warga penerima manfaat kepada Babinsa, sebagai bentuk transparansi dan sinergi antara aparat kewilayahan dan perangkat desa.

Rencananya, bantuan beras ini akan disalurkan pada hari Minggu mendatang kepada masyarakat kurang mampu di wilayah Gampong Cot Ba’U. Babinsa Serka Sudirman menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari tugas kewilayahan TNI untuk memastikan setiap bantuan dari pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.

“Kami siap mendukung setiap program pemerintah yang berpihak kepada rakyat, khususnya masyarakat yang membutuhkan. Pendampingan ini juga bertujuan untuk mencegah terjadinya penyaluran yang tidak tepat sasaran,” ujar Serka Sudirman.

Sinergitas antara Babinsa dan perangkat gampong menjadi kunci dalam mewujudkan ketahanan sosial di tengah masyarakat, sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap program-program bantuan yang diluncurkan pemerintah.(man)

Popular Posts

My Favorites

Polres Sabang Pasang Listrik Gratis bagi Warga Kurang Mampu di Gampong...

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025, Polres Sabang melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial berupa pemasangan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu di...