Olahraga

Beranda Olahraga Halaman 6
Berita Olahraga

BSN Championship Minggu Malam, Arseco FC ditantang SIDIQ FC, 13 Fc bersama Macan Putih Melaju

0

Dua pilar Persiraja Liga2 2025/26, Fitra Ridwan (kiri) SIDIQ FC dan M Revan (kanan) Arseco, dipastikan saling menganjal dalam Turnamen BSN 2026

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH : Arseco FC Banda Aceh dipastikan tampil dengan kekuatan penuh saat menghadapi Sidiq FC pada laga perdana mereka di Abeh Ubee Abeh BSN Championship 2026, yang akan berlangsung di Stadion H. Dimurthala pada Minggu malam (10/5) pukul 20.15 WIB.

Bahkan, menghadapi turnamen pramusim paling bergengsi di Aceh itu, Arseco FC diperkuat enam pemain berpengalaman yang musim ini membela Persiraja Banda Aceh serta FC Bekasi City.

Keenam pemain tersebut yakni Frank Sokoy, Muharrir, Almuzanni, M. Revan, Muja Ilyas, dan penjaga gawang M. Reza. Sementara dari FC Bekasi City, adalah M. Rizky Yusuf Nasution dan Putra Khadafi.

Kehadiran mereka diprediksi menjadi kekuatan utama Arseco FC dalam menghadapi ketatnya persaingan turnamen. Selain itu, Mukhlis Nakata, Defri Riski dan Agus Suhendra juga akan bermain memperkuat Arseco FC di turnamen ini.

Manajer Arseco FC Cot Lamkuweuh, M. Yasin, mengatakan timnya telah melakukan persiapan maksimal untuk menghadapi laga perdana.

Menurutnya, komposisi pemain yang dimiliki saat ini merupakan perpaduan antara pemain berpengalaman dan talenta lokal yang siap memberikan permainan terbaik untuk masyarakat Aceh.

“Kami membawa pemain-pemain yang punya pengalaman bermain di level profesional. Tentunya kami berharap mereka bisa memberikan kontribusi maksimal dan membawa Arseco FC tampil kompetitif di turnamen ini,” ujarnya.

Namun demikian, bersua SIDIQ FC diprediksi berlangsung sengit dan tak mudah bagi Arseco, ‘dimana bocoran formasi” skuad Sidiq FC juga diperkuat sejumlah pemain Persiraja Banda Aceh musim ini. Sekaligus laga dua tim bertabur pemain profesional tersebut, diprediksikan menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan penonton pada fase awal turnamen.

Sementara dalam dua laga pembuka turnamen Jumat dan Sabtu malam, 13 FC Barsela dan Macah Putih Aceh Barat melaju ke fase 8 besar.(**)

Sabtu Malam, Sabang United bersua Macan Putih FC di BSN Championship

0

MEDIANAD.COM: Pertandingan menarik dipastikan _tersaji_ pada ajang BSN Championship 2026 saat Sabang United menghadapi Macan Putih FC Aceh Barat, Sabtu malam (9/5/2026) di Stadion H. Dimurthala.

“Yang juga itu diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama membawa ambisi besar untuk melangkah jauh di turnamen yang memperebutkan hadiah total Rp 175 juta”.

Manager Sabang United, Romy Hidayat, menegaskan timnya datang dengan persiapan matang. Ia mengatakan pembentukan skuad dilakukan melalui proses seleksi ketat dari berbagai turnamen lokal dan semi open yang rutin digelar di Sabang.

“Di Sabang kami setiap beberapa bulan ada turnamen lokal dan semi open. Dari turnamen ke turnamen tersebut kami saring anak-anak Sabang yang potensial. Khusus BSN Championship ini, pemain lokal kami padukan dengan beberapa pemain luar yang kami anggap punya kualitas super,” ujar Romy.

Menurutnya, target realistis tim adalah tampil maksimal di setiap pertandingan dengan menjaga semangat juang hingga akhir laga. Namun di balik target realistis itu, Sabang United tetap menyimpan ambisi besar menjadi juara.

“Setiap tim pasti punya target juara, dan kami akan menuju ke sana. Apakah kami yakin? Sangat yakin dengan tujuan kami yaitu champion,” tambahnya optimistis.

Sabang United akan mengandalkan duet lini belakang Nazar Abu Mane dan M. Alfaridi untuk meredam agresivitas lawan. Di sektor depan, Irfan Mauliddin dipercaya menjadi ujung tombak dengan dukungan Agung Rizkiawan dan Eric Julian dari sisi sayap.

Sementara itu, Macan Putih FC Aceh Barat tidak datang sebagai pelengkap. Tim asuhan Muhammad Lizan membawa sejumlah pemain berpengalaman yang pernah merasakan atmosfer kompetisi Liga 2 Indonesia.

Nama-nama seperti Aa Mansur, Wiganda Pradika, Ahmat Maulana, Aulia Rahman hingga Riski Tangse dipastikan menjadi tulang punggung permainan Macan Putih.

Duel ini dipastikan menjadi tontonan menarik bagi pecinta sepak bola Aceh. Sabang United mengusung semangat talenta kepulauan yang dipadukan pemain pilihan, sedangkan Macan Putih FC hadir dengan pengalaman dan materi pemain sarat jam terbang.

Siapa yang akan keluar sebagai pemenang di malam nanti? Stadion Dimurthala siap menjadi saksi pertarungan dua tim penuh ambisi di BSN Championship 2026. (**)

PSSI Aceh Buka Pendaftaran Kompetisi Piala Soeratin U-13,15 dan U-17 2026, Dibuka 7-20 Mai

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: PSSI Aceh memberitahukan kepada manajemen Tim dan Klub anggota dan Sekolah Sepak Bola (SSB) ‘terafiliasi’ PSSI Aceh, dimana akan menggelar kompetisi kelompok umur usia dibawah 13 tahun (U-13), 15 dan U-17 tahun 2026, serta pendaftaran dibuka mulai Tanggal 7 hingga 20 Mai 2026.

Yang juga Sekum PSSI Aceh menjelaskan, regulasi wajib yang harus dipenuhi peserta, masing-masing batasan usia pemain untuk kelompok umur 17 tahun. Kelahiran 01 Januari 2009-31 Desember 2010.

U-15 kelahiran 01 Januari 2011-31 Desember 2012 dan U-13 kelahiran 01 Januari 2013 hingga 31 Desember 2013, atau kelahiran tahun 2014, jelas Sekum PSSI Aceh, lewat siaran Persnya, Rabu (6/5/2026) malam.

Selain itu dijelaskan, pendaftaran pemain kompetisi tiga kelompok umur tersebut, dibuka mulai Tanggal 1 hingga 15 Juni 2026 melalui Online System SIAP (Sistem Informasi dan Administrasi PSSI).

Selain itu, Nazaruddin juga menjelaskan. Bagi manajer tim yang ambil bagian dalam kompetisi Piala Soeratin tiga kelompok umur tahun ini diwajibkan mengikuti “Workshop” yang akan dilaksanakan pada Tanggal 25 Juni 2026 di Banda Aceh.

“Serta jadwal Kick Off Kompetisi Piala Soeratin U-13,15 dan U-17 PSSI Aceh tahun 2026 akan disampaikan pada surat edaran berikutnya.

Pinta Sekretaris Umum (Sekum) PSSI Aceh, Nazarauddin. Sembari menjelaskan, “Syarat pendaftaran dan hal lainya yang menyangkut regulasi kompetisi, dapat menghubungi bidang Sekretariat PSSI Aceh/kontak person: 082272072013 (Fitra). (non)

Ridho, Atlet Wadokai Aceh Raih Medali Emas di Kejurnas Bogor, M Dimas Tuai Perunggu

0

Ketua Umum Pemprov Wadokai Aceh, Hasballah, S,Ag bersama Ketua Umum PB. Wadokai Indonesia, Prof Edi Slamet Erianto (tengah) foto bersama dengan atlet Wadokai Aceh peraih medali emas dan perunggu Kejurnas, yang berlangsung di GOR Laga Tangkas-Pakansari Bogor, Jawa Barat, 02-03 Mai 2026. (foto:medianad.com/ist)

MEDIANAD.COM, BOGOR: Prestasi membanggakan ditoreh atlet Cabang Olahraga (Cabor) WADOKAI Aceh, Ridho Ikbar Ghaniya pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Wadokai Karate-Do Indonesia, yang berlangsung di GOR Laga Tangkas-Pakansari, Bogor, Jawa Barat (Jabar) dari tanggal, 2 hingga 3 Mai 2026.

Dimana atlet jangkung Ridho Akbar yang turun di kelas Junior Komite-76 Kg putra berhasil menyabet medali emas, serta Muhammad Dimas Mulya yang bertanding di kelas Under 21 (usia dibawah 21 tahun) Komite 67 Kg juga putra berhasil meraih medali perunggu.

Prestasi yang diraih Ridho dan M Dimas dalam Kejurnas tahun 2026 sangat membanggakan, mengingat ketatnya persaingan dalam setiap pertandingan (tarung) disemua kelas, namun lewat perjuangan gigih dan sport langsung dari Ketum Pengprov Wadokai Aceh, Hasballah dan pengurus harian melecut dan menjadi tambahan motivasi perjuangan Ridho, dan kawan-kawan diajang penuh gengsi tersebut.

“Alhamdulillah anak-anak berhasil mempersembahkan yang terbaik”, usai menyabet satu emas dan medali perunggu ditengah-tengah kepungan ratusan atlet Wadokai Karate-Do Provinsi lain, ujar pelatih Wadokai Aceh, Harry Parulian kepada Wartawan, Minggu (03/05/2026) pagi.

Sembari menjelaskan, Kejurnas Karate Wadokai tahun 2026 diikuti 400 atlet dari berbagai Provinsi, diantaranya. Aceh, Sumut, Sumsel, Kepri, Banten, DKI, Jabar, Jateng, Jatim, Kaltim dan Sulteng.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Wadokai Aceh,

Hasballah, S.Ag disela-sela menyaksikan serimoni penutupan Kejurnas tersebut mengatakan. “Salut dan mengapresiasi perjuangan para karatedo-

karatedo/Wadokai Aceh, tentu menjadi kebanggaan bagi atlet pribadi, keluarganya serta mengharumkan nama Pengprov Wadokai Aceh dan pecinta olahraga belediri Aceh secara umum atas raihan prestasi di Kejurnas”.

Serta Ketum Pengprov dimaksud yang juga anggota DPR Aceh, Hasballah juga optimis dua atlet potensial Wadokai Aceh akan terpilih mewakili PB Wadokai Indonesia yang akan diterjunkan pada Kejurnas PB FORKI di Bandung, Tanggal 9 Mai nanti serta berkesempatan terjun di ajang regional dan internasional lainnya jika kembali toreh berprestasi di Kejurnas PB FORKI, tukas Ketum yang akrap Cut Apa itu singkat.

Disisi lain, Ketua Umum PB. Wadokai, Prof DR Edi Slamet Erianto, SH, M.Si dalam amagatnya pada pembukaan Kejurnas dimaksud menhelaskan bahwa, Kejurnas tahun 2026 juga bertujuan untuk menantau dan merengkrut atlet-atlet potensial dan petarung-petarung mental juara yang akan diterjunkan dalam Kejurnas PB. FORKI yang akan berlangsung, pada 09-12 Mei 2026 di Bandung. (zm)

Persiraja vs PSMS, Laga Harga Diri dan Penutupan Liga2 2025/2026

0

Pelatih Persiraja, Jaya Hartono dan pemainnya, Fava Sheva serta pelatih PSMS, Eko Pujianto juga bersama pemainya, Ari Maring usai sesi Konferensi Pers, Jumat (01/05) pagi di Banda Aceh. (foto:medianad.com-zulmahdi)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Dua tim Liga2 asal Pulau Sumatra, Persiraja Banda Aceh dan PSMS Medan akan menjalani laga penutup Pengadaian Liga2 Championship 2025/2026, Sabtu (02/05) sore di Stadion H Dimurthala, (SHD) Lampineung Banda Aceh.

Meskipun pertandingan ‘derby dua tim asal pulau Sumatra jilid tiga’ Liga2 2025/26 antara Persiraja dengan PSMS besok memang tidak terpengaruh lagi bagi kedua tim, setelah pekan ke-26 kedua bonden yang memiliki fans fanatik tersebut sudah terhenti untuk mengejar tiket ke Liga1 dan aman di Liga2.

Akan tetapi laga tersebut dipastikan berlangsung menarik, setelah kedua kubu menjaga marwah, gengsi dan harga diri penutupan kompetisi medio 2025/26.

Pelatih Persiraja, Jaya Hartono dalam Konferensi Pers menjelang laga tersebut, Jumat pagi di Muraya Hotel, Banda Aceh menjelaskan. “Meskipun terkendala banyak pemainnya yang mengalami Cedera dan akumulasi kartu serta tak dapat didukung langsung fans ke SHD,

namun optimis bisa meraih hasil maksimal atas tamunya PSMS dalam laga sarat gengsi itu”.

Sekaligus melakukan “refans’ setelah tersandung pada awal laga putaran ke-3.

Ujar Head Coach Jaya Hartono, yang juga didampingi pemain mudanya, Fava Sheva dikesempatan itu, sembari memohon doa dari pendukung setia Persiraja dapat meraih hasil maksimal, sehingga bisa menutup kompetisi dengan manis dan berada dijalur papan atas klasmen Grup Barat.

Sementara itu, dalam sesi temu media dengan pelatih dan pemain, tim tamu PSMS Medan, pelatih Eko Pujianto mengatakan. “optimistis dapat meraih hasil maksimal seperti laga sebelumnya dihome Persieaja”.

Dengan kekuatan 21 pemain yang diterbangkan ke Aceh, sudah siap tampil di SHD Sabtu sore, pinta Eko Pujianto, sembari mewaspadai kekuatan Persiraja yang dinilai banyak melakukan perubahan komposisi pemain pada putaran ketiga. (non)

Berlangsung Sabtu Sore di SHD dan Sanksi Komdis, Laga Persiraja vs PSMS Positif Tanpa Penonton

0

Tuan rumah kena sanksi Komdis PSSI, pertandingan “jilid tiga” Liga2 Pengadaian Championship 2025/26 antara tuan rumah Persiraja vs PSMS Medan, Sabtu (02/05) sore di Stadion H Dimurthala positif  digelar tanpa penonton. (foto/dok mo persiraja)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Tak seperti biasanya laga ‘home’ Persiraja Banda Aceh di Liga2 2025/26 selalu berlangsung malam hari (kick off ba’da shalat insya), namun pada pertandingan pamungkas menghadapi PSMS Medan, Sabtu (02/05) juga berlangsung di sore hari mulai pukul 16.15 Wib (kick off-nya)

Serta laga ‘derby’ dua tim asal pulau Sumatera tersebut harus berjalan tanpa penonton akibat tuan rumah Persiraja Banda Aceh positif kena Sanksi PSSI melalui Komite Disiplin (Komdis) terkait insiden pasca pertandingan dengan Garudayaksa FC, Minggu (19/4) malam di Stadion H Dimurthala (SHD) Banda Aceh.

“Siaran Pers MO tim yang diterima awak media liputan Persiraja di Banda Aceh, Kamis (30/) siang”. Dimana, Sekretaris Umum (Sekum) Persiraja, Rahmat Djailani menjelaskan. “Berdasarkan salinan keputusan Komdis PSSI tertanggal 25 April 2026 yang diterima media, Persiraja dinyatakan melanggar Kode Disiplin PSSI 2025 setelah terjadi penyerangan dan pemukulan terhadap perangkat pertandingan oleh oknum suporter usai laga yang digelar di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, pada 19 April 2026”.

Benar, kami sudah menerima salinan surat tersebut, dan tentu saja itu mengejutkan karena hukumannya terlalu berat tambah Rahmat Djailani.
Sembari menerangkan,

Dalam putusannya di surat tersebut dituliskan, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi berupa larangan menggelar pertandingan dengan penonton sebanyak satu kali saat Persiraja bertindak sebagai tuan rumah. Sanksi ini berlaku pada laga terdekat.

Dengan demikian, pertandingan kandang Persiraja kontra PSMS Medan dipastikan akan berlangsung tanpa kehadiran penonton di stadion pada Sabtu, 2 Mei 2026 mendatang.

Selain sanksi tanpa penonton, Persiraja juga dikenai denda sebesar Rp30 juta. Komdis turut mengingatkan bahwa pelanggaran serupa di masa mendatang dapat berujung pada hukuman yang lebih berat.

PSSI juga membuka ruang banding atas keputusan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Kode Disiplin. “Kita tidak melakukan banding lagi, karena jaraknya sangat dekat dari keputusan sanksi ke pertandingan terdekat,” sambungnya. (non/**)

Penegasan PSSI Aceh dalam Tiap Turnamen, Tim Wajib Ditangani Pelatih Berlisen D, Kuota Pemain Muda dan Berrekom PSSI

0

Penegasan tersebut, “Tertuang dalam surat edaran nomor: 023/PSSI-ACEH/IV-2026 yang ditandatangani Sekretaris Umum PSSI Aceh, Nazaruddin”. (ilustrasi foto)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Sebagai wadah pembinaan pemain dalam menghadapi even tingkat nasional, seperti PORWIL/Pra PON, PON, pengembangan skil, jam terbang dan mentaliti pemain muda serta kebutuhan talenta berkualitas untuk PORA bagi PSSI Kabupaten dan Kota kedepan.

Dimana mulai tahun 2026 tiap kalangan masyarakat baik yang didukung sporsorship dari kalangan swasta, anggaran APBA/APBK serta talangan dana individu tiap turnamen sepakbola juga Tarkam sekalipun yang digelar di Kabupaten dan Kota di Aceh.

PSSI Aceh menegaskan, “tiap tim yang ambil bagian pada even (turnamen) diwajibkan tim dilatih sekurang-kurangnya ‘head coach’ (pelatih kepala) sudah bersetifikat (Lisen D PSSI), harus memasukkan satu kuota pemain muda kelahiran tahun 2007-2010 dalam *Starting lin-up (susunan 11 pemain/inti)* saat pertandingan serta diluar itu harus ada rekomendasi dari PSSI Aceh atau PSSI Kabupaten dan Kota.

Dimana ketegasan dan himbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 023/PSSI-ACEH/IV-2026 yang ditandatangani oleh Sekretaris Umum PSSI Aceh, Nazaruddin serta ditegaskan PSSI Aceh. Dua poin penting yang wajib dijalankan tiap panitia yang menggelar kompetisi, kejuaraan maupun turnamen di Kabupaten dan Kota mulai tahun 2026, jelas Sekum PSSI Aceh, Nazaruddin kepada wartawan, Senin kemarin.

Sembari merincikan, “Tiap Club yang akan berlaga di turnamen wajib ditangani oleh head coach minimal berlisen D-PSSI dan menurunkan satu pemain muda sejak menit awal, jika memang diganti juga harus dengan kuota penmin muda, yakni medio kelahiran 1 Januari 2007 hingga 30 Desember 2010”.

Wadah tersebut diambil untuk meningkatkan kualitas pemain muda, jam terbang dan mental bertanding talenta muda, sekaligus wadah dan jenjang pembinaan atlet sepak bola Aceh lewat kompetisi dan secara berjenjang, tutup SEKUM PSSI Aceh singkat. (zm)

Kapolres Sabang Resmi Buka Liga Bhayangkara Polres Sabang 2026, Garda Meutuah FC dan Karya FC Raih Kemenangan Perdana

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Kapolres Sabang AKBP Sukoco, S.ST, MM, M.Mar, M.Tr.SOU, M.Han, resmi buka Liga Bhayangkara Polres Sabang Tahun 2026, turnamen sepak bola antar satuan fungsi di lingkungan Polres Sabang, yang berlangsung di Stadion Sabang Merauke, Jln.KH. Agus Salim, Gp.Ie Meulee, Kec. Sukajaya Kota Sabang, Senin (27/04/2026).

Pembukaan turnamen berlangsung meriah dengan dihadiri Wakapolres Sabang Kompol Teuku Muhammad, SH, para Kabag, Kasat, Kasi, Kapolsek jajaran, personel Polres Sabang, serta masyarakat Kota Sabang yang turut memadati stadion.

Dalam sambutannya, Kapolres Sabang menyampaikan bahwa Liga Bhayangkara merupakan ajang untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan soliditas, serta menumbuhkan semangat sportivitas di antara personel Polres Sabang.

“Melalui Liga Bhayangkara ini, kita bangun kekompakan, semangat kebersamaan, serta jiwa sportivitas antar personel. Jadikan turnamen ini sebagai sarana mempererat persaudaraan dan menjaga kebugaran dalam menunjang pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar AKBP Sukoco.

Pada laga pembuka, pertandingan pertama mempertemukan Garda Meutuah FC melawan Meutuah United. Garda Meutuah FC tampil impresif dan berhasil meraih kemenangan dengan skor meyakinkan 2-0.
Sementara itu, pada partai kedua, Karya FC sukses menaklukkan Jaya FC dengan skor tipis 2-1 setelah pertandingan berlangsung sengit dan penuh semangat.

Antusiasme penonton begitu terasa sepanjang pertandingan, menambah semarak pembukaan Liga Bhayangkara Polres Sabang Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung hingga 7 Mei 2026.

Kapolres Sabang berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan untuk memperkuat soliditas internal sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Dengan semangat olahraga, kita wujudkan personel yang sehat, solid, dan profesional. Semoga seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman, lancar, dan sukses,” tutup Kapolres Sabang.(man)

Dalam Keterbatasan Pemain, Persiraja Curi Poin di Home Persekat, Sabtu Malam Bersua PSMS di Laga Pamungkas

0

Penyerang andalan Persiraja Banda Aceh “berpaspor Inggris” Connor Wylie Flynn, berhasil menyalamatkan Persiraja dari kekalahan atas tuan rumah Persekat Tegal, dalam laga pekan ke_26 Pengadaian Liga2 Championship 2025/26 yang berlangsung di Stadion Tri Sanja, Tegal, Minggu kemarin sore. (foto/mo persiraja)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Persiraja Banda Aceh yang hanya menyertakan 15 pemain ke Tegal pada laga pekan ke-26 putaran ketiga Pengadaian Championship 2025/2026 dengan Persekat Tegal FC Jawa Tengah, Minggu (26/04) kemarin di Stadion Tri Sanja, Tegal.

Berhasil membawa pulang satu poin ke Aceh, setelah bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah, yang juga tuan rumah sempat unggul 1-0. Setelah wasit Hendi Rohaendy menghukum Persiraja dengan tendangan penalti, “usai menilai salah satu pemain yang berjulujan Laskar Rencong itu tersentuh bola ketangan di kotak terlarang”.

Pemain impor tuan rumah, Pendro Matos yang maju sebagai algojo berhasil menjalankan tugasnya, meskipun penjaga gawang Andrias Francisco berhasil menebak tendangan Pendro, namun bola sangat deras gagal diantisifasi oleh kiper tim tamu Persiraja.

Namun keuggulan bagi tuan rumah hanya bertahan hingga menit ke-47, setelah penyerang andalan tim Lantak Laju, Connor Mckinnon Wylie Flynn Gillespie mengeluarkan jurus mautnya di menit ke-48 untuk menggoyahkan jala gawang tuan rumah yang dikawal Dimas Fani Firmansyah. Gol penyamaan kedudukan 1-1 tersebut juga bertahan hingga laga 2×45+8 menit tuntas.

Usai pertandingan kepada awak media, pelatih Persiraja, Jaya Hartono bersama pemainnya Aditya Angga mengatakan. “Faktor kelelahan dan keterbatasan dalam merotasi pemain sedikit terkendala anak- anak dalam mengembangkan permainan secara maksimal, namun satu poin di laga away dengan keterbarasan pemain yang berangkat ke Tegal, wajib disyukuri’.

Yang juga menjadi modal penting saat menjamu PSMS Medan pada laga pamungkas/pekan ke-27 Pengadaian Liga2 2025/2026, Sabtu (2/5) malam di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh. (zulmahdi)

Meskipun ‘Pintu’ Promosi Sudah Tertutup, Persiraja tetap Incar Kemenangan di Tegal, ‘Tuan Rumah Positif Jalani Play Off Degradasi”‘

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Persiraja Banda Aceh akan melakoni laga pekan ke-26 putaran ketiga Pengadaian Championship 2025/2026 dengan Persekat Tegal FC Jawa Tengah, Minggu (26/04) petang di Stadion Tri Sanja, Tegal.

“Meskipun langkah anak asuhan Jaya Hartono sudah aman di Liga2 dan jalan promosi sudah tertutup, “gengsi tetap harus dijaga dalam dua laga sisa, termasuk menghadapi tuan rumah Persekat dan tetap tampil dengan kekuatan penuh (full time) untuk meraih angka maksimal, sekaligus mengontrol posisi di papan atas hingga akhir Kompetisi,” ujar head coach Persiraja, Jaya Hartono dalam sesi jumpa media, kemarin.

Sementara Persekat Tegal yang sudah dipastikan menjalani babak Play Off degradasi juga menjamu Persiraja butuh poin tambahan, sekaligus dapat mengamankan posisi sebagai tuan rumah play off dengan tim peringkat 9 Grup Timur. (non)

Popular Posts

My Favorites

MaTA: Kebijakan Pj Gubernur Sangat Transparans Mengenai Pembangunan Rumah Dhuafa

0
KoordMEDIANAD.COM, BANDA ACEH - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mendukung langkah transparansi Pj Gubernur dalam tata kelola pembangunan rumah dhuafa yang sudah mulai terbuka untuk...