Olahraga

Beranda Olahraga Halaman 5
Berita Olahraga

Menang Atas Bekasi City, PSMS Kembali Geser Posisi Persiraja dan Kontra PSPS Sabtu Malam Dipastikan Tanpa Head Coach Akhyar Ilyas

0

Asisten Pelatih, Wahyu Awahab (AW) (dua dari kanan) rancik strategi skuad Persiraja Banda Aceh kontra PSPS Pekanbaru, yang berlangsung di Stadion H Dimurthala- Lampineung Banda Aceh, Sabtu malam Minggu. (foto: medianad.com-zulmahdi.)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Persiraja Banda Aceh dipastikan wajib memenangkan laga krusial dengan PSPS Pekanbaru pada laga penutup putaran kedua Liga2 (pekan-18) Pengadaian Championship 2025/26, yang akan berlangsung di Stadion H Dimurthala-Lampineung, Banda Aceh, Sabtu malam (nanti malam- Red).

Begitu pentingnya laga tersebut bagi Fitra Ridwan dan kolega guna mengamankan kembali posisi lima besar, “setelah dikudeta seteru abadinya PSMS Medan, usai mengalahkan Ps Bekasi City 2-1 pada laga tadi malam, di home-nya Stadion Utama Sumut”.

Sekaligus poin PSMS bertambah menjadi 26 dan berhak naik keperingkat lima, yang sebelumnya dingin ditempati skuad Persiraja lewat kumpulan 24 poin.

“Dengan demikian dan tak ada tawar menawar bagi Asqal Habib, cs ‘wajib’ mengamankan poin maksimal atas PSPS nanti malam agar kembali mengkudeta PSMS dijajaran lima besar”, sekaligus hasil positif usai laga pekan ke-18 (laga penutup putaran jedua).

Menjadi modal penting bagi M Revan, dkk dalam menatap putaran ketiga dengan modal lima laga home dan 4 pertandingan away, untuk merajut mimpi mengejar jatah tiket promosi, baik lolos langsung atau menempati posisi ‘Runner-up’ Grup satu terlebih dahulu, sebelum menggais asa laga dengan peringkat kedua klasmen Grup dua, melalui jalur ‘play off’ promosi?.

Ada 9 laga sisa putaran 3, segala kemungkinan bisa terjadi, “bahkan Persekat Tegal pada peringkat 9 yang saat ini dibayang-bayangi ‘play off’ degradasi, bisa saja menyedok kepapan atas, serta Sriwijaya FC yang sedang terbenam didasar klasmen pool A, meski agak berat dan mustahil, jika kosntisten dan terus merawut angka maksimal disisa laga putran ketiga, bisa saja selamat atau tertahan dan masuk jalur play off degradasi terlebih dahulu?

Tidak akan didampingi pelatih kepala Akhyar Ilyas saat melakoni laga terakhir putaran kedua Pegadaian Championship 2025/26 menghadapi PSPS Pekanbaru di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Sabtu malam (31/1)

Yang juga absennya Akhyar Ilyas dikonfirmasi langsung oleh asisten pelatih Persiraja, Wahyu Abdul Wahab, dalam konferensi pers jelang pertandingan yang digelar Jumat (30/1) pagi. “Head Coach Akhyar Ilyas diketahui berhalangan hadir karena sedang mendampingi istri yang sedang sakit berat dan harus menjalani pengobatan di Malaysia”

Serta Wahyu AW mengakui, absennya pelatih kepala tentu memberi sedikit pengaruh bagi tim. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak akan mengganggu fokus dan semangat para pemain yang telah bertekad meraih hasil maksimal di laga penutup putaran kedua.

“Kalau dari tim kami, mungkin sedikitnya ada berpengaruh. Tapi pemain semua sudah bertekad. Dengan tidak adanya Coach Akhyar karena berhalangan dengan kondisi keluarga berobat di Malaysia, pemain ingin mempersembahkan kemenangan di pertandingan besok untuk coach, ‘jadi saya rasa tidak terlalu berpengaruh kepada tim kita,” pintanya singkat. (zm/*)

PERSIRAJA vs PSPS, Tuan Rumah Optimistis dan Tim Tamu Target Poin Satu dalam Laga Penting di SHD Sabtu Malam

0

Asisten pelatih Persiraja, Wahyu AW (baju biru) dan perwakilan pemain Asqal Habib (pakai topi) serta Pelath PSPS, Aji Santoso dan perwakilan pemain, Ilham Sabri, “dalam pre-match press conference”, Jumat pagi di Banda Aceh. (foto:medianad.com-zulmahdi)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Asisten Pelatih Persiraja Banda Aceh, Wahyu AW dalam pre-match press conference (jumpa pers) di Kyriat Muraya Hotel, Banda Aceh, Jumat (30/01/2026) pagi mengatakan.
Anak asuhannya sudah siap tempur menghadapi tim tamu PSPS Pekanbaru pada laga pekan ke-18 Liga Pengadaian Championship 2025/26 di Stadion H Dimurthala (SHD) Lampineung, Banda Aceh, Sabtu (31/01/2026) malam, yang juga pekan terakhir putaran kedua serta wajib dimenangkan skuad tim yang berjulukan “Laskar Rencong” guna memastikan posisi lima besar klasmen sementara grup satu.

Sekaligus memancarkan aura positif bagi Fitra Ridwan dan kolega dalam menatap putaran ke tiga, optimis Wahyu.

Yang juga dikesempatan tersebut didampingi winger muda-Nya, Aqal Habib, sembari mengharapkan sport, doa dan dukungan dari fans Persiraja juga masyarakat Aceh pecinta sepak bola secara umum, sehingga laga penting tersebut tanpa celah dan jadi milik kita, alias tiga poin.
Tukas Asisten pelatih Wahyu AW yang juga menginformasikan pelatih kepala Persiraja, Akhyar Ilyas dipadtikan tidak bisa mendampingi tim secara langsung saat menjamu PSPSP, “dikarenakan head coach asal Banda Aceh itu harus mendampingi istrinya berobat ke Malaysia”.

Sementara pelatih tim Tamu PSPS Aji Santoso dalam temu media sisi kedua menjelaskan, komposisi skuad Persiraja musim ini jauh berbeda dengan Liga2 2024/25 dan menginstruksikan pemain fokus sepanjang laga serta kami ke Aceh kali ini tidak pasang target tinggi dan muluk-
muluk , “bisa mencuri poin satu di SHD sudah syukur, alhamdulillah ketiban untung lebih”.

Pinta mantan pemain Timnas Aji Santoso, yang juga didampingi pemainnya, Ilham Sabri sembari menambahkan. “Bertempur dengen tuan rumah Persiraja Sabtu malam turun dengan kekuatan penuh, juga beberapa pemain anyar (baru), tutupnya singkat.

Begitu penting laga tersebut, terutama tuan rumah Persiraja harus mengait poin penuh, “Dimana regulasi operator kompetisi Lga2 25/26, tiap tim yang bercokol diurutan 1-5 akhii putaran kedua, dipastikan mendapat jatah lima laga home dan empat laga tandang (away)” dan sebaliknya posisi 6-10, hanya kebagian empat laga home dan lima kali away (zulmahdi)

Jamu PSPS Sabtu Malam, Laga Berat dan ‘Wajib’ Dimenangkan Persiraja, “Harga Tiket Terjangkau”

0

Publik SHD Lampineung dan fans Persiraja Banda Aceh secara umum, diharapkan kembali mensport langsung Perjuangan, Fitra Ridwan,cs saat menjamu PSPS Pekanbaru, Sabtu (31/01) malam. (foto/ist)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Persiraja Banda Aceh akan melangsungkan laga penting dengan PSPS Pekanbaru di Stadion H Dimurthala (SHD) Lampineung, Banda Aceh, Sabtu (31/01/2026) malam.

Yang juga pekan terakhir (18) putaran kedua Liga2 Pengadaian Championship 2025/26 sekaligus wajib dimenangkan oleh anak asuhan head coach Akhyar Ilyas untuk memastikan posisi lima besar klasmen sementara Grup I.

Sekaligus memancarkan aura positif bagi M Revan dan kolega dalam menatap 9 laga lain pada putaran ke tiga, “seperti regulasi operator kompetisi Lga2 25/26, tiap tim yang bercokol diurutan 1-5 akhii putaran kedua, mendapat jatah lima laga home dan empat laga tandang (away)”, serta

sebaliknya posisi 6-10, hanya kebagian empat laga homeq dan 5 kali away (tandang).

“Tiket Terjangkau, Lampineung Memanggil! Persiraja Tutup Putaran Kedua di Kandang”

Sementara Panoel tim lewat siaran Pers MO, Rabu sore menyebutkan. Dukungan penuh publik Aceh kembali diharapkan mengalir ke Stadion H. Dimurthala, Lampineung. Persiraja Banda Aceh akan menutup putaran kedua Championship 2025/26 dengan laga kandang melawan PSPS Pekanbaru, Sabtu malam (31/1), kickoff pukul 20.30 WIB.

Laga tersebut menjadi kesempatan bagi suporter untuk kembali memadati tribun dan memberikan energi tambahan bagi Laskar Rencong di hadapan pendukung sendiri. Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Persiraja pun memastikan harga tiket tetap terjangkau agar seluruh lapisan masyarakat Aceh dapat hadir langsung ke stadion.

Tiket pertandingan telah dijual secara online di website resmi klub, www.persiraja.id, dengan harga Rp30.000 untuk tribun C, serta Rp100.000 untuk tribun VIP A dan VIP B. Harga tersebut tidak mengalami perubahan sejak awal musim kompetisi.

Ketua Panpel Pertandingan Persiraja, Marwan Dek Bit, menegaskan kebijakan harga tersebut merupakan bentuk komitmen klub untuk menjadikan pertandingan Persiraja sebagai hiburan rakyat.

“Karena ini merupakan hiburan untuk rakyat Aceh, harga tiket tetap kita jual sama. Meski ada pertandingan-pertandingan big match yang ditunggu masyarakat Aceh, kita tetap menjual dengan harga pertandingan biasanya,” tukas Dek Bit.

“Dengan harga yang ramah kantong, Panpel mengajak seluruh pendukung Persiraja untuk kembali memenuhi Stadion H. Dimurthala dan menciptakan atmosfer kandang yang bergemuruh. Dukungan dari tribun diharapkan menjadi kekuatan tambahan bagi Persiraja dalam menutup putaran kedua musim ini dengan hasil maksimal”.

Kepada para pendukung Persiraja, panitia pertandingan menghimbau agar membeli tiket secara online. Apalagi pertandingan menghadapi PSPS Pekanbaru akan digelar malam Minggu, karena seperti laga sebelumnya, tidak ada penjualan tiket di stadion jika tiket yang dijual online habis. (zm/**)

Pengurus Cabor Judo Aceh Diminta Tingkatkan Prestasi Atlet, Khalid Pimpin Pengprov PJSI Aceh

0

Musyawarah Provinsi Ke- III Cabor Pengprov Judo Aceh, Sabtu (24/01/ 2026) di Banda Aceh, dan anggota DPR Aceh, Khalid terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengprov Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Aceh masa bakti 2026-2030. (foto/ist)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Ketua Harian KONI Aceh, Kennedy Husen mengharapkan pengurus baru Pengprov Cabang Olahraga (Cabor) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Provinsi Aceh dapat meningkatkan prestasi atlet Judo Aceh kedepan, baik prestasi label nasional, “regional maupun internasional”.

Demikian diharapkan Kennedy Husen yang juga mewakili Ketua Umum KONI Aceh, Saiful Bahri (Pon Yahya) saat menyampaikan kata sambutan pada Musyawarah Provinsi (Musprov) III Cabor PJSI Aceh, Sabtu (24/01) 2026 di Banda Aceh.

Sembari menambahkan, keaktifan dan perhatian pengurus terhadab organisasi adalah faktor urama berjalan atau fakum program-program yang akan dijalankan, baik program jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Selain itu Kennedy menjelaskan, “untuk meningkatkan prestasi atlet dalam satu Cabor harus dilakukan pembinaan dan pelatihan secara berjenjang, didikung pelatih yang bersetifikat, minimal level nasional serta sarana dan prasarana penunjang latihan berstandar, pinta ketua harian, yang juga sudah sarat pengalaman memimpin sejumlah Pengprov Cabor dalam 10 tahun terakhir.

Mantan Bedum KONI Aceh ini juga mengatakan. Pengprov Cabor yang aktif dan ada hitam diatas putih secara tulus juga ikhlas dalam melakukan pembinaan untuk peningkatan prestasi atlet, “KONI Aceh dipastikan mensupport anggaran, termasuk Cabor Judo yang akan berjuang dibawah ketua Pengprov anyar (baru)”.

Tentu besar harapan kami secara kusus dikesempatan ini, agar kedepan atlet Judo Aceh dapat menoreh prestasi membanggakan sehingga publik dan pecinta olahraga judo di provinsi yang berjulukan “serambi mekkah ini mengakui etos kerja pengurus Judo Aceh periode 2026-2030”, tutup ketua Harian KONI sarat pengalaman dikeorganisasian KONI Aceh tersebut, yang juga akrap disapa ‘Bang Ken’.

Seperti telah diketahui sebelumnya, “Musyawarah Provinsi ke III Pengprov PJSI Aceh yang berlangsung, Sabtu (24/1) 2026 di Banda Aceh, anggota DPR Aceh dari Partai Golkar, Khalid S Pd.I terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Cabor Olahraga dimaksud untuk masa kepengurusan 2026-2030”. (zulmahdi)

Dojo ‘Karatedo’ dari Berbagai Perguruan Wadokai Aceh Ikut Ujian Kenaikan Tingkat

0

Ketua Umum Wadokai Katate-Do Indonesia Provinsi Aceh, Hasballah, dewan pembina dan pengurus harian, Intruktur (dewan juri) foto bersama dengan 300 peserta, disela-sela usai kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) di Hall Serbaguna Stadion Harapan Bangsa (SHB) Banda Aceh, Minggu (25/01/2026) pagi. (foto/kiriman panitia)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: DOJO Karate-do dari berbagai perguruan Wadokai Karate-Do Indonesia Provinsi Aceh ikut Ujian Kenaikan Tingkat (UKT), yang berlangsung di Hall Indoor Serbaguna Stadion Harapan Bangsa (SHB) Banda Aceh, Minggu (25/01/2026) pagi.

“UKT awal tahun 2026 tersebut diikuti 300 peserta perwakilan DOJO/karatedo Kabupaten dan Kota di Aceh”, serta dibuka langsung oleh Ketua Umum Wadokai Karate-Do Aceh, Hasballah, S.Ag.

Sekaligus mengatakan, ujian kenaikan tingkat, merupakan
Agenda ruttin dan berjenjang bagi Cabang Olahraga (Cabor) Wadokai Aceh juga sebagai ajang pembinaan secara terstruktur dari akar rumput, untuk evaluasi kemampuan, serta peningkatan kualitas teknik dan karakter dojo/ karateka, ujar ketua Hasballah, yang juga anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh (PA).

Sembari menambahkan, “UKT digelar juga untuk pembentukan karakter dan mental para atlet. Ia menekankan pentingnya konsistensi latihan, kedisiplinan, serta menjunjung tinggi nilai dan azas persaudaraan dalam setiap proses pembinaan serta berorganisasi”.

Mengingat para atlet/karatedo yang melakukan persiapan dan latihan rutin di perguruan-
perguruan, dalam perjalanannya tidak hanya berkembang secara teknis, namun memiliki sikap mental yang tangguh, serta berprestasi, tutup Hasballah yang juga akrab disapa Cut Apa.

Disisi lain, ketua majelis sabuk hitam Wadokai Aceh, Fauzi dikesempatan tersebut menjelaskan, para penguji (penilai) yang ditugaskan dalam UKT ini, yakni instruktur berpengalaman dan bersertifikat nasional. “Sehingga proses penilaian pertandingan berjalan profesional dan transparan”, juga kami mengharapkan atlet/ para karateka yang lulus ujian tiap UKT terus meningkatkan kemampuan, sehinga dapat bersaing dengan atlet-atlet label nasional, maupun internasional saat tampil diberbagai even kedepan, sekaligus tuai prestasi, sehingga dapat membawa nama baik Wadokai Aceh, tukasnya.

Serta menjelaskan, dojo/atlet yang mengikuti UKT tidak semberangan peserta diperbolehkan mendaftar, namun sesuai dengan regulasi Wadokai Indonesia, dimana berdasarkan jenjang sabuk masing-masing. Diantaranya, dimulai dari kenaikan tingkat sabuk putih, menuju sabuk kuning, sabuk kuning ke sabuk hijau, sabuk hijau terus ke sabuk biru, sabuk biru menuju sabuk coklat, serta sabuk coklat menuju sabuk hitam

Yang juga, seluruh tahapan ujian dilaksanakan dengan standar penilaian normal, ketat serta objektif. “Meliputi pergerakan dan penguasaan teknik dasar, sikap mental dan disiplin”. (zm)

“Lupakan Hasil Minor dari PSMS”, Persiraja Fokus Tandang ke Persekat Tegal Sabtu Petang

0

Sekum Persiraja, Rahmat Djailani dan 4 punggawa utama serta rekannya diharapkan tampil maksimal di Home Persekat Tegal. (foto/mo persiraja)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Persiraja Banda Aceh sudah melupakan hasil minor kala menjamu PSMS Medan pada pekan ke-16 Liga2 Pengadaian Championship 2025/2026, kini sudah pulih dan susun kembali kekuatan tim, sehingga Fitra Ridwan,cs bisa tampil maksimal dalam laga tandang pekan ke-17.

Dengan tuan rumah Persekat Tegal, Sabtu (24/01/2026) petang di Stadion Trisanja, Kota Tegal, Jawa Tengah.
Bahkan dalam mengejar poin sempurna, skuad Persiraja Banda Aceh telah tiba di Tegal, Kamis kemarin dan anak asuhan Akyar Ilyas sudah siap tempur.

Dimana, menghadapi Persekat rombongan tim yang berjulukan Laskar Rencong juga dipimpin Sekretaris Umum Persiraja, Rahmat Djailani, membawa sebanyak 20 pemain. Termasuk tiga pemain asing, yakni Connor Flynn, Juan Mera, dan Omid Popalzay ke Tegal.

Sejumlah pemain lokal turut diboyong, di antaranya M. Reza, Tegar Dadi Prakoso, Ilham Jaya Kusuma, M. Revan, Yasvani, M. Ihsan Siregar, Franc Richard Sokoy, Faris Adit Saputra, Muamar Khadafi, Fitra Ridwan, Asgal Habib, David Laly, Fava Sheva Rustanto, Aditia Angga, Sutan Zico, Muharir, serta Jechson Tiwu.

Namun, Persiraja dipastikan tidak diperkuat bek Ariel Kurung yang harus absen akibat cedera yang dialaminya pada laga sebelumnya.

“Alhamdulillah, kondisi tim baik dan kami sudah tiba di Tegal tadi malam,” ujar Rahmat Djailani, Jumat (23/1).

Pada pertemuan pertama musim ini di Banda Aceh, Persiraja berhasil menaklukkan Persekat Tegal dengan skor 1-0 melalui gol Connor Flynn. (**)

Jamu PSMS Minggu Malam, Kesempatan Persìraja Amankan Poin Sempurna, “Akan Dipimpin Wasit Asing”

0

Pelatih dan perwakilan pemain Persiraja serta PSMS Medan, usai Konferensi Pers menjalang laga kedua tim tersebut, Sabtu (17/01) pagi di Kyriad Muraya, Hotel, Banda Aceh. (foto/mo-persiraja)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Pelatih Persiraja Banda Aceh, Akhyar Ilyas dalam temu media menjelang laga dengan seterunya King Sumatera PSMS Medan di Kyriad Muraya Hotel, Banda Aceh, Sabtu (17/01) pagi mengatakan.

Evaluasi secara menyeluruh sudah dilakukan pasca menang tipis 1-0 atas Persikad Depok pada laga pekan ke-15, kini kami menatap pertandingan penting lainnya dengan PSM Medan, Minggu (18/01/2026) malam di Stadion H Dimurthala (SHD) Lampineung, Banda Aceh.
Dimana dalam sesi latihan terakhir kekompakan dan kerjasama antar lini diperlihatkan secara positif oleh Fitra Ridwan dan kolega, tentu menjadi modal penting jelang bersua dengan tim kuat PSMS Medan.

Mudah-mudahhan anak-anak tampil apik dan menggait angka sempurna, sekaligus mengjaga jengkal jarak poin ‘disterata’ atas klasmen Grup Barat, Pengadaian Championship Liga2 2025/2026.

Ujar Head Coach Persiraja, Akhyar Ilyas, yang juga didampingi pemain bertahannya, Ariel Kurung dalam kesempatan tersebut.

Sekaligus menambahkan, “kelemahan dalam mengatasi umpan-umpan lambung dari pemain lawan yang dialami pada putaran pertama di Skuad tim yang berjulukan “Laskar Rencong” Persiraja, pelan tapi pasti kelemahan dimaksud sudah dapat diatasi M Revan,cs sejak memasuki putaran kedua.

Sementara pelatih PSMS Medan dalam konferensi Pers sesi kedua juga Sabtu Pagi, Eko Pujianto mengatakan. “Anak asuhannya sudah siap meledani permainan tuan rumah Persiraja pada lanjutan Liga2 Championship 2025/26 pekan ke-16 di SHD”.

‘Insya Allah’ dengen 23 skuad yang bertandang ke Aceh sudah siap tampil dan membawa pulang poin satu bahkan tiga, yang memang target tim bertandang ke Aceh, optimis head coach PSMS dimaksud dan didampingi penyerang andalannya, Rudiana sebagai perwakilan pemain dalam temu media singkat tersebut.

Serta Panpel Persiraja mengkonfirmasikan, laga dua tim king Sumatra Liga2 dimaksud yang diprediksikan ketat itu akan dipimpin wasit asing. (zulmahdi)

Legiun Asing Anyar Persiraja, Omid Popalzay tak Sabar Merumput di SHD, Jamu PSMS Minggu Malam tak Ada Sporter Tim Tamu

0

Sekum Persiraja Banda Aceh, Rahmad Djailani bersama rekrutan anyar Omid Popalzay dalam durasi penandatanganan kontrak, Kamis pagi di Banda Aceh. (foto/mo persiraja)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Persiraja Banda Aceh resmi mengumumkan kedatangan Omid Popalzay sebagai rekrutan anyar untuk mengarungi sisa kompetisi Pegadaian Championship 2025/26. Gelandang tim nasional Afghanistan tersebut diumumkan sebagai pemain baru Laskar Rencong pada Rabu (14/1/2026) malam.

Pemain matang berusia 29 tahun itu telah berada di Banda Aceh sejak tiga hari terakhir dan langsung bergabung dalam sesi latihan Persiraja di Stadion H. Dimurthala, Lampineung. Kehadirannya diharapkan mampu menambah kekuatan dan pengalaman di lini tengah Persiraja dalam upaya mengejar target promosi.

Omid mengaku terkesan dengan sambutan yang ia terima dari pendukung Persiraja dan masyarakat Aceh, ia menyebut Aceh bukanlah tempat yang asing baginya, mengingat dirinya pernah datang sebagai lawan saat memperkuat klub sebelumnya.

“Saya benar-benar terkejut. Tentu saja saya pernah datang ke Aceh sebelumnya sebagai lawan. Tentang bergabung dengan Persiraja, menurut saya Persiraja adalah klub yang sangat besar dan indah, dengan suporter yang fantastis. Saya tahu itu karena saya punya pengalaman di masa lalu saat bermain melawan mereka,” ujar Omid disela-disela penandatangan kontrak, Kamis (15/1) pagi.

Telah diketahui, sebelumnya, Omid Popalzay tercatat pernah menghadapi Persiraja ketika membela PSPS Pekanbaru dan PSIM Jogjakarta musim lalu. Namun kali ini, ia merasa bersyukur bisa menjadi bagian dari tim kebanggaan masyarakat Aceh.

Juga mengakui sudah siap tampil dibawah bendera Persiraja, mudah-mudahhan kerja keras bersama rekannya dalam sisa laga kedepan, bisa membantu tim Persiraja promosi ke Liga1″.

“Alhamdulillah, kali ini saya berada di pihak mereka. Saya tidak sabar untuk turun ke lapangan dan berjuang untuk klub serta masyarakat Aceh, dan publik Stadion H Dimurthala (SHD)” .

Lebih jauh, Omid menegaskan bahwa target utamanya bersama Persiraja adalah membawa tim promosi ke Liga Super. Ia menyadari tantangan yang akan dihadapi, namun optimistis dengan kesiapan tim.

“Dalam pikiran saya hanya ada satu hal, yaitu berjuang untuk promosi ke Liga Super. Mungkin ini akan menjadi tantangan, tetapi kami siap. Jadi insya Allah, kami bisa promosi ke Liga Super,” tegasnya.

Meski baru beberapa hari bergabung, Omid mengaku sudah merasakan ikatan emosional dengan klub. Momen pertama kali datang ke stadion bersama pemain dan manajemen menjadi pengalaman yang berkesan baginya.

“Sejauh ini, bagi saya datang ke stadion bersama para pemain dan manajemen, bertemu mereka, dan menyadari bahwa saya adalah bagian dari Persiraja, adalah perasaan yang sangat unik,” pungkas Omid.

Dengan bergabungnya Omid Popalzay, Persiraja berharap dapat semakin solid dalam persaingan dan menjaga peluang untuk meraih tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Dalam waktu dekat, Persiraja akan menghadapi PSMS Medan di Banda Aceh. Tepatnya pada tanggal 18 Januari 2026 di Stadion H. Dimurthala, malam pukul 20.30 WIB. Saat ini, penjualan tiket Persiraja vs PSMS sudah mulai dilakuakn via situs resmi klub, yang juga Panpel Persiraja Ingatkan Pendukung PSMS Tak Datang ke Lampineung. (**)

Evaluasi Usai Menang Tipis atas Persikad, Head Coach Persiraja, Akhyar akui Chemistry antar Pemain Belum Jalan Sepenuhnya

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH Kemenangan tipis 1-0 atas Persikad Depok tak membuat Persiraja Banda Aceh berpuas diri, ‘Head Coach’ Persiraja, Akhyar Ilyas, justru menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh, khususnya terkait chemistry antarpemain yang dinilai belum sepenuhnya padu usai laga pekan ke-15 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion H. Dimurthala, Minggu (11/1).

Akhyar mengakui, tiga poin yang diraih sangat berarti bagi Persiraja untuk menjaga peluang menembus papan atas. Namun, ia menilai permainan tim masih jauh dari kata ideal karena hampir 50 persen skuad diisi pemain baru yang masih dalam proses adaptasi.

“Kita bersyukur, alhamdulillah tiga poin penting bisa kita dapat. Tapi kita tahu malam ini hampir 50 persen pemain kita pemain baru, jadi kita butuh proses dan adaptasi,” jelas Akhyar, lewat siaran Pers MO tim, yang diterima awak media liputan Persiraja, selasa siang di Banda Aceh.

Menurutnya, belum terbangunnya chemistry secara utuh terlihat dari beberapa momen di lapangan, seperti kesalahan membaca pergerakan rekan setim hingga umpan yang kurang presisi. Akhyar menilai hal tersebut wajar, namun tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

“Chemistry kadang-kadang masih terlihat kurang, ada salah lari dan salah passing. Itu masih normal, tapi tentu harus terus kita perbaiki,” tegasnya.

Dalam pertandingan tersebut, Persiraja tampil dominan sejak menit awal dan terus menekan pertahanan Persikad. Sejumlah peluang tercipta di babak pertama, namun rapatnya lini belakang tim tamu membuat skor kacamata bertahan hingga jeda.

Gol kemenangan akhirnya lahir pada menit ke-70 melalui sundulan pemain asing Flynn Connor yang memanfaatkan umpan silang Yasvani. Gol tersebut menjadi penentu tiga poin bagi Laskar Rencong.

Meski unggul, Akhyar menilai efektivitas penyelesaian akhir dan alur serangan masih perlu ditingkatkan. Ia menegaskan evaluasi akan langsung dilakukan jelang laga berikutnya menghadapi PSMS Medan.

“Kita akan terus perbaiki. Mudah-mudahan di pertandingan selanjutnya lawan PSMS nanti, permainan kita bisa lebih baik,” katanya.

Bagi Akhyar, kemenangan atas Persikad bukan akhir dari pekerjaan, melainkan awal dari proses membangun tim yang lebih solid dan konsisten di tengah ketatnya persaingan Pegadaian Championship musim ini. (**)

Persiraja vs Persikad 1-0, ‘Laskar Rencong Semakin Optimis dengan Skuad Anyar’, Pelatih Lawan Terkecoh

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Persiraja Banda Aceh berhasil memangkas tren positif kubu lawan Persikad Depok FC pada laga pekan ke-15 Liga Indonesia Pengadaian Chanpionship 2025/2026, usai menang 1-0 di Stadion H Dimurthala, Lampineung Banda Aceh, Minggu (11/01) tadi malam.

Dimana gol semata wayang tim yang berjulukan “Laskar Rencong dan Lantak Laju” itu disumbangkan penyerang berbahaya Connor Flynn dimenit ke-71, sekaligus melambungkan kedudukan anak asuhan head coach Akhyar Ilyas ke peringkat 4 Grup A dijajaran klasmen sementara.

Angka maksimal minggu malam dan ditengah kepercayaan publik SHD yang sedikit khawatir, “usai manajemen tim merombak skuad hingga 50 persen dibursa transfer dua Liga2, termasuk sang idola Miftahul Hamdi”.

Namun dijawab lewat permainan kolektifitas dan semangat juang tinggi oleh Fitra Ridwan,cs juga bersama rekannya yang baru saja bergabung dan menang, sekaligus dapukan angka sempurna atas Persikad.

Menegaskan Persiraja semakin optimis menatap laga-laga selanjutnya, dalam mengejar tiket otomatis promosi ke Liga1 musim ini, yang juga setelah berhasil memangkas jarak dengan pemuncak klasmen Grup Barat, Garudayaksa FC menjadi 6 poin.

Sementara sang mantan arsitek Persiraja 2023/24 Azul Achmad Zulkifli yang semalam menukangi tim gurem Persikad Depok, dalam temu media usai laga mengakui terkecoh dengan strategi yang ditarapkan Akhyar Ilyas.
Terutama penampilan spontan skuad anyar kubu tuan rumah, sehingga analisis yang telah dijabarkan dan diterapkan untuk anak asuhnya dilapangan sebelumnya sedikit terkendala, tutupnya.

Sementara rilis berita online ini menjelang laga dan harapan fans kemarin, nampaknya dijakan lawan Persikad. Dan kelihatan tadi malam, tinggal urusan penyelesaianbakhir bagi Muharir dkk, terutama menghadapi sereru abadinya PSMW Medan pada pekan ke-16 tanggal 18 Januari kedepan.

Analisis dan harapan fans sebelum laga dengan Persikad

Meskipun pemain anyar (baru) yang didatangkan Persiraja Banda Aceh pada bursa ‘tranfer medium dua’ rata-rata bukan penyerang murni dalam mengarungi sisa putaran kedua dan 9 laga putaran ketiga, Pengadaian Liga2 Championship 2025/26, namun diharapkan mampu mengatasi paceklik gol yang sedang dialami tim yang berjulukan Laskar Rencong tersebut dalam dua laga terakhir.

“Hanya berhasil menciptakan satu gol penalti dari penyerang Connor Flynn dari sejumlah peluang kala dijamu Garudayaksa di pekan ke-13 yang berkesudahan 1-1 serta kembali minor gol pada laga pekan ke-14 di home Bekasi City FC”.

Padahal tim tuan rumah dalam laga yang berkesudahan 0-0 tersebut, sejak menit akhir babak pertama harus bertarung dengan 10 pemain, usai sang mantan Persiraja Ramadhan Madon terakumulasi kartu merah. Akan tetapi tetap saja, Fitra Ridwan dan kolega tak mampu membobolkan jala gawang lawan sepanjang pertandingan 90+6 menit.

Tentu harus ada efaluasi pelatih dan berharap winger anyar yang masuk mulai pekan ke-15 dan langsung menghadapi tim yang sedang dalam tren positif Persikad Depok, Minggu (11/01) malam di Stadon H Dimurthala.
Bisa membuktikan kapasitas mereka jika dipercayakan tampil oleh pelatih, ujar Maimun Damar salah seorang pecinta Persiraja Banda Aceh, kepada online ini, Minggu (11/01) pagi.

Sementara itu, Pelatih kepala Persiraja, Akhyar Ilyas dalam temu media menjelang laga kedua tim tersebut, Sabtu pagi mengakui. Hampir 50 persen skuad Laskar Rencong menjelang laga pekan ke-15 akan diisi pemain baru sekaligus tantangan pertama bagi kami menghadapi Persikad Depok, tentu memiliki nuansa yang berbeda dibanding laga-laga sebelumnya.

Namun demikian, pelatih berusia 42 tahun itu optimistis para pemain anyar mampu cepat menyatu dengan skema permainan tim. Menurutnya, sepak bola adalah bahasa universal yang bisa mempercepat proses adaptasi.

“MUDAH-mudahan awal tahun 2026 dan perdana laga home bisa berjalan mulus dan sesuai yang kita harapkan ”, tutupnya. (zm)

Popular Posts

My Favorites

“Gegara Sahkan SK Sembarangan Pengangkatan Plt Sekda Alhudri”, Ketua DPRA Ancam...

0
MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Sejumlah media online, Sabtu memposting berita secara beruntun tentang rilis Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Zulfadhli mentenggarai Wakil Gubernur Aceh,...