Olahraga

Beranda Olahraga Halaman 8
Berita Olahraga

Persiraja(2)vsSumsel United (0) Pertahanan Tangguh Laskar Rencong dan Ada Gol Spektakuler Kapten Tim Fitra Ridwan

0

Fitra Ridwan dan Asqal Habib Altarik cetak sepasang gol untuk kemenangan Persiraja atas Sumsel United dalam laga, Sabtu (04/04) malam di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh. (foto/mo persiraja)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Punggawa Persiraja Banda Aceh memperlihatkan jati diri pertandingan sesungguhnya pada pertandingan pekan ke-23 putaran III, Pengadaian Championship 2025/26, yang berlangsung di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Sabtu (04/04) malam.
“Dimana dalam laga dan penampilan ciamit M Revan,cs yang menjadi korban dari keangkeran SHD adalah”, tim tangguh asal Palembang Sumsel United dengan skor menyakinkan 2-0.

Meskipun minim dalam penguasaan bola dilaga tersebut, namun Muharir dan kolega berhasil memanfaatkan permainan terbuka yang diterapkan kubu lawan, tak pelak. Pemain muda masa depan Askal Habib berhasil memberikan keunggulan bagi timnya 1-0 dimenit ke-12 dan bertahan hingga laga paruh pertama.

Memasuki babak kedua bagian penguasaan bola tetap dikuasai kubu tim tamu (35 berbanding 65) namun kokohnya lini pertahanan yang digalang pasukan tim yang berjulukan laskar rencong dan lantak laju dimaksud, membuat setiap serangan yang dibangun anak-anak Sumsel United (SU) selalu dapat dipatahkan Ariel Kurung dan kawan-kawan.

Bahkan malapetaka kembali terjadi terhadap penjaga gawang SU Dicki Agung Setiawan menjelang 10 menit laga, ‘setelah tendangan roket nan spektakuler kapten tim Fitra Ridwan Salam dari luar kotak penalti, persis kepojok kanan atas gawang SU dan gol.

Gol indah tersebut sekaligus memantapkan kemenangan tuan rumah 2-0, ‘fakta unggul tersebut juga berhasil mengkudeta posisi SU diurutan tiga klasmen sementara.

Meskipun sama-sama memperoleh poin 37, namun anak asuhan Jaya Hartono unggul Head tu Head sepanjang tiga putaran yang sudah dituntaskan, 3-2 untuk SU dan selebihnya dimenangkan persiraja lewat skor 3-1 dan 2-0.

Selain itu, tambahan tiga poin pada pekan ke-23, sekaligus Al-Muzanni,cs berhasil memangkas jarak dengan tim Runner Up, Garudayaksa FC menjadi 5 poin dan 7 dari Adhiyaksa FC sebagai pemuncak klasmen sementara grup Barat, dipastikan terjadi persaingan ketat pemburuan poin tambahan dalam 4 laga sisa. (zm)

Siasati Pelatda Pra PON’, PODSI Aceh Cek Kondisi Perahu dan Inveratisir Aset”

0

Ketua umum PODSI Aceh, Hasballah (depan tengah) Sekretaris umum, Iswanda Surya (belakang dua dari kiri) dan pengurus, lakukan peninjaua aset dan sarana serta prasarana Cabang Olahraga dimaksud, Jumat (03/04) pagi di Gudang Utama, Bakoi, Krueng Barona, Aceh Besar. (foto/istimewa)

MEDIANAD.COM, ACEH BESAR: Persiapan Pelatda Pra PON 2027 yang telah dirancang KONI Aceh, pengurus Cabang Olahraga (Cabor) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Aceh meninjau dan meninveratisir seluruh aset/perlengkapan penunjang program latihan induk Cabor dimaksud.

Peninjau yang dilakukan di Gudang penyimpanan bahan dan perlengkapan utama, di Gampong Bakoi, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Jumat (03/04/2026) pagi tersebut langsung dipimpin Ketua Umum PODSI Aceh, Hasballah, S.Ag juga didampingi Sekretaris Umum, Iswanda Surya, Wakil Ketua, Ketua Bidang Aset dan sejumlah pengurus.

Dimana penijauan itu, fokus utama pendataan, mengecek kondisi perahu, dayung, pelampung, serta perlengkapan pendukung lainnya agar tetap dalam kondisi optimal dan layak digunakan, jelas Ketua PODSI Aceh Hasballah, kepada awak media disela-sela peninjauan aset tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Umum PODSI Aceh Iswanda Surya N, S.Pd, M.Pd) menjelaskan. Peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung prestasi atlet dan program latihan, apalagi menjelang Pra PON 2027 kedepan, mengingat peralatan yang baik dan terawat menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang performa atlet saat bertanding”.

Serta sebagai pengurus yang baru, siap penyambung estafet dari pengurus lama, dimana siap melakukan evaluasi dan perawatan aset, pintanya.

Sembari menambahkan, dalam kesempatan itu. Selain pengecekan kondisi fisik peralatan, juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi kebutuhan tambahan yang diperlukan, baik untuk latihan maupun terjun ke kompetisi, hal ini penting agar para atlet dapat berlatih secara maksimal tanpa terkendala fasilitas, tutupnya.

Aset dan perlengkapan penunjang latihan dan tanding PODSI Aceh saat ini, masing-masing: Kayak 1 = 4, Kayak 2 = 5, Kayak 4 = 1
Canoe 1 = 7, Canoe 2 = 7,
Rowing 1 = 5, Rowing 2 = 4, Rowing 4 = 4, Rowing 9 = 7
Rowing Costa = 8, SUP = 4
Dragon 10 = 7 unit, Dragon
20 = 7 unit, Ergo = 5 unit dan
Slalom = 8 unit.

Serta 8 etem sekarang berada di venue Dayung PON Aceh-Sumut 2024-Waduk Keliling, 4 etem di Bandaran Krueng Lamyong dan 4 aset juga yang pernah dipinjam pakai oleh Pis PORA/PPLP di Ulee Lhee. (zm)

Persiraja vs Sumsel United, Laga Tim Papan Atas Grup Barat, ‘Tuan Rumah Diterpa Badai Cedra”

0

PELATIH dan Pemain Persiraja, Jaya Hartono (kanan)-Fitra Ridwan dalam Pre-match press conference menjelang laga Persiraja vs Sumsel United di Muraya Hotel, Jumat (03/04/2026) pagi. (foto:medianad.com-zulmahdi)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Pertandingan menarik dipastikan akan tersaji di Stadion H Dimurthala, Lampineung Banda Aceh, Sabtu (04/04/2026) malam besok.

Dimana dua tim papan atas Grup Barat Liga2 Pengadaian Championship, yakni Persiraja Banda Aceh dan Sumsel United Palembang akan saling bentrok di SHD, tentu harus saling mengalahkan untuk menjaga jarak poin dengan dua tim diatasnya, Adhiyaksa FC serta Garudayaksa FC disisa laga.

Meskipun dalam pertandingan pekan ke-23, termasuk kapten tim Fitra Ridwan Salam dan tiga pemain asing diragukan bisa tampil, namun pelatih Persiraja Jaya Hartono optimis bisa mendulang poin sempurna atas Sumsel United, pintanya dalam konferensi Pers, Jumat pagi di Muraya Hotel.

Sementara kapten tim Fitra Ridwan yang mendampingi head coach J. Hartono dalam temu media dimaksud mengatakan, Kami membutuhkan kemenangan demi kemenangan, termasuk lawan SU, sekaligus memperbaiki posisi klasemen sementara di Grup Barat, saat ini SU yang berada di posisi ketiga klasemen dengan 37 poin, kesempatan bagi Persiraja menyalip dengan 34 poin ini dan berada di posisi kelima.

Melihat catatan pertemuan sebelumnya, Persiraja Banda Aceh menang 3-1 ketika bermain di Stadion H. Dimurthala, dan kalah 3-2 ketika bertandang ke kandang Sumsel United di Stadion Jakabaring, Palembang.

Sementara dalam sesi temu media sesi pertama, asisten pelatih Sumsel United (SU) Amirul Mukminin juga menargetkan poin penuh, meskipun harus bertarung didepan ribuan superter fanatik tuan rumah Persiraja dan dengan kekuatan 21 pemain yang dibawa ke Aceh, sudah siap mempersembahkan yang terbaik untuk tim dan pecinta SU.

Tentu lewat penampilan terbaik dan menghibur, ujar Coach Amirul yang juga mantan pemain Barito Putra bersama pemainnya, Didik Wahyu dikesempatan itu. (zm)

Kompetisi EPA Championship, Rabu Malam, Talenta Muda U-19 Persiraja Tantang Sumsel United

0

MEDIANAD.COM: Talenta muda U-19 Persiraja Banda Aceh langsung berhadapan dengan tim Sumsel United Palembang U-19 pada laga perdana Grup (A) kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga2 Pengadaian Championship 2026, di Lapangan 1 Akademi Sepakbola Garuda Yaksa, Rabu (01/04) malam.

Yang juga laga perdana tersebut sebagai tolak ukur bagi anak asuhan dibawah arsitek Budiman Yunus, sekaligus ujian perdana M Zaki Akbar dan kolega pada laga yang sebenarnya.

Tentu Sultan Albi dan kawan-kawan harus tampil maksimal dalam laga perdana tersebut, “demi langkah menjanjikan pada jadwal tanding berikutnya kedepan. (non)

PSAP dan PSAB Toreh Hasil Sempurna di Laga Perdana Babak 8 Besar Liga4 PSSI Aceh, “Gairah Sepakbola Aceh usai Terhenti Pasca Bencana Banjir”

0

MEDIANAD.COM, PIDIE: Dua tim “legendaris” kancah sepakbola amatir Aceh, PSAP Sigli dan PSAB Aceh Besar toreh hasil sempurna pada laga pembuka Grup F babak delapan besar, Liga4 PSSI Aceh tahun 2025/26 yang berlangsung di Stadion Ex PON Aceh dan Sumut 2024 Blang Paseh, Kota Sigli, Selesa (31/03/2026) petang dan malam hari.

Dimana PSAB yang turun pada laga perdana petang hari, menang telak 4-1 atas kekuatan Persabar Aceh Barat, berkat gol, Saifullah, Rizeq, Afdalul Basyar dan sumbangsih gol kapten tim, Luthfi Fauzi Hamdan, serta satu gol hiburan Persabar dikoleksi winger mereka Aa Mansur.

Sementara pada pertandingan jam kedua, selasa malam ba’da insya. Gol-gol kemenangan PSAP 3-0 atas PSGL Gayo Lues juga dicetak tiga pemain berbeda, yakni hentakan Yohan Sandria di menit ke-10, M Faizin (59) dan ditutup gol pemain lincah (bintang tarkam), Andi Carrol pada15 menit sebelum laga tuntas.

Sementara jadwal Grup E, Rabu (01/04) petang. Saling berhadapan dua tim debutan Liga4 zona Aceh antara PSST Simpang Tiga, Pidie versus Al- Farlaky FC Aceh Timur.

Serta game kedua dan kick off malam hari/bakda insya, Persas Sabang bersua Kuala Nanggroe FC Banda Aceh dalam laga yang diperkirakan berlangsung ketat dan menarik dimaksud.

Apalagi sajian-sajian pertandingan babak 8 besar Liga4 PSSI Aceh boleh dikatakan, “kehidupan awal ranah olahraga di daerah yang berjulukan serambi makkah ini, kususnya pertandingan sepak bola Ligamatir di Aceh, usai terhenti total pasca musibah banjir dan tanah longsor, pada 26 November 2025 lalu, ujar Waketum PSSI Aceh, Dek Pan Irfansyah. (zm)

Meski Menang atas Sriwijaya, ‘Performa’ Skuad Persiraja Menurun, “Sang Penentu Kemenangan Omid, Rentan Waktu 48 Jam Tampil Dua Kali

0

Pemain asing Persiraja asal Afghanistan, Omid Popalzay tampil dua laga dalam rentan waktu 48 jam, dimana membela Timnas Negaranya pada Pra Piala Asia (PPA) versus Timnas Myanmar, Tanggal 26 Maret dan langsung terbang ke Aceh dari Myanmar untuk membela timnya Persiraja Banda Aceh, 28 Maret 2026 malam. (foto-persiraja official dan ig opopalzay)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Skuad Persiraja Banda Aceh berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Sriwijaya FC dalam pertandingan Liga2 Pegadaian Championship 2025/2026 yang berlangsung di Stadion H. Dimurthala Lampineung, Banda Aceh, Minggu (28/3) malam.

Berkat gol ‘center back’ muda Ariel Kurung dan sepakan penalti pemain yang baru saja bergabung (hanya 3 jam sebelum bentrok dengan Sriwijaya) legiun asing dan kapten tim nasional negara Afghanistan, Omid Popalzay, sekaligus gol penentu kemenangan dalam laga sengit tersebut.

Sementara satu gol balasan tim tamu yang juga sudah dipastikan terdegradasi ke Liga3 musim depan, disumbangkan lewat hentakan pemain pengganti
Sehabudin Ahmad.

Meskipun menang dalam laga tersebut, kelihatan penampilan M Revan, cs jauh menurun dibandingkan laga pekan-pekan sebelumnya, “titik lemah yang jelas-jelas terlihat konstribusi pemain pelapis yang menggantikan talenta utama akibat cedra jauh dari harapan”.

Serta kesalahan mendasar kerap terjadi, kerjasama antar lini dan faktor kebugaran usai rehat pasca lebaran juga masih sangat sakrar dan secepatnya harus dibenahi oleh Coach Jaya Hartono,

sebelum menjamu tim papan atas Sumsel United, pada sabtu (04/04) malam di SHD.

Tiba Jelang Kick-Off dari Myanmar, Omid Popalzay Jadi Penentu Kemenangan Persiraja

Waktu bukan penghalang bagi Omid Popalzay untuk tetap tampil maksimal. Dalam rentang kurang dari 48 jam, gelandang Persiraja Banda Aceh itu menjalani dua pertandingan di dua level berbeda, dan sama-sama meninggalkan jejak penting.

Siaran Pers MO tim, yang diterima awak media liputan Persiraja di Banda Aceh, Minggu kemarin sore. Dimana, Kamis 26 Maret Omid masih berseragam Timnas Afghanistan sekaligus kapten tim dalam laga Kualifikasi Piala Asia melawan Myanmar. Ia tampil penuh selama 90 menit dan bahkan mencetak satu gol. Namun, namun sayang, hasil akhir tak berpihak setelah Afghanistan harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 2-1.

Tak punya banyak waktu untuk beristirahat, Omid langsung bertolak kembali ke Indonesia. Perjalanan panjang itu membawanya tiba di Banda Aceh pada Sabtu (28/3) pukul 17.40 WIB, hanya sekitar tiga jam sebelum pertandingan Persiraja melawan Sriwijaya FC dimulai pukul 20.30 WIB.

“Aku seharusnya tiba di Banda Aceh jam 8 pagi (hari pertandingan), tapi karena penerbangan pertama (dari Myanmar) delay aku jadi ketinggalan flight lanjutan,” kata Omid usai lagam Sabtu malam.

Sembari menambahkan, “semua penerbangan lainnya penuh, jadi total perjalananku sampai 20 jam. Transit 8 jam di Bangkok dan 6 jam di Kuala Lumpur. Akhirnya tiba di Banda Aceh jam 17.40 WIB,”.

Situasi tersebut membuatnya tidak langsung masuk dalam susunan pemain utama. Namun keadaan berubah cepat. Pada menit ke-25, Omid diturunkan menggantikan Juan Mera yang mengalami cedera.

Otomatis dengan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih, namun lewat profesional dan berjuang sepenuh hati untuk tim juga pantang menyerah, Omid mampu memberikan kontribusi nyata, apalagi dalam situasi Persiraja kesulitan menembus pertahanan rapat Sriwijaya FC, kehadirannya membawa energi baru dalam permainan.

Puncaknya terjadi di momen krusial jelang akhir laga. Omid yang dipercaya sebagai eksekutor penalti sempat gagal pada percobaan pertama setelah ditepis kiper lawan. Namun dengan sigap, ia memanfaatkan bola rebound dan mengkonversi menjadi gol, “bahkan dalam kondisi seakan-akan publik SHD sudah pasrah dengan hasil apapun yang terjadi”, usai melihat kubu lawan bertarung “mati-matian” dalam usaha mencuri poin didepan publik setia Persiraja.

Namun fakta berkata lain, “meskipun menjelang laga itu dalam temu media, head coach Sriwijaya FC, *Iwan Setiawan* menuturkan sudah mengantongi kekuatan tim yang berjulukan Laskar Rencong/Persiraja dan “SHD tak begitu angker lagi”.

Namun sesudah laga semuanya jadi kenyataan dan anak-anak sudah berjuang serta sepenuhnya menjalankan strategi yang di- harapkan, namun ada satu dan dua kesalahan kecil terjadi tim kita gagal mencuri poin di SHD, cetus pelatih asal Sabang Aceh tersebut dalam konferensi usai laga.

Sekaligus dalam tiga pertemuan musim ini, “Sriwijaya FC jadi ladang kemenagan bagi persiraja seperti ditoreh atas Persikad Depok full tiga kali”

Dimana, masing-masing away di Palembang pada putaran pertama, Fitra Ridwan dan kolega menang 2-3, home di SHD putaran dua juga unggul lewat angka mencolok 5-0. (zulmahdi/**)

Sriwijaya FC Tak Punya Jersey Away’, Laga Sabtu Malam di SHD Persiraja Terpaksa Pakai Kostum Biru

0

SEKUM Persiraja Banda Aceh, Rahmat Djailani. (foto dok pribadi)

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Persiraja Banda Aceh dipastikan tidak akan mengenakan jersey kebanggaan mereka berwarna oren saat menjamu Sriwijaya FC pada pekan ke-22 Pegadaian Championship 2025/26 di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Sabtu (28/3/2026) malam.
Situasi ini terjadi bukan tanpa alasan. Dalam Match Coordination Meeting (MCM) yang digelar Jumat (27/3/2026) pagi di Muraya Hotel Aceh, terungkap bahwa Sriwijaya FC hanya membawa satu set jersey berwarna kuning.

Keputusan pun diambil oleh match commissioner dan perangkat pertandingan. Warna oren milik Persiraja dinilai terlalu mirip dengan kuning yang digunakan tim tamu, sehingga berpotensi menyulitkan wasit dalam memimpin pertandingan—terutama karena laga digelar malam hari di bawah pencahayaan lampu stadion.

Sekretaris Umum Persiraja, Rahmat Djailani, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah menunggu solusi dari Sriwijaya FC.

“Match commissioner sudah memberikan waktu hingga malam ini untuk kepastian jersey alternatif Sriwijaya FC selain kuning, tapi tidak ada solusi. Akhirnya kita sebagai tuan rumah yang harus mengalah dengan menggunakan jersey away (biru) di kandang,” ujarnya.

Kondisi ini tentu menjadi situasi yang tidak ideal bagi Persiraja yang berstatus sebagai tuan rumah. Namun demi kelancaran pertandingan, keputusan tersebut tetap harus dijalankan.

Lebih lanjut, Rahmat juga menyinggung soal regulasi kompetisi yang mewajibkan setiap tim membawa lebih dari satu set jersey untuk mengantisipasi benturan warna.

“Dalam regulasi sudah jelas bahwa tim tamu harus membawa lebih dari satu jersey. Pasti ada sanksi atau denda karena hanya membawa satu,” tambahnya.

Meski demikian, pergantian warna jersey ini tidak diharapkan memengaruhi performa Persiraja di lapangan. Laskar Rencong tetap membidik kemenangan di hadapan publik sendiri, meski harus tampil dengan warna berbeda di Lampineung.

Persiraja Banda Aceh kembali menjalani laga kandang pada pekan ke-22 Pegadaian Championship 2025/26. Tim berjuluk Laskar Rencong itu akan menjamu Sriwijaya FC di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Sabtu (28/3/2026) pukul 20.30 WIB.

Laga ini menjadi momentum penting bagi Persiraja untuk menjaga posisi di papan atas klasemen, sekaligus membalas keraguan terhadap performa mereka di kandang sendiri. Di sisi lain, Sriwijaya FC datang dengan motivasi tinggi meski sudah dipastikan terdegradasi, dan bertekad memberi perlawanan sengit di Lampineung. (**)

Persiraja vs Sriwijaya, Pelatih Jaya Hartono Waspadai Motivasi Pemain Lawan dan Coach Iwan Setiawan: SHD tak Angker Lagi

0

Pelatih dan pemain Persiraja serta Sriwijaya FC dalam Konferensi Pers menjelang laga kedua tim tersebut, Sabtu (28/03) malam di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh. (foto:medianad.com_zulmahdi)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Persiraja Banda Aceh dan Sriwijaya FC Palembang dipastikan bentrok di Stadion H Dimurthala (SHD) Lampineung, Banda Aceh, Sabtu (28/03) malam dalam pertandingan pekan ke-22 Liga2 Pengadaian Championship 2025/2026.

Dimana dalam Konferensi Pers menjelang laga tersebut, Jumat (26/03) pagi di Kyriat Muraya, Hotel Banda Aceh, kedua Head Coach (pelatih kepala) Jaya Hartono kubu tuan rumah Persiraja dan Iwan Setiawan tim tamu Sriwijaya FC sama-sama optimis raih angka maksimal.

Khususnya arsitek Jaya Hartono, sambil mewanti-mewanti motivasi dan semangat juang pemain muda kubu lawan, namu kita ‘wajib’ memenangkan pertarungan penting, Sabtu malam di home sendiri.

Optimis mantan pelatih Persib Kang Jaya, yang juga didampingi kapten tim Fitra Ridwan Salam dalam temu media dimaksud.

Sembari menegaskan, meskipun persiapan menjelang laga dengan Sriwijaya sedikit kurang optimal dan tak bisa menurunkan 4 andalannya akibat Cedra (Conor), Muja, Yasvani dan Muamar.

Namun pemain pengganti 4 talenta yang berhalangan tampil sudah siap memeran tugas masing-masing dan bertekat memenangkan laga didepan publik sendiri, ‘yang dipastikan mendukung langsung dan mendoakan perjuangan M Revan dan kolega di SHD.

Sementara itu, “dalam temu Pers sesi kedua”. Pelatih Sriwijaya FC Iwan Setiawan sesumber mencuri poin dihome Persiraja, satu bahkan tiga poin mengapa tidak.
“Mengingat SHD (Stadion Lampineung) tak seangker lagi seperti beberapa tahun belakangan untuk tim Persiraja, bahkan di Liga2 2025/26 beberapa seterunya bisa mendulang poin di SHD baik satu bahkan tim tamu berhasil meraih kemenangan”.

Dengan demikian, keangkeran Stadion Lampineung yang sudah mulai meredup berpeluang besar anak-anak membuat kejutan dalam laga dimaksud nanti.

Apalagi, Joko S dan kawan-kawan dipastikan turun tanpa beban di laga tersebut, dimana dengan kekuatan talenta muda serta motivasi tinggi adalah modal berharga bagi pemain kami berbuat yang terbaik di Aceh.

Tentu ada yang terpenting lagi, yakni, ‘demi kebanggaan individu pemain, untuk tim dan keluarganya dalam menuntaskan 6 laga sisa di Liga2 2025/26, tukas Head Coach asal Sabang, Aceh itu, yang juga didampingi anak asuhnya, Iwan Bagus dikesempatan tersebut. (zm)

Babinsa Krueng Raya Komsos dengan Kader Posyandu dan Ahli Gizi, Dukung Kesehatan Ibu dan Anak

MEDIANAD.COM, SABANG – Babinsa 04 Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang, Sertu Hendra, melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama ibu-ibu kader Posyandu dan ahli gizi dari Puskesmas di Jurong Batu Singa Berfakta, Gampong Krueng Raya, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Senin (16/03/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mempererat hubungan silaturahmi antara Babinsa dengan masyarakat, khususnya para kader kesehatan yang selama ini berperan aktif dalam menjaga kesehatan ibu dan anak di lingkungan gampong.

Dalam kegiatan Komsos tersebut, Babinsa bersama kader Posyandu dan ahli gizi melakukan pendataan terhadap balita, ibu hamil, serta ibu menyusui yang ada di wilayah Gampong Krueng Raya.

Pendataan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat serta memudahkan pemantauan terhadap tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu.

Sertu Hendra mengatakan bahwa kegiatan komunikasi sosial ini merupakan bagian dari tugas pembinaan wilayah yang dilakukan Babinsa guna menjalin kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendukung berbagai program kesehatan di desa binaan.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antara Babinsa dengan kader Posyandu serta tenaga kesehatan, sehingga dapat bersama-sama mendukung upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak di wilayah,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kerja sama antara aparat kewilayahan, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan dapat terus terjalin dengan baik demi terciptanya masyarakat yang sehat dan sejahtera di Gampong Krueng Raya.(man)

Budiman Yunus Tangani Persiraja U-19, 1 April Kick Off EPA U-19 Liga2

0

Foto: Instagram Persib

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Persiraja Banda Aceh resmi menunjuk Budiman Yunus sebagai pelatih kepala tim akademi Persiraja Banda Aceh U-19 untuk menghadapi kompetisi Elite Pro Academy U-19 Championship musim 2026.

Penunjukan Budiman diharapkan mampu membawa pengalaman dan prestasi yang dimilikinya untuk mengembangkan potensi pemain muda Laskar Rencong. Pelatih kelahiran Lembang, Bandung, 5 Agustus 1972 itu dikenal memiliki rekam jejak yang cukup mentereng dalam pembinaan sepak bola usia muda.

Karier kepelatihan Budiman Yunus dimulai saat menangani klub Bandung FC pada 2011. Kemampuannya dalam meracik strategi dan membina pemain muda membuatnya dipercaya menukangi tim akademi Persib Bandung U-21 pada 2015.

Dua tahun berselang, Budiman kembali mendapat kepercayaan untuk menangani Persib Bandung U-19 pada periode 2017 hingga 2018. Di bawah kepemimpinannya, Persib U-19 berhasil meraih prestasi gemilang dengan menjuarai Elite Pro Academy Liga 1 U-19 2018.

Kesuksesan tersebut menjadi salah satu capaian terbaik dalam karier kepelatihan Budiman dan semakin mengukuhkan reputasinya sebagai pelatih spesialis pembinaan pemain muda.

Berkat catatan positif itu pula, Budiman kemudian dipercaya menjadi asisten pelatih tim senior Persib Bandung pada 2020.

Saat ini, Budiman juga tengah mempersiapkan skuad Timnas Pelajar Indonesia U-17 untuk tampil pada ajang Mikasa U-17 International Youth Cup 2026 yang akan berlangsung di Bangkok pada 23–28 Maret 2026.

Dengan pengalaman melatih di berbagai level dan keberhasilan mengantarkan tim muda meraih gelar juara, manajemen Persiraja berharap Budiman Yunus mampu membawa Persiraja U-19 tampil kompetitif serta melahirkan talenta muda potensial bagi masa depan sepak bola Aceh.

CEO EPA Persiraja U-19, Subagja, menjelaskan bahwa komposisi pemain yang disiapkan untuk kompetisi musim ini merupakan hasil seleksi ketat yang dilakukan tim pelatih.

“Pemain yang didaftarkan terdiri dari sekitar 50 persen pemain asal Aceh dan selebihnya merupakan pemain hasil seleksi oleh tim pelatih yang terdiri dari head coach Budiman Yunus, asisten pelatih Yudi Sulriatna, dan pelatih kiper Haryono,” ujarnya.

Sementara itu, Persiraja Elite Pro Academy (EPA) U-19 Liga Championship bergabung dalam Grup A, bersama PSPS Pekanbaru, Sumsel United, PSS Sleman dan Persiba Balikpapan.

Serta kick off berlangsung mulai 1 April hingga 6 Mei 2026 secara terfokus di Akademi Sepakbola Garudayaksa. (*/non)

Popular Posts

My Favorites

Disaksikan Menteri Ketenagakerjaan, M H I Aceh Teken Pakta Integritas Tentang...

0
MEDIANAD.COM: Komitmen terhadap integritas dan profesionalisme kembali ditegaskan oleh jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh. Salah satu Mediator Hubungan Industrial (MHI) di Provinsi...