Olahraga

Beranda Olahraga Halaman 9
Berita Olahraga

Budiman Yunus Tangani Persiraja U-19, 1 April Kick Off EPA U-19 Liga2

0

Foto: Instagram Persib

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Persiraja Banda Aceh resmi menunjuk Budiman Yunus sebagai pelatih kepala tim akademi Persiraja Banda Aceh U-19 untuk menghadapi kompetisi Elite Pro Academy U-19 Championship musim 2026.

Penunjukan Budiman diharapkan mampu membawa pengalaman dan prestasi yang dimilikinya untuk mengembangkan potensi pemain muda Laskar Rencong. Pelatih kelahiran Lembang, Bandung, 5 Agustus 1972 itu dikenal memiliki rekam jejak yang cukup mentereng dalam pembinaan sepak bola usia muda.

Karier kepelatihan Budiman Yunus dimulai saat menangani klub Bandung FC pada 2011. Kemampuannya dalam meracik strategi dan membina pemain muda membuatnya dipercaya menukangi tim akademi Persib Bandung U-21 pada 2015.

Dua tahun berselang, Budiman kembali mendapat kepercayaan untuk menangani Persib Bandung U-19 pada periode 2017 hingga 2018. Di bawah kepemimpinannya, Persib U-19 berhasil meraih prestasi gemilang dengan menjuarai Elite Pro Academy Liga 1 U-19 2018.

Kesuksesan tersebut menjadi salah satu capaian terbaik dalam karier kepelatihan Budiman dan semakin mengukuhkan reputasinya sebagai pelatih spesialis pembinaan pemain muda.

Berkat catatan positif itu pula, Budiman kemudian dipercaya menjadi asisten pelatih tim senior Persib Bandung pada 2020.

Saat ini, Budiman juga tengah mempersiapkan skuad Timnas Pelajar Indonesia U-17 untuk tampil pada ajang Mikasa U-17 International Youth Cup 2026 yang akan berlangsung di Bangkok pada 23–28 Maret 2026.

Dengan pengalaman melatih di berbagai level dan keberhasilan mengantarkan tim muda meraih gelar juara, manajemen Persiraja berharap Budiman Yunus mampu membawa Persiraja U-19 tampil kompetitif serta melahirkan talenta muda potensial bagi masa depan sepak bola Aceh.

CEO EPA Persiraja U-19, Subagja, menjelaskan bahwa komposisi pemain yang disiapkan untuk kompetisi musim ini merupakan hasil seleksi ketat yang dilakukan tim pelatih.

“Pemain yang didaftarkan terdiri dari sekitar 50 persen pemain asal Aceh dan selebihnya merupakan pemain hasil seleksi oleh tim pelatih yang terdiri dari head coach Budiman Yunus, asisten pelatih Yudi Sulriatna, dan pelatih kiper Haryono,” ujarnya.

Sementara itu, Persiraja Elite Pro Academy (EPA) U-19 Liga Championship bergabung dalam Grup A, bersama PSPS Pekanbaru, Sumsel United, PSS Sleman dan Persiba Balikpapan.

Serta kick off berlangsung mulai 1 April hingga 6 Mei 2026 secara terfokus di Akademi Sepakbola Garudayaksa. (*/non)

Persiapan FIFA Matchday dan PPA, Pemain Persiraja, Omid Dipanggil Timnas Afghanistan

0

“Gelandang kreatif Persiraja”, Omid Popalzay (kiri), dipanggil memperkuat Timnas Afghanistan national football team pada agenda FIFA Matchday sekaligus rangkaian Kualifikasi Piala Asia AFC yang digelar akhir bulan ini. (foto dok/mo persiraja)

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Kabar membanggakan datang dari skuad Persiraja Banda Aceh. Gelandang kreatif mereka, Omid Popalzay, resmi dipanggil memperkuat Afghanistan national football team pada agenda FIFA Matchday sekaligus rangkaian Kualifikasi Piala Asia /Pra Piala Asia (PPA) AFC yang digelar akhir Maret 2026, yang juga surat resmi pemanggilan pemain tersebut telah diterima manajemen Persiraja pada Rabu (11/3).

Siaran Pers MO tim, yang diterima awak media liputan Persiraja di Banda Aceh, Rabu malam. Sekum Rahmat Djailani menyebutkan, Omid dijadwalkan memperkuat timnas Afghanistan dalam dua pertandingan internasional melawan Myanmar national football team dan Syria national football team.

“Kita sudah menerima surat pemanggilan Omid untuk pertandingan FIFA Matchday. Sebagai tim tentu saja kita bangga memiliki pemain yang berlabel tim nasional aktif,” kata Rahmat Djailani.

Menurut Rahmat, pemanggilan ini menjadi bukti kualitas pemain Persiraja mampu bersaing di level internasional. Ia berharap pengalaman bermain bersama timnas dapat memberikan dampak positif bagi performa Omid ketika kembali memperkuat Laskar Rencong di kompetisi.

Omid Popalzay sendiri merupakan salah satu pemain penting di lini tengah Persiraja musim ini yang didatangkan pada paruh musim kedua. Kemampuannya mengatur tempo permainan serta visi menyerang yang tajam membuatnya menjadi andalan tim dalam sejumlah pertandingan Pegadaian Championship 2025/26.

Manajemen Persiraja pun memastikan akan memberikan dukungan penuh kepada sang pemain untuk menjalankan tugas negara bersama timnas Afghanistan. Klub berharap Omid dapat tampil maksimal serta membawa pulang pengalaman berharga yang nantinya bisa membantu Persiraja dalam menjalani sisa kompetisi musim ini. (**)

Jadi Sponsorship Terdepan, BSN Nilai Persiraja Sudah Dikelola secara Profesional, Akhyar juga Hadir di Bukber Persiraja

0

Buka puasa bersama, BSN dan Persiraja Banda Aceh. Serta penandatanganan naskah kerjasama (sponsorship) antara Managemen Bank Syariah Nasional (bsn) dengan Manajemen Persiraja, Minggu (8/3) 2026 di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh. (foto/mo persiraja)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Direktur Risk Management Bank Syariah Nasional (BSN) Beki Kanuwa menilai, Club Persiraja Banda Aceh sudah dikelola secara profesional, lewat manajemen yang solit dan terlihat komit melakukan pembinaan pemain secara berjenjang serta Persiraja, satu-satunya tim profesional di Aceh, yang juga didukung oleh seluruh pecinta sepak bola Aceh.

‘Dengan label Persiraja dan rantingnya yang tergolong tinggi, meskipun berkompetisi di Liga kasta kedua sepak bola Indonesia, tentu ikatan kerja sama antara BSN dengan tim yang berjulukan Laskar Rencong tersebut, dipastikan saling menguntungkan kedua belah pihak, baik segi bisnis, UMKM serta bidang lainnya.

Jelas Beki Kanuwa, kepada awak media, usai buka puasa bersama BSN dan Persiraja, Minggu (8/3) 2026 di permukaan lapangan Stadion H Dimurthala Lampineung, Banda Aceh.

Serta disore minggu tersebut, dilakukan penandatanganan domain kerja sama antara Management BSN dengan Manajemen Persiraja, sekaligus BSN dalam kesempatan itu langsung mengkucurkan anggaran Rp 5 Milyar.

Yang juga label sponsorship tersebut, lanjutan dari Bank Konvensional Bank Tabungan Negara (BTN) sebelumnya, yang berubah kesistem oprasional BSN. “Sekaligus BSN menyantuni anak yatim dan ceramah singkat oleh ustazd muda diluar serangkaian kegiatan serimoni lainnya diacara bukber dimaksud”.

Sementara itu, Direktur Keuangan Persiraja, Razami Dek Cut, mengucapkan terima kasih kepada management BSN secara keseluruhan, yang telah mendukung perjalanan tim Persiraja dalam bentuk sponsor ship terdepan dan dukungannya juga dalam bentuk finansial.

Tentu dukungan BSN secara penuh, akan menambah motivasi pemain saat berjuang di lapangan serta semakin menguatkan manajemen tim dan keoptimistis Persiraja mampu berbuat yang terbaik di Pengadaian Championship 2025/26, ujar Dek Cut.

Disisi lain dan disela-sela buka puasa bersama tersebut juga terlihat, pelatih Persiraja sebelumnya, Akhyar Ilyas duduk berdampingan semeja dengan pelatih saat ini, Jaya Hartono, bersama pelatih kiper M Yasir, asisten pelatih, Wahyu AW, Feri Ferdinan dan Wapres Bos Yudi.

Bahkan melihat Coach Akhyar datang, seluruh pemain Persiraja bangun menyalami mantan pelatihnya itu, seperti ciri khasnya coach Akhyar, berjegot dan memakai peci haji. (zm)

“Membanggakan”, Talenta EPA U-19 Persiraja Perkuat Timnas Pelajar 2026

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Kabar membanggakan datang dari Aceh. Suhada, remaja asal Bireuen yang kini terdaftar sebagai pemain Elite Pro Academy (EPA), terpilih memperkuat Timnas Pelajar Indonesia U-17 yang akan berlaga pada ajang Mikasa Cup U17 dan Volt11 Eleven International 2026 di Bangkok, Thailand, 23–29 Maret mendatang.

Suhada terpantau berkat penampilan impresifnya saat mengikuti seleksi Elite Pro Academy (EPA) Persiraja U-19 di Stadion H. Dimurthala Lampineung. Kemampuannya dalam mengontrol bola serta karakter agresif sebagai striker mencuri perhatian tim pelatih.

Pelatih Kepala Timnas Pelajar Indonesia U-17, Budiman Yunus—mantan pemain Persija Jakarta dan Persib Bandung—mengaku melihat potensi besar dalam diri pemain kelahiran 2009 tersebut. Ia pun memutuskan membawa Suhada untuk memperkuat skuad Garuda Muda di turnamen sepak bola pelajar Asia tersebut.

Sebelum bertolak ke Thailand, Suhada bersama puluhan pemain lainnya akan mengikuti pemusatan latihan (training camp) di Cirebon, Jawa Barat, pada 9–15 Maret.

Siaran Pers manajemen Persiraja yang diterima awak media liputan tim yang berjulukan Laskar Rencong dimaksud, Sabtu siang.

Presiden Club, H Nazaruddin Dek Gam mengharapkan, Suhada dapat mengikuti jejak para seniornya asal Aceh seperti Ismed Sofyan, Zulfiandi, hingga pemain jebolan Persiraja lainnya yang telah menembus level lebih tinggi.
Dek Gam menyambut positif pemanggilan Suhada.

Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa seleksi EPA Persiraja U-19 berjalan efektif dalam menjaring talenta muda potensial. “Semoga Suhada dapat menorehkan prestasi gemilang di Thailand dan membanggakan masyarakat Aceh serta Indonesia,” ujarnya.

Sebagai penyerang, Suhada diharapkan mampu menjadi goal getter dan menambah daya gedor Timnas Pelajar Indonesia U-17. Di ajang tersebut, Indonesia akan menghadapi tim tuan rumah Chonburi FC—juara Nusantara Open 2025—serta tim undangan asal Jepang, Nagoya FC. (*)

“Arti Tiga Poin Penting Persiraja atas Persikad Sebelum Jeda Kompetisi”

0

Al-Muzani Mujen, Connor Flynn, Juan Mera dan kawan-kawan semakin optimis menjalani 6 laga sisa Kompetisi Liga2 Pengadaian Championship 2025/26 usai Hari Raya Idul Fitri, 1447 Hijriah/2026 Masehi. (foto/ist)

MEDIANAD.COM:Persiraja Banda Aceh berhasil memenuhi ambisinya menang di kandang Persikad Depok dalam laga pekan ke-21 putaran ketiga Pengadaian Championship 2025/26, yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/02) malam (usai shalat tarawih waktu pulau jawa).

Sekaligus memperpanjang tren kemenangan yang diraih Fitra Ridwan,cs pada putaran satu dan dua dengan skor identik 1-0 atas tim yang sekarang ditangani mantan pelatih Persiraja rahun 2024 Achmad Zulkifli.

Bahkan pada putaran ketiga, anak asuhan Jaya Hartono melumat tuan rumah 3-2 dalam laga dan saling membalas gol tersebut.
Aktornya dua pemain berpaspor luar Negeri tim yang berjulukan lantak laju Persiraja yang ditakuti Coach Persikad, Ahcmad Azul.

Yakni Connor Flynn dan Juan Mera yang menjadi mimpi buruk bagi skuad Persikad, dimana Flynn berhasil menciptakan dua dan Mera satu gol dalam laga sengit tersebut, serta satu drama kartu merah untuk Frank Sokoy Persiraja.

Hasil manis tersebut juga raihan poin penuh dalam tiga laga putaran3 dibawah pelatih anyar Jaya Hartono, membuka asa lanjutan bersaing dipapan atas grup barat, serta kemenangan penting menjelang jeda kompetisi, sisa hari bulan puasa dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. (zm)

Persiraja Incar Kemenangan atas Tuan Rumah Persikad

0

Pemain Persiraja Banda Aceh optimis dapat meraih poin atas tuan rumah Persikad Depok. (foto/mo persiraja)

MEDIANAD.COM: Persiraja Banda Aceh incar kemenangan ketiga atas Persikad Depok dalam laga pekan ke-21 Pengadaian Championship 2025/26, yang akan berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/02) malam (usai shalat tarawih waktu pulau jawa).

Sekaligus menjaga tren kemenangan yang diraih Fitra Ridwan,cs pada putaran satu dan dua dengan skor identik 1-0 atas tim yang sekarang ditangani mantan pelatih Persiraja rahun 2024 Achmad Marzuki.

Persikad yang saat ini satu tingkat dibawah Persiraja, lewat koleksi 26 poin pada klasmen Grup Barat bisa saja mengkudeta posisi anak asuhan Jaya Hartono, jika berhasil meraih poin penuh dalam pertandingan penting, Sabtu minggu malam nanti.

Namun tak mudah, mengingat tim tamu asal Aceh Persiraja. “Jauh-jauh hari sudah memasang tekat raihan poin sempurna dalam laga tersebut”.

Sekaligus menghapus kekecewaan, Ariel Kurung dan kolega atas hasil minor saat dijamu Bekasi City pada pekan ke-20 dan kehilangan dua poin home dari PSPS pada laga perdana putaran ketiga dua pekan lalu, serta mengakhiri laga dengan hasil positif sebelum jeda Liga Championship, selama sisa bulan puasa dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 2026.

Tukas pelatih Persiraja, Jaya Hartono kepada awak media, Jumat kemarin di Jabar, sekaligus mengingatkan anak asuhannya tetap mewaspadai pergerakan seluruh pemain Persikad sepanjang pertandingan. (zm)

“Acap Kali Dicurangi Wasit”, Perjuangan Persiraja Lolos ke BRI Super League Semakin Berliku

0

Pemain Persiraja, Connor Flynn dan kawan-kawan sudah berjuang maksimal tiap laga, “namun hasilnya sering dikhianati oleh kepemimpinan wasit yang buruk dan tatakelola Liga2 jauh dari jalur profesional”. (foto/ist)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: “Perjuangan Persiraja Banda Aceh promosi ke BRI Super League musim depan nampaknya semakin berliku, setelah acap kali dijegal secara terang-terangan oleh korop baju kuning/hitam (wasit)”, baik di laga home apalagi away/tandang.
Wajar Presiden klub yang berjulukan _Laskar Rencong_ tersebut, Nazaruddin Dek Gam sering kesal dan mencak-mencak terhadap kepemimpinan wasit di Pengadaian Championship 2025-2026.

Percuma menyiapkan anggaran puluhan milyar rupiah untuk tim Persiraja dan memasang target promosi ke Liga1, “ujung-ujungnya hasil pertandingan sudah ditentukan oleh mafia wasit dan perangkat perrandingan”, bahkan dengan menghalalkan segala cara, termasuk secara terang-terangan wasit mengkhianati tehnologi VAR untuk memenangkan tim tertentu, kesal Dek Gam, yang juga sudah berulang kali menyindir
kepemimpinan wasit, usai bertugas jauh dari aturan fair play (tidak adil/sportif) alias dalam mengambil keputusan sering merugikan tim Persiraja, baik saat menjamu tamunya di home apalagi bertanding dikandang lawan selama tiga putaran Pengadaian Championship 2025/26.

Teranyar dan murka kubu Persiraja terhadap kepemimpinan wasit yang penuh drama dan merugiikan Persiraja adalah, Agus Fauzan Arifin. Dimana Wasit yang sebelumnya bertugas di Liga1 dan turun pangkat ke Liga2 tersebut akibat tak becus memimpin sejumlah pertandingan. Memimpin laga tuan rumah FC Bekasi City versus Persiraja di Stadion Ptriot, Chandrabhaga, Minggu (22/02) malam.

Serta hasil akhir laga yang penuh kontroversial tersebut alias ulah kepemimpinan wasit “nakal”, Persiraja Banda Aceh harus pulang tanpa poin, usai takluk 1-0 dari tuan rumah Bekasi City.

Dalam laga yang berlangsung dengan tempo tinggi sejak kick off.

Kedua tim sama-sama tampil menyerang dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, laga tersebut diwarnai sejumlah keputusan wasit Agus Fauzan Arifin yang menuai sorotan publik dalam laga itu.

Pelatih Persiraja, Jaya Hartono, menilai pertandingan sebenarnya berjalan menarik dan enak ditonton. Akan tetapi, ia menyayangkan sejumlah keputusan wasit yang dinilainya merugikan timnya.

“Sebenarnya pertandingan tadi itu enak ditonton, dari babak pertama dan babak kedua, kita saling serang, mereka menyerang kita juga menyerang, peluang juga kita banyak. Tapi keputusan-keputusan wasit tidak ada yang adil. Sebelum gol terjadi itu sudah ada pelanggaran lebih dulu, bagaimana dia tidak melihat VAR, hanya mendengar-mendengar. Cek dulu VAR, karena kejadian gol itu cukup fatal buat kita,” ujar Jaya Hartono seusai pertandingan.

Menurutnya, sebelum proses gol terjadi, ada dugaan pelanggaran lebih dahulu yang luput dari perhatian perangkat pertandingan. “Kita tidak ada yang bergerak, karena sudah ada pelanggaran lebih dulu oleh Eze pakai tangan, bagaimana. Tidak ada VAR,” lanjutnya.

Legenda sepakbola Indonesia itu juga bahkan secara tegas menyebut keputusan-keputusan wasit tersebut telah merusak jalannya pertandingan.

“Makanya sepakbola kita itu rusak, gara-gara ini (wasit), yang tadinya enak ditonton, keputusan-keputusan wasit perlu dipertanyakan, ini merugikan sekali. Selamat buat Bekasi lah, sudah menang dengan kontroversial,” tegasnya.

Selain momen gol, Jaya juga menyoroti insiden pelanggaran di lini tengah yang menurutnya berpotensi membahayakan pemainnya dan menyelamatkan pemain FC Bekasi City dari kartu merah yang sudah mendapat kartu kuning pertama.

“Pelanggaran yang di tengah oleh Dias Angga itu berbahaya sekali, tidak ada kartu sama sekali, karena bila dia kasih kartu (kuning kedua) bisa jadi kartu merah,” katanya.

Di sisi lain, ia mengakui timnya sudah berusaha keras menekan pertahanan lawan sepanjang laga. Namun upaya tersebut tak membuahkan hasil.

“Kita sudah cukup berusaha menekan pertahanan lawan. Tapi ya begitulah, kita tidak bisa menembus, karena pemain Bekasi banyak membuang-buang waktu dengan pura-pura cedera, jatuh. Itu kan merugikan kami, dan menurunkan motivasi kita untuk menyerang lagi. Itu yang membuat kita gagal menembus pertahanan mereka,” ujarnya.

Senada dengan sang pelatih, pemain Persiraja, Ariel Kurung, menilai timnya sebenarnya tampil cukup baik, namun keputusan wasit memengaruhi konsentrasi pemain di lapangan.

“Kita bermain cukup bagus, yang bikin tidak enak, keputusan-keputusan wasit yang merugikan kita. Kebobolan itu juga karena kita kehilangan fokus akibat keputusan-keputusan referee,” pinta Ariel dalam nada kesal. (**)

Bentrok Minggu Malam, Persiraja Incar Poin Maksimal di Home Bekasi City

0

Pemain Persiraja Banda Aceh, lakukan latihan ringan di Stadion Patriot Candrabhaga, Sabtu (21/02) 2026. (foto/mo persiraja)

MEDIANAD.COM: Persiraja Banda Aceh yang menyertakan 22 skuad terbaik ke Bekasi, optimis dapat meraih angka maksimal kala bentrok dengan tuan Rumah FC Bekasi City di Stadion Patriot Candrabhaga, Kabupaten Bekasi Jawa Barat (Jabar), Minggu (22/02/2026) (kick off bakda shalat taraŵih seputar Jabar) pukul 20.30 Wib.
Dimana dalam temu media menjelang laga tersebut, Sabtu sore. Pelatih Persiraja Jaya Hartono mengatakan.

Skuadnya sudah siap tempur dan siapa saja yang diturunkan sudah siap menampilkan penampilan terbaik, guna mengamankan angka maksimal.

Ujar Coach Jaya Hartono, yang juga mengakui. Kekuatan tuan rumah Bekasi City yang menghuni peringkat 4 wilayah Barat akan menyulitkan perjuangan anak asuhnya.

Namun sudah menyiapkan strategi, bagaimana M Revan,cs meredam kekuatan Ramadhan Madon, dkk dalam laga penting kedua tim tersebut, untuk mengoleksi poin tambahan.

Sementara perwakilan pemain Persiraja, Ariel Kurung dalam temu media singkat itu mengatakan. “Saya dan rekan-rekan sudah siap mengaplikasikan vakem yang diterapkan oleh Head Coach kami”.

Apalagi, lewat dukungan fans Persiraja dan masyarakat Aceh secara umum, Mudah-mudahhan menggapai target di home Bekasy City, tutup pemain muda Persiraja itu singkat. (zm)

Para Ketua DPD PAN, Banda Aceh Aminullah Usman, Pijay Hasan Basri dan Ini 17 Ketua DPD Lainnya Hasil Penetapan DPP

0

Ketua DPP PAN, Zulkifli Hasan bersama Ketua DPW PAN Aceh, Nazaruddin Dek Gam, mengikuti Rakor DPW PAN Aceh melalui sambungan zoom dari Jakarta
Minggu (15/02) 2026 serta foto ketua harian, Razami Dek Cut menyampaikan arahan secara langsung saat serimoni pembukaan Rakor di aula kantor DPW PAN Aceh, Banda Aceh. (foto/tangkapan layar)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: KETUA Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan secara resmi menetapkan susunan Ketua, Sekretaris dan Bendahara (KSB) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) untuk 19 Kabupaten/Kota se Aceh periode lima tahun mendatang, serta dari sosok ketua, Sekretaris dan Bendahara dalam pengurus harian yang ditetapkan, mayoritas diisi oleh wajah baru.

Kecual beberapa ketua DPD, yakni H Aminullah Usman, SE,Ak,MM (Banda Aceh) Hasan Basri, ST,MT (Pidie Jaya) dan Irpannusir Rasman, S.Ag, SE (Aceh Selatan) yang diumumkan, usai jajaran pengurus mengikuti rapat koordinasi secara virtual bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP), yang berlangsung di Kantor DPW PAN Aceh, Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Minggu (15/2/) 2026.

Yang juga Ketua DPP yang akrab disapa Zulhas, mengikuti jalannya Rakor melalui sambungan Zoom dari Jakarta, serta didampingi Ketua DPW PAN Aceh, H Nazaruddin Dek Gam juga sejumlah pengurus DPP partai dimaksud.
Dalam Rakor tersebut, Ketua Harian DPW PAN Aceh, Razami Dek Cut, SE menyampaikan. “Penetapan ini merupakan bagian dari pengumuman serentak struktur KSB DPD PAN di seluruh Aceh”, ujar ketua harian yang masih segar dan muda Dek Cut dalam nada optimis.
Sembari menambahkan, dari total 23 kabupaten/kota kepengurusan DPD PAN se Aceh, sebanyak 19 daerah telah resmi ditetapkan kepengurusannya, sementara empat daerah lainnya masih dalam tahap proses penyelesaian.

“Tadi sudah diumumkan para calon yang ditetapkan, dari 23 kabupaten/kota tadi ditetapkan 19 kabupaten/kota, kemudian sisanya sedang berproses,” ungkap Politosi yang bergelar SE Dek Cut.

Dalam kesempatan itu juga mengharapkan, lewat semangat baru. “Roda organisasi partai dapat bergerak lebih cepat, baik dalam penguatan internal maupun pelayanan kepada masyarakat”.

Mudah-mudahan dengan penetapan ini kami bisa lebih cepat bekerja, tentunya untuk organisasi partai, juga untuk kami bisa terus membantu rakyat, pinta Dek Cut.
Sementara itu, dikesempatan Rakor tersebut, Sekretaris DPW PAN Aceh, Jeffry Sentana juga menyebutkan. Penunjukan pimpinan KSB DPD di 19 kabupaten/kota merupakan agenda rutin organisasi dalam rangka persiapan menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg) 2029.

Jeffry menyebutkan bahwa empat pimpinan DP D yang belum ditunjuk hingga saat ini masih dalam proses, karena pihaknya masih menunggu calon-calon yang mendaftar sebagai formatur.

Menurutnya, komposisi kepengurusan KSB DPD PAN se-Aceh kali ini didominasi wajah baru, meski tetap mempertahankan sejumlah figur senior yang memiliki rekam jejak dan pengalaman di partai.

“Jadi masih ada diisi dengan wajah lama yang masih bisa kita pertahankan karena dengan memikirkan track record beliau-beliau itu sebagai senior, namun juga banyak juga wajah baru yang diisi untuk mengisi kekosongan yang sebelumnya. Didominasi banyak wajah baru,” katanya.
Jeffry menambahkan, sebagian pengurus yang ditunjuk merupakan kader internal, sementara sebagian lainnya berasal dari eksternal, termasuk dari partai politik lain.
“Sebagian mereka kader, sebagian juga ada yang eksternal dari antar partai politik,” cetusnya.

Ia menegaskan, langkah konsolidasi ini bertujuan untuk memenuhi kelengkapan struktur organisasi sebagai syarat kepesertaan Pemilu 2029, sekaligus memperkuat target politik partai di Aceh.

Di mana, pada Pileg 2029 nanti pihaknya menargetkan mampu menjadi pimpinan di DPRA dan mendapatkan dua kursi DPR RI, yakni satu kursi dari Dapil 1 dan satu kursi dari Dapil 2. Termasuk adanya penambahan anggota DPRK di kabupaten/kota se-Aceh.

Selain fokus pada penguatan organisasi, DPW PAN Aceh juga meminta para pengurus baru untuk aktif membantu masyarakat, khususnya yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh.

Kita berharapm, Ketua, Sekretaris Bendahara serta pengurus DPD Kabupaten dan Kota yang baru dan telah terpilih, cepat tanggab serta turun ke masyarakat untuk melakukan aksi solidaritas kepada saudara-saudara kita yang sedang dalam masa pemulihan pasca musibah banjir dan longsor, ungkap Jeffry, yang juga saat ini menjabat sebagai Walikota Langsa.

Berikut daftar lengkap Pimpinan DPD PAN 19 kabupaten/kota di Aceh
1. Aceh Barat
Ketua: Siti Ramazan
Sekretaris: Arhammar Ridho
Bendahara: M Jusuf Darusman

2. Aceh Besar
Ketua: Abdul Mucthi
Sekretaris: T Rusta Firdaus
Bendahara: M Faisal

3. Aceh Jaya
Ketua: T Irfan TB
Sekretaris: Reza Gunaivy
Bendahara: M Amin J

4. Aceh Selatan
Ketua: Irpannusir
Sekretaris: T Irwandi
Bendahara: Mukhsin

5. Aceh Tamiang
Ketua: Asrizal H Asnawi.
Sekretaris: Desi Amelia
Bendahara: Jamil Hasan

6. Aceh Tengah
Ketua: Seven Cebro Kobat
Sekretaris: Saradi Wantona
Bendahara: Syahrian Fahri

7. Aceh Tenggara
Ketua: Rasyid Efendi
Sekretaris: Gegoh Mustawa Madya
Bendahara: Sahroni

8. Aceh Timur
Ketua: Hamdani A Gani
Sekretaris: Teuku Oktaranda
Bendahara: Andi Muhammad

9. Aceh Utara
Ketua: Fakhrurrazi
Sekretaris: M Aswadi
Bendahara: Faisal Muddin

10. Bener Meriah
Ketua: Muklis
Sekretaris: Usaili
Bendahara: Mazmin Putra

11. Bireuen
Ketua: Iswahyudi
Sekretaris: Edi Supriayadi
Bendahara: Surya Yunus

12. Gayo Lues
Ketua: Muhammad Amru
Sekretaris: Erwansyah
Bendahara: Bukhari Erwansyah

13. Pidie
Ketua: Amiruddin
Sekretaris: Jailani
Bendahara: Hizbullah

14. Pidie Jaya
Ketua: Hasan Basri
Sekretaris: Samsul Bahri
Bendahara: Irsalil Siddiq

15. Simeulue
Ketua: Sunardi
Sekretaris: Zainuddin
Bendahara: Ahmad Fuad MR Ibrahim

16. Banda Aceh
Ketua: Aminullah Usman
Sekretaris: Auli Afridzal
Bendahara: Yusnimar

17. Lhokseumawe
Ketua: Hery Herman Saputra
Sekretaris: Ilham Firdaus
Bendahara: Muhammad Wali Al Khalidi

18. Sabang
Ketua: Zulkifli H Adam
Sekretaris: Burhan
Bendahara: Ridwan

19. Langsa
Ketua: Melvita Sari
Sekretaris: Munandar
Bendahara: Muammar Yasya Aulana. (zm/rel)

Jamu PSPS Sabtu Malam, Pelatih Jaya Hartono Minta Dukungan Fans Persiraja

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Dengan dukungan penuh suporter di Lampineung, Persiraja berharap, ujian perdana Jaya Hartono bisa berbuah manis juga sang pelatih pun meminta doa dan dukungan dari fans Persiraja dan pecinta sepakbola di Aceh secara umum.

Kami akan berjuang habis-habisan. Mohon doa dan dukungan dari masyarakat Banda Aceh dan suporter. Kami akan berjuang sampai akhir pertandingan ujar Coach Jaya Hartono dalam sesi jumpa media di Kyriat Muraya Hotel, Banda Aceh, kemarin pagi.

Pertandingan kontra PSPS pun menjadi panggung awal pembuktian bagi mantan besutan Persib Bandung dimaksud, apakah sentuhan perdananya mampu langsung memberi dampak bagi skuad yang berjulukan Laskar Rencong.

Ujian Perdana Pelatih JH Dimana laga Persiraja Banda Aceh kontra PSPS Pekanbaru di Stadion H. Dimurthala, Sabtu malam (14/2) pukul 20.30 WIB nanti, bukan sekadar pertandingan pembuka putaran ketiga Championship 2025/26. Duel ini menjadi ujian perdana bagi pelatih anyar Laskar Rencong, Jaya Hartono (JH).

Setelah kurang lebih 10 hari menangani tim sejak resmi ditunjuk, Jaya akhirnya akan memimpin Persiraja dalam pertandingan kompetitif pertamanya. Ia mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan manajemen dan siap menjawabnya dengan kerja maksimal.

“Pertama terima kasih sudah diberikan kepercayaan kepada saya untuk menangani tim. Ini pertandingan pertama saya. Lebih kurang hari ini sudah 10 hari sejak penunjukan pelatih,” ujar Jaya.

Dalam masa persiapan singkat tersebut, ia memastikan kondisi tim dalam keadaan siap tempur. Seluruh pemain dinilai berada dalam kondisi baik, meski satu nama harus absen.

“Persiapan terus kita lakukan sampai menjelang hari H. Saya melihat semua kondisi pemain sangat bagus, semua siap diturunkan. Cuma ada satu pemain yang kena akumulasi, yaitu Revan, dan dia dipastikan tidak bisa turun nanti malam,” jelasnya.

Sebagai pelatih baru, Jaya menegaskan tidak akan melakukan perubahan drastis terhadap filosofi permainan yang sudah dibangun sebelumnya. Ia memilih menjaga kestabilan tim agar tidak mengganggu mindset para pemain.

“Filosofi yang sudah dibangun selama ini tidak akan saya ubah. Kalau dirubah, nanti mindset pemain berubah lagi,” tegasnya.

Namun, ada satu aspek penting yang menjadi perhatian seriusnya: cara bertahan. Dari hasil evaluasi pertandingan terakhir melawan PSPS, Jaya menilai ada celah yang tidak boleh terulang.

“Pada saat defend, sementara kita sudah unggul, lawan begitu gampang memasukkan bola ke gawang kita. Inilah kekurangan yang saya perbaiki selama ini. Mudah-mudahan tidak terulang lagi,” katanya.

“Seperti dirilis dalam siaran Pers MO Persiraja yang diterima awak media liputan Persiraja, Sabtu siang”. Duel ini juga menjadi penting karena berlangsung tepat sebelum memasuki bulan Ramadan. Tambahan tiga poin akan menjadi modal berharga bagi Persiraja dalam persaingan ketat di putaran ketiga. Sementara itu, pemain Muammar Khadafi dikesempatan tersebut mengtakan bahwa, “laga ini memiliki arti besar bagi tim”.

Pertandingan nanti malam (Sabtu 14/02-Red) sangat penting buat kita, karena ini pertandingan pertama di putaran ketiga. Semua tim bakal ‘bunuh-bunuhan’ untuk berada di peringkat pertama. Insya Allah kita akan melakukan yang terbaik untuk tim dan masyarakat Aceh,” pintanya singkat. (**)

Popular Posts

My Favorites

Babinsa Koramil 02/Sukakarya Dampingi Petani Sayur Bersihkan Lahan, Dorong Ketahanan Pangan...

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan hasil pertanian masyarakat, Babinsa Gampong Aneuk Laot, Serka Insarlin dari Koramil 02/Sukakarya, Kodim 0112/Sabang,...