Pemerintah

Beranda Pemerintah Halaman 18
Berita Pemerintahan

Sudah Sesuai dengan Izin Mendagri, GePIM Desak Gubernur Aceh Segera Lantik Pejabat Eselon II,III dan IV

0

Ketua Gepim Zulhadi

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH:KETUA Gerakan Pemuda Iskandar Muda (GePIM) Zulhadi mendukung Pemerintah Aceh sekarang ini mualem dan Dekfadh, Dimana GePIM Aceh Memintak kepada Gubernur Aceh Mualem-Dekfat Dalam Kerja Kedepan Mualem – Dekfad harus fokus Pada Pembenahan di dalam Pemerintah Aceh baik pengisian pejabat yang telah lama kosong yaitu posisi Sekda Aceh dan para SKPA maupun Kabid dan Kasi yang telah lama kosong dan sudah lama pansiun dari ASN ujarnya.

Zulhadi juga mengatakan polimik yang terjadi dengan pergantian Eslon II,III dan IV Sekda Aceh sekarang telah terjadi kegaduhan baik dari Para SKPA maupun dari intenal Pemerintahan itu sendiri dan akan berdampak kepada Pembagunan aceh kedepan.ujar ketua GePIM Aceh.

Ketua GePIM Telah Membaca di beberapan media baik elektronik maupun media cetak,mendengar dan Melihat langsung tendang ke gaduhan pelantikan pejabat eslon baik dari eslon II.III dan IV tersebut,walaupun dalam hal pelantikan tersebut telah mendapatkan izin resmi dari kemendagri terkaid pelantikan pejabat eslon tersebut ujar zulhadi.

Gepim Mengharapkan kepada Gubernur Aceh untuk segera melakukan pelantikan terhadap pejabat yang telah mendapat izin dari kemendagri,supaya pemerintahan berjalan normal kembali waluapun kita ketahui sekarang ini banyak pejabat baik Eslon I,II,III dan IV, masih kosong yang selama ini di duduki oleh PLT baik sekda mau SKPA,Sekdis dan Kabid bahkan ada kasubag umum.dan Hukum masih banyak yang belum.terisi ujar zulhadi.

Gerakan Pemuda Iskandar muda(Gepim) Memintak kepada Gubernur Aceh tidak perlu takut terhadap terhadap tekanan oleh oknum yang tidak bertanggujawab yang akan merusak stabilitas pemerintahan yang Mualem dan Dek Fad pimpin sekarang ini, bahkan bukan itu saja ada pihak yang menyebarkan surat izin untuk pelantikan ke publik,berati dalam pemerintah Aceh sekarang ini atau Para SKPA atau Sekdis,Kabid yang berkihanat terhadap kebijakan pemerintahan Mualem-Dekfad yang dipimpin sekarang ini kata ketua Gepim Aceh Zulhadi, lewat siaran persnya yang diterima online ini, Minggu siang. (rel)

Lepas JCH Aceh Kloter I, Mualem: Hadapi Persoalan dengan Sabar

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, atau akrab disapa Mualem menghadiri acara pelepasan pemberangkatan jemaah calon haji (JCH) Embarkasi Aceh kloter 1 Tahun 2025, di Aula Jeddah Asrama Haji Banda Aceh, Sabtu, 17 Mei 2025.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Mualem memberikan sejumlah pesan kepada 393 JCH Aceh Kloter 1 yang seluruhnya dari Kota Banda Aceh.

Di antara pesan yang disampaikan Mualem adalah pentingnya menjaga keikhlasan dan kesabaran saat berada di Tanah Suci.

Menurut Mualem, nantinya para jamaah akan menghadapi berbagai situasi kurang nyaman selama di Tanah Suci. Mulai dari antrean panjang di berbagai kegiatan, berdesakan, menu makan yang monoton dan berbagai hal lainnya yang bisa memicu rasa marah dan mengeluh.

“Jangan sampai marah, kita dalam melaksanakan ibadah haji harus sabar dan ikhlas serta bertawakkal kepada Allah,” kata Mualem.

Mualem mengatakan, jika para jamaah mampu menerapkan sifat sabar dan ikhlas selama melaksanakan rangkaian ibadah haji, ia yakin haji mabrur bisa diperoleh setiap jamaah haji Aceh.

Mualem juga mengingatkan agar saling menjaga dan tolong menolong antar sesama jamaah, terutama para jamaah lansia dan disabilitas.

Ia meminta jamaah menjaga kesehatan fisik agar seluruh rangkaian ibadah dapat terlaksana dengan baik.

“Mungkin tahun ini adalah haji akbar, pahala ibadahnya lebih baik 70 ribu kali,” kata Mualem.

Dalam kesempatan itu, Mualem juga menginformasikan kabar gembira kepada para JCH Aceh bahwa uang saku dari Wakaf Baitul Asyi yang diterima setiap jamaah Aceh bertambah dari 1.500 Riyal menjadi 3.000 Riyal.

“Insya Allah pengelola Wakaf Baitul Asyi atas permintaan Pemerintah Aceh berkenan menambah uang saku untuk jamaah haji Aceh,” kata Mualem.

Sementara itu, Kepala Badan Penyelenggara Haji Republik Indonesia (BPH RI), KH. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim yang melepas para JCH Aceh kloter 1 calon haji kloter 1 mengharapkan keberangkatan jamaah haji membawa tiga kesuksesan, yaitu sukses ibadah, sukses ekonomi dan sukses peradaban.

“Sukses ibadah kita harap seluruh jamaah mampu menuntaskan seluruh rukun haji dengan lancar, kemudian sukses ekonomi kita harap ada perputaran uang dari jamaah yang bisa dirasakan masyarakat,” sebut K.H. Irfan Yusuf.

Sementara sukses peradaban, K.H. Irfan Yusuf menjelaskan para jamaah yang pulang dari melaksanakan ibadah haji mampu membawa manfaat dan keberkahan untuk masyarakat di sekitarnya.

Acara pelepasan JCH Aceh kloter 1 dihadiri Staf Ahli Menteri Agama RI, Faisal Ali Hasyim; Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal; Anggota DPR Aceh, Ilmiza Saaduddin Djamal; Kakanwil Kemenag Aceh, dan para pejabat lainnya. (*)

Nathania Putri Diwansyah, Putri Asli Gampong Cot Lamkuweuh terpilih Mengikuti Seleksi Paskibraka Nasional 2025

0

Nathania Putri Diwansyah, yang juga remaja asli kelahiran Gampong Cot Lamkuweuh, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, terpilih untuk mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) Tingkat Nasional tahun 2025 (foto/ist)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Nathania Putri Diwansyah, yang juga remaja asli kelahiran Gampong Cot Lamkuweuh, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, terpilih untuk mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) Tingkat Nasional tahun 2025.

Nathania terpilh bersama 3 siswa lainnya mewakili Provinsi Aceh yang akan bersaing dengan calon Paskibraka lainnya dari 38 Provinsi se Indonesia.

Tiga siswa lainya yang terpilih adalah Muhammad Ridho dari SMA Modal Bangsa, Raihan Aqso dari SMA 2 Banda Aceh dan Syifa Shabrina dari SMA 1 Lhokseumawe
Nathania Putri sendiri adalah Siswa Kelas 1 SMA Negeri 1 Banda Aceh dan kelahiran, tanggal 17 Mei 2009 Gampong Cot Lamkuweuh serta buah hati pasangan Diwarsyah-Dian Octarini dimana Nathania berhasil menyisihkan puluhan peserta seleksi lain dari Seluruh Aceh.

“Alhamdulillah bersyukur kepada Allah atas kesempatan yang diberikan, tentu saja ini tidak terlepas dari Izin Allah SWT serta dukungan dari keluarga”, ujar Natha panggilannya sehari-hari.

Alumni SMP Negeri 6 Banda Aceh ini juga tidak menyangka akan terpilih untuk Seleksi Nasional.

“Tidak menyangka, yang penting saya bersungguh-sungguh, berdoa dan memberikan usaha yang terbaik, keputusan saya serahkan kepada Allah SWT, dan Alhamdulillah diberikan Jalan”, ujar dara kelahiran 17 Mei 2009 ini.

“Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk terpilih sebagai anggota Paskibraka Nasional tahun 2025. “saya akan mengerahkan semua kemampuan, dan saya sangat bersyukur kedua orang tua saya dan keluarga sangat mendukung, dan mudah-mudahan saya bisa membanggakn daerah”, tambah Thania lagi.

Dihubungi Terpisah Ketua PKK Gampong Cot Lamkuweuh, Nuraini merasa Bangga atas terpilihnya Nathania untuk mengikuti Seleksi Paskibraka tingkat Nasional.

“Tentu saja ini sebuah kebanggaan bagi Gampong kami, walaupun tidak ada kontribusi langsung, tapi kami turut mensuport apapun yang kami bisa agar Nathania bisa terpilih nanti di tingkat nasional”, Ujar Ibu Keuchik Gampong Cot Lamkuweuh.

Nuraini juga Berharap akan semakin banyak anak-anak berprestasi yang akan lahir dan mengharumkan nama Gampong Cot Lamkuweuh, baik ditingkat daerah, Provinsi maupun Nasional.

“Harapan saya tentu saja kedepan akan semakin banyak anak-anak Cot Lamkuweuh yang berprestasi dan mengharumkan nama Gampong Cot Lamkuweuh, baik di tingkat kota, Provinsi dan Nasional, bahkan mungkin sampai ke Internasional, dan kami sebagai pemerintah gampong dan juga masyarakat Gampong Cot Lamkuweuh akan turut bangga dan mensuport penuh”, Tutup Nuraini. (**)

Tiba di Banda Aceh, Mualem Langsung Bekerja Hingga Larut Malam

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH  – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, tiba kembali di Banda Aceh usai menjalani medical check up dari luar negeri, pada Kamis (15/5/2025).

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat, mengatakan,  Gubernur Muzakir Manaf berada dalam kondisi sehat dan bugar.

“Alhamdulillah Pak Gubernur kondisinya sehat dan langsung bekerja hingga larut malam pada hari pertama kembali ke Banda Aceh,” kata Akkar.

Akkar mengatakan, berbagai dokumen penting yang sudah disiapkan langsung diselesaikan Gubernur dengan cepat dan tepat.

Proses disposisi dan penandatanganan dokumen itu berlangsung di ruang kerjanya di Pendopo Gubernur Aceh. Ia didampingi oleh Plt Sekda Aceh M Nasir.

Sebelumnya diberitakan, pada Rabu (14/5/2025) seluruh tahapan medical check up Gubernur Muzakir Manaf dinyatakan dokter telah selesai dan kembali pulang melalui Bandara Kualanamu Sumatera Utara. Dan melanjutkan perjalanan ke Aceh lewat jalur darat.(*)

Wakil gubernur Fadhlullah Buka Musrenbang RKPA Tahun 2026 dan Forum Konsultasi Publik RPJMA 2025-2029

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, membuka musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) Tahun 2026 dan Forum Konsultasi Publik RPJMA 2025- 2029, di Anjong Mon Mata Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis, (15/5/2025).

Acara tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri dari unsur kementerian/lembaga pusat, Anggota DPR/DPD RI, Anggota Forkopimda Aceh, Ketua Komisi DPRA, Kepala SKPA, Bupati/Wali Kota se-Aceh, Kepala Bappeda se-Aceh, akademisi, perbankan, dunia usaha, LSM, dan tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wagub memaparkan rencananya membentuk 6 gugus tugas atau task force berdaya gerak tinggi agar eksekusi program kerja tidak terjebak pada pola “business as usual” atau biasa biasa saja.

Keenam gugus tugas itu meliputi Task Force Pengetasan Kemiskinan dan Stunting yang mengintegrasikan program sosial, voucher pangan bergizi di ribuan gampong, dan pemanfaatan BLU rumah sakit daerah.

Kedua, Task Force Penguatan Birokrasi dan Good Governance yang menerapkan Aceh Digital Single Window sehingga perizinan usaha dan investasi selesai dalam waktu yang singkat.

“Selanjutnya yang ketiga adalah Task Force Percepatan Investasi dan Industri yang memprioritaskan realisasi FTZ Sabang, KEK Arun, dan layanan after-care bagi investor,” kata Fadhlullah.

Keempat adalah Task Force kemandirian pangan dan pengurangan defisit antar daerah yang menyiapkan sentra beras premium, bawang, dan hasil bumi lainnya yang bisa menjadikan Aceh sebagai Brebes-nya Sumatra, serta cold-chain hasil laut.

Kemudian, Task Force Pengembangan Pariwisata Halal untuk mensertifikasi seluruh destinasi, membuka charter flight, dan menggelar Aceh International Halal Festival. Dan terakhir Task Force Kemandirian Fiskal Daerah dan Pertumbuhan Ekonomi yang mengoptimalkan PAD digital, dan skema asset recycling.

“Keberhasilan keenam desk ini mensyaratkan kolaborasi menyeluruh, oleh sebab itu kami memohon dukungan regulasi serta asistensi Kementerian Dalam Negeri guna mempermudah KPBU lintas kabupaten, memperkuat BUMD, dan mengharmonisasi perda investasi,” kata Fadhlullah.

Dalam kesempatan yang sama, Wagub juga menyampaikan harapannya agar pada momentum RKP Nasional nanti Pemerintah Pusat dapat menambah sejumlah Proyek Strategis Nasional atau PSN di Aceh.

“Kami berharap anggota DPR dan DPD RI yang mewakili Aceh agar ikut memperjuangkan hak Aceh di tingkat nasional,” kata Fadhlullah.

Wagub mengaku jika anggaran fisikal di Aceh masih didominasi dari dana yang ditransfer pusat. Sehingga pertumbuhan ekonomi Aceh pun sangat tergantung pada anggaran pemerintah daerah.

Oleh sebab itu, Wagub Aceh kembali mengharapkan dukungan semua pihak agar draft revisi UUPA tentang perpanjangan dana Otsus Aceh dapat disetujui dan disahkan oleh DPR RI dan Pemerintah Pusat.

Sementara itu, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, yang hadir secara virtual menyampaikan bahwa perencanaan kerja pemerintah daerah harus sesuai dengan rencana kerja pemerintah pusat. Hal tersebut penting agar pemerintah pusat dan daerah bisa saling mendukung dalam melaksanakan program kerja.

“Sinkronisasi perencanaan ini penting untuk mengefektifkan program kerja, keberhasilan bukan di satu, tapi menyeluruh,” kata Safrizal. (*)

Tiba di Aceh, Mualem Nikmati Sop Daging Panas di Langsa

0

MEDIANAD.COM, LANGSA – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, terlihat menikmati sop daging di warung Tamora Langsa, di depan Masjid Paya Bujok, Langsa. Mualem–sapaan Muzakir Manaf–dalam perjalanan dari Medan ke Banda Aceh. Mualem hanya ditemani istri dan tiga orang dekat. Pada kesempatan itu, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Alfarlaky, menemani setelah membuka acara pos pelayanan terpadu.

Iskandar menyusul 30 menit setelah Mualem tiba di Langsa. Seperti dilansir AJNN, Mualem dalam keadaan sehat dan melanjutkan perjalanan ke Banda Aceh pada pukul 12.30 WIB. Dalam kesempatan itu, Bupati Iskandar melaporkan kondisi pemerintahan Kabupaten Aceh Timur yang terus merealisasi program visi dan misi di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Mualem baru saja menjalani perawatan di Singapura. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Aceh, Akkar Arafat, beberapa waktu lalu, mengatakan Mualem fokus belum kembali ke Aceh karena menjalani tahapan akhir medical check up.

Dokter yang menangani Mualem mewajibkan pasiennya untuk menjalani proses itu secara menyeluruh. “(Dokter menyatakan) Tidak boleh setengah-setengah,” kata Akkar, Jumat pekan lalu.

Akkar mengatakan Mualem segera kembali ke Aceh setelah menjalani seluruh rangkaian pemeriksaan tersebut. Dalam waktu dekat, kata Akkar, Mualem beraktivitas kembali seperti biasa untuk memimpin Pemerintah Aceh.(*)

 

Bupati H Muharram: Bersama Dandim Baru Bersinergi Bangun Aceh Besar dan Banda Aceh, “Apresiasi Pengabdian Kolonel Czi Widya Wijanarko”

0

MEDIANAD.COM: Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris yang akrab disapa _Syech Muharram_ menghadiri serah terima jabatan (Sertijab) Komandan Kodim 0101/Kota Banda Aceh (KBA) dari Kolonel Czi Widya Wijanarko SSos MTr (Han) kepada Letkol Inf Faurizal Noerdin SSos MSc, di Landmark BSI Banda Aceh, Selasa (13/5/2025) malam.

Pada kesempatan itu, Bupati Syech Muharram, selain mengapresiasi atas pengabdian Kolonel Czi Widya Wijanarko selama menjabat sebagai Dandim 0101/KBA, dan berharap hubungan silaturrahmi tetap terjalin, meski Kolonel Widya kini bertugas di wilayah lain.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dedikasi Kolonel Widya selama ini. Kami doakan sukses di tempat tugas yang baru dan semoga kita bisa berjumpa kembali di masa mendatang,” ujar Syech Muharram.

Serta mengajak Dandim Baru Bersinergi Bangun Aceh Besar dan mota Banda Aceh.

Kepada Dandim 0101/KBA yang baru, Letkol Inf Faurizal Noerdin SSos MSc, Syech Muharram mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas di Banda Aceh dan Aceh Besar. Ia menyatakan kebanggaannya karena Letkol Faurizal merupakan putra daerah asal Sibreh, Aceh Besar.

“Saya bangga, hari ini Aceh Besar memiliki putra daerah yang dipercaya menjabat sebagai Dandim 0101/KBA. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama dan sinergi antara TNI dan pemerintah daerah,” katanya.

Lebih lanjut, Syech Muharram mengajak Letkol Faurizal untuk bekerja sama membangun Aceh Besar dan Banda Aceh, terutama dalam upaya peningkatan perekonomian dan kesejahteraan rakyat.

“Saya memilih menjadi Bupati Aceh Besar karena ingin menghadapi tantangan besar, yakni bagaimana menjadikan Aceh Besar menonjol seperti Banda Aceh, bahkan jika memungkinkan bisa lebih unggul. Untuk itu, kami butuh kerja sama lintas sektor, termasuk dengan TNI,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi Aceh yang meski telah damai selama 20 tahun, masih menyimpan trauma mendalam dan berada dalam kategori daerah miskin. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh pihak untuk memperjuangkan hak-hak dan peluang bagi generasi muda Aceh.

“Kami memohon agar pemerintah pusat memberi kuota khusus bagi putra-putri Aceh untuk menempuh pendidikan di Universitas Pertahanan. Kami ingin anak-anak kami memiliki kesempatan yang adil untuk berkarya dan menjadi perwira TNI maupun Polri,” tegasnya.
Menurut Syech Muharram, penting bagi militer dan kepolisian memberi ruang lebih bagi putra-putra Aceh yang memahami kultur dan budaya lokal dalam struktur kepemimpinan.

“Kami perlu perhatian, kami perlu pertolongan, kami perlu bimbingan dan sokongan dari semua pihak demi mewujudkan Aceh Besar yang bermarwah dan bermartabat,” pungkasnya.

Senada itu, Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal turut hadir dan memberikan apresiasi atas pengabdian Kolonel Widya selama bertugas.

“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian Bapak Kolonel Widya Wijanarko selama bertugas di Banda Aceh dan Aceh Besar. Kami berharap silaturahmi tetap terjalin meskipun sudah bertugas di tempat yang baru,” ungkapnya.

Ia juga memperkenalkan program unggulan Pemko Banda Aceh yakni Basajan yang mencakup wilayah Banda Aceh, Sabang dan Jantho serta berharap dukungan dari Dandim yang baru.

“Program Basajan adalah bentuk sinergi pembangunan lintas wilayah, dan kami harap Bapak Letkol Faurizal dapat mendukung dan membantu menyukseskannya,” tambah Illiza.

Sementara itu, Letkol Inf Faurizal Noerdin dalam sambutannya menyatakan kesiapannya melanjutkan program-program baik yang telah dijalankan Kolonel Widya. Ia juga berharap dukungan penuh dari seluruh unsur, baik Pemerintah Kota Banda Aceh, Pemkab Aceh Besar, maupun elemen masyarakat.

“Saya mohon doa dan dukungan semua pihak agar bisa menjalankan amanah ini dengan baik. Saya siap bersinergi dengan seluruh komponen demi kemajuan wilayah ini,” ucap Faurizal.

Selain itu, Kolonel Czi Widya Wijanarko dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak selama dirinya bertugas. Ia berharap hubungan yang telah terjalin baik selama ini tetap berlanjut.

“Saya bersyukur bisa bertugas di sini dan bertemu dengan banyak orang hebat. Saya mohon maaf bila selama menjabat ada tingkah laku atau kata-kata yang kurang berkenan,” imbuhnya.

Sertijab Dandim 0101/KBA tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Aceh Besar Drs H Syukri A Jalil, Ketua TP PKK Aceh Besar Hj Rita Mayasari, Wakil Ketua TP PKK Aceh Besar Hj Nurul Fazli SAg, Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti Amd, Danlanud SIM, Danlanal Sabang, unsur Forkopimda Aceh Besar dan Banda Aceh, sejumlah kepada OPD dan tokoh masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar serta rekanan Kodim 0101/KBA.(ml/**)

Wagub Fadhlullah Pimpin Rapat Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE., memimpin rapat lintas Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) untuk membahas percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Senin (13/5/2025).

Rapat yang digelar di Ruang Potensi Daerah Kantor Gubernur Aceh itu dimaksudkan untuk memastikan kesiapan Aceh dalam membentuk koperasi desa berbasis ekonomi kerakyatan yang terintegrasi secara nasional, sesuai arahan Presiden Prabowo dalam program ketahanan pangan nasional.

Dalam arahannya, Fadhlullah menekankan pentingnya percepatan dan koordinasi antarinstansi agar pembentukan koperasi berjalan sesuai target dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

“Pembentukan koperasi ini bukan sekadar membentuk lembaga ekonomi. Ini bagian dari strategi besar membangun kekuatan pangan nasional dari tingkat desa, dan Aceh harus menjadi bagian aktif dalam gerakan ini,” ujar Wagub.

Fadhlullah menyebutkan, koperasi akan menjadi pusat distribusi, produksi, hingga penyerapan komoditas lokal di tingkat desa. Seluruh koperasi desa di Aceh nantinya akan terkoneksi secara digital, sehingga informasi produksi dari satu desa bisa diketahui desa lainnya dan diintegrasikan hingga ke tingkat nasional.

“Setiap desa akan memiliki cold storage. Sistem akan terintegrasi. Jika terjadi banjir barang, Bulog bisa langsung menyerap. Ini sistem ketahanan pangan yang disiapkan dari bawah,” katanya.

Fadhlullah menargetkan koperasi ini akan terhubung dalam satu data, mempermudah pengambilan kebijakan dan komunikasi ke tingkat desa. Ia meminta seluruh kepala dinas terkait mensosialisasikan program ini, termasuk melalui Zoom meeting hingga ke tingkat kecamatan dan gampong-gampong.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Azhari, menyampaikan bahwa target pembentukan koperasi Merah Putih mencapai 6.500 unit yang tersebar di seluruh gampong di Aceh. Dengan dukungan Gubernur dan Wakil Gubernur, koperasi ini diharapkan menjadi lokomotif ekonomi masyarakat desa.

“Koperasi ini akan menjadi wadah bagi desa untuk mandiri secara ekonomi, mengurangi pengangguran, dan mewujudkan kemandirian pangan,” kata Azhari.

Ia menjelaskan skema pembentukan koperasi dilakukan melalui tiga pendekatan: membentuk koperasi baru, mengembangkan koperasi yang sudah ada, dan revitalisasi koperasi yang tidak aktif. Koperasi nantinya akan memiliki beberapa unit usaha seperti simpan pinjam, logistik, layanan kesehatan, hingga cold storage.

Azhari menyebut, batas akhir pembentukan koperasi adalah 30 Juni 2025 dan akan dilaunching secara resmi pada 12 Juli 2025. Targetnya, seluruh koperasi desa sudah operasional secara penuh pada Oktober 2025.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh, Iskandar, menyampaikan bahwa Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) menjadi langkah awal yang sangat penting dalam proses pembentukan koperasi.

“Musdesus harus dilaksanakan secepat mungkin. Batas waktunya hingga 31 Mei. Setelah itu, segera ditindaklanjuti ke notaris untuk proses legalitas,” ujar Iskandar.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan tokoh masyarakat, tuha peut, dan kehadiran warga dalam Musdesus, sebagai dasar sah berdirinya koperasi desa. Untuk mendukung pemantauan, pihaknya juga sedang menyusun format pantau yang akan dikirim ke seluruh DPMG kabupaten/kota.

“Koordinasi harus kuat, agar semua tahapan dari Musdesus hingga pencatatan notaris berjalan efektif dan serentak,” ujar Iskandar.(*)

Ketua DPRK Bireuen Sampaikan Sambutan dalam Rapat dengan KPK di Gedung Merah Putih Jakarta”

0

MEDIANAD.COM, BIREUEN: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen, Provinsi Aceh, Junaidi, SH bersama Wakil Ketua I Surya Dharma dan Wakil Ketua II Muslem Abdullah menghadiri acara Rapat Penguatan Sinergi Kolaborasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pemerintah Daerah, dalam Rangka Pemberantasan Korupsi, yang dilaksanakandi Aula Bhineka Tunggal Ika, Gedung Merah Putih KPK Jakarta, Rabu (7/05) 2025.

Ketua DPRK Bireuen Provinsi Aceh, Junaidi SH dalam sambutannya dikesempatan tersebut menyampaikan, merasa sangat senang dan terhormat menjadi bagian dari acara penting ini, yaitu penguatan sinergi kolaborasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam rangka pemberantasan korupsi di tanah air.

Mengingat pemberantasan korupsi adalah tugas bersama yang memerlukan kerja sama dan sinergi antara semua pihak. KPK sebagai lembaga independen yang memiliki mandat untuk memberantas korupsi, dan Pemda sebagai pelaksana pemerintahan di daerah, memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan transparan.

Melalui acara ini, kita dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi antara KPK dan Pemda dalam rangka meningkatkan efektivitas pemberantasan korupsi, jelasnya lagi.

Sembari menambahkan, “disini kita dapat berbagi pengalaman, pengetahuan, dan best practice dalam upaya pencegahan dan penindakan korupsi”, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa, korupsi merupakan penyakit sosial yang dapat merusak fondasi moral dan etika bangsa Indonesia serta dapat menghambat pembangunan yang berkelanjutan.

Korupsi ini dalam berbagai bentuknya akan merugikan
semua pihak serta akan menghilangkan kepercayaan
masyarakat terhadap pemerintah dan lembaga-lembaga publik lainya, ujar ketua Junaidi.

Serta menjelaskan, pentingnya menghindari korupsi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata melainkan juga menjadi tanggung jawab individu dan warga Negara Indonesia yang sadar atas nilai-nilai etika dan moral.

Oleh karena demikian saya berharap acara ini dapat menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran dan komitmen kita semua untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Mari kita bekerja sama untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik dan bebas dari korupsi, tutupnya.

Dalam rapat penting, yang juga dihadiri perwakilan pejabat eksekutif, legislatif, lembaga dan instansi terkait se tanah air. (*/zm)

Apel Pembentukan Tim Anti Premanisme di Wilayah Hukum Polres Sabang

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Tingkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat, Polres Sabang menggelar Apel Pembentukan Tim Anti Premanisme yang dilaksanakan di Area Sabang Fair, Jl. Malahayati Gp.Kuta Barat Kec.Sukakarya Kota Sabang, Kamis (08/05/2025).

Apel ini dipimpin oleh Kabagops Polres Sabang, AKP Bukhari, SH, MH. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menegaskan komitmen Polres Sabang dalam memberantas aksi premanisme yang meresahkan masyarakat di wilayah Kota Sabang.

Hadir dalam kegiatan ini Kasat Samapta Polres Sabang AKP Sabrani, SE, Kasihumas Polres Sabang IPDA Saiful Anwar, KBO Sat Samapta, para Kanit Sat Samapta Polres Sabang, serta 15 personel Sat Samapta dan 5 personel Sat Lantas Polres Sabang.

Kapolres Sabang AKBP Sukoco, S.ST, MM, M.Mar, M.Tr.SOU, M.Han, melalui Kabagops AKP Bukhari, menekankan pentingnya respons cepat dan penanganan yang tegas terhadap segala bentuk premanisme, serta pentingnya menjalin kerja sama yang solid antarunit dan dengan masyarakat. “Pembentukan tim ini merupakan langkah konkret Polres Sabang dalam menjaga rasa aman masyarakat dan menciptakan lingkungan yang kondusif,” ujarnya.

Setelah pelaksanaan apel, personel yang tergabung dalam tim anti premanisme akan langsung melakukan patroli dan pemantauan di sejumlah titik rawan di wilayah hukum Polres Sabang.

Polres Sabang berkomitmen untuk terus menghadirkan rasa aman kepada masyarakat dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga ketertiban lingkungan.(man)

Popular Posts

My Favorites

Edukasi Lingkungan Sejak Dini, Babinsa Ajak Siswa Madrasah Ibtidaiyah Peduli Kebersihan

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Dalam upaya membangun kepedulian generasi muda terhadap lingkungan, Babinsa 08 Gampong Kuta Ateuh Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang, Pelda Syafrial, melaksanakan kegiatan...