Pemerintah

Beranda Pemerintah Halaman 8
Berita Pemerintahan

Diserahkan Polsek Kuta Alam, Dinsos Aceh Bantu Pemulangan Warga Sumut yang Terlantar

0

Jajaran Polsek Kuta Alam, Polresta kota Banda Aceh, Minggu (12/10) 2025, serahkan salah seorang Warga Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut) berinisial ‘MAR’ (33) tahun kepada Dinas Sosial (Dinsos) Aceh.(foto/ist)

Polsek Kuta Alam, PolresDrta kota Banda Aceh, Minggu (12/10) 2025, serahkan salah seorang Warga Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut) berinisial ‘MAR’ (33) tahun kepada Dinas Sosial (Dinsos) Aceh.

Yang juga diketahui sebelumnya MAR terlantar di Wilayah hukum Polsek Kuta Alam dan langsung menyerahkan ke instansi terkait Dinsos Aceh untuk memfasilitasi pemulangan warga tersebut ke Medan.

Yang juga, meski hari libur. Dinsos Aceh, Minggu 24 Oktober seputar Jam 12.20 WIB dan langsung memberikan perlindungan Sosial serta proses ADM/aturan percepatan pemulangan warga terlantar dimaksud ke asalnya.
Ujar Plh Dinsos Aceh, melalui Sekretaris Dinas dimaksud, T.Chaidir kepada wartawan dalam kesempatan tersebut, minggu siang kemarin.

Sembari menjelaskan, “Dnsos Aceh dan kita semua berkewajiban untuk melindungi segenap warga Indonesia yang terlantar di wilayah kita dan memberikan perlindungan serta penyelamatan juga topoksi utama lainnya secara cepat, dimana perlindungan sosial kepada warga yang terlantar yang kita lindungi juga kita tidak memandang suku, Ras dan asalnya, “dimana siapa saja yang terlantar harus kita respon dengan cepat dalam melindungi dan penyelamatan warga yang terlantar”.

Serta dikesempatan ini, merupakan kinerja sinergi antara Kepolisian Polresta Banda Aceh dalam wilayah hukum Polsek Kuta Alam dengan pemerintah daerah dalam hal ini dinas sosial Aceh, dan ini tanggung jawab kita.

Sekaligus memastikan tidak ada warga yang terlantar baik itu warga asing, lokal maupun warga provinsi lain yang datang ke Aceh dan ini juga tanggung jawab kita bersama antara mitra kerja termasuk masyarakat secara umum pinta Sekdis.

“Yang juga terlebih dahulu langsung memberikan asesmen awal terhadap kondisi warga terlantar, seperti pengecekan kondisi kesehatan, maupun masalah sosial dan langsung dirujuk ke UPTD panti sosial untuk mendapat pelayanan”.

Sementara itu, kepala UPTD Panti Tuna Sosial (PTS) Dinsos Aceh, Azizah mengatakan. kita langsung melakukan perlindungan dan memastikan kondisi warga terlantar tersebut, sekaligus menyediakan makanan juga tempat istirahat serta layanan psikososial

Jadi prinsip UPTD jelas siapapun yang membutuhkan bantuan langsung ditangani, tanpa melihat asal usul daerah orang tertentu, jadi UPTD penting sosial tuna sosial menyediakan kebutuhan seperti makanan, cek kondisi kesehatan dan tempat istirahat yang layak untuk perlindungan sosial awal, jelasnya. (lem)

Sekdis Dinsos Aceh T.Chaidir Mengajak pegawai Untuk Aktif Membuat Conten Positif Di Media Sosial

0

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM – Sekretaris Dinas Sosial Aceh memimpin apel pagi yang di ikuti seluruh pegawai negri sipil dilingkungan dinas sosial Aceh, Senin (13/10/2025).

dalam arahan Sekdis menekankan bahwa pentingnya disiplin waktu juga profesionalisme di waktu kerja karena kedisiplinan adalah kunci utama untuk memastikan pelayanan sosial pada masyarakat dapat berjalan baik dan maksimal, T. Chaidir juga mengharapkan pada seluruh pegawai dilingkup dinas sosial Aceh.

Untuk mengurangi waktunya diwarung kopi disaat jam kerja serta untuk menjauhkan merokok diruang kantor untuk sama sama kita menjaga kesehatan serta kebersihan lingkungan kantor ,apel pagi yang berladung tertip dan khitmat.

Diharapkan dapat menjadi memotivasi seluruh pegawai dinas sosial Aceh untuk terus meningkatkan disiplin kerja serta profesionalisme saat memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat dan ini selalu ditekankan oleh pak gubernur Aceh mualem disaat saat rapat dengan SKPA .(ml)

Panglima Laut Se Aceh Minta Pada Gubernur Mualem/ Dekfad Untuk Memberdayakan Nelayan, Banyak Nelayan Yang Menganggur

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Seluruh panglima laut seluruh kabupaten/kota se aceh mengikuti musyawarah panglimat laut SE Aceh di hotel Lading Banda Aceh Sabtu,(11/10/2025), musyawarah ini bertujuan untuk membangun kekompakan antar sesama panglima laut yang ada di kabupaten kota juga untuk memikirkan tentang nasip petani dan nelayan yang selama ini banyak yang mengganggur.

Dalam acara tersebut, turut hadir PLH kadis DKP Aceh yang diwakili oleh kepala bidang Tangkap T.Samsul Bahri. Dalam acara musyawarah tersebut pihak panglima laut banyak mengeluarkan tuntutannya yang disampaikan kepada Kabit bidang Tangkap T.Samsul Bahri, tentang permasalahan yang saat ini dihadapi oleh para nelayan seluruh Aceh.

Mereka berharap pada gubernur Aceh Muzakir Manaf (mualem)/Dekfad untuk memikirkan pemberdayaanb terhadap para nelayan yang selama ini mereka banyak mengnganggur kata panglima laut Aceh besar M,Zaini.

“Karena saat ini, sekitar 200 ribu nelayan yang tersebar di seluruh kabupaten/kita se aceh hampir 30 persen para nelayan tidak ada pekerjaan atau pengangguran,  maka ini pak gubernur mualem/ dekfat harus fokus terhadap kesejahteraan nelayan, karena selama ini pemerintah Aceh kurang perhatian terhadap kesejahteraan para nelayan, malah tuntukan yang pernah mereka sampaikan dulu diabaikan begitu saja oleh pemerintah Aceh padahal yang nelayan haya meminta seperti muara yang dangkal harus di keruk, malah ini tidak ada yang gubris, sehingga boat yang pulang dari laut tidak bisa masuk ketempat pelelangan ikan akibat dangkalnya muara ( Kuala)”.

Maka, kata Zaini dengan dilantiknya T,Samsul Bahri sebagai Kabit tangkap mungkin kedepan untuk memperhatikan nasip nelayan yang selama ini mengnganggur dan ini memang yang kami inginkan dan yang kami harapkan, jadi dengan hadirnya kabit tangkap DKP Aceh ditempat acara kami ini maka bisa kami sampaikan semua persoalan yang dialami oleh nelayan dikabupaten /kota karena mereka sangat membutuhkan kepedulian dari pemerintah Aceh.

Kadang-kadang ada bantuan dari DKP Aceh namun tidak pernah diberitahukan kepada panglima laut setempat seperti kami panglima laut tidak dihargai, yang sebenarnya bila ada bantuan untuk nelayan itu harus diinformasikan kepada panglima laut siapa saja yang mendapat bantuan ini kami tidak tahu, maka kedepan kami mengharapkan untuk dapat bekerja sama antara pemerintah Aceh dengan panglima laut sekabupaten / kota di Aceh.

Karena saat ini para nelayan menjerit terhadap derita yang mereka alami karena tidak ada kepedulian dari pemerintah, dengan adanya pertemuan ini semua kami sudah puas dan bangga bisa menyampaikan aspirasi nelayan kepada pihak DKP Aceh yang didengan langsung oleh kabit tangkap Samsul Bahri terhadap ke inginan nelayan, termasuk untuk membangun pelabuhan tempat pelelangan ikan, kami mengharapkan untuk kedepan supaya diprioritaskan tentang kesejahteraan nelayan kecil, seperti rumpun, pukat Aceh, serta coolbox dan boet kecil untuk melaut centus Zaini.

Dan kami panglima laut SE Aceh sangan mendukung penuh kabit tangkap DKP Aceh yang baru dan beliau punya kemampuan dan mampu menjalankan tugasnya untuk mensejahterakan nelayan kecil di Aceh, menurut kabit perikanan tangkap pada acara musyawarah panglima laut se kabupaten/ kota apa yang mereka sampaikan dan tuntutan mereka kami tampung semua dan ini menjadi pertimbangan kami di TKP Aceh dalam penentuan kebijakan dan akan kami sampaikan tuntutan ini kepada pak gubernur Aceh Muzakir Manaf( mualem) Dekfad dan kami komit akan memperjuangkan hak hak nelayan ucap Ampon senuddon.(ml)

PON Yahya Terpilih sebagai Ketua Umum KONI Aceh, Sekda M Nasir dan Caretaker KONI Soedarmo Minta Pertahankan Prestasi 10 Besar PON 2028

0

Ketua umum KONI Aceh terpilih, Saiful Bahri, bersama Caretaker ketua KONI Aceh, ketua KONI Pusat dan tim pemenangan dalam MUSORPROVLUB, kamis (09/10) 2025 di Banda Aceh. (foto/ist)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Mantan ketua DPR Aceh, Saiful Bahri alias PON Yahya_ resmi menjabat sebagai ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh masa tugas 2025-2029.

Terpilihnya anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh (PA) PON Yahya sebagai pimpinan di induk organisasi olahraga tertinggi di Aceh dimaksud, usai seluruh peserta MUSORPROVLUB ketok palu mendukung Pon Yahya sebagai ketua umum KONI Aceh.

Yang memang dalam Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) di Hotel Grand, Aceh Syariah, Banda Aceh, Kamis (09/10) hanya PON Yahya sebagai calon satu-satunya yang mendaftar.

Yang juga, Musorprovlub KONI Aceh digelar untuk memilih Ketua Umum KONI Aceh yang baru, menggantikan almarhum Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak usai berpulang kerahmatullah, pada Maret 2025 lalu saat menjalani ibadah umrah.

Dalam Musorprovlub itu, anggota DPR Aceh Saiful Bahri akrab disapa Pon Yaya terpilih sebagai Ketua KONI Aceh yang baru. Seluruh peserta Musorprovlub sepakat memilih Pon Yayah secara aklamasi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Dekda) Aceh, Muhammad Nasir mengharapkan. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh yang baru mampu memajukan kiprah organisasi. Ia mengatakan, hal tersebut menjadi penting sebab KONI Aceh dibawah komando pimpinan periode sebelumnya telah mampu menorehkan ragam prestasi.

“KONI Aceh begitu kuat saat dipimpin Gubernur Muzakir Manaf selama dua periode dan hal itu masih berlanjut saat dipimpin almarhum Abu Razak, kita berharap Ketua yang baru mampu membawa KONI Aceh lebih maju,” pintq Sekda Nasir saat membuka kegiatan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI Aceh, di Hotel Grand Aceh Syariah, Ladong.

Sembari menambahkan, Pemerintah Aceh siap mendukung penuh KONI Aceh. Pihaknya siap bersinergi dengan KONI untuk memajukan prestasi olahraga Aceh dan peningkatan prestasi atlet Aceh pada PON NTB-NTT 2028.

“Rekan – rekan KONI gak perlu khawatir dukungan Pemerintah Aceh, Gubernur Aceh saat ini adalah mantan Ketua KONI dua periode dan Sekda Aceh saat ini adalah mantan Sekum KONI Aceh dua periode,” ujar Nasir.

Bagi Nasir, KONI menjadi bagian penting dalam perjalanan karir hidupnya. Selama menjadi pengurus KONI ia mendapatkan banyak teman hingga memperluas jaringan dan komunijasi.

Hal senada juga disampaikan Caretaker Ketum KONI Aceh, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, juga mengharapkan Ketua KONI Aceh yang baru mampu memajukan KONI. Ia mengatakan, untuk memajukan organisasi ketua harus mampu mempersatukan dan merangkul semua elemen.

“Pengurus KONI Aceh juga harus memberi dukungan sepenuhnya kepada ketua terpilih sehingga ketua bisa melaksanakan tata kelola organisasi yang baik, prestasi bisa diraih kalau tata kelola organisasi berjalan dengan baik,” kata Sudarmo.

Sudarmo mengatakan, tujuan hadirnya organisasi KONI bukan hanya mewujudkan prestasi olahraga. Tapi KONI juga harus  mampu membangun watak manusia, mempersatukan ketahanan nasional, serta persatuan dan kesatuan bangsa. (**)

Dinas Sosial Aceh Laksanakan Jumat Bersih Menuju Sehat

0

Foto bersama setelah melakukan Jumat bersih untuk menuju sehat

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH –  Semua kita ingin bersih dan sehat karena didalam kebersihan akan kita datang suana sehat serta nyaman didalam linkungan baik itu di tempat kerja perkantoran maupun di lingkungan rumah kita harus jauh dari hal hal kotar yang tak enak di pandang dan dirasakan, maka pihak dinas sosial Aceh kedepan dan mulai sekarang akan melakukan gotongroyong bersama untuk menjaga kebersihan untuk menuju sehat.

kalau lingkungan perkantoran dan kantor sudah bersih dan rapi maka disaat dilihat sudah enak dipandang dan timbul pikiran yang sehat nyaman disaat bekerja, apa yang dilakukan oleh Dinas Sosial Aceh terhadap gotong royong bersama atau Jumat bersih (10/10/2025 ) adalah untuk menjaga sehat bersama.

Karena seluruh penjabat dan staf semua mengikuti gotong royong tersebut itu menandakan bahwa mereka mulai menjalin kekompakan, hal ini menunjukan bahwa mereka satu komando,  dan ini langkah sehat yang sangat bagus. Apalagi kegiatan sehat ini melibatkan para remaja dari binaan dari rumah sejahtera jroeh na guna Banda Aceh.

Remaja ini adalah para peserta pelatihan barista angkatan 93 yang kini mendapatkan kesempatan mengikuti praktek ketrampilan tentang kopi saring mulai sejak pagi untuk peserta senam dan gotong royong.

Menurut sekretaris Dinas yang mewakili Plh Dinas sosial Aceh T.Chaidir menyebutkan, para remaja binaan yang ikut serta pada saat Jumat sehat, supaya mereka mendapatkan pengalaman langsung dalam berinteraksi dengan masyarakat nantinya setelah selesai mengikuti berbagai pelatihan yang dibina oleh dinas sosial Aceh, dan ilmu yang mereka dapatkan selama ini bisa bermanfaat dan dapat dipergunakan menjadi sebagai modal awal dari pelatihan tersebut.

Sekretaris Dinas Sosial Aceh T.Chaidir mengatakan, kegiatan semacam ini sangat penting supaya para remaja binaan tidak canggung ketika kelak nanti terjun kelapangan kedunia kerja dan yang kami inginkan, sebut Chaidir.

“Mereka-mereka ini terbiasa dengan suasana kerja yang terbuka dan dinamis dan ini bagian dari pelatihan mental serta pembetukan sikap wirausaha nantinya kata Sekdis sosial Aceh, jadi kegiatan Jumat sehat rutin dilaksanakan mulai jam 7.30 WIB pagi diawali dengan senam jasmani bersama yang di pandu oleh instruktur setelah itu dilanjutkan dengan dapur umum dan membersihkan ruang kerja masing masing,untuk menuju Jumat sehat nyaman dalam beraktifitas.(ml)

Dinsos Aceh dan Sentral Darussa’adah Bahas Tentang Strategis Kesejahteraan serta Kunjungan ke Sekolah Rakyat

0

Plh Kadisos Aceh, Sekretaris serta kepala Darussa’adah Banda Aceh, Kamis (9/10/) 2025 tinjau Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di lingkungan sentra Darussa’adah setempat. (foto/ist)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Pelaksana Tugas Harian (Plh) Kepala Dinas Sosial (Kadisos) Aceh, Zulkarnain bersama Sekretaris Dinas dimaksud, T Chaidir melakukan pertemuan dengan kepala sentral Darussa’adah Banda Aceh, Susi Mulyati dan anggota.

“Dimana pertemuan tersebut dalam rangka membahas berbagai program yang menyangkut isu strategis tentang kesejahteraan dan kehidupan sosial, juga berbagai permasalahan tentang pelayanan kesejahteraan di Aceh, termasuk di Darussa’adah perlu penguatan dan kolaborasi denngan Dinsos Aceh dalam memberikan layanan sosial dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Dalam pertemuan itu juga bertempat di Gedung Darussa’adah tersebut, Kamis (09/10/2025). Plh Kadinsos Aceh, Zulkarnain mengatakan bahwa, pentingnya sinergi antar lintas lembaga dalam rangka untuk memastikan program sosial berjalan dengan efektif tepat sasaran, jadi kata Zulkarnain pelayanan sosial harus dikerjakan dengan semangat kolaboratif dan berorientasi pada kemanusiaan.

Maka kesenerguan antara Dinsos Aceh dengan sentra Darus’dah juga menjadi kunci dalam memperkuat perlindungan sosial di daerah.

Dalam pertemuan tersebut Plh Kadinsos dan Sekretaris bersama kepala Darussa’adah juga melakukan peninjauan ke Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di lingkungan sentra Darussa’adah setempat.

Dimana SR tersebut sekarang menjadi wadah pendidikan non formal bagi anak anak dari keluarga rentan sosial dan mereka tetap harus mendapat kesempatan belajar untuk berkembang.

Plh Kadis Zulkarnain juga dikesempatan tersebut langsung memotivasi serta menyemangati para siswa peserta didik, sembari berpesan agar tekun belajar juga harus percaya diri dalam menggapai cita-cita demi masa depan para siswa.

Kami mohon anak-anak kami tercinta teruslah belajar, kalian adalah para generasi harapan bangsa dan masa depan Aceh kedepan juga kami terus melakukan hal yang terbaik untuk lembaga sentra Darussa’adah.

“Apalagi ada harapan sangat besar dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf untuk memajukan pendidikan di Aceh secara cepat”, tutupnya. (rel/lem)

Tim Komisi Informasi Aceh Lakukan Visitasi Monev Keterbukaan Informasi Publik ke Sekretariat DPRA

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menerima kunjungan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 dari Komisi Informasi Aceh (KIA). Kunjungan Tim Monev KIA, Selasa (9/10) ini merupakan bagian dari tahapan visitasi dan presentasi terhadap badan publik yang berhasil lolos seleksi awal penilaian keterbukaan informasi.

Tim yang dipimpin langsung oleh Ketua KIA, Junaidi, bersama Komisioner Bidang Sosialisasi, Edukasi, dan Komunikasi Publik M. Nasir, serta sejumlah tenaga ahli dan staf, disambut oleh jajaran Sekretariat DPRA yang dipimpin oleh Sekretaris DPRA, Khudri, S.Ag., M.A. di Ruang Rapat Badan Anggaran DPRA.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretariat DPRA melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pelaksana, memaparkan berbagai inovasi dan strategi layanan informasi publik, baik dalam bentuk digital maupun non-digital, sebagai bagian dari komitmen mendukung transparansi dan keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Sekretaris DPRA, Khudri, S.Ag., M.A. menyampaikan bahwa Sekretariat DPRA terus memperkuat tata kelola informasi publik dengan mengedepankan prinsip transparansi, aksesibilitas, dan akuntabilitas. “Kami berupaya menghadirkan layanan informasi yang inklusif, cepat, dan mudah dijangkau, termasuk bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas,” ujarnya.

Beberapa inovasi yang menjadi sorotan antara lain:

  • Website resmi DPRA sebagai pusat informasi utama kegiatan legislatif dan produk hukum.
  • Aplikasi SIPeMAS untuk menampung aspirasi masyarakat secara daring.
  • Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) DPRA yang menyediakan akses publik terhadap produk hukum daerah.
  • Layanan non-digital seperti ruang informasi publik di lobi Sekretariat, fasilitas akses bagi penyandang disabilitas, hingga publikasi melalui media cetak dan kegiatan sosialisasi tatap muka.

Selain itu, Sekretariat DPRA juga tengah merancang strategi pengembangan tahun 2026 yang berfokus pada digitalisasi dokumen risalah paripurna, peningkatan penggunaan media audio visual untuk akses informasi yang lebih inklusif, serta penguatan infrastruktur teknologi informasi pendukung PPID.

Ketua KIA, Junaidi, dalam sambutannya mengapresiasi upaya Sekretariat DPRA yang terus berinovasi dan berkomitmen terhadap keterbukaan informasi publik. “Monev bukan sekadar penilaian, tetapi upaya bersama untuk memastikan badan publik benar-benar memberikan pelayanan informasi yang transparan, tepat waktu, dan akurat,” ujarnya.

Tahapan visitasi ini merupakan bagian dari proses penilaian Monev KIA Tahun 2025 terhadap 184 badan publik di Aceh, yang mencakup SKPA, pemerintah kabupaten/kota, BUMN/BUMD, lembaga nonstruktural, instansi vertikal, partai politik, dan perguruan tinggi negeri. Hasil akhir penilaian akan diumumkan pada Malam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Aceh pada November 2025 mendatang.(*)

Dinsos Aceh Gerak Cepat Membantu Nenek Nuzaimah Korban Kebakaran

0

MEDIANAD. COM, BANDA ACEH – Dinas sosial Aceh gerak cepat dalam rangka masa panik membantu korban musibah kebakaran yang di alami oleh nenek Nuzaimah di gampong lam jamee dayah kecamatan simpang tiga Aceh besar.

Bantuan masa panik dari pemerintah Aceh tersebut yang diserahkan oleh Sekdis Dinas Sosial Aceh T. Chaidir mewakili Kadis Sosial Aceh Senin 6/10/2025.

T. Chaidir saat menyerahkan bantuan masa panik tersebut kepada nenek Nuzaimah (80) menyebutkan, bantuan yang diberikan oleh pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial yaitu pakaian dewasa pakaian untuk anak-anak, selimut, serta makanan siap saji dan kebutuhan lainnya yang mendesak.

Ini merupakan kepedulian Pemerintah Aceh terhadap warga yang terkena musibah baik itu musibah kebakaran atau musibah lainnya dan ini gerakan cepat yang dilakukan oleh Dinas Sosial Aceh untuk membatu warga yang mengalami bencana musibah kebakaran.

Gerakan cepat ini adalah arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh agar pemerintah senantiasa mengutamakan kepedulian kepentingan masyarakat yang mengalami tertimpa musibah bencana,dalam situasi darurat seperti terjadinya musibah kebakaran.

Saat menyerahkan bantuan masa panik juga turut dihadiri anggota DPRA dari fraksi Golkar ( komisi tujuh ) DPR Aceh serta tim Perlindungan Sosial Bencana Alam ( PSKBA), Sekdis sosial Aceh Chaidir mengajak mitra kerjanya Dinas Sosial Kabupaten/ Kota untuk sama sama bergerak cepat memberikan dukungan moral dan material bagi warga korban musibah bencana kebakaran dan bencana alam lainnya agar mereka yang mengalami musibah cepat pulih dari trauma pasca bencana, seperti bencana kebakaran yang terjadi pada Minggu (5/10/2025).

Kebakaran menghanguskan rumah semi permanen milik nenek Nuzaimah di desa Lam Jamee Dayah dan dengan musibah tersebut tiga kepala keluarga serta tujuh anggota keluarga kehilangan tempat tinggal dan material lainnya.(ml)

Bank Aceh dan BSI Harus jadi Pondasi dan Pilar Ekonomi Aceh

0

Gubernur Aceh dan Tgk Agus Abuya Amran 

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Ekonomi masyarakat di Aceh hari ini masih sangat bergantung pada APBA Aceh, sementara PAD dan penyerapan anggaran belum stabil.

Namun sebenarnya di Aceh sumber pendapatannya sangat banyak, namun tidak berkembang dan stabil, banyak pengusaha mengeluh dan bahkan menjerit, karrna daya saing dan beberapa sektor tidak memiliki pembeli yang pasti.

Di Aceh mempunyai beberapa sektor ekonomi, pertanian, perikanan, pertambangan rakyat dan lain-lain, bahkan UMKM yang sedang berkembang sangat banyak,
Namun yang menjadi kendala adalah kita mempunyai Bank aceh yang setiap tahun di suntik anggaran yang besar, namun kurang mampu menterjemahkan kebutuhan masyarakat dalam menumbuhkan sektor ekonomi, kurangnya kepercayaan dan sosialisasi dari lembaga keuangan dan perbankan serta pemerintah menjadi satu alasan dan minimnya sinergi dalam berkolabarasi.

Seharusnya Bank Aceh dan Bank Syariah  Islam (BSI) harus bersinergi dengan Visi misi gubernur sekarang,  “meningkatkan perekonomian Aceh dengan menjadikan Bank Aceh dan BSI sebagai Bank Devisa” yang mampu menterjemahkan kebutuhan Pemerintah Aceh dalam menggait investor dari luar, serta mampu menterjemahkan kebutuhan masyarakat dalam meningkat produksi di sektor ekonomi mereka mulai dari pengusaha besar sampai ke umkm kecil harus dibantu” Tgk Agus Abuya Amran menyatakan saat dalam diskusi di ‘ekonomi pres Unsyiah’.(tim)

Dayah MUQ Pagar Air Aceh Gelar MUQAS, “Berlangsung Selama 4 Hari”

0

Foto bersama usai SERIMONI pembukaan kegiatan MUQAS IX tahun 2025  Sabtu (04/10) di halaman utama komplek lembaga pendidikan dimaksud. (foto/istimewa)

DAYAH MUQ Pagar Air Aceh, Gelar Musabaqah Akhir Sanah (MUQAS) IX tahun 2025 dan berlangsung di Halaman Utama Komplek lembaga pendidikan setempat, 4-8 Oktober 2025

Kegiatan MUQAS dimaksud, “ajang perlombaan tahunan terbesar yang diselenggarakan oleh Dayah MUQ Pagar Air da pelaksanaan tahun ini, MUQAS IX kembali menghadirkan kompetisi yang terbagi dalam dua tingkat, yakni tingkat internal dan eksternal”.

Masing-masing peserta tingkat internal terdiri dari seluruh santriwan dan santriwati Dayah MUQ Pagar Air.
Sedangjan tingkat eksternal diikuti oleh sejumlah pesantren dan sekolah dari wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, hingga daerah-daerah lain di Provinsi Aceh, ujar Wakil Kepala Bidang Humas MAS tersebut, Khawaled, S.Pdi, lewat siaran Pers yang diterima awak Media, Sabtu malam.

Sementara itu, Ketua Panitia MUQAS IX Fadhul Bashair menyampaikan, rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh panitia atas kerja keras yang telah dilakukan demi menpayukseskan kegiatan ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para donatur yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil, sehingga MUQAS tahun ini dapat kembali terlaksana.

Rais ‘Am Dayah MUQ Pagar Air, melalui Wakil Rais ‘AmBidang Akademik, Ust. Zainuddin Arif, S.Pd, juga turut menyampaikan apresiasi kepada panitia. Ia berharap kegiatan seperti MUQAS dapat menjadi wadah untuk melatih keberanian dan kemampuan santri dalam berbagai bidang keilmuan dan seni.“

Mudah-mudahan anak-anak kita melalui event seperti ini dapat memiliki wawasan yang luas serta mental yang kuat, sehingga terbiasa untuk tampil di berbagai ajang ke depannya,” ujarnya.

MUQAS IX Tahun 2025 yang diselenggarakan pada 4–8 Oktober ini mengusung tema: “Dari Penaklukan Menuju Pencerahan: Anb bdg-Qur’an sebagai Cahaya Kehidupan.” Acara pembukaan secara resmi dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, yang diwakili oleh Sufriyadi, ST selaku Kepala UPTD Dayah Perbatasan dan MUQ Pagar Air Aceh.

Dalam sambutannya, Sufriyadi menyampaikan apresiasi atas konsistensi Dayah MUQ Pagar Air dalam menyelenggarakan kegiatan positif seperti MUQAS.

“Kami sangat mengapresiasi peran Dayah dalam membina generasi muda. Semoga kegiatan ini mampu melahirkan generasi cemerlang yang berakhlak mulia. Kami juga berharap MUQAS IX tahun ini berjalan lancar dan sukses,” tuturnya.

Yang juga dalam serimoni pembukaan kegiatan tersebut, turut dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, di antaranya Kapolsek, Danramil, dan Camat Kecamatan Ingin Jaya, Kepala Dinas Pendidikan, Kakan Kemenag Aceh Besar dan Banda Aceh, para keuchik di lingkungan Dayah MUQ, Dewan Pembina, Pengurus Dayah, kepala MA dan MTs MUQ serta para tamu undangan lainnya_(**)

Popular Posts

My Favorites

Babinsa Koramil 01/Sukajaya Bersama Warga Persiapkan Tempat Acara Buka Puasa Bersama

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat, Babinsa 04 Gampong Balohan, Koramil 01/Sukajaya, Kodim 0112/Sabang, Sertu Taufiq, turut serta membantu warga...