Olahraga

Beranda Olahraga Halaman 4
Berita Olahraga

Pidie Kantongi Dua Emas dan Lhokseumawe Satu Cabor Sepakbola Edisi PORA, Kapan Edisi PORDA Jadi Kekhususan ke PORA?

0

Skuad Tim Sepakbola PORA Pidie 2022 berhasil meraih medali emas usai mengalahkan Aceh Singkil 5-1 dalam laga final di Lapangan Blang Paseh Kota, Sigli, Selasa (21/12/2022) sore. (foto/dok asprov pssi aceh)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH:”Sebenarnya event Pekan Olahraga Aceh (PORA) edisi pertama berlangsung di Aceh Timur tahun 2014, hasil turunan dan kekhususan Aceh yang sebenarnya edisi belajangan dinamakan Pekan Olahraga Daerah Aceh (PORDA) dan pelaksanaan terakhir PORDA berlangsung di Bireuen, tahun 2010 sebagai tuan rumah PORDA.

Khusus Cabang Olahraga (Cabor) bergengsi sepakbola dalam edisi perjalanan PORA, tim sepakbola Pidie dua kali juara and berhasil meyabet dua medali emas.

Masing-masing pada edisi pertama PORA di Aceh Timur tahun 2014 dan saat dinobatkan sebagai tuan rumah tahun 2022 yang juga edisi PORA ke-3 usai mengalahkan Aceh Singkil di final yang berlangsung di stadion Blang Paseh, Sigli.

Sementara pada PORA tahun 2018 di Aceh Besar, medali emas sepakbola direbut Kota Lhokseumawe usai menang secara dramatis 7-6 lewat drama penalti dengan Bireuen, yang berlangsung di lapangan rumput sintetis, komplek SHB Banda Aceh.

Juga hingga PORA IV (PORDA XV) tahun 2026 di Calang Aceh Jaya serta usai menuntuskan Pra PORA IV Cabor Sepakbola hingga fase play off di stadion Blang Paseh, Sigli, Tanggal 10 Juli 2025. Pidie, Aceh Barat dan Kota Langsa dinyatakan selalu lolos PORA.

Aceh Besar dan Bireuen 3 edisi dan Aceh Jaya, Banda Aceh serta Aceh Barat baru pertama kali mentas di PORA dari 8 Kabupaten dan Kota yang akan bertarung pada ajang olahraga tertinggi se Aceh, kusus Cabor sepakbola di Calang tahun depan.

Seperti telah dirilis online ini kemarin, “secara umum 8 tim yang lolos PORA XV Aceh Jaya 2026 Cabor Sepakbola, ada yang lolos untuk pertama kali ke PORA yang telah masuk edisi ke-4.

“Dimana sebelum PORA pertama dihelatkan di Aceh Timur tahun 2014, belakangan ajang PORA masih berstatus PORDA (Pekan Olahraga Daerah Aceh)”.

Masing-masing Kabupaten dan kota yang akan berlaga di PORA Aceh Jaya 2026 Cabor bola sepak dari beberapa aspek kelolosan.

Yakni Aceh Jaya (baru 1x lolos sebagai tuan rumah PORA nanti), Pidie (konstisten lolos 4x dan datang ke Aceh Jaya sebagai peraih medali emas PORA 2022).

Aceh Selatan (juga terus lolos ke PORA hingga edisi ke-4) serta tampil di Aceh jaya sebagai juara Grup A babak kualifikasi (pra pora 2025)

Sementara tim lainnya yang akan tampl di Aceh Jaya adalah juara Grup C Bireuen, Juara Grup D Kota Langsa serta dua Kabupaten dan yang juga baru pertama lolos PORA, yakni Aceh Barat pemenang play off pertamam serta Kota Banda Aceh yang juga membuat sejarah seperti Aceh Barat, setelah 3 edisi PORA los. (zulmahdi)

Catatan akhir Pra PORA Cabor Sepakbola: ‘Sita Perhatian Publik hingga Gagal Lolos PORA Tuan Rumah Grup B dan D’

0

PENONTON menyaksikan pertandingan Pra PORA IV Cabor Sepakbola Grup B yang berlangsung di stadion Persada Blang Pidie, Aceh Barat Daya, Tanggal 25 Juni 2025 sore, dan momen pembukaan babak play off serta 4 foto srimoni pembukaan tiap grup (foto:medianad.com_
humas pssi aceh)

MEDIANAD.COM, SIGLI: “Sebagaimana surat turunan KONI Aceh yang memerintahkan seluruh Pengprov Cabang Olahraga (Cabor) yang di pertandingakan pada Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV 2026 Calang, Aceh Jaya, diwajibkan menuntaskan babak Kualifikasi Pra PORA IV Bulan Oktober 2025”.

Namun demikian dan waktu semakin sempit belum semua Pengprov Cabor melaksanakan Pra PORA serta ada Cabor yang sedang berlangsung dan menuntaskan babak kualifikasi dimaksud.

Akan tetapi diantara beberapa Cabor yang telah menentukan atlet memperkuat Kabupaten dan Kota masing-masing di PORA 2026 dari hasil Pra PORA, adalah andalan Cabor terpopuler Sepakbola yang telah menuntaskan babak Kualifikasi Pra PORA serta dalam durasi waktu yang begitu panjang hingga fase Play Off.

Dari catatan Online ini Pra PORA yang digelar oleh induk Cabor Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Aceh, dimana mulai pendaftaran pemain secara Online oleh Askab/Askot PSSI Kabupaten dan Kota untuk diuji keabsahan status pemain dan regulasi lainnya seperti penentuan calon tuan rumah fase grup sebulan sebelum Pra PORA.

Serta menggelar workchop/manager meeting penentuan kick off masing-masing Grup, Tanggal 17 Juni 2025 di Banda Aceh dan diputuskan kick off perdana di Grup A di stadion Ludung Meukong, Krueng Batu Kluet Utara, Aceh Selatan, 24 Juni 2025, selanjutnya Kick Off Grup B di pusatkan di stadion Persada Abdya Blang Pidie, 25 Juni.

Serta babak penyisihan Grup C di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Bireuen, 27 Juni dan pertandingan Grup D yang berlangsung di s5adion Aceh Tamiang, Karang Baru berlangsung mulai, tanggal 1 Juli 2025.

Serta pertandingan terakhir yang bertajuk babak play off yang mempertemukan Runner up Grup A dengan Grup B dan Grup C dengan Runnerup Grup D berakhir, tanggal 10 Juli 2025 di Stadion Blang Paseh, Sigli.

Pra PORA Cabor sepakbola IV 2025 yang juga telah menjadi perhatian dan diikuti perkembangannya tiap laga masing-masing grup oleh pecinta sepak bola Aceh, dinilai sudah berlangsung sukses bahkan sudah mengarah ke profesional arah Kompetisi dan regulasi yang diterapkan Asprov PSSI Aceh pada perhelatan Pra PORA Cabor Sepakbola tahun 2025.

Sementara kick off fase Grup yang seluruhnya dibuka Wakil Bupati, diawali sambutan ketua Askab PSSI Kabupaten sebagai tuan rumah fase grup, sambutan Wabub sekaligus mengetok palu kick off, serta Ketua Asprov PSSI Aceh menyerahkan bola kepada Wabub dan langsung menyerahkan kepada wasit yang memimpin pertandingan perdana, “Random serimoni tersebut berjalan sama keempat grup, kecuali laga play off perdana, Sekretaris KONI Aceh yang menyerahkan bola kepada wasit untuk memimpin laga perdana kick off di sradion Blang Paseh”.

Sukses perlehatan dan dinilai yang terbaik diantara even yang sama tiga edisi kebelakang, tentu kesuksesan tersebut tak lepas dari kinerja Panpel Provinsi (Asprov) dan Panpel lokal di Askab-Askab tuan rumah fase Grup serta dukungan komponen lainnya.

“Terima kasih kepada panitia Pra PORA semua baik Provinsi dan lokal, wasit dan seluruh perangkat pertandingan serta komponen penting lainnya yang telah mensuport dan membantu even besar dan program kerja Asprov PSSI Aceh secara menyeluruh, ungkap ketua Asprov PSSI Aceh”, Nazir Adam.

Yang juga menjelaskan selama Pra PORA pemandu bakat (talent scouting) sudah menjaring pemain dan talenta-talenta terbaik menurut posisi yang akan disiapkan sebagai kerangka tim, menghadapi Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) 2027 yang juga ajang Pra PON NTT-NTB 2028.

Tuan Rumah Pra PORA Gagal Lolos PORA

Sementara tim Pra PORA Aceh Barat Daya (Abdya) di Grup B dan Tamiang di Grup D gagal memanfaatkan momentum tuan rumah fase grup dalam mengamankan tiket PORA.

Bahkan Abdya lebih parah tak masuk play off sekalipun, dibandingkan dengan Tamiang di grup D yang sepat berlaga di play off usai berada di runnerup, namun kalah 2-1 atas peringkat dua grup C Aceh Besar pada babak play off.

Disisi lain Grup B dan C diwakili dua tim ke PORA, yakni B Aceh juara Grup B dan Aceh Barat Runnerup pemenang laga play off.

Serta dua wakil Grup C, Bireuen juara Grup dan Aceh Besar Runner- up, lolos lewat jalur play off.
Sedangkan secara umum 8 tim yang lolos PORA XV Aceh Jaya 2026 Cabor Sepakbola, ada yang lolos untuk pertama kali ke PORA yang telah masuk ke edisi ke-4.
“Dimana sebelum PORA pertama dihelatkan di Aceh Timur tahun 2014, belakangan ajang PORA masih berstatus PORDA (Pekan Olahraga Daerah Aceh)”.

Masing-masing Kabupaten dan kota yang akan berlaga di PORA Aceh Jaya 2026 Cabor bola sepak dari beberapa aspek kelolosan.

Yakni Aceh Jaya (baru 1x lolos sebagai tuan rumah PORA nanti), Pidie (konstisten lolos 4x dan datang ke Aceh Jaya sebagai peraih medali emas PORA 2022).

Aceh Selatan (juga terus lolos ke PORA hingga edisi ke-4) serta tampil di Aceh jaya sebagai juara Grup A babak kualfikasi (pra pora 2025).

Sementara tim lainnya yang akan tampl di Aceh Jaya adalah juara Grup C Bireuen, Juara Grup D Kota Langsa serta dua Kabupaten dan yang juga baru pertama lolos PORA, yakni Aceh Barat pemenang play off pertamam serta Kota Banda Aceh yang juga membuat sejarah seperti Aceh Barat, setelah 3 edisi PORA los. (zulmahdi)

Kalahkan Tamiang, Aceh Besar Lengkapi Tim PORA XV 2026 Cabor Sepakbola

0

Skuad Aceh Besar, memastikan diri lolos ke PORA XV Aceh Jaya 2026, usai mengalahkan Aceh Tamiang 2-1 dalam pertandingan babak Play Off Pra PORA Cabor Sepakbola tahun 2025, di stadion Blang Paseh, Sigli, Kamis (10/07) sore. (foto/istimewa)

MEDIANAD.COM, SIGLI:Tim Sepakbola Pra PORA Askab PSSI Aceh Besar (Abes) memastikan diri lolos ke Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV Aceh Jaya, tahun 2026, setelah mengalahkan skuad “gurem” Askab PSSI Tamiang 2-1

Dalam pertandingan babak Play- Off Pra PORA IV Cabor Sepakbola, yang berlangsung di Stadion Blang Paseh, kota Sigli, Pidie, Kamis (10/07/2025) petang.

Keberhasilan anak asuhan dibawah duet pelatih, T Helza Rahmat dan Mukhlis Nakata amankan tiket terakhir PORA, yang juga jadi tim kedelapan yang akan bersua di Aceh Jaya tahun depan.

Berkat gol M Raisul di menit ke 8 dan M Andika Putra pada menit ke-90+17 Extra Time (tambahan waktu 2×15 menit) serta gol balasan Tamiang lahir berkat sundulan, Ridho Ardiansyah menit 46.

Sementara tujuh tim sebelumnya yang sudah pasti tampil di PORA XV 2026 Aceh Jaya, masing-masing tuan rumah Aceh Jaya, peraih medali emas PORA 2022 Pidie, Aceh Selatan, Juara Grup A Babak Kualifikasi, Kota Banda Aceh, Juara Grup B, Juara Grup C Bireuen, Juara Grup D Pra PORA Kota Langsa, serta Aceh Barat dan Aceh Besar pemenang babak play off Pra PORA. (zm)

Brace Gol Rendi, Aceh Barat jadi Tim Ketujuh Lolos PORA Cabor Sepakbola, ‘Kamis Petang Abes dan Tamiang Incar Tiket Terakhir’

0

Foto tim Aceh Barat, serta Plt Ketua KONI Aceh, yang diwakili Sekretaris, Samsul Bahri meyerahkan bola kepada wasit sesaat sebelum ‘kick off’ babak Play Off Pra PORA, di stadion Blang Paseh, Sigli, Rabu (09/07) petang juga didampingi Sekum PSSI Aceh, Nazaruddin, Anggota Exco Muzakir, TD Pra PORA Zakria Praja “Jek”, pengurus Asprov PSSI Aceh dan Panpel lokal di Sigli. (foto:medianad.com_humas pssi aceh)

MEDIANAD.COM, SIGLI: Tim Sepakbola Pra PORA Askab PSSI Aceh Barat (Abar) memastikan diri lolos ke Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV Aceh Jaya, tahun 2026, usai mengalahkan kekuatan Askab PSSI Nagan Raya 2-1 (2-1) (2-1).

Dalam pertandingan babak _Play- Off_ Pra PORA IV Cabor Sepakbola yang berlangsung di Stadion Blang Paseh, kota Sigli, Pidie, Rabu (09/07/2025) petang.

Keberhasilan anak asuhan Head Coach Wahyu AW amankan tiket PORA, yang juga jadi tim ketujuh yang akan bersua di Aceh Jaya tahun depan.

Berkat dua gol sidegil mereka, diamana andalan penyerang Rendi yang berhasil membuat “brace gol” (dua gol) masing-masing pada menit ke- 3 dan 40.

Sedangkan satu gol hiburan skuad Nagan diciptakan pemain pengganti, Afdhal Mustazam di
menit ke- 44.

Sementara satu tiket sisa untuk PORA akan diincar Runnerup Grup C Aceh Besar (Abes) dengan urutan dua Grup D babak kualifikasi Pra PORA, yakni Aceh Tamiang, yang juga berlangsung di stadion Blang Paseh, Kamis (10/07) petang.

Dimana, pertandingan Play Off hari kedua yang mempertemukan “Skuad matang” Aceh Besar dengan kekuatan “gurem” Tamiang juga belum bisa diprediksi siapa yang berhak mengondol satu tiket terakhir ke PORA Aceh Jaya tahun depan.

Seperti telah diberitakan Online ini tiga hari lalu, “Aceh Besar yang jauh-jauh hari mengincar tiket otomatis PORA”, namun harus terbertur dengan Kabupaten yang sedang menjamur bibit pemain remaja dan muda potensial Bireuen, serta ditambah sebagai tuan rumah Grup C Pra PORA, sulit ditandingini motivasi dan kolektivitas yang diperakan oleh anak asuhan Mulya Saputra-Efendi Ibrahim oleh tiga tim lain di Grup C.

“Wajar saja Skuad Aceh Besar yang juga diarsiteki head coach T Helza Rahmat, sepulang dari Bireuen langsung fokus latihan untuk menghadapi babak play off, alias tak mempersoalkan gagal lolos otomatis ke PORA XV 2026.
Namun M Andhika Putra, M Tanzil dan kolega tetap harus mewaspadai kekuatan lawan Aceh Tamiang di stadion Blang Paseh nanti”.

Mengingat skuad dibawah binaan ketua Askab PSSI Tamiang, Bung Syahriel Nasir memperlihatkan determinasi tinggi saat mentas di Grup D Babakkulifikasi PORA, bahkan hampir saja lolos otomatis, usai menang dengan Aceh Utara 3-0 dan 1-0 saat bersua Aceh Timur.
Namun ketimpa apes dilaga penentu dengan saudara sepagarnya Kota Langsa, yakni diluar dugaan Tamiang yang notabebe sebagai tuan rumah Grup D harus meyerah 0-1.

Sekaligus nentasbihkan tiket lolos otomatis PORA bagi skuad Langsa, dan sebaliknya Tamiang yang sebebarnya menguasai klasmen cukup lama, namun rela tak rela harus berjuang kembali di babak play off.

Sedangkan keunggulan lain tim Pra PORA Tamiang meskipun gagal lolos otomatis, “memperlihatkan permainan menghibur, kolektif dan kerja sama tim lumaan bagus bahkan diatas rata-rata 3 tim lain di Grup D Pra PORA”.

Serta kuat dalam bertahan dengan kemampuan dan postur pemain belakang memupuni, menguasai lini vital (tengah) tiap laga, namun sedikit kurang tenang dalam urusan penyelesaian akhir, termasuk kelihatan saat berhadapan dengan Langsa.

Namun ples minus tersebut, Skuat Pra PORA Tamiang yang diisi jebolan-jebolan SSB tetap harus diwaspadai kekuatannya oleh Abes di play off Pra PORA.

“Menarik disaksikan, tim mana yang akan meraih tiket terakhir (kedelapan) PORA XV 2026 Cabor Sepakbola”. (zm)

Play Off Pra PORA di Stadion Blang Paseh, Rabu Petang Nagan dan Aceh Barat Buru Satu Tiket PORA

0

PANPEL Pra PORA: Sekum Asprov PSSI Aceh, Exco, TD Pra PORA dan Panpel lokal Play Off nyatakan Stadion Blang Paseh sudah siap menggelar pertandingan. (foto/kiriman mumun, sigli)

MEDIANAD.COM, PIDIE: Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh yang telah menetapkan Stadion Blang Paseh kota Sigli, Pidie yang juga salah satu venue Cabang Olahraga (Cabor) Sepakbola PON Aceh dan Sumut tahun 2024 sebagai venue babak play off Pra PORA.

Rabu (09/07/2025) petang dipastikan akan tersaji laga menarik, antara tim Sepakbola Nagan Raya dengan Aceh Barat, dalam mengamankan satu tiket sisa dari dua tiket yang tersedia menuju PORA XV Aceh Jaya 2026.
Babak Play Off adalah kesempatan dan limit akhir Prakualifikasi Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) IV Cabor Sepakbola dalam mengamankan 2 tiket sisa menuju PORA XV 2026 di Aceh Jaya dan panitia sudah siap menggelar dua laga penting tersebut, 09 dan 10 Juli 2025 di Stadion Blang Paseh, lapor Sekum PSSI Aceh, Nazaruddin kepada online ini, Selasa malam.

Yang juga menambahkan, dua tiket sisa tersebut dipastikan diincar 4 tim Runnerup Grup Pra PORA, masing-masing Skuad Askab PSSI Nagan Raya (urutan 2 grup A) Aceh Barat (runnerup grup B) Aceh Besar (urutan 2 grup C) dan Tim Askab PSSI Tamiang yang keluar sebagai Runnerup Grup D.

Seperti telah dirilis online ini 3 hari lalu.
Empat kosntestan yang berlaga di Play Off masih sulit diprediksi siapa yang keluar sebagai pemenang dan mengamankan tiket PORA.

Diantaranya Runnerup Grup A Nagan Raya yang akan bersua tim tempat kedua Grup B Aceh Barat bisa saja meledak dan pemenang diluar prediksi?

“Mengingat tim dibawah ‘head coach’ Mukhlis (Nagan) tersebut membuat catatan manis di Grup A babak penyisihan Pra PORA”, yang juga datang sebagai tim non unggulan Grup serta langsung kalah 3-1 di laga perdana dengan Aceh Selatan.

Namun Arief Aulia Rizki,cs langsung bangkit pada pertandingan kedua, setelah berhasil mengalahkan tim peraih medali perak PORA 2022 Aceh Singkil lewat skor mencolok 3-0 dan menang 2-1 atas Simeulue, sekaligus menguatkan dirinya keluar sebagai Runnerup Grup A dengan poin 6.

Bagaimana dengan lawannya Runnerup Grup B Aceh Barat, yang diunggulkan menang atas Nagan pada laga Play Off nanti, sah-sah saja. “Yang sebenarnya pasukan dibawah arsistek/ head coach sarat pengalaman Wahyu AW sudah lolos otomatis ke PORA, namun faktor keberuntungan saja harus berpuasa terlebih dahulu mentas ke Aceh Jaya tahun depan, usai ditahan imbang Aceh Tengah di laga penentu Grup B”.

Akan tetapi stasistik, strategi dan keberuntungan tak selalu munjur dalam sepak bola, tentu Aceh Barat tetap harus mewaspadai kekuatan tim Nagan. (*/non)

PSSI Aceh Tetapkan Stadion Ex PON Aceh-Sumut Venue Play Off, “Tim Play Off Berkekuatan Setara”

0

Stadion Blang Paseh, Kota Sigli, Pidie dan jadwal pertandingan babak play off. (foto/istimewa)

MEDIANAD.COM, PIDIE: Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh, menetapkan Stadion Blang Paseh kota Sigli, Pidie yang juga salah satu venue Cabang Olahraga (Cabor) Sepakbola PON Aceh dan Sumut tahun 2024.

Tempat berlangsungnya pertandingan babak Play-Off Pra PORA Cabor Sepakbola, yakni 9 dan 10 Juli 2025 serta Kick Off tepatnya pukul 15.00 WIB.

Sekum Asprov PSSI Aceh, Nazaruddin, Sabtu pagi (05/07) kepada Online ini mengatakan. Babak Play Off adalah kesempatan dan limit akhir Prakualifikasi Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) IV Cabor Sepakbola dalam mengamankan 2 tiket sisa menuju PORA XV 2026 di Aceh Jaya.

Serta dua tiket sisa tersebut dipastikan diincar 4 tim Runnerup Grup Pra PORA, masing-masing Skuad Askab PSSI Nagan Raya (urutan 2 grup A) Aceh Barat (runnerup grup B) Aceh Besar (urutan 2 grup C) dan Tim Askab PSSI Tamiang yang keluar sebagai Runnerup Grup D.

Serta Technical Meeting babak Play Off akan dilaksanakan, Selasa 8 Juli 2025 dan hari serta waktu akan ditentukan dua hari sebelum meeting, ungkap Sekum Nazaruddin.

KEKUATAN IMBANG

Sementara itu, empat kosntestan yang akan berlaga di Play Off masih sulit diprediksi siapa yang keluar sebagai pemenang dan mengamankan tiket PORA.

Diantaranya Runnerup Grup A Nagan Raya yang akan bersua tim tempat kedua Grup B Aceh Barat bisa saja meledak.

“Mengingat tim dibawah ‘head coach’ Mukhlis tersebut membuat catatan manis di Grup A babak penyisihan Pra PORA”, yang juga datang sebagai tim non unggulan Grup serta langsung kalah 3-1 di laga perdana dengan Aceh Selatan.

Namun Arief Aulia Rizki,cs langsung bangkit pada pertandingan kedua, setekah berhasil mengalahkan tim peraih medali perak PORA 2022 Aceh Singkil lewat skor mencolok 3-0 dan menang 2-1 atas Simeulue, sekaligus menguatkan dirinya keluar sebagai Runnerup Grup A dengan poin 6.

Bagaimana dengan lawannya Runnerup Grup B Aceh Barat, yang diunggulkan menang atas Nagan pada laga Play Off nanti, sah-sah saja. “Yang sebenarnya pasukan dibawah arsistek/ head coach sarat pengalaman Wahyu AW sudah lolos otomatis ke PORA, namun faktor keberuntungan saja harus berpuasa terlebih dahulu mentas ke Aceh Jaya tahun depan, usai ditahan imbang Aceh Tengah di laga penentu Grup B”.

Akan tetapi stasistik, strategi dan keberuntungan tak selalu munjur dalam sepak bola, tentu Aceh Barat tetap mewaspadai kekuatan tim Nagan.

Sementara pertandingan Play Off hari kedua yang mempertemukan “Skuad matang” Aceh Besar dengan kekuatan “gurem” Aceh Tamiang juga belum bisa diprediksi siapa yang berhak mengondol satu tiket PORA.
Apalagi Aceh Besar yang jauh-jauh hari mengincar tiket otomatis PORA, namun harus terbertur dengan Kabupaten yang sedang menjamur bibit pemain remaja dan muda potensial Bireuen, serta ditambah sebagai tuan rumah Grup C Pra PORA, sulit ditandingi motivasi dan kolektivitas yang diperakan oleh anak asuhan Mulya Saputra-Efendi Ibrahim oleh tiga tim lain di Grup C.

“Wajar saja Skuad Aceh Besar yang juga diarsiteki head coach T Helza Rahmat, sepulang dari Bireuen langsung fokus latihan untuk menghadapi babak play off, alias tak mempersoalkan gagal lolos otomatis ke PORA XV 2026.
Namun M Andhika Putra, M Tanzil dan kolega tetap harus mewaspadai kekuatan lawan Aceh Tamiang di stadion Blang Paseh nanti.

Mengingat skuad dibawah binaan ketua Askab PSSI Tamiang, Bung Syahriel Nasir memperlihatkan determinasi tinggi saat mentas di Grup D Pra PORA, bahkan hampir saja lolos otomatis, usai menang dengan Aceh Utara 3-0 dan 1-0 saat bersua Aceh Timur.

Namun ketimpa apes dilaga penentu dengan saudara sepagarnya Kota Langsa, yakni diluar dugaan Tamiang yang notabebe sebagai tuan rumah Grup D harus meyerah 0-1.

Sekaligus nentasbihkan tiket lolos otomatis PORA bagi skuad Langsa, dan sebaliknya Tamiang yang sebebarnya menguasai klasmen cukup lama, namun rela tak rela harus berjuang kembali di babak play off.

Sedangkan keunggulan lain tim Pra PORA Tamiang meskipun gagal lolos otomatis, “memperlihatkan permainan menghibur, kolektif dan kerja sama tim lumaan bagus bahkan diatas rata-rata 3 tim lain di Grup D Pra PORA”.

Serta kuat dalam bertahan dengan kemampuan dan postur pemain belakang memupuni, menguasai lini vital (tengah) tiap laga, namun sedikit kurang tenang dalam urusan penyelesaian akhir, termasuk kelihatan saat berhadapan dengan Langsa.

Namun ples minus tersebut, Skuat Pra PORA Tamiang yang diisi jebolan-jebolan SSB tetap harus diwaspadai kekuatannya di play off Pra PORA. (zulmahdi)

Puncaki Grup D, Langsa Segel Tiket Keenam PORA, Dua Tiket Sisa akan Diburu Skuad Nagan, Abar, Abes dan Tamiang di Play- Off

0

Tim Askot PSSI Kota Langsa Lolos ke PORA 2026, usai memuncaki Grup D Pra PORA. (foto/ist)

MEDIANAD.COM:KUALASIMPANG: Skuad Pra PORA Askot PSSI Kota Langsa segel tiket otomatis ke Pekan Olahraga Aceh (PORA) Aceh Jaya 2026, usai menang secara dramatis 1-0 atas Aceh Tamiang, pada pertandingan pamungkas Grup D yang berlangsung di Stadion Tamiang, Karang Baru, Kamis (03/07) sore.
Sedangkan kekalahan meyakitkan skuad tuan rumah Grup D Tamiang yang juga telah perkasa dipuncak klasmen sejak laga kedua kemarin dengan poin enam, harus berjuang kembali di perebutan tiket selanjutnya melalui jalur play off.

“Itulah sepak bola, sedikit aja lengah langsung jadi bumerang, padahal sebelum kick off, Tamiang cukup menahan imbang Langsa agar lolos otomatis ke pora dengan nilai 7”.

Akan tetapi kecerdikan Langsa yang sebebarnya masih berkutat diurutan dua klasmen dengan poin 4 sebelum bentrok kedua tim, secara tak terduga skuad Langsa berhasil mencuri kemenangan penting di laga itu, dan memastikan diri lolos ke PORA perwakilan Grup D usai unggul satu poin atas Tamiang yang turun ke posisi runnerup grup D.

Sementara laga jam pertama, Kamis siang. Kemenangan besar 5-0 Tim Aceh Utara atas Aceh Timur juga tak berarti apa-apa, usai Langsa menang dari Tamiang.
Setelah beberapa saat Aceh Utra memiliki asa masuk runnur up, “namun jika Langsa kalah dari Tamiang”.

PERTANDINGAN TERAKHIR 4 GRUP

Laga antara Langsa dan Tamiang di Grup D Kamis sore juga sebagai pertandingan keseluruhan 4 Grup yang dimulai dari Grup A di Aceh Selatan, 24 Juni, Grup B di Abdya kick off mulai 25 Juni, Grup C di Lapangan RTH Cot Gapu yang berlangsung mulai tanggal 27 Juni dan Grup pamungkas D di stadion Tamiang yang baru menyelesaikan seluruh laga, Kamis (03/7) sore.

Serta sudah memastikan 6 slot tim yang lolos PORA Aceh Jaya, yakni Aceh Jaya (HOSE) sebagai tuan rumah PORA 2026, Pidie peraih medali emas PORA 2022.

Selanjutnya Aceh Selatan juara Grup A Pra PORA, Banda Aceh juara Grup B Pra PORA, Bireuen Juara Grup C dan Kota Langsa pemuncak klasmen Grup D Pra PORA.

BABAK PLAY OFF akan Berlangsung di Stadion Blang Paseh, Sigli 9 dan 10 Juli 2025

Tentu akan bertarung 4 RUNNERUP Grup dalam mengejar dua tiket sisa menuju PORA melalui jalur Play Off . Masing-masing tempat kedua Grup A Nagan Raya akan bersua Runner up Grup B Aceh Barat dan Runnerup Grup C Aceh Besar (Abes) menantang urutan dua Pool D Aceh Tamiang”. (zm)

Pertandingan Sepak Bola Piala Wakil Gubernur Aceh Resmi Dibuka, Total Hadiah Rp200 Juta

0

MEDIANAD.COM – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, secara resmi membuka Kejuaraan Sepak Bola Piala Wakil Gubernur Aceh 2025 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Mutiara, Kecamatan Beureunuen, Kabupaten Pidie, pada Rabu (2/7/2025).

Turnamen bergengsi ini akan berlangsung selama 15 hari dan diikuti oleh 16 klub terbaik dari berbagai daerah di Aceh.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan bahwa turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi dan semangat sportivitas antar pemuda Aceh.

“Dalam pertandingan di lapangan keputusan tertinggi ada pada wasit, apapun yang diputuskan wasit itulah yang terbaik. Kita harapkan juga pada wasit setiap keputusan adalah keputusan yang adil dan tepat sasaran, ” kata Fadhlullah.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan atlet sejak dini sebagai investasi masa depan olahraga Aceh.

“Kami Pemerintah Aceh mendukung event olahraga apapun, PON lalu Aceh meraih peringkat 6, harapannya target kedepan bisa juara 3,” kata Fadhlullah.

Turnamen ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp200 juta, dengan rincian juara 1 Rp100 juta, juara 2: Rp50 juta, dan juara bersama 3 dan 4 sebesar Rp50 juta.

Panitia pelaksana menyampaikan bahwa seluruh pertandingan akan berjalan dengan sistem gugur dan diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit pesepak bola potensial dari tanah Rencong.

Pertandingan perdana pada momen pembukaan mempertemukan Arabian Sabang melawan Rencong Putra Beureueh, yang disambut antusias oleh ratusan penonton yang memadati tribun dan sisi lapangan.

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Aceh dan antusiasme masyarakat, Kejuaraan Sepak Bola Piala Wakil Gubernur Aceh 2025 diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga sepak bola di provinsi ini.

Hadir mendampingi Wagub Aceh yaitu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh T Mirzuan dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Akkar Arafat. [**]

Plt Ketua Askab PSSI Tamiang: Pembangunan Atap Tribun Stadion Tamiang Mendesak

0

Plt ketua Askab PSSI Tamiang, Syahriel Nasir (topi putih), tim Pra PORA Tamiang serta kondisi TRIBUN Stadion Aceh Tamiang yang masih beratap langit, mendesak untuk dibangun atap tribun stadion dimaksud. (foto/zulmahdi)

MEDIANAD.COM, KUALASIMPANG: Untuk permukaan lapangan, lebar dan panjang sudah memenuhi standar serta telah dibuktikan dengan suksesnya menggelar kompetisi dibawah Asprov PSSI Aceh, diantaranya Stadion utama Tamiang ditetapkan salah satu Grup pertandingan Liga3 tahun 2023-2024.

Serta sekarang (1-3 Juli-Red) sedang berlangsung Pra PORA Cabor Sepakbola Grup D, membuktikan tidak ada kendala dengan infrastruktur lain, “hanya persoalan tribun penonton yang tidak memiliki atap, sehingga pecinta sepakbola keberatan datang ke stadion Tamiang, apalagi dalam keadaan cuaca panas seperti sekarang ini, ungkap Plt ketua Askab PSSI Aceh Tamiang, Syahriel Nasir kepada Online ini disalah satu Warkop di Karang Baru, Rabu (02/07) siang.

Sembari mengharapkan, untuk sesegera mungkin pembangunan atap tribun stadion dimaksud terrealisasi.
Serta Plt Keua Askab B Nasir mengharapkan Pemkab Aceh Tamiang memberi perhatian penuh, terutama dalam peruntukan anggaran dari APBK Aceh Tamiang.

“Mengingat pasangan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang cinta dan suka dengan olahraga sepakbola serta ada kontrak politik, akan memberi perhatian penuh untuk pembangunan atap tribun stadion Tamiang jika menjadi Bupati dan Wabub di Kabupaten tersebut”.

Tentu harapan semua itu dapat terealisasi dari dukungan Pemkab, meskipun tahap demi tahap, ujar Nasir yang juga salah satu wartawan senior wilayah kerja Aceh Tamiang.

Sembari mengharapkan untuk sumber anggarannya mudah-mudahhan ada bantuan dari APBA Provinsi, pihak swasta, BUMN dan BUMD lainnya.

Sementara itu, ditanya tentang fasilitas lainnya yang standar sebgai salah satu stadion sepakbola profesional. B Nasir menjelaskan, “sudah ada ruangan semua dibawah tribun, tinggal pembenahan dan direhab agar memenuhi standar sebagaimana yang diharapkan”, tutupnya. (zm)

Setelah Sukses Gelar LLBC 2025, Manajemen Persiraja Makin Solid Tatap Liga 2

0

PANPEL LLBC 2025 diabadikan bersama usai serimoni penutupan Turnamen dimaksud, di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Selasa (01/07/2025) malam. foto/ist

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Turnamen pramusim Lantak Laju Byond Cup (LLBC) 2025 yang digelar selama lebih dari dua pekan sejak 14 Juni hingga 1 Juli 2025 resmi ditutup dengan keberhasilan Derre FC Aceh Utara sebagai juara.

Turnamen ini digelar di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, atas inisiatif Manajemen Persiraja Banda Aceh bersama Bank Syariah Indonesia (BSI), dan dinilai sukses dari sisi penyelenggaraan maupun antusiasme publik.

Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi Persiraja yang tengah membangun kekuatan menyambut kompetisi Liga 2 musim 2025/2026. Hal tersebut ditegaskan oleh Manajer Persiraja, Ridha Mafdhul Gidong, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia LLBC 2025, lewat siaran pers humas Panpel yang diterima Online ini, Rabu (02/07) malam.

Ia juga menyampaikan bahwa gelaran turnamen ini tidak hanya menjadi wadah pemanasan bagi pemain-pemain dari kub dari berbagai daerah, tetapi juga memperkuat soliditas internal tim manajemen Persiraja.

“Turnamen ini jadi bukti bahwa kita bisa menyelenggarakan even besar dengan profesional. Ini jadi modal penting, bukan hanya dari segi teknis pertandingan, tapi juga kekompakan manajemen dan stakeholder klub. Kita lebih siap menyambut Liga 2″.

LLBC 2025 diikuti oleh 16 tim dari berbagai kabupaten/kota di Aceh dan sekitarnya, termasuk klub-klub yang diperkuat pemain profesional dan mantan pemain Liga 1. Atmosfer pertandingan yang berlangsung meriah dan kompetitif juga disebut Ridha sebagai bagian dari upaya Persiraja menjaga eksistensi dan gairah sepakbola di Aceh.

Menurut Ridha, partisipasi Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai sponsor utama menjadi bukti bahwa klub mampu menjalin kemitraan strategis dengan lembaga besar, yang akan terus dikembangkan dalam menghadapi Liga 2.
“BSI jadi mitra yang sangat suportif. Ke depan, kita ingin memperluas jaringan sponsor dan membangun kembali kejayaan Persiraja,” tambahnya.

Selain itu, tim scouting talent Persiraja, juga turut memantau sejumlah pemain potensial dari turnamen ini sesuai arahan Presiden tim Persiraja, H. Nazaruddin Dek Gam. Beberapa nama bahkan disebut-sebut akan dipanggil untuk menjalani trial bersama skuad utama Laskar Rencong dalam persiapan tim menjelang kickoff Liga 2.

Dengan suksesnya LLBC 2025, manajemen Persiraja optimis target mereka untuk kembali bersaing di papan atas Liga 2 bisa dicapai. Klub yang terakhir kali tampil di Liga 1 pada musim 2021 itu kini menatap masa depan dengan struktur organisasi yang lebih rapi dan semangat baru dari hasil kolaborasi antarelemen tim. (**)

Popular Posts

My Favorites

Gerak Cepat Sat Reskrim Polres Sabang Tangkap Tiga Pelaku Pencurian dengan...

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Aksi cepat Sat Reskrim Polres Sabang patut diapresiasi. Hanya dalam hitungan jam setelah menerima laporan, tim berhasil mengamankan tiga terduga pelaku...