Pemerintah

Beranda Pemerintah Halaman 5
Berita Pemerintahan

Puluhan Dosen UBBG Tanda Tangani Kontrak Hibah BIMA 2026 Kemendiktisaintek

0

MEDIANAD COM, BANDA ACEH — Puluhan dosen Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) yang berhasil lolos Program Hibah BIMA 2026 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menandatangani kontrak hibah bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBBG. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kampus Gedung B UBBG, Jumat (22/5/2026).

Rektor UBBG, Prof. Dr. Hj. Lili Kasmini, S.Si., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada LPPM UBBG atas meningkatnya jumlah dosen yang berhasil memperoleh hibah pada tahun 2026.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari bimbingan, pendampingan, serta layanan yang diberikan LPPM kepada para dosen selama proses penyusunan proposal hingga pengajuan hibah.

“Pencapaian hibah yang lebih baik dari tahun sebelumnya bukanlah sebuah kebetulan. Keberhasilan ini lahir dari motivasi, kegigihan, serta komitmen bersama dalam meningkatkan budaya akademik dan penelitian di lingkungan kampus,” ujar Prof. Lili.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh dosen penerima hibah sekaligus berharap capaian tersebut terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.

“Selamat dan sukses kepada dosen yang berhasil memperoleh hibah tahun ini. Semoga tahun depan jumlahnya semakin meningkat. Saya berharap program ini dapat dilaksanakan dengan baik dengan menyiapkan luaran yang berdampak. Hibah tidak hanya dipandang dari sisi finansial, tetapi juga merupakan bagian dari pengakuan profesionalitas dosen,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua LPPM UBBG, Dr. Muhammad Iqbal, S.Pd., M.A., menyampaikan bahwa dosen UBBG berhasil memperoleh pendanaan Hibah BIMA 2026 melalui berbagai skema penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, peningkatan jumlah penerima hibah menjadi bukti semakin kuatnya budaya riset dan pengabdian di lingkungan UBBG.

“Kami berharap para dosen dapat melaksanakan seluruh tahapan kegiatan sesuai ketentuan serta mengutamakan luaran hibah sesuai target yang telah ditetapkan sejak awal,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa luaran program hibah menjadi aspek penting yang harus dipersiapkan secara matang agar hasil penelitian maupun pengabdian mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Berdasarkan daftar penerima Program Pendanaan Riset dan Pengembangan Tahun Anggaran 2026, dosen UBBG yang berhasil memperoleh pendanaan terdiri dari berbagai skema penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Penerima Pendanaan Skema Penelitian
Skema PFR
1. Helminsyah, M.Pd
2. Hendra Kasmi, M.Pd
3. Dr. Muhammad Iqbal, S.Pd., M.A
4. Mulyadi Syahputra, M.Pd
5. Bd. Nelva Riza, SST., M.Kes
6. Riza Oktariana, S.Pd., M.Pd

Skema PDP
7. Ns. Ferdi Riansyah, S.Tr.Kep., M.K.M
8. Frisca Fazira, S.Tr.Keb., M.Keb
9. Ns. Herlina An Nasution, S.Kep., M.K.M
10. Ifutya Warnisa, M.Pd
11. Komala Kartikasari Nst, SKM., MKM
12. Mahmudin Aritanoga, S.Pd., M.Kes
13. Ns. Mira Fajarina, S.Kep., MNSc
14. Ns. Nabella, S.Kep., M.Han
15. Nurul Zikri Filina, M.Pd
16. Nyak Vira Mailianti, M.Pd
17. Riska Gebrina, S.Pd., M.Sn
18. dr. Sarah Annadya, Sp. DVE
19. Sofiyan Siregar, S.Pd., M.Pd
20. Tawakal, M.Pd

Skema PTM
21. Fitriati, S.Pd.I., M.Ed., PhD
22. Prof. Dr. Lili Kasmini, S.Si., M.Si
23. Dr. Muhammad Iqbal, S.Pd., M.A
24. Dr. Siti Mayang Sari, M.Pd
25. Dr. Syarfuni, M.Pd

Skema PKPT
26. Dr. Syarfuni, M.Pd
27. Yenni Mutiawati, M.Pd

Penerima Pendanaan Pengabdian Kepada Masyarakat
Skema PISN
1. Asifa Askhan, S.Sn., M.Sn
2. Kembang Ayu Agustya, S.Pd., M.Pd
3. Nyak Vira Mailianti, M.Pd
4. Riska Gebrina, S.Pd., M.Sn
5. Dr. Zahraini, S.Pd., M.Pd

Skema PKM
6. Ahmad Nasriadi, M.Pd
7. Meriza Faradilla, M.Pd

Peningkatan jumlah dosen penerima Hibah BIMA 2026 di lingkungan UBBG diharapkan dapat semakin memperkuat budaya riset, inovasi, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat yang berdampak luas dan berkelanjutan. (Kal)

‎Gubernur Aceh Hadiri Paripurna DPRA Penyampaian Rekomendasi LKPJ 2025

0

MEDIANAD COM, BANDA ACEH — Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Tahun 2026 dengan agenda penyampaian rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2025. Rapat berlangsung di Gedung Utama DPRA, Rabu (20/5/2026).

‎Rapat paripurna tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRA Ali Basrah dan dihadiri unsur pimpinan serta anggota DPRA.

Turut pula hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), serta sejumlah tamu undangan lainnya.

‎Dalam jalannya sidang, Ali Basrah mempersilakan Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ 2025, Ilmiza Saaduddin Djamal, untuk membacakan rekomendasi DPRA terhadap LKPJ Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2025.

Rekomendasi tersebut memuat 24 poin yang menjadi catatan, evaluasi, sekaligus masukan dari legislatif terhadap pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan Aceh selama tahun anggaran 2025.

Usai pembacaan rekomendasi, pimpinan rapat kembali mempersilakan Sekretaris DPRA, Khudri, untuk membacakan Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh tentang Rekomendasi DPRA terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2025.

‎Rapat paripurna tersebut menjadi bagian dari mekanisme konstitusional dalam proses evaluasi kinerja pemerintah daerah. Rekomendasi yang disampaikan DPRA diharapkan menjadi bahan penyempurnaan bagi Pemerintah Aceh dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta pelaksanaan program pembangunan ke depan.

‎Sebelumnya, Gubernur Aceh telah menyampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna di Gedung Utama DPRA pada April lalu. Laporan tersebut memuat capaian program, realisasi anggaran, serta pelaksanaan berbagai kebijakan strategis Pemerintah Aceh sepanjang tahun 2025. (*)

Apresiasi Universitas Almuslim, Sekda Aceh Minta Mahasiswa Berorganisasi Harus Tetap Berprestasi

0

M. Nasir Syamaun, Sekda Aceh

MEDIANAD COM, ​BIREUEN — Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, menghadiri sekaligus memberikan apresiasi tinggi kepada Universitas Almuslim atas konsistensinya dalam membangun tradisi akademik dan memperkuat kepemimpinan mahasiswa.

Hal itu disampaikannya dalam acara Pelantikan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) Universitas Almuslim periode 2026–2027 di Bireuen, Rabu (20/5/2026).

​Dalam sambutannya, Nasir menekankan bahwa perguruan tinggi mengemban tugas yang luas. Tidak hanya fokus melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga wajib mencetak generasi muda yang matang, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi melalui organisasi kemahasiswaan.

​Ia juga menyoroti stigma klasik yang sering berkembang di lingkungan kampus, di mana banyak pihak khawatir bahwa aktif berorganisasi dapat menurunkan prestasi akademik mahasiswa. Ada anggapan bahwa kegiatan organisasi hanya akan menghabiskan waktu dan mengganggu fokus belajar hingga memicu penurunan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

Namun, Sekda Aceh mematahkan anggapan tersebut dengan memaparkan data ilmiah.

​”Beberapa penelitian justru menunjukkan hal sebaliknya. Salah satunya adalah riset yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia terhadap 120 responden angkatan 2020 hingga 2023, yang dimuat dalam laman economica.id,” ujar Nasir.

​Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dalam organisasi tidak memiliki hubungan signifikan terhadap penurunan IPK. Bahkan, mayoritas mahasiswa yang aktif berorganisasi terbukti tetap mampu mempertahankan IPK di atas 3,5.

Nasir juga menambahkan bahwa dunia kepemimpinan nasional telah lama dibentuk oleh rahim organisasi kampus. Ia mencontohkan bahwa sebagian besar menteri kabinet hingga para pemimpin bangsa saat ini merupakan sosok yang berangkat dari latar belakang seorang aktivis mahasiswa.

​Acara pelantikan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan; Ketua Pembina Yayasan Almuslim, Rusyidi Mukhtar; jajaran civitas akademika Universitas Almuslim; serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bireuen. (*)

DKP Aceh Libatkan Panglima Laut Dalam Rangka Surve Laut Berkelanjutan

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – dalam rangka kegiatan yang berkelanjutan terhadap Surve Laut di wilayah provinsi Aceh, kadis kelautan dan perikanan Bu ( DKP) Aceh Safrizal membuka secara resmi acara kegiatan monitoring dan evaluasi pengelolaan perikanan karang demersal Aceh dihotel Ayani Peunayong Banda Aceh pada tgl 19/5/2026.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tentang tata kelola perikanan berkelanjutan berbasis data ilmiah sekaligus memperkuat keterlibatan panglima laut dalam menjaga kelestarian sumber daya hasil laut Aceh khususnya dikawasan selat benggala.

Kepala dinas kelautan dan perikanan Aceh Safrizal,S,STP, M .Ec.Dev,mengatakan bahwa sektor perikanan Aceh harus dikelola secara kolaboratif terukur serta berbasis kajian ilmiah agar potensi hasil laut Aceh tetap lestari, sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan untuk masyarakat nelayan.

PP 

Karena Aceh memiliki sumberdaya ikan yang sangat besar terutama ikan karang demersal yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nelayan. Namun demikian kadis DKP Aceh Safrizal mengatakan bahwa pengelolaan sektor kelautan juga menghadapi tantangan serius mulai dari praktek penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan dan ancaman eksploitasi hingga tingginya penangkapan ikan Juvenil yang dapat mengancam keberlanjutan stok ikan dimasa mendatang.

Maka dengan kebaikan jalan berbasis data serta penguatan dan penguatan pengawasan dinilai menjadi kebutuhan yang mendesak. Jadi pengelolaan perikanan harus melibatkan semua pihak baik dari pemerintah, akademisi, panglima laut, lembaga penelitian, hingga masyarakat nelayan supaya sumberdaya laut Aceh tetap terjaga, dan kesejahteraan masyarakat nelayan pendapatannya terus meningkat.

Kegiatan ini turut hadir para tokoh tokoh penting dan para akademisi dibidang perikanan dari dekan fakultas perikanan dan ilmu kelautan Syiah Kuala prof. Dr. Muchlisin dan mantan fakultas perikanan universitas Abuyatama Azwar thaib M,Si, juga hadir dari unsur akademisi universitas Malikussaleh, juga hadir dari universitas Teuku Umar Meulaboh dan dari unsur LSM. Kadis DKP Aceh juga mendorong kerja sama dengan forum ilmiah Aceh serta dengan lembaga terkait.

Untuk menyediakan data hasil tangkapan ikan secara berkala mulai dari harian, bulanan dan tahunan. Disetiap pelabuhan perikanan yang menjadi kewenangan pemerintah Aceh, menurutnya kesediaan data yang akurat sangat penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pengelolaan perikanan yang lebih terukur, berkelanjutan serta berpihak kepada kesejahteraan nelayan.

Kepala bidang perikanan tangkap DKP Aceh Samsul Bahri S ,Pi.M Si. Mengatakan bahwa dinas DKP Aceh mendukung penuh penguatan kerja sama dengan Forum ilmiah Aceh guna memperkuat data hasil tangkapan ikan di 21 pelabuhan perikanan yang ada di Aceh.

Menurut Samsul Bahri data ilmiah sangat penting untuk menjadi pijakan kebijakan sektor kelautan yang tepat sasaran. kedepan centus sambahri kita akan memperkuat kolaborasi dengan forum ilmiah untuk memperkuat data hasil tangkapan ikan dipelabuhan perikanan di Aceh.

Bahkan jika memungkinkan kita juga ingin mengkaji secara ilmiah stok ikan tuna dan cekalang dilaut Aceh, ujar Samsul Bahri atau sapaan ampon Samsul.

Ia menyebutkan juga kajian tersebut sangat penting mengingat pemerintah Aceh saat ini dalam proses revisi undang undang pemerintahan Aceh ( UUPA) juga telah mengusulkan perluasan batas kewenangan laut Aceh dari 12 mil menjadi 200 mil, maka dengan dukungan data kuat Aceh diharapkan akan memiliki pondasi yang lebih kokoh dalam memperjuangkan pengelolaan sumber daya hasil laut yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan.

Dari kegiatan sosial ni yang dilaksanakan dihotel Ayani Banda Aceh,maka DKP Aceh sinergi antara pemerintah ,akademisi,panglima laut lhok, serta lembaga penelitian juga komunitas nelayan semakin kuat untuk mewujudkan tata kelola perikanan Aceh yang moderen berkelanjutan serta adaftif terhadap perubahan dan juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat pesisir di seluruh Aceh centus Samsul bahri sapaan ampon Samsul.(lem)

Imam Muda Tgk Muchtar asal Sabang Apresiasi Kinerja Gub Mualem Cabut Pergub JKA, ‘Warga tak Dipusingkan Lagi Pembatasan Desil’

0

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menggelar rapat hal pencabutan Pergub nomor 2 tahun 2026 tentang JKA di kediamannya seputar Banda Aceh, Senin (18/05) 2026 juga tanpak hadir, Sekda M Nasir, Ketua DPRA, Abang Samalanga, Anggota DPRA Salmawati, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana, Jubir Pemerintah Aceh Nurlis Efendi dan Karo Adpim Setda Aceh, Akka Arafat. (foto/istimewa)

Tgk Muchtar Andika

MEDIANAD COM, BANDA ACEH – Imam muda Masjid Al-Falah Gampong Ujong Kareung, Kota Sabang, Tgk Muchtar Andhika menyampaikan apresiasi atas keputusan Gubernur (Gub) Aceh, Muzakir Manaf yang mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) pada, Senin pagi (18/5/2026) kemarin.

“Siaran Pers yang diterima Redaksi Online MEDIANAD.COM, Selasa pagi”, Tgk Muchtar memandang. Keputusan Gub Aceh yang akrab disapa Mualem mencabut Pergub JKA merupakan bentuk respons cepat pemerintah Aceh dalam menampung aspirasi masyarakat, yang sebelumnya memang sudah disampaikan melalui berbagai gelombang aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh kalangan mahasiswa.

_Ini merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Aceh dalam menampung aspirasi masyarakat_ serta keputusan pemerintah atas pencabutan pergub dimaksud juga menunjukkan bahwa, pemerintah tetap membuka ruang dialog dan mendengar suara rakyat, _sangat luar biasa dan alhamdulillah untuk semuanya atas kebijakan dan kebaikan pemimpin Aceh_, pinta Imam muda Tgk Muchtar.

Sembari menambahkan, “dalam konteks demokrasi dan kekhususan Aceh, kebijakan yang menyentuh layanan dasar seperti JKA berkaitan langsung dengan adanya rasa keadilan sosial serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, harus dipertahankan untuk selamanya.

Tgk. Muchtar juga menyebutkan, pencabutan pergub tersebut dapat dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas sosial sekaligus merawat hubungan emosional antara pemerintah dengan rakyatnya.

“Keputusan ini menjadi pesan penting bahwa komunikasi publik terhadap aspirasi masyarakat merupakan hal yang paling utama dalam proses pengambilan kebijakan. Pemerintah yang kuat bukan pemerintah yang memaksakan kebijakan, tetapi pemerintah yang mampu mendengar, mengevaluasi, dan memperbaiki arah ketika muncul kegelisahan ditengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berharap momentum ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat tata kelola program JKA agar lebih tepat sasaran, transparan dan berkelanjutan tanpa mengurangi hak dasar masyarakat Aceh dalam memperoleh layanan kesehatan.

“Dukungan rakyat akan bertambah kuat jika kebijakan dibangun melalui dialog, keterbukaan, dan keberpihakan pada kepentingan publik,” ujarnya.

Serta diakhir perkataannta, Tgk Muchtar berharap, di bawah kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan kabinetnya, kedepan Aceh kedeoan terus maju dan berkembang.

Alhamdulillah”, Pemerintah Aceh Cabut Pergub JKA, ‘Masyarakat bisa Berobat Seperti Biasa’

“Seperti telah dirilis MEDIANAD.COM kemarin”, Gubernur Aceh, Mualem Muzakir Manaf mengabarkan mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesahatan Aceh (JKA), _serta seluruh Rakyat Aceh bisa berobat seperti biasa tanpa ada pembatasan desil_ Demikian diumumkan Gub yang akrab disapa Mualem, melalui

Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi, Senin (18/05/2026), sembari mengutarakan. “Tak berlaku lagi (dicabut) Pergub Nomor 2 Tahun 2026 dimaksud adalah bagia dari penampungan aspirasi masyarakat Aceh dari berbagai komponen’.

Serta sebelumnya Pemerintah Aceh juga sudah menerima masukan dari DPR Aceh dan elemen masyarakat terdepan yang telah menyampaikan pendapat dan saran untuk pencabutan Pergub tersebut, yakni adik-adik mahasiswa lewat rapat umum (berunjukrasa) maupun FGD”, dijadikan alasan dan bahan masukan untuk pencabutan Pergub ini,” jelasnya.

Dengan demikian Gub Mualem meminta seluruh masyarakat Aceh bisa berobat ke Rumah Saki (RS) sebagaimana biasa tanpa pembatasan desil. Intinya, pembiayaan akan ditanggung oleh JKA untuk orang yang sakit dalam skema kartu Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), Imput Jubir Nurlis Efendi, yang juga berita penting tersebut langsung diterima awak media beberapa saat setelah Gub Muzakir Manaf mengeluarkan pernyataan resmi pencabutan Pergub no 2 tahun 2026 dimaksud, Senin beberapa jam yang lalu. (zm/**)

PT Bank Aceh Syariah Terbaik Didunia

0

MEDIANAD.COM,  BANDA ACEH – PT Bank Aceh Syariah masuk dalam daftar Bank terbaik dunia tahun 2026 versi Forbes juga kembali tercatat sejarah mendapat prestasi yang sangat gemilang karena bank Aceh mampu menembus daftar world’s banks tahun 2026, dan ini hasil relisan Forbes bekerja sama dengan lembaga riset global stastita.

Pengakuan tersebut mengukuhkan posisi bank Aceh syariah sebagai salah satu terbaik di Indonesia dan itu menurut penilaian langsung nasabah, bank Aceh syariah menempati urutan ke 11 nasional, dari total 18 Bank di Indonesia yang masuk katagori tersebut.

Selain itu, Bank Aceh menjadi salah satu dari tiga bank bank pembangunan daerah ( BPD) yang meraih nilai predikat terbaik pengakuan internasional bersanding dengan bank nagari dan bank Sumut.

Tim riset melakukan surve indenpenden kepada dari lebih 54 ribu responden di 34 negara untuk menentukan peringkat tersebut penilaian ini mencakup beberapa aspek utama mulai dari tingkat kepercayaan nasabah hingga kualitas layanan digital yang tersedia.

Selain itu para responden juga mengevaluasi kemudahan akses layanan kualitas layanan nasabah serta efektifitas solusi keuangan yang diberikan oleh bank .direktur utama Bank Aceh syariah Fadhil Ilyas mengapresiasi kepercayaan masyarakat dan dukungan para pemangku kepentingan.

Menurutnya, stranformasi menurutnya stranformasi layanan yang konsisten menjadi kunci keberhasilan Bank Aceh syariah jadi keberhasilan ini menjadi memotifasi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan Bank Acehb juga kami terus memperkuat stranformasi digital agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat ujar Dirut utama Bank Aceh syariah Fadhil Ilyas.

Jadi percapaian ini membuktikan kemampuan bank daerah bersaing di level global ino basi dan pelayanan yang berorientasi pada kepuasan seluruh nasabah yang menjadi modal utama Bank Aceh dalam berkopentisi.(lem/*)

Gubernur Mualem: Pergub JKA Dicabut, Rakyat Aceh Berobat Seperti Biasa

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengintruksikan mencabut Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesahatan Aceh (JKA). “Semua rakyat Aceh bisa berobat seperti biasa,” kata Mualem di Banda Aceh (18 Mei 2026).

Melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi, Mualem mengatakan pencabutan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 ini adalah menampung aspirasi masyarakat Aceh. “Kita menampung aspirasi berbagai komponen masyarakat Aceh, termasuk dari ulama dan kalangan akademisi,” kata Mualem.

Nurlis menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Aceh juga sudah menerima masukan dari DPR Aceh. “Begitu juga adik-adik mahasiswa yang berunjukrasa maupun FGD, kita jadikan bahan masukan untuk Pergub ini,” kata Mualem.

Karena itu, Mualem meminta seluruh rakyat Aceh dapat berobat seperti biasanya ke rumah sakit sebagaimana biasanya. “Pembiayaan akan ditanggung oleh JKA untuk orang yang sakir dalam skema JKA,” kata Mualem. “Jadi tidak tidak ada pembatasan desil.”(*)

Tinjau Langsung Kondisi Jalan, Wagub Aceh: Infrastruktur Ini Akses Penting bagi Masyarakat Tamiang

0

MEDIANAD.COM, TAMIANG – Wakil Gubernur Aceh meninjau sejumlah ruas jalan di kawasan Alur Manis, Simpang 5 Rantau dan Bukit Suling, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (12/5/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi infrastruktur jalan yang menjadi akses penting bagi masyarakat setempat.

Selain itu, Wakil Gubernur juga meninjau Perusahaan Air Minum milik pemerintah daerah di kawasan pinggir sungai Kabupaten Aceh Tamiang.

Dari hasil peninjauan diketahui kondisi sarana dan prasarana perusahaan mengalami kerusakan parah sehingga operasional layanan air bersih berjalan terbatas.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Aceh didampingi Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, S.E.I dan Sekda Drs. Syuibun Anwar. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap adanya dukungan Pemerintah Aceh untuk membantu percepatan pemulihan infrastruktur dan layanan air bersih bagi masyarakat. (*)

Kak Na: Konsumsi Ikan Penting untuk Tumbuh Kembang Otak Anak

0

MEDIANAD.COM, SABANG,– Kandungan protein pada ikan sangat penting untuk tumbuh kembang otak anak. Oleh karena itu, para orang tua harus rutin memberi asupan ikan kepada buah hati di rumah.

Hal tersebut disampaikan Bunda PAUD Aceh Marlina Muzakir, usai membagikan paket alat tulis dan paket makanan makanan serba ikan kepada para siswa TK Negeri 11, SD Negeri 20 dan SD Negeri 22 Kota Sabang, yang berada di Gampong Aneuk Laot Kecamatan Sukakarya, Senin (11/06/2026) pagi.

“Protein dan nutrisi dalam ikan, terutama asam lemak omega-3, sangat penting untuk tumbuh kembang otak anak. Rutin mengonsumsi ikan akan sangat mendukung pembentukan jaringan saraf, fungsi kognitif, daya ingat, dan konsentrasi, serta meningkatkan imunitas,” ujar perempuan yang akrab disapa Kak Na itu.

“Selain itu, sifat Asam amino pada ikan yang mudah dicerna, menjadikannya sumber gizi ideal untuk mendukung kecerdasan anak. Jadi, kami menyarankan kepada para orang tua untuk rutin memberi asupan ikan kepada anak-anak kita di rumah,” sambung Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Aceh itu.

Istri Gubernur Aceh itu juga Menyebutkan, Aceh, khususnya Sabang yang merupakan daerah kepulauan dan dikelilingi lautan tentu akan lebih mudah mendapatkan ikan-ikan segar untuk dikonsumsi.

“Tidak perlu ikan-ikan impor seperti salmon yang mahal, karena dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa ikan kembung, tuna, sarden, bandeng dan lele juga memiliki kandungan protein dan nutrisi yang cukup tinggi,” kata Kak Na.

Selaku Ketua Forikan Aceh, Kak Na berkomitmen untuk terus mengkampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) agar anak-anak Aceh menjadi generasi yang sehat, cerdas, ceria dan erdaya saing global.

“Memberi asupan makanan sehat dan bergizi kepada ananda kita, khususnya ikan, akan membawa kita dijalur yang tepat dalam upaya mewujudkan Generasi Indonesia Emas pada tahun 2045. Jika upaya ini tercapai, maka di masa mendatang Indonesia akan memiliki generasi yang tidak hanya sehat tetapi juga cerdas dan berdaya saing global,” ujar Marlina.

Sebelumnya Kak Na juga sempat berinteraksi dengan para siswa. Dengan ramah dan senyum khasnya, Kak juga sempat bermain kuis dengan pertanyaan-pertanyaan ringan serta menguji hafalan surat-surat pendek untuk siswa.

Marlina mengaku salut, karena para bocah TK dan SD sudah memiliki hafalan surat-surat pendek yang cukup baik. “Anak-anak Bunda di Sabang keren-keren hafalan surat pendeknya bagus.” Ucap Kak Na menyemangati para bocah.(man)

Sekda M Nasir Lemparkan Opsi, ‘PORA Digelar Tahun Depan’, KONI Aceh: Akan Diputuskan dalam Rakerprov

0

Sekum KONI Aceh, Akhyar, ketua Pon Yahya Saiful Bahri, Sekda M Nasir, Kadispora, T Banta Nuzullah dan Waketum I KONI Aceh, T Rayuan Sukma diabadikan bersama usai serimoni pembukaan Rakerprov, di Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh, Jumat (08/05) malam. (foto/istimewa)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Muhammad Nasir Syamaun, S,.IP, MPA yang juga mewakili Gubernur, H Muzakir Manaf, Jumat (08/05/2026) malam di Banda Aceh, secara resmi membuka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Aceh Tahun 2026.

Dalam kesempatan tersebut Sekda M Nasir, yang juga mantan Sekretaris Umum (Sekum) KONI Aceh dua periode tersebut, dan sebelum menyampaikan sambutan Gubernur Mualem.

Memberi opsi tentang gelaran Pekan Olahraga Aceh (PORA) ke-15 Aceh Jaya. Yang akan digelar akhir bulan November tahun ini, sebaiknya digeser ke tahun 2027 (tahun depan).

Dengan dua pertimbangan yang harus dirembuk kembali, yakni. “Beberapa Kabupaten dan Kota baru saja tertimpa musibah banjir dan tanah longsor, tentu membutuhkan waktu rehab dan rekons secara memupuni”.

Yang juga musibah tersbut dipastikan berimbas terhadap persiapan para atlet yang berdomisili di daerah pasca bencana. Seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues yang terdapak cukup parah akibat banjir November 2025.

Masyarakat dan kususnya para atlet membutuhkan _Recovery_ (pemulihan) lebih dari satu tahun, serta faktor ketersediaan anggaran di tahun 2026 juga diharapkan Sekda. KONI Aceh dapat mempertimbangkan kegiatan PORA di geser tahun depan.

Namun mantan Kadispora dan Asisten I Setda Aceh tersebut menuturkan, “keputusannya ada ditangan KONI Aceh dan angotanya tentang kesiapan tiap even, termasuk PORA kedepan”.

Disisi lain dan dikesempatan yang sama, Ketum KONI Aceh, “Pon Yahya” Saiful Bahri mengatakan. “Mengingat pentingnnya kesiapan atlet menghadapi even nasional tahun 2027 , seperti PORWIL, Pra PON dan persiapan PON NTB-NTT tahun 2028, pelaksanaan PORA akan digelar tepat waktu, namun semua keputusan diputuskan dalam Rakerprov KONI Aceh secara umum, selama tiga hari di Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh.

Sementara itu, dalam sambutan Gub Mualem yang disampaikan Sekda M Nasir, antara lain menjelaskan. “Pemerintah Aceh menaruh perhatian besar terhadap pembangunan olahraga sebagai bagian penting dalam penguatan sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan berdaya saing”.

Serta Rakerprov menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian sekaligus merumuskan arah pembinaan olahraga Aceh ke depan. Ia menilai olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga instrumen penting dalam membangun karakter generasi muda dan memperkuat persatuan, pintanya.

“Olahraga adalah instrumen penting dalam membangun karakter generasi muda, memperkuat persatuan, serta mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional,”

Sekda juga menekankan pentingnya tata kelola organisasi olahraga yang baik, pembinaan atlet yang berkelanjutan, serta dukungan anggaran yang efektif dan tepat sasaran guna melahirkan atlet-atlet Aceh yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Denfan demikian, melalui Rakerprov tersebut, Pemerintah Aceh menharapkan, KONI Aceh dapat menyusun program kerja yang lebih terukur, realistis, dan berorientasi pada prestasi. Menurutnya, sinergi antara KONI, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga harus terus diperkuat demi menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan di Aceh.

Selain itu, Sekda mengingatkan seluruh cabang olahraga agar terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet sejak usia dini hingga mencapai prestasi puncak. Ia berharap Aceh mampu melahirkan atlet-atlet unggulan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter, disiplin, dan semangat juang yang tinggi.

Pada kesempatan itu, Sekda turut menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana atas terselenggaranya Rakerprov KONI Aceh Tahun 2026 dengan baik. Ia juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan secara serius, aktif, dan konstruktif demi menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan olahraga Aceh.

Sebelumnya, Ketua Panitia Rakerprov Drs HT Rayuan Sukma mengatakan. “Peserta Raker berjumlah 250 orang terdiri dari 68 perwakilan Pengprov, KONI Derah, peninjau dan pengurus KONI Aceh”.

Sedangkan agenda utama Rakerprov itu bukan hanya evaluasi dan perencanaan program kerja, namun juga mrencakup evaluasi dan kajian terhadap usulan anggota baru KONI Ace dan permohonan benar benar sesuai regulasi, “terutama AD/ART KONI, hingga tak menjadi masalah dan preseden buruk di masa mendatang,” pintanya. (non/**)

Popular Posts

My Favorites

Kalah Beruntun, Persas Angkat Koper dari Liga4 Aceh, PSAB dan KNFC...

0
MEDIANAD.COM, SABANG-Persas Sabang tak mampu memanfaatkan status sebagai tuan rumah, agar melaju lebih jauh pada kompetisi Liga4 zona Aceh tahun 2025, setelah kalah beruntun...