Pemerintah

Beranda Pemerintah Halaman 6
Berita Pemerintahan

PON 2024 Berlangsung Sukses, “KONI Pusat Ucapkan Terima Kasih kepada Masyarakat Aceh”, Pengurus KONI Aceh Dilantik

0

Pelantikan pengurus KONI Aceh periode 2025-2029 serta foto Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf menyampaikan kata sambutan dikesempatan tersebut, Senin (24/11) malam di Anjong Mon Mata, Banda Aceh. (foto/humas koni aceh)

MEDIANAD.COM: “Kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh masa bakti 2025–2029 yang diketuai Saiful Bahri alias PON YAYA resmi dilantik oleh Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Senin (24/11/ 2025) malam”.

Yang juga dalam sambutannya, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Aceh menjadi tuan rumah PON XXI Aceh–Sumut 2024. Dimana, selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat dan pemerintah Aceh yang telah menyukseskan perhelatan PON XXI Aceh–Sumut tahun 2024,”

Pinta Ketum Marciano, sembari menambahkan. PON XXI mencatat 113 pemecahan rekor, terdiri atas 85 rekor PON, 28 rekor nasional, dan 1 rekor Asia. Aceh sendiri berhasil menyumbang 10 rekor, menjadikannya provinsi kelima terbaik dalam pemecahan rekor.

Dari sisi perolehan medali, Aceh menempati peringkat keenam nasional dengan 65 emas, 48 perak, dan 79 perunggu—sebuah capaian yang disebut Marciano sebagai “perkembangan prestasi Aceh yang menakjubkan.”

Marciano menilai dukungan pemerintah Aceh terhadap olahraga sangat besar dan menjadi jaminan bagi kesuksesan kepengurusan baru.

Dengan demikian, “tak ada alasan pengurus KONI Aceh tidak dapat bekerja maksimal, mengingat dukungan dan atensi pemerintah sangat besar”, ujarnya singkat.

Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem menegaskan, “kemajuan olahraga Aceh hanya dapat dicapai melalui kerja nyata dan dukungan anggaran yang memadai. Ia menilai pengurus baru memiliki potensi besar untuk membawa prestasi Aceh semakin meningkat”.

Saya rasa pengurus kali ini mampu menjalankan organisasi dengan baik. Tapi dalam bidang olahraga bukan hanya kemampuan yang dibutuhkan, harus tersedia anggaran untuk mendukung peningkatan prestasi dan kemajuan olahraga, pinta Mualem.

Serta menambahkan. “pemerintah Aceh pasti mendukung memberi semangat, mendukung dan menyiapkan anggaran secukupnya untuk pembinaan dan pelatihan atlet, mengingat tanpa dukungan anggaran maksimal, roda organisasi dan persiapan atlet mengikuti event akan tak maksimal”.

Ujar Gub Mualem yang juga pernah menjabat sebagai ketua umum KONI Aceh selama dua periode. Serta saat menyampaikan kata sambutan dikesempatan tersebut, Mualem menyampaikan juga keberhasilan atlet Aceh saat Mualem memimpin KONI Aceh, termasuk pencapaian delapan emas di PON Jawa Barat yang menjadi titik awal kebangkitan dan dulangan prestasi atlet Aceh.

Yang juga pada periode tersebut pula, berjuang dan berhasik disahkan sebagai tuan rumah PON XXI/2024 bersama Sumatera Utara, tukasnya.

Disisi lain, Ketua Umum KONI Aceh yang baru, Saiful Bahri menegaskan. Tanggung jawab kepengurusan saat ini sangat berat, terutama untuk mempertahankan posisi enam besar nasional pada PON berikutnya.

“Kami butuh dukungan pemerintah Aceh karena tugas ke depan semakin berat. Kami harus mempertahankan peringkat enam nasional,” katanya.

Ia menyampaikan terima kasih khusus untuk almarhum H. Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak, mantan Ketua KONI Aceh, yang telah membangun fondasi kuat bagi organisasi.

“Kami masuk KONI saat prestasi ada di posisi enam nasional. Tidak bisa kerja hanya bicara di kedai kopi. Pengurus harus bekerja nyata agar tidak malu dengan pengurus sebelumnya,” tegasnya.

Saat ini KONI Aceh tengah menyelenggarakan Pra PORA sebagai ajang seleksi atlet. Sementara PORA 2026 akan berlangsung di Aceh Jaya.

Selain Pon Yaya, para pengurus yang dilanti antara lain, Kennedi Husen, SE selaku Ketua Harian. Struktur wakil ketua umum diisi oleh T. Rayuan Sukma, S.Sos sebagai Waketum I Bidang Organisasi, Drs. H. Bachtiar Hasan, M.Pd sebagai Waketum II Bidang Pembinaan Prestasi, Dr. Mansur, M.Kes sebagai Waketum III Bidang Penelitian dan Pengembangan.

Kemudian Muslim HS, S.AB sebagai Waketum IV Bidang Perencanaan dan Anggaran (RENA), Mukhtar Hanafiah sebagai Waketum V Bidang Hubungan Antar Lembaga, serta Marlina Usman sebagai Waketum VI Bidang Umum. Sementara itu, posisi Sekretaris Umum dijabat oleh Ahyar, ST. (*)

Dinas Sosial Aceh Di Bawah PLT Kadis Chaidir Raih Predikat Terbaik Layanan Informasi Publik

0

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM- Inilah yang disebut kenerja berbuah manis atau kinerja yang kolektif dinas sosial Aceh mendapat pujaan dari layanan informasi publik publik .

Berkat kegigihan antara PLT kadis beserta seluruh staf dan perangkatnya, hanya satu tujuan untuk membantu kepentingan penderitaan rakyat yang dilanda musibah.

Mereka tidak mengenal siang malam walaupun dalam kondisi apapun, mereka siap menjalankan tugas yang telah diembankan oleh pemerintah Aceh kepada mereka, dengan kerja kolektif hasilnya berbuah manis.

Dinas Sosial Aceh meraih predikat baik layanan informasi publik. Dinas Sosial Aceh mendapat predikat terbaik pada kegiatan monitoring dan evaluasi oleh pelayanan informasi publik tahun 2025 yang diselenggarakan oleh pemerintah Aceh melalui Dinas informatikan dan persandian aceh.

Capaian ini adalah komitmen dinas sosial Aceh dalam mendorong stranparasi dan keterbukaan informasi sebagai bahagian tanggung jawab pelayanan publik.

Jadi penghargaan tersebut diberikan bedasarkan penilaian tahunan terhadap kualitas pelayanan informasi yang disediakan oleh perangkat Daerah, predikat baik yang diraih oleh dinas sosial Aceh dibawah kendali, PLT Kadis Sosial Aceh Chaidir mencerminkan peningkatan kerja segenifikan dalam mengelola data, responsibilitas pelayanan dan kesesuaian standar keterbukaan informasi yang telah diatur dalam regulasi.

PLT Kadis Sosial Aceh Chaidir memberikan apresiasi atas kinerja kolektif seluruh pegawai dan para stafnya yang telah mampu memberikan pelayanan informasi yang semakin berkualitas.

Chaidir menyebutkan, bahwa keterbukaan informasi merupakan mandat yang harus dijalankan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik, penghargaan yang didapatkan oleh Dinas Sosial Aceh merupakan hasil kerja keras bersama seluruh perangkat dan pegawai Dinas Sosial Aceh.

Maka saya, sebut Chaidir menyampaikan terima kasih atas kerja kolektif seluruh seluruh penjabat dan pegawai dan instansinya yang mampu memberikan pelayanan informasi yang semakin berkualitas.

Chaidir mengatakan, “upaya ini bukan hanya sekedar kewajiban administratif namun ini wujud pertanggungjawaban kita kepada masyarakat agar pelayanan publik berjalan transparan akuntabel juga dapat diakses secara luas dan Dinas Sosial Aceh akan terus memperkuat inovasi pengololaan Informasi termasuk pemanfaatan teknologi serta peningkatan kualitas pelayanan pada berbagai kanal Informasi publik.

dengan mendapatkan penghargaan ini akan memperkuat posisi Dinas Sosial Aceh sebagai salah satu SKPA yang berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang terbuka dan responsif, jadi pemerintah Aceh berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi pada perangkat daerah lainnya untuk meningkatkan kualitas terhadap layanan informasi publik secara bertahap dan berkelanjutan.(lem)

Di Bawah Komando Mualem–Dek Fadh: Menjemput Aceh yang Lebih Sigap dan Lebih Dekat Dengan Rakyat

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH — Visi dan Misi Mualem–Dek Fadh lahir dari kebutuhan Aceh untuk bergerak lebih cepat, lebih tepat, dan lebih berpihak kepada rakyat kecil. Mengurangi kemiskinan, memperkuat layanan publik, dan menghadirkan pemerintah yang benar-benar hadir—itulah arah besar yang kini dibangun di Tanah Rencong.

Di garis depan perubahan itu, Dinas Sosial Aceh mengambil peran strategis. “Kami siap mengarungi bahtera ini bersama,” begitu komitmen yang berulang disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir, SE., MM. Dan perjalanan panjangnya membuktikan bahwa komitmen itu bukan sekadar kata, tetapi kerja.

Ketika Chaidir ditempatkan sebagai Sekretaris Dinas Sosial Aceh, dinas ini sedang berada dalam masa yang tidak mudah. Persoalan internal menumpuk, koordinasi lemah, dan ritme kerja tidak lagi seirama dengan kebutuhan masyarakat.

Pelan namun pasti, ia mulai membenahi satu per satu, mulai tata kelola, manajemen, disiplin kerja, hingga pelayanan publik. Ia bekerja dalam diam—di ruang rapat, di balik dokumen, dalam koordinasi panjang hari demi hari.

Dan ketika kemudian ia mendapat amanah sebagai Plt. Kepala Dinas Sosial, ritme kerjanya justru semakin cepat. Tak cukup hanya merapikan internal, Chaidir turun hingga ke pelosok. Menembus hutan, menyeberang sungai, ikut mengantar bantuan sosial yang sering kali harus tiba dalam keadaan darurat. Perubahan itu mulai terlihat.Dinas Sosial Aceh bergerak dengan cara baru: cepat, terukur, dan mendekat kepada rakyat.

Misi Besar Mualem–Dek Fadh

Di bawah komando Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur H. Fadhlullah, SE (Dek Fadh), arah pembangunan sosial Aceh semakin jelas, pemerintah harus hadir sebelum rakyat meminta tolong. Salah satu gebrakan yang lahir dari arahan ini adalah pendistribusian logistik kebencanaan langsung ke kabupaten/kota—hal ini sebagai persiapan sebelum bencana datang. Chaidir menjelaskan alasan di balik pola baru tersebut.

“Arahan Gubernur dan Pak Wakil Gubernur sangat jelas: masyarakat harus merasakan kehadiran pemerintah sebelum bencana datang. Tidak boleh ada daerah yang kekurangan logistik ketika musibah terjadi.” ungkapnya.

Perjalanan distribusi itu dimulai dari Banda Aceh. Chaidir bersama Wakil Gubernur Aceh, memastikan stok benar-benar sampai di daerah yang membutuhkan. Ini bukan perjalanan seremonial—ini kerja nyata yang mengubah pola penanganan bencana di Aceh.

Tiba dilokasi pertama Kabupaten Pidie, rombongan berhenti di pendopo Wakil Bupati mendistribusikan bantuan logistik kebencanaan untuk memenuhi ketersediaan stok di daerah setempat. Kemudian, rombongan berhenti sejenak di Pidie Jaya untuk meresmikan Rumah Makan Bergizi Gratis. Program ini sederhana, tetapi menyentuh langsung kebutuhan masyarakat rentan dan pelajar.

“Kami turun langsung bukan untuk seremonial, kehadiran pemerintah harus nyata, harus dirasakan.” tegas Dek Fadh.

Tim Dinas Sosial memeriksa dapur, meninjau kualitas makanan. Baginya, pelayanan sosial bukan hanya soal bantuan bencana—tetapi juga tentang membangun manusia.

Perjalanan berlanjut ke Bireuen untuk menyerahkan logistik kebencanaan. Di sela agenda, rombongan menyempatkan singgah di Sekolah Rakyat Terintegrasi 25 di Kecamatan Juli. Melihat anak-anak belajar dengan fasilitas terbatas membuat tim dinsos sempat terdian terpaku.
“Pelayanan sosial itu tidak berdiri sendiri, Pendidikan, kesehatan, ketahanan keluarga—semuanya terhubung.” ujarnya.

Di Bireuen pula tim ini bertemu para pilar sosial, relawan yang menjadi lengan panjang Dinas Sosial di setiap kabupaten. Mereka menyampaikan aspirasi, kendala, dan kebutuhan. Pertemuan itu memperkuat simpul koordinasi menuju Aceh yang lebih sigap dalam melayani.

Dari pesisir ke dataran tinggi, rombongan bergerak ke Aceh Tengah dan Bener Meriah. Udara sejuk Gayo tidak mengurangi urgensi perjalanan.

“Aceh daerah rawan bencana, dan kesiapsiagaan adalah kunci, “Dengan pola baru ini, setiap daerah harus punya kesiapan yang setara.” kata Dek Fadh.

_*Perjalanan ini bukan hanya tentang mengantar logistik—tetapi tentang mengantar rasa aman.*_

Di Bener Meriah, rombongan meninjau Pesantren Madinatuddiniyah Babussalam yang baru saja dilanda kebakaran. Sisa arang masih menempel, aroma asap masih tinggal. Para santri bertahan dengan ruang seadanya.

Tim berjalan perlahan menyusuri ruang yang hangus, mendengar cerita para ustaz tentang detik-detik api membesar. Dek Fadh berkata lirih, “Santri-santri ini masa depan Aceh. Mereka harus tetap belajar dan tinggal dengan layak.”

Bantuan kebutuhan santri langsung diserahkan, menyapu sedikit luka yang ditinggalkan musibah.

Dari Banda Aceh hingga Gayo, dari sekolah rakyat hingga pesantren yang hangus terbakar—perjalanan ini menggambarkan wajah baru Dinas Sosial Aceh.

Semboyan dinsos ini adalah kerja tanpa pamrih, hadir tanpa menunggu diminta, melayani tanpa jarak. Chaidir bersama tim merangkum filosofi kerjanya dalam satu kalimat.

“Pemerintah itu pelayan masyarakat. Kita harus hadir bukan ketika diminta, tapi ketika dibutuhkan.”

Di bawah visi besar Mualem–Dek Fadh, Aceh kini memasuki babak baru. Sebuah perjalanan panjang untuk mengurangi kemiskinan, memperkuat pelayanan, dan mengangkat martabat rakyat kecil.

Dan Dinas Sosial Aceh—dengan tekad, kerja keras, dan langkah-langkah yang menembus rimba hingga gunung—siap mengarungi bahtera perubahan ini. Bersama komando Mualem dan Dek Fadh, Aceh bergerak menuju masa depan yang lebih sigap, lebih dekat, dan lebih manusiawi.(*/lem)

Juru Bicara Pemerintah Aceh MTA ,pemerintah Aceh Lelang 12 Jabatan Strategis

0

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM – Pemerintah Aceh membuka peluang bagi yang ingin ikut seleksi terhadap 12 Jabatan penting, menurut keterangan juru bicara pemerintah Aceh MTA proses seleksi digelar secara transparan dan berlandaskan sistem, guna memperkuat kualitas birokrasi di instansi pemerintah Aceh.

Jadi, pemerintah Aceh sudah membuka seleksi secara terbuka JPT Pratama terhadap 12 posisi. Kata MTA Jumat (21/11/2025) kemarin, langkah ini merupakan komitmen pemerintah Aceh dalam mencari figur perkompoten pada posisi strategis jadi pendaftaran seleksi mulai dibuka 21 November 2025 hingga 5 Desember 2025.

Seluruh syarat serta ketentuan tehnik dapat di akses melalui website badan kepegawaian Aceh. Jadi pemerintah mendorong para aparatur yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi mengikuti tahapan dengan penuh tanggung jawab ke 12 seleksi yang dilelang yaitu. Inspektur Kepala Dinas Pendidikan Aceh. Kepala Dinas Peternakan, Kepala dinas pengairan Aceh kepala dinas pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala dinas koperasi dan UMKM. Direktur RSIA Direktur rsuza Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Wakil Direktur Administrasi dan Umum RSUZA, Wakil Direktur Pelayanan RSUZA.

Inilah yang dilelang oleh Pemerintah Aceh dan berkomitmen menjaga integritas proses open bidding Tanpa interpensi dari siapapun dan mengutamakan profesionalisme dan sebut MTA hasil seleksi nantinya diharapkan mampu menghadirkan penjabat yang beretegritas serta mampu memperkuat layanan publik.(lem/*)

Pemerintah Aceh Perkuat Respons Bencana, Salurkan Logistics Rescue ke Aceh Tengah*

0

MEDIANAD.COM, ACEH TENGAH — Pemerintah Aceh kembali menyalurkan bantuan buffer stock  untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir bandang, longsor, dan gangguan akses transportasi di sejumlah wilayah, salah satunya meliputi kabupaten aceh tengah. Bantuan logistik darurat yang disalurkan Melalui Dinas Sosial Aceh, diserahkan langsung oleh wakil gubenur aceh H. Fadhlullah, S.E., di dampingi Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir, S.E., M.M., sebagai langkah memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat sasaran, dan berpihak pada masyarakat terdampak, (20/11/2025).

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, S.E., menyebutkan bantuan logistik kedaruratan senilai Rp. 324.304.838,- (Tiga Ratus Dua Puluh Empat Juta Tiga Ratus Empat Ribu Delapan Ratus Tiga Puluh Tiga Rupiah), yang meliputi kebutuhan pokok dan darurat seperti makanan siap konsumsi, tenda, selimut, makanan anak dan dewasa, perlengkapan keluarga, hingga obat-obatan. Selama masa panik, jika terjadi bencana. Bantuan yang disalurkan Selain digunakan untuk penanganan langsung, logistik tersebut juga akan menjadi stok daerah sebagai antisipasi jika terjadi bencana lanjutan.

“Aceh memasuki fase risiko Hidrometeorologi yang tinggi, sehingga kabupaten/kota di Aceh berada pada status waspada. Selama meningkatnya intensitas hujan di akhir tahun, pemerintah aceh bersama dinas sosial dan pilar sosial di kabupaten kota harus siaga, mulai dari kesiapan logistik, hingga personil yang harus siap sebelum kebutuhan memuncak, sehingga masyarakat merasa terlindungi,” jelas H. Fadhlullah.

Menurutnya, penanganan bencana harus dibangun dengan sistem yang terencana, profesional, dan melibatkan seluruh elemen pemerintahan hingga tingkat gampong.

Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir, S.E., M.M., menjelaskan bahwa Aceh telah memiliki sistem penyangga logistik yang terus disiagakan di tingkat provinsi dan kabupaten, sehingga ketika darurat terjadi, bantuan bisa langsung bergerak dalam hitungan waktu untuk menjamin kebutuhan warga yang terdampak.

“Distribusi hari ini bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga bagian dari persiapan menghadapi puncak musim hujan. Kita tidak ingin kabupaten kehabisan stok saat masyarakat membutuhkan bantuan,” ujar Chaidir.

Dinas Sosial Aceh juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, Tagana, dan perangkat sosial lainnya agar penanganan dapat menyentuh langsung penerima di lapangan.

“Kita ingin memastikan kecepatan, ketepatan sasaran, dan keberlanjutan suplai berjalan maksimal,” lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, H. Drs. Haili Yoga, M.Si., menyampaikan apresiasi atas dukungan yang dinilai tiba tepat waktu di saat wilayah membutuhkan intervensi cepat.

“Bantuan ini tidak hanya mempercepat penanganan, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat, sebagai bukti negara hadir di saat yang paling dibutuhkan. Kami masyarakat Aceh Tengah sangat bahagia dan berterimakasih kepada Pemerintah Aceh.” ujar Haili Yoga.

Sebagian logistik digunakan langsung untuk warga terdampak, sementara sisanya menjadi stok daerah agar pemerintah setempat dapat bergerak cepat jika situasi berkembang.

Penyaluran ini menegaskan bahwa dalam situasi darurat, negara harus hadir di garis depan. Pemerintah Aceh memastikan bahwa perlindungan masyarakat bukan sekadar kebijakan, tetapi mandat yang harus dijalankan tanpa penundaan.

Dukungan logistik ini juga menunjukkan bahwa sistem penanganan bencana Aceh terus berkembang semakin profesional, responsif, dan adaptif terhadap perubahan iklim yang memengaruhi frekuensi serta intensitas bencana.

Pemerintah Aceh berkomitmen menjaga kesiapsiagaan, memperkuat ketahanan sosial masyarakat, dan memastikan setiap bencana ditangani cepat, tangguh, dan berorientasi pada keselamatan warga.(*)

Gubernur Aceh Muzakir Manaf didampingi Plt Dinsos Chaidir Salurkan Bantuan Kesiapsiagaan Bencana ke 10 Kabupaten

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem melepas secara simbolis sepuluh truk bantuan logistik bencana untuk sejumlah kabupaten di Aceh. Prosesi pelepasan berlangsung di halaman Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (18/11/2025).

Bantuan berupa sandang dan pangan ini dipersiapkan Dinas Sosial Aceh sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Mualem mengangkat bendera sebagai tanda dimulainya pengiriman, dan truk-truk logistik pun melaju meninggalkan Meuligoe. “Ada berbagai macam, ada beras, minyak goreng, mi instan, dan lain-lain,” kata Mualem.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir, menjelaskan bantuan ini dikirim ke 10 kabupaten yang telah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Aceh.

“Pak Gubernur memerintahkan kami untuk menyiapkan barang-barang kebutuhan dasar bagi kesiapsiagaan bencana. Ada 10 truk kami kirim hari ini. Nantinya di beberapa lokasi akan diserahkan langsung oleh Bapak Wakil Gubernur,” ujarnya.

Chaidir menyebutkan, sepuluh kabupaten yang menerima bantuan tersebut yaitu Pidie, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.

Ia menambahkan, bantuan ini diharapkan dapat mendukung penanganan bencana seperti banjir, tanah longsor, kebakaran, maupun bencana sosial lainnya, sehingga masyarakat terdampak tetap mendapatkan kebutuhan dasar saat musibah terjadi.(lem/*)

Marlina Muzakir Manaf Ajak Warga Mengikuti Senam Jantung Sehat

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Aceh kembali menyerukan partisipasi publik dalam kegiatan Senam Jantung Sehat (SJS) yang digelar rutin pada Car Free Day (CFD) di Banda Aceh. Imbauan itu disampaikan Ketua Dewan Pembina YJI Aceh Marlina Muzakir — atau yang akrab disapa Kak Na — setelah mengikuti sesi senam di kawasan Jalan Daud Beureueh, Minggu (16/11/2025) pagi.

Ajakan tersebut menyoroti pentingnya akses aktivitas fisik yang mudah diikuti masyarakat sebagai upaya menjaga kesehatan jantung. “Kami mengimbau masyarakat Aceh untuk rutin mengikuti Senam Jantung Sehat bersama YJI. Senam ini sangat baik untuk kita menjaga tubuh kita tetap sehat, terutama kesehatan jantung,” ujar Marlina.

Menurut Kak Na, olahraga ringan seperti SJS dapat membantu kebugaran harian. Ia mengatakan rutinitas bergerak dan berkeringat di ruang publik ikut mendorong kesadaran kesehatan yang lebih luas di tengah masyarakat.

Selain olahraga, ia juga meminta masyarakat meningkatkan penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk mengonsumsi makanan bergizi serta membuang sampah pada tempatnya. Marlina merujuk pengalaman beberapa waktu lalu saat influenza A mencuat dan menimbulkan kekhawatiran publik. “Namun jangan lengah, tetap menerapkan PHBS,” katanya.

Marlina menambahkan bahwa lingkungan yang bersih dan kebiasaan sehat berperan penting bagi kenyamanan aktivitas warga, termasuk tumbuh kembang anak. Ia kembali menegaskan ajakan untuk tidak abai terhadap kebiasaan sehat dan tetap mengikuti kegiatan SJS yang digelar secara terbuka oleh YJI Aceh.

“Sekali lagi, kami mengajak masyarakat untuk selalu menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat, dan selalu rutin berolahraga serta rutin mengikuti Senam Jantung Sehat bersama YJI Aceh,” pungkas Kak Na. (*lem)

Gubernur Aceh Muzakir Manaf Meninjau Langsung Kondisi Abrasi Pemukiman Lhok Puuk Aceh Utara

0

MEDIANAD.COM, ACEH UTARA – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) meninjau langsung kondisi permukiman warga yang tergerus abrasi laut di Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (16/11/2025).

Dalam kunjungan itu, Mualem menyebut situasi di kawasan tersebut sudah sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan cepat agar tidak makin meluas.

“Saya harapkan secepat mungkin diperbaiki ya, karena ini kalau boleh dikatakan kondisinya darurat. Supaya cepat,” kata Mualem saat berada di lokasi.

Mualem menambahkan akan segera memanggil Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) untuk menindaklanjuti penanganan abrasi tersebut agar dampaknya tidak semakin meluas.

Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil atau Ayahwa yang turut mendampingi kunjungan itu menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Aceh terhadap warga terdampak abrasi di Lhok Puuk.

“Terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur yang pada hari ini kita telah bersama-sama melihat langsung bagaimana kejadian abrasi di Lhok Puuk. InsyaAllah Pak Gubernur sudah mengatakan bahwa akan berusaha secepat mungkin sehingga masyarakat Lhok Puuk aman. Mudah-mudahan cepat selesai,” kata Ayahwa.

Keuchik Lhok Puuk, T. Bakhtiar, menjelaskan bahwa abrasi yang kian parah telah merusak permukiman penduduk sejak beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data gampong, terdapat 475 kepala keluarga (KK) di Lhok Puuk, dan 214 KK di antaranya sudah terdampak langsung abrasi.

“Yang sudah terbawa arus 38 KK (rumah) dan tidak ada lagi jejaknya,” kata Bakhtiar. Ia menyebut permukiman yang dulunya padat kini berubah menjadi garis pantai. “Ini tanahnya memiliki sertifikat tempat kita berdiri di sini yang kini menjadi pantai.”

Bakhtiar mengatakan abrasi semakin tajam sejak sekitar 2019. Kini, air laut bahkan mulai masuk ke permukiman warga ketika pasang purnama berlangsung. Kondisi ini menyebabkan fasilitas dasar turut terdampak.

Misalnya, abrasi yang terus terjadi telah merusak badan jalan utama gampong. Jalan yang sebelumnya menjadi akses utama bagi warga kini sebagian sudah amblas diterjang ombak.

“Hari ini bukan hanya badan jalan yang rusak, tapi saat pasang purnama air sudah masuk ke perkampungan penduduk. Jadi sumur yang biasanya dipergunakan untuk mandi sudah tidak bisa lagi dipergunakan. Karena di sini juga tidak ada lagi air PDAM. Pipanya ada setelah tsunami, tapi airnya tidak teraliri,” jelasnya.

Pemerintah gampong berharap penanganan darurat segera dilakukan, termasuk pembangunan pemecah gelombang serta relokasi sementara warga yang sudah kehilangan tempat tinggal.

Mualem memastikan pemerintah akan mengupayakan langkah mitigasi dan penanggulangan jangka pendek maupun jangka panjang. “Kita tidak ingin ada korban lebih besar lagi. Semua harus kita lakukan dengan cepat,” katanya.[]

Malam Penganugrahan Atlet Berprestasi, Mualem Kenang Aburazak

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH –  Gubernur Aceh Muzakir Manaf terharu terhadap tokoh olah raga Aceh Abu Razak, momen hari tersebut berlangsung saat Mualem menyampaikan kata sambutannya pada malam Penganugrahan penghargaan mendali kepada atlet/pelatih peraih mendali PON Aceh, tahun 2024 di Anjoeng Mon Mata, Jumat (14/12/2025) malam.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengatakan, bahwa abu Razak merupakan ketua umum komite olah raga nasional Indonesia Aceh prode tahun 2022 – 2026.

Namun takdir berkata lain, Aburazak meninggal dunia disaat menjalankan ibadah umrah di tanah suci Makkah, pada 19 Maret tahun 2025.

“Saya sangat terharu dan selalu teringat karena banyak sekali sumbangsih dari beliau”, centus Mualem, “dan juga cukup banyak sumbangsih untuk Aceh yang dia sumbangkan komitmen beliau untuk membina para atlet juga memajukan sektor olah raga Aceh itu sangat tinggi kata Mualem.

Dan dengan ketekunannya, maka olah raga Aceh berhasil dan melambung tinggi mari bersama sama memberikan kehormatan khusus kepada almarhum abu Razak atas pengabdian beliau membangun olah raga Aceh.

Pada momen tersebut gubernur mengajak semua pihak khususnya insan olah raga Aceh untuk menjadikan pencapaian pon XXI.

Sebagai tanggal kebangkitan olah raga Aceh dan saya atas nama gubernur Aceh kata Mualem, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak dalam Menti momen seperti ini mari kita jadikan momen yang bersejarah ini menjadi sebagai tonggak kengkitan olah raga Aceh, saya juga mengharap kepada atlet dan pelatih untuk terus memacu untuk menuju kesuksesan di pon yang akan datang.(lem)

Gubernur Aceh Muzakir Manaf Dan DPRA Tandatangani KUA-PPAS 2026

0

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM – Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang didampingi sekretaris daerah Aceh M,Nasir bersama DPR Aceh melakukan Pendatanganan rancangan kebijakan umum anggaran prioritas anggaran sementara, digedung serbaguna DPR Aceh, Jumat (14/11/2025).

Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang didampingi oleh ketua tim tapa Aceh M.Nasir ( sekda aceh) bersama juga disaksikan oleh pimpinan dan anggota DPRA serta seluruh SKPA.

Mualem mengatakan, bahwa penandatanganan KUA-PPAS tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pembangunan Aceh pada tahun 2026, mualem menyebutkan bahwa ini komitmen pemerintah Aceh untuk memaksimalkan anggaran untuk peningkatan kesejahteraan rakyat Aceh termasuk pembangunan infrastruktur peningkatan layanan dasar juga serta penguatan ekonomi rakyat.

Gubernur Aceh juga menyinggung bahwa belum lama ini menjumpai bapak presiden Prabowo Subianto di Hambalang.

Jadi dalam pertemuan dengan pak presiden RI mualem memaparkan berbagai kebutuhan pembangunan termasuk percepatan sejumlah kegiatan proyek prioritas, jadi semua yang saya sampaikan, kata Mualem ditampung dan didukung penuh oleh bapak Prabowo.

Terhadap berbagai program pembangunan di Aceh juga termasuk didalamnya ada beberapa ruas jalan strategi serta peningkatan konektifitas wilayah dan peninjauan kembali beberapa kebutuhan penting didaerah, dan juga bapak presiden Prabowo sangat setuju terhadap pembangunan terowongan Geuruete juga pembangunan tentang perikanan di Aceh dan ini menjadi dorongan yang sangat besar dari bapak presiden Prabowo untuk Aceh.

Bahkan, Presiden Prabowo mengharapkan Seluruh kegiatan penting itu harus bergerak cepat,untuk mewujutkan pembangunan yang merata.(lem)

Popular Posts

My Favorites

Pasca Banjir Hidrometeorologi, Bank Aceh cetak performa positif pada periode Triwulan...

0
Direktur utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas ​MEDIANAD.COM, BANDA ACEH - Bank Aceh menunjukkan resiliensi yang luar biasa dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di awal tahun...